Bacaterus / Kucing / Tak Perlu Kasar, Ini 10 Cara Mengusir Kucing Liar dengan Baik

Tak Perlu Kasar, Ini 10 Cara Mengusir Kucing Liar dengan Baik

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kucing liar tetap terlihat lucu walau hidup di jalanan, tapi faktanya banyak orang yang tak suka dengan hewan ini karena berbagai alasan. Ada yang memang takut, alergi, benci karena sering mengotori rumah, atau justru tak suka gara-gara mereka sering mengganggu kucing peliharaan kita sendiri.

Apapun alasannya, sah-sah saja tidak menyukai jenis hewan tertentu, termasuk kucing. Tapi sebenci apapun dengan kucing, jangan sampai kamu menyakiti apalagi menyiksa mereka. Nah, kalau kamu tidak suka kucing tapi sering memergoki kucing liar masuk ke dalam area rumahmu, ada 10 cara yang bisa dilakukan untuk mengusir mereka, tentunya bukan dengan kekerasan.

1. Tutup Akses Masuk Rumah

Tutup Akses Masuk Rumah

* sumber: arsihome.blogspot.com

Pertama adalah mencegah kucing liar agar tidak bisa masuk ke area rumah dengan menutup semua akses masuk. Tutup celah pagar dan pintu dengan seng atau plastik fiber ecoplas. Bisa juga menutupnya dengan kawat ram sehingga kucing sulit masuk.

Cara ini sebenarnya tidak dijamin 100% berhasil, apalagi kucing merupakan hewan yang sangat lincah dan bisa melompat ke tempat-tempat yang tinggi. Akan tetapi, setidaknya cara ini akan menyulitkan kucing sehingga hewan tersebut akan mencari tempat lain yang lebih mudah untuk dimasuki.

2. Taruh Benda Beraroma Menyengat

Taruh Benda Beraroma Menyengat

* sumber: www.cuteness.com

Kucing liar biasanya tidak terlalu suka dengan benda-benda yang punya bau menyengat, misalnya kulit jeruk/lemon, lada, daun mint, atau kopi. Kucing memiliki indera penciuman yang tajam sehingga bau menyengat akan cukup mengganggu si kucing. Bagusnya lagi, cara yang satu ini relatif aman dan tidak membahayakan kucing liar.

Agar kucing tidak masuk ke dalam rumah, cobalah menaruh kulit jeruk atau benda-benda beraroma tajam lainnya di spot-spot tertentu, misalnya di halaman, teras, maupun di sekitar pintu masuk. Kamu juga bisa memanfaatkan kamper/kapur barus yang juga memiliki aroma kuat.

3. Menanam Tumbuhan yang Dibenci Kucing

Menanam Tumbuhan yang Dibenci Kucing

* sumber: www.stuff.co.nz

Cara yang satu ini sebenarnya hampir mirip dengan cara no.2, yaitu memanfaatkan aroma-aroma tertentu yang tidak disukai oleh kucing. Bedanya, kali ini kamu harus menanam tumbuhannya secara langsung di halaman rumah. Selain bisa mengusir kucing liar, tanaman tersebut pastinya juga akan mempercantik pekarangan rumahmu.

Ada beberapa tanaman yang tidak disukai kucing, seperti coleus canina, lavender, rue, rosemary, atau pennyroyal. Selain tanaman dengan aroma tertentu, alternatif lainnya adalah menanam tumbuhan berduri seperti hawthorn atau pyracantha.

4. Gunakan Tikar Paku dari Plastik

Gunakan Tikar Paku dari Plastik

Kucing liar yang buang kotoran sembarangan di halaman rumah memang menjengkelkan. Kalau dibiarkan, biasanya kucing akan kembali dan menganggap halaman rumahmu sebagai ‘toilet’ pribadi mereka. Untuk mengatasinya, kamu bisa memanfaatkan tikar paku plastik yang ditaruh di atas tanah pekarangan atau di tempat-tempat yang sering didatangi kucing.

Tikar paku ini  tidak disukai kucing karena membuat mereka tidak nyaman, tapi alat ini relatif aman karena terbuat dari bahan plastik. Selain itu, tikar paku tersebut juga berfungsi untuk menghalangi kucing liar menggali tanah. Saat buang air besar, kucing biasanya akan memastikan ada tanah yang bisa ia gali untuk mengubur kotorannya.

Dengan adanya tikar paku, kucing akan menyadari kalau pekarangan rumahmu bukan lagi ‘toilet’ yang nyaman dan memilih buang kotoran di tempat lain. Tapi kalau kamu kesulitan menemukan alat seperti ini, cukup gunakan kawat ram atau kawat ayam. Kawat ini setidaknya akan menghalangi kucing liar buang kotoran di pekarangan rumahmu.

5. Jangan Biarkan Sampah Menumpuk

Jangan Biarkan Sampah Menumpuk

* sumber: www.ksnt.com

Salah satu hal yang mengundang kedatangan kucing adalah adanya sumber makanan di area rumah, misalnya sampah. Sampah rumah tangga biasanya berisi sisa makanan seperti tulang yang pastinya sangat disukai kucing liar. Jadi, sebaiknya hindari menumpuk sampah di halaman karena hal itu akan jadi target makanan kucing liar.

Tak hanya sampah, pastikan juga tidak ada wadah berisi air di sekitar rumah. Selain bisa jadi sarang nyamuk, wadah berisi air ini juga bisa jadi sumber minuman kucing liar. Intinya, hilangkan semua sumber makanan dan minuman di area rumah yang bisa mengundang kedatangan si kucing.

Baca juga: Manfaat Positif Memelihara Kucing Bagi Manusia

6. Takut-Takuti Kucing dengan Sapu

Takut-Takuti Kucing dengan Sapu

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=1y-DkdEE6hs

Kebanyakan kucing liar biasanya takut atau lari ketika melihat manusia, tapi terkadang ada juga yang bandel sehingga mereka tetap tidak mau pergi meskipun kamu sudah menampakkan diri di depan mereka. Kalau sudah begitu, kamu bisa menggunakan sapu untuk mengusir kucing liar tersebut, tapi bukan dengan cara dipukul, ya!

Sebagian kucing liar pasti pernah merasakan dipukul dengan sapu oleh orang lain, sehingga mereka biasanya akan langsung lari ketakutan ketika melihat benda ini. Jadi, saat ada kucing liar masuk ke rumahmu, cukup tunjukkan dan takut-takuti mereka dengan sapu, baik dengan sapu lidi maupun sapu ijuk.

Jika masih tidak mau pergi, buatlah suara yang keras agar kucing tersebut takut dan lari, misalnya dengan menggerak-gerakkan sapu lidi sampai berbunyi. Kamu juga bisa memukulkan sapu ke tembok atau pagar untuk membuat suara gaduh.

7. Bersihkan Rumah untuk Menghilangkan Jejak Kucing

Bersihkan Rumah untuk Menghilangkan Jejak Kucing

* sumber: safrinadewi.wordpress.com

Kucing adalah hewan teritorial yang suka menandai wilayah kekuasaannya dengan cara spraying (menyemprotkan urine dalam jumlah sedikit). Kucing biasanya melakukan spraying di objek vertikal seperti tembok, pintu, pagar, pohon, kursi, atau pot tanaman.

Jika kamu mencium bau kencing kucing di sekitar rumah, segera bersihkan area-area yang kemungkinan telah ditandai oleh hewan tersebut. Pembersihan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan sabun/deterjen sehingga benar-benar bersih. Bisa juga menggunakan produk pembersih lantai yang memiliki aroma kuat sehingga jejak spraying si kucing bisa benar-benar hilang.

8. Jangan Memberi Makan Kucing Liar di Rumah

Jangan Memberi Makan Kucing Liar di Rumah

* sumber: holistichound.com

Tak sedikit orang yang suka dengan kucing tapi tidak mau memeliharanya di rumah karena berbagai alasan, misalnya karena malas merawatnya, alergi, takut rumahnya kotor, atau ada anggota keluarga yang tidak suka dengan kucing. Orang-orang seperti ini biasanya tidak akan tega melihat kucing liar kelaparan dan pasti ‘gatal’ ingin memberi mereka makan.

Kalau kamu termasuk orang seperti ini, kamu bisa melakukan street feeding dan memberi makan kucing liar saat sedang berada di luar rumah. Tapi jika ada kucing liar masuk rumah dan kamu ingin memberi makan, sebaiknya pergilah keluar lebih dulu dan pancing mereka dengan makanan untuk menjauhi rumah.

Pastikan untuk memberi makan di tempat yang agak jauh dari area rumah. Lakukan hal ini beberapa kali di waktu yang sama agar kucing liar tersebut hafal dengan jadwal makannya. Setelah hafal, kucing biasanya akan langsung menunggu di tempat di mana mereka biasa diberi makan.

Tapi bila kucing masih kembali ke rumahmu untuk ‘memanggil’ atau menunggu kamu keluar, kamu perlu cara lain untuk mengajari mereka. Besoknya, jangan menunggu kucing itu datang lagi ke rumah, tapi justru kamu yang harus keluar rumah lebih dulu dan menunggu mereka di tempat makan yang biasa.

Si kucing tentu akan datang lagi ke rumahmu, tapi ketika kamu tidak muncul, mereka akan mengecek tempat yang biasa dijadikan tempat makan. Nah, ketika kucing liar itu datang, segera beri makanan. Lakukan hal ini berkali-kali agar kucing merekam kebiasaan tersebut. Jika sudah terbiasa, si kucing tidak akan kembali lagi ke rumah dan langsung menunggu di tempat makan yang biasa.

9. Semprot dengan Air

Semprot dengan Air

* sumber: thecatsite.com

Kebanyakan kucing akan benci dengan air dan tidak suka ketika tubuh mereka basah. Jadi, air bisa jadi ‘senjata’ untuk mengusir kucing liar dari rumah. Selain itu, air juga sangat aman dan tidak berbahaya bagi hewan tersebut, asalkan pengusirannya dilakukan dengan cara yang baik. Jangan langsung menyiram kucing dengan air yang banyak karena hal itu akan menyakiti si kucing.

Cukup basahi tangan dan kibas-kibaskan ke arah kucing untuk mengusir mereka. Kamu juga bisa memakai botol spray karena air yang keluar dari semprotan relatif tidak menyakitkan, atau bisa juga dengan selang yang bisa dipakai untuk menyemprot tanaman. Yang perlu diingat, jangan sampai menyemprot air dengan keras karena tujuannya hanya untuk membasahi, bukan menyakiti.

10. Produk Pengusir Kucing

Produk Pengusir Kucing

Cara berikutnya yang juga cukup ampuh adalah dengan memakai produk penangkal kucing. Saat ini ada banyak jenis dan merk produk pengusir kucing yang dijual di pasaran, ada yang berupa semprotan dan ada pula yang berbentuk gel. Tapi produk-produk ini bukan untuk disemprotkan atau digunakan langsung pada kucing, ya!

Letakkan gel atau semprotkan penangkal kucing di area-area tertentu yang sering didatangi hewan tersebut. Produk ini biasanya mengandung bahan-bahan dengan aroma yang tidak disukai kucing. Sebelum membeli produk semacam ini, pastikan untuk memilih produk yang terbuat dari bahan organik/alami agar lebih aman untuk kucing.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara mengusir kucing liar dengan baik, coba lakukan di rumah dan lihat bagaimana hasilnya. Tapi kalau kamu punya cara lain yang lebih ampuh dan aman, kamu bisa tuliskan di kolom komentar.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *