Bacaterus / Membasmi Hama / 6 Cara Mengusir Kodok Tanpa Harus Membunuhnya

6 Cara Mengusir Kodok Tanpa Harus Membunuhnya

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 November 2019

Kodok merupakan hewan amfibi yang cukup familiar di Indonesia. Namun, keberadaan kodok terkadang memang tidak diinginkan. Selain karena rupanya yang sedikit mengerikan, kodok juga dianggap hewan yang menjijikkan. Tak sedikit orang yang merasa geli atau bahkan langsung lari tunggang langgang ketika melihat hewan ini.

Apabila hewan berkulit licin ini mulai masuk ke rumah, Anda pasti akan mencari cara mengusir kodok tersebut. Tidak perlu membunuhnya karena Bacaterus akan memberikan Anda beberapa cara untuk mengusir kodok tanpa harus membunuh hewan amfibi tersebut.

Cara Mengusir Kodok Tanpa Harus Membunuhnya

1. Tutup kolam di rumah Anda

Tutup kolam di rumah Anda cara mengusir kodok

Sebagai hewan amfibi yang bisa hidup di darat maupun di air, kodok akan menyukai tempat dengan genangan air. Tempat berarir akan digunakan kodok untuk kawin dan bertelur. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya kodok yang berkeliaran pada saat musim hujan tiba.

Cara mengusir kodok tanpa harus membunuhnya bisa Anda lakukan dengan menutup kolam ikan atau kolam renang yang ada di rumah Anda. Bahkan, tutup kolam selama musim hujan agar tidak membuat genangan air baru yang disukai kodok. Di samping itu, Anda pun dapat membuat pagar yang rapat dan cukup tinggi di sekitar kolam untuk mencegah kodok datang kembali.

2. Rapikan pekarangan rumah Anda

Rapikan pekarangan rumah Anda

Kodok sangat suka hidup di dalam semak-semak. Jadi, usahakan untuk mengurangi semak-semak di pekarangan rumah Anda. Rumput yang tidak kunjung dipotong akan tumbuh semakin tinggi dan lebat.

Nah, rumput tersebut bisa menjadi rumah idaman bagi spesies kodok. Jangan biarkan rumput di pekarangan rumah Anda tumbuh terlalu tinggi dan lebat. Segera pangkas rumput agar lebih rapi dan tidak menjadi sarang kodok.

3. Matikan lampu di pekarangan rumah

Matikan lampu di pekarangan rumah

Ada yang mengatakan bahwa kodok suka tinggal di tempat gelap, sehingga kita harus memberi penerangan yang memadai di luar rumah. Faktanya, lampu yang dipasang di luar rumah memicu serangga kecil datang dan mengerubungi lampu tersebut.

Keberadaan serangga-serangga tersebut akan menarik perhatian kodok untuk datang dan memburu serangga. Jadi, lebih baik matikan lampu di pekarangan rumah. Jika tidak ingin kondisi pekarangan terlalu gelap, berikan lampu yang sedikit remang agar tidak mengundang serangga untuk datang.

4. Peliharan hewan yang ditakuti kodok

Peliharan hewan yang ditakuti kodok

Cara mengusir kodok terbaik tanpa harus membasminya adalah dengan memelihara hewan yang ditakuti kodok, seperti kucing, anjing, dan ular. Mengingat Anda tidak mungkin memelihara ular dan melepaskannya di pekarangan, jadi Anda bisa memilih kucing atau anjing saja.

Kodok takut terhadap hewan yang ukuran tubuhnya beberapa kali lipat lebih besar. Pasalnya, kodok memiliki insting jika hewan tersebut memburu dan memangsanya.

5. Basmi serangga di sekitar rumah

Basmi serangga di sekitar rumah

Makanan utama kodok adalah serangga yang hidup di luar ruangan, seperti nyamuk, laron, lalat, semut, dan capung. Apabila Anda ingin mengusir kodok tanpa perlu membunuhnya, maka Anda harus membasmi serangga yang menjadi makanan utama kodok.

Untuk membasmi serangga, Anda dapat menggunakan insektisida. Selain itu, pasang perangkap serangga elektrik di luar rumah karena alat ini dapat menangkap semua serangga terbang. Setelah membasmi serangga, pastikan Anda tidak meletakkan makanan hewan peliharaan Anda di luar rumah karena kodok bisa memakan makanan tersebut.

6. Tangkap dan buang kodok

Tangkap dan buang kodok

Satu-satunya solusi untuk mengurangi populasi katak di rumah Anda adalah dengan menangkap, lalu membuangnya jauh dari rumah Anda. Bila perlu letakkan kodok tangkapan Anda di habitat aslinya, seperti semak-semak atau tempat yang dekat dengan perairan seperti sungai, danau, dan kolam.

Untuk menangkap katak, Anda dapat menggunakan jaring dengan tongkat panjang, sehingga Anda tidak perlu memegang katak secara langsung.

Kenali Ciri Katak Beracun yang Berbahaya

Salah satu alasan mengapa Anda harus segera mencari cara mengusir kodok adalah karena hewan ini merupakan hama meskipun memiliki beberapa manfaat seperti mengusir kelelawar dan lainnya.

Beberapa spesies katak merupakan katak yang beracun. Ciri-ciri paling utama dari kodok yang beracun bisa dilihat dari warna kulitnya. Kodok dengan kulit yang berwarna-warni umumnya adalah kodok beracun. Berikut adalah beberapa spesies kodok beracun yang harus Anda waspadai:

1. Katak tebu (Cane toad)

Katak tebu (Cane toad)

Katak tebu adalah jenis katak beracun terbesar. Bobot spesies ini bisa mencapai 2,65 kilogram. Dengan ukuran tubuh yang besar, jenis kodok ini bisa memangsa ular. Dikatakan beracun jika kita mengonsumsi daging kodok ini. Cane toad adalah spesies yang banyak ditemukan di Australia.

2. Katak panah emas beracun (Golden poison dart frog)

Katak panah emas beracun (Golden poison dart frog)

Ukuran katak panah emas beracun ini tidak terlalu besar, bahkan bisa dibilang kecil. Namun, spesies ini memiliki 1 miligram racun yang bisa membunuh 10 manusia. Akan tetapi, katak yang banyak ditemukan di hutan hujan Amazon ini sering diburu manusia untuk diambil racunnya yang bisa dimanfaatkan untuk berburu hewan lain.

3. Katak panah beracun lebah berkepala kuning

Katak panah beracun lebah berkepala kuning

Dinamakan seperti ini karena kulit kodok yang satu ini memang didominasi warna hitam dan kuning sehingga membuatnya nampak seperti lebah. Katak panah beracun lebah berkepala kuning ini biasa tinggal di tempat yang lembab atau hutan hujan tropis.

4. Kodok perut api

Kodok perut api

Bagian atas kulit kodok ini didominasi warna hijau dengan totol hitam. Namun, kodok ini memiliki perut berwarna merah dengan loreng hitam yang membuatnya dinamakan sebagai kodok perut api. Kodok ini hidup di negara-negara Asia, seperti Korea dan Cina. Kodok kecil ini bisa mengeluarkan keringat yang mengandung racun.

5. Katak panah biru beracun

Katak panah biru beracun

Warna katak ini sangat cantik, tetapi hati-hati terhadap racun yang dimilikinya. Katak panah biru beracun memiliki kelenjar racun yang disebut sebagai “alkaloid” untuk melindungi dirinya dari predator yang akan memangsanya.

Mitos Seputar Kodok

Tahukah Anda bahwa ada banyak mitos seputar hewan amfibi ini? Berikut adalah beberapa mitos yang beredar luas di masyarakat:

  • Air kencing kodok bisa membutakan mata

Air kencing kodok bisa membutakan racun

“Hati-hati jika dikecingi kodok mata Anda bisa buta!” Pernah dengar kalimat seperti ini? Ini adalah mitos zaman dulu yang masih dipercaya hingga saat ini. Padahal, urin katak sama dengan urin manusia atau hewan lainnya, yakni tidak mengandung racun yang membutakan mata. Mata dapat buta apabila setelah terkena urin katak, Anda tidak segera membersihkannya dan justru mengucek mata sehingga menimbulka infeksi.

  • Kodok adalah pertanda bahaya saat di jalan

Kodok adalah pertanda bahaya saat di jalan

Menurut masyarakat Toraja, bila sedang di perjalanan Anda mendengar katak berbunyi hanya satu kali, itu artinya Anda akan segera terkena bahaya. Untuk mencegah bahaya itu datang, Anda harus melemparkan rumput kering ke katak itu dan berkata, “Engkau kering dan saya yang segar” yang artinya segala kesialan akan berbalik pada katak tersebut.

  • Katak masuk rumah pertanda kesialan

Katak masuk rumah pertanda kesialan

Bila Anda mendapati ada katak yang masuk ke dalam rumah (bukan hanya sekedar di pekarangan) artinya si empunya rumah akan memperoleh kesialan. Kesialan tersebut bisa berupa apa saja, misalnya kehilangan pekerjaan, bertengkar dengan pasangan, sampai dengan jatuh sakit.

Mitos-mitos tersebut tidak selalu benar. Kesialan atau keuntungan sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Anda hanya perlu berdoa untuk selalu dilindungi dari segala marabahaya. Bila Anda merasa terganggu dengan keberadaan kodok-kodok di rumah, gunakan cara mengusir kodok di atas tanpa perlu membunuhnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar