Bacaterus / Manfaat Tanaman / Inilah Cara Mengupas Kemiri dengan Langkah-Langkah Mudah

Inilah Cara Mengupas Kemiri dengan Langkah-Langkah Mudah

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 Februari 2019

Jika kamu senang memasak, pasti sudah akrab dengan rempah-rempah yang bernama kemiri. Bahan dapur ini memang sangat diperlukan dalam beberapa masakan agar hasilnya bagus dan lebih nikmat. Contoh masakan yang tidak bisa lepas dari kemiri adalah masakan bersantan.

Disebutkan bahwa santan akan mudah pecah saat dimasak tanpa menggunakan kemiri. Karena kemiri memiliki sifat sebagai pengikat santan, maka keberadaan dirinya dalam masakan tersebut sangat diperlukan. Biasanya, sebelum dihaluskan dengan cobek beserta rempah-rempah lain, kemiri perlu disangrai dulu agar cita rasanya terjaga dan aromanya tidak terlalu kuat dalam masakan.

Selain sebagai rempah-rempah, kemiri juga dapat diolah untuk diambil minyaknya. Minyak kemiri dikenal bermanfaat bagi kesehatan rambut. Jika ada yang memiliki masalah dengan rambutnya seperti mengalami kerontokan, susah tumbuh, dan sebagainya, maka minyak kemiri bisa digunakan untuk menangani permasalahan tersebut. Kamu bisa membuat minyak kemiri sendiri atau membeli secara langsung di pasaran.

Sekilas Tentang Kemiri

Kemiri

* sumber: commons.wikimedia.org

Biji kemiri berasal dari pohon kemiri yang mampu tumbuh tinggi hingga 40 meter. Di beberapa negara, biji kemiri dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan bumbu dapur. Tidak diketahui dari mana asalnya, namun tumbuhan kemiri menyebar luas mulai dari Asia Selatan (India), Asia Timur (Tiongkok), Asia Tenggara termasuk Indonesia, hingga Kepulauan Polinesia dan Selandia Baru di Samudera Pasifik.

Saat ini, tumbuhan kemiri sudah tersebar luas di daerah-daerah tropis. Di negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, kemiri dijadikan tumbuhan resmi di sana. Oleh masyarakat setempat, pohon kemiri dianggap sebagai simbol penerangan, perlindungan, dan perdamaian.

Disebutkan bahwa biji kemiri mengandung bahan beracun dengan kekuatan yang ringan. Oleh karena itu, kita tidak disarankan untuk mengonsumsi kemiri dalam keadaan mentah. Sebaiknya sangrai biji kemiri terlebih dahulu sebelum siap digunakan karena hal itu mampu menguraikan toksin di dalamnya.

Cara Mengupas Kemiri

Cara Mengupas Kemiri

* sumber: www.youtube.com

Karena kemiri memiliki cangkang yang keras, maka diperlukan alat yang keras juga untuk menghancurkan cangkangnya. Kamu tidak perlu memukulkan benda keras bada kemiri, namun cukup membenturkannya dengan cukup kuat, maka kemiri tersebut akan hancur dan bijinya bisa diambil.

Sebelum kemiri siap dikupas dan diambil bijinya, kamu harus melakukan penjemuran atau penyangraian terlebih dahulu agar kulitnya bisa cukup renyah untuk dihancurkan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang kamu perlu lakukan sebelum pengupasan kemiri.

1. Jemur Kemiri

Jemur Kemiri

* sumber: try2bcoolnsmart.wordpress.com

Kemiri yang hendak dikupas harus dijemur terlebih dulu di bawah terik matahari hingga kering. Proses ini kira-kira membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari atau lebih tergantung dengan kondisi cuaca. Jemur biji utuh kemiri tersebut di ruang terbuka agar bisa terpapar sinar matahari lebih lama. Jangan lupa gunakan alas untuk penjemurannya, ya.

2. Rebus dan Dinginkan Kemiri

rebus kemiri

Kemiri yang sudah selesai dijemur dan cukup kering kemudian direbus. Proses ini jangan dilakukan lama-lama. Setelah air mendidih, maka waktu perebusan sudah dianggap cukup. Jika proses ini dilakukan terlalu lama, maka biji kemiri tidak akan berwarna putih dan akan cenderung kuning kemerahan. Hal ini tentunya kurang bagus.

Kemudian, rendam kemiri-kemiri yang sudah direbus tersebut untuk didinginkan. Setelah itu, angkat dan tiriskan. Sebaiknya, tempatkan kemiri-kemiri yang sudah direndam ini dalam wadah yang berpori agar cepat kering kembali.

3. Pecahkan Kemiri

Pemecahan Kemiri

* sumber: www.youtube.com

Nah kini sudah masuk ke tahap pemecahan cangkang kemiri untuk diambil bijinya. Sebelum kemiri-kemiri tersebut siap dipecahkan, kamu harus menyiapkan hal-hal di bawah ini terlebih dahulu:

  • Batu. Bentuk batu yang harus disiapkan sebaiknya yang berbentuk pipih dan cukup lebar.
  • Sendok pemecah, disebut demikian karena alat ini memang mirip sendok. Kamu bisa membuat alat ini dengan mudah dari bambu.
  • Wadah yang digunakan untuk menyimpan biji kemiri serta satu wadah lainnya untuk kulit kemiri.
  • Tempat duduk agar kamu tidak pegal saat proses pemecahan.

Lalu, bagaimana cara pemecahan kemirinya? Kamu cukup menempatkan sebuah kemiri pada kantong sendok pemecah (bisa dilihat di gambar), lalu pukulkan pada batu yang sudah disiapkan. Setelah kulit atau tempurungnya pecah, ambil atau congkel biji kemirinya.

4. Jemur Biji Kemiri

menjemur kemiri

Biji kemiri yang berhasil dikeluarkan dari cangkangnya harus dijemur lagi agar kadar airnya berkurang dan bisa bertahan lama. Sebelumnya, pisahkan dulu biji yang utuh dan biji yang pecah. Keduanya akan memiliki harga yang berbeda di pasaran dan ini adalah risiko karena proses ini kemungkinan tidak akan berjalan sempurna 100%.

Walaupun demikian, persentase antara biji yang utuh dan yang pecah ini tidak terlalu besar. Disebutkan bahwa dari 100 kg kemiri yang dipecahkan, kamu bisa mendapatkan 30 kg biji utuh dan 4 kg biji yang pecah atau rusak. Setiap orang mungkin akan mendapat angka yang berbeda-beda, namun itulah hitungan kasarnya.

Proses penjemuran biji kemiri ini akan memakan waktu beberapa hari. Kondisi cuaca juga akan memengaruhi proses ini. Saat musim hujan, waktu yang diperlukan untuk mengeringkan biji-biji kemiri ini bisa lebih lama daripada biasanya.

Itulah cara mengupas atau menghancurkan cangkang kemiri dengan cara tradisional. Setiap daerah pasti mempunyai cara-caranya tersendiri dalam mengambil biji kemiri dari tempurungnya. Kalau proses mungkin mirip, hanya saja langkah-langkah yang dilaluinya mungkin sedikit berbeda.

Proses pemecahan kemiri di atas pasti akan terkendala saat musim hujan tiba, terutama saat proses penjemuran. Jika saat musim kemarau saja membutuhkan beberapa hari agar kemiri-kemirinya kering, maka dipastikan hal itu akan lebih lama dilakukan saat musim penghujan.

Namun tidak perlu khawatir, cara pengeringan kemiri masih dapat kamu lakukan dengan penyangraian menggunakan pasir di atas tungku. Hanya saja penulis belum mendapat info berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengeringkan kemiri dengan cara ini.

Dalam sebuah berita yang dimuat oleh situs Portal Satu, di sana disebutkan bahwa masyarakat sudah dapat mengeringkan kemiri lebih cepat dengan menggunakan mesin penyangrai. Jika proses penjemuran biasa memakan waktu hingga tujuh hari, maka proses pengeringan kemiri dengan mesin sangrai ini hanya memerlukan waktu tujuh jam saja. Mesin tersebut adalah buatan dosen dan mahasiswa Politeknik Aceh Selatan (Poltas).

Selanjutnya, diberitakan bahwa kemiri yang masih panas setelah disangrai dalam mesin tersebut, masyarakat hanya perlu memasukannya ke dalam air dingin dan kemiri pun akan pecah dengan sendirinya secara sempurna. Dengan demikian, cara ini bisa lebih praktis dan mampu menghemat waktu dan tenaga.

Pemanfaatan Cangkang Kemiri

Cangkang Kemiri

* sumber: www.jeumpanews.com

Cangkang kemiri yang sudah terpisah dari bijinya kini menjadi limbah. Namun, limbah tersebut masih dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti sebagai bahan bakar untuk memasak. Jika proses pengeringan kemiri dilakukan dengan cara disangrai, maka cangkang-cangkang kemiri sebelumnya bisa digunakan bahan bakar di dalam tungku.

Limbah kemiri juga dapat dijadikan arang aktif dengan cara yang sederhana, yaitu dengan menggunakan drum. Prosesnya mungkin mirip dengan pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa atau bisa ditanyakan langsung pada orang yang sudah berpengalaman. Nah, kini kamu sudah tahu cara mengupas kemiri, kalau ingin tahu cara mengupas kacang maka bisa baca artikel Cara Mengupas Kacang yang mudah ini. Jika kamu punya cara lainnya, bagikan ke pembaca lain di kolom komentar, ya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar