Bacaterus / Membasmi Hama / Bahaya, Gejala, dan Cara Mengobati Sengatan Kalajengking

Bahaya, Gejala, dan Cara Mengobati Sengatan Kalajengking

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Desember 2018

Bukan suatu hal yang mustahil jika ada seekor kalajengking yang masuk ke rumah Anda. Meskipun kecoak dan kelabang lebih sering menyambangi rumah kita, tetapi keberadaan hewan ini juga perlu diwaspadai. Berbeda dengan kecoak yang mungkin hanya berseliweran di rumah kita, kalajengking ini berpotensi untuk menggigit manusia, lho. Apalagi gigitannya mengandung racun yang cukup berbahaya.

Sebagai langkah antisipasi, Bacaterus akan memberikan informasi mengenai bahaya, gejala, dan cara mengobati sengatan kalajengking secara cepat. Artikel ini akan memberikan panduan mengenai pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika Anda atau orang di dekat Anda digigit oleh kalajengking.

Bahaya Sengatan Kalajengking

Bahaya Gigitan Kalajengking

Cara mengobati sengatan kalajengking sebenarnya tergantung dari jenis kalajengking yang menggigit Anda. Pasalnya, ada jenis kalajengking yang racunnya hanya menimbulkan efek panas dan nyeri, tapi ada juga kalajengking yang racunnya sangat berbahaya bagi manusia sehingga dapat menyebabkan kematian.

Sebagai orang awam, tentu saja kita tidak dapat mengenali jenis kalajengking yang menyengat kita. Namun, bahaya atau tidaknya kalajengking tetap saja racun hewan ini merugikan kita. Singkatnya, gigitan kalajengking termasuk dalam kategori berbahaya karena bisa saja itu adalah kalajengking yang racunnya mematikan.

Ada beberapa jenis kalajengking yang terkenal mematikan. Kenali jenis-jenis kalajengking beracun mematikan ini sebagai langkah antisipasi:

  • Indian Red

Indian Red Scorpion

Jenis kalajengking paling mematikan di dunia ini racunnya dapat menyebabkan mual, gangguan jantung, dan perubahan warna kulit. Pada kasus yang paling parah, sengatan Indian Red Scorpion dapat mengakibatkan edema paru karena akumulasi cairan di paru-paru yang membuat korbannya sesak nafas hingga kehilangan nyawa.

  • Death Stalker

Death Stalker Scorpion

Death Stalker adalah kalajengking yang berhabitat di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kalajengking berukuran 10-13 cm memiliki racun neurotoksin yang menyebabkan rasa sakit tak tertahankan dan diikuti dengan gejala demam, koma, kejang-kejang, kelumpuhan, dan kematian.

  • Arabian Fat-tailed

Arabian Fat-tailed Scorpion

Berwarna hitam pekat dan ekornya terlihat gemuk, nama Arabian Fat-tailed memang pantas untuk kalajengking jenis ini. Racun kalajengking jenis ini sama berbahayanya dengan milik Death Stalker. Setiap tahun selalu ada kasus orang meninggal dunia karena sengatan kalajengking Arabian Fat-tailed.

  • Black Spitting Thick Tail

Black Spitting Thick Tail Scorpion

Hati-hati jika bertemu dengan kalajengking Black Spitting Thick Tail karena spesies ini dapat menyemburkan racunnya seperti ular kobra. Racun yang disemburkan jenis kalajengking ini dapat mencapai jarak 1 meter. Apabila racunnya terkena mata maka korbannya akan mengalami rasa perih hingga berujung pada kebutaan sementara. Namun, kebutaan itu bisa menjadi permanen jika racun kalajengking tidak segera dibersihkan dari mata.

  • Asian Forest

Asian Forest

Terakhir, ada jenis kalajengking berbahaya yang bisa ditemui di Indonesia, namanya adalah Asian Forest. Berbeda dengan jenis kalajengking lain, jenis ini tidak terlalu sering menyengat dengan ekornya jika tidak merasa terancam.

Spesies ini lebih suka menyengat korbannya dengan kedua capitnya. Melihat ukuran capitnya yang sangat besar, maka tak heran bahwa bekas gigitan kalajengking ini dapat menyebabkan luka dan berdarah meskipun racunnya tidak membunuh korbannya.

Setelah mengenal jenis-jenis kalajengking paling berbahaya di dunia, setidaknya Anda jadi tahu jenis kalajengking yang harus segera Anda hindari atau basmi ketika bertemu. Tak hanya di Indonesia, sejumlah kalajengking ini juga berada di negara lain, seperti Timur Tengah. Jadi, selalu hati-hati jika bepergian ke luar negeri karena hewan ini bisa ditemukan di mana-mana.

Gejala Sengatan Kalajengking

Gejala Gigitan Kalajengking

Sebelum Anda mencari cara mengobati sengatan kalajengking, pastikan dulu bahwa sejumlah gejala yang Anda rasakan memang merupakan gejala orang yang baru saja disengat oleh kalajengking. Pasalnya, ada sedikit orang yang kebal terhadap bisa kalajengking sehingga tidak merasakan gejala apapun pasca disengat hewan bercapit dua ini. Berikut adalah sejumlah gejala gigitan kalajengking yang wajib Anda ketahui:

  • Nyeri atau rasa sakit yang menetap di satu tempat.
  • Mati rasa atau kesemutan di area sengatan kalajengking.
  • Pembengkakan di bagian yang disengat.
  • Sesak nafas.
  • Otot berkedut.
  • Gerakan kepala, leher, dan mata yang abnormal.
  • Mual dan muntah.
  • Berkeringat dingin sangat banyak.
  • Tekanan darah meningkat dari biasanya.
  • Jantung berdebar dengan denyut tidak teratur dan diikuti dengan rasa gelisah.
  • Air liur keluar secara berlebihan.
  • Merasa kelelahan hebat meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

Untuk memastikan bahwa gejala yang Anda rasakan merupakan gejala sengatan kalajengking, mungkin Anda memerlukan pemeriksaan medis di IGD terdekat. Adapun dokter di sana akan meminta Anda melakukan pemeriksaan darah, tinja, bahkan CT-Scan atau MRI sesuai dengan indikasi.

Cara Mengobati Sengatan Kalajengking

Cara Mengobati Sengatan Kalajengking

Ketika Anda belum memperoleh penanganan medis lebih lanjut, sebaiknya lakukan cara mengobati sengatan kalajengking sendiri sebagai bentuk pertolongan pertama. Berikut adalah panduan penanganan sengatan kalajengking pada manusia:

  • Cuci bagian tubuh yang disengat di bawah air yang mengalir dan bersihkan dengan sabun antiseptik.
  • Bungkus es batu dengan kain lap bersih, lalu gunakan untuk mengompres sengatan kalajengking.
  • Oleskan minyak kayu putih pada bagian kulit yang disengat.
  • Selain minyak kayu putih, Anda dapat membubuhkan salep anthistamin (analgesik) untuk meredakan rasa sakit atau mencegah infeksi pada bekas gigitan kalajengking.
  • Setelah itu, pijat bagian yang tersengat agar racunnya bisa keluar.
  • Terakhir, lanjutkan prosesnya dengan mengikat bagian pangkal yang dekat area gigitan untuk mencegah racunnya menyebar ke aliran darah.

Selain cara mengobati sengatan kalajengking yang ada di atas, Anda pun dapat melakukan netralisir racun kalajengking dengan cara minum air kelapa muda atau susu. Jika tidak ada salep anthistamin atau minyak kayu putih di sekitar Anda, pengobatan sengatan kalajengking ini juga dapat menggunakan bubuk lada atau minyak goreng untuk meredakan rasa nyerinya.

Tips Mencegah Sengatan Kalajengking

Tips Mencegah Gigitan Kalajengking

Sejatinya, kalajengking adalah hewan yang tidak tinggal di pemukiman warga. Hewan ini biasa tinggal di padang pasir atau hutan. Jika kalajengking tersasar ke rumah, hal tersebut dikarenakan tempat tinggalnya mulai tergeser oleh pembangunan yang terus dilakukan manusia. Nah, bagi Anda yang ingin terhindar dari gigitan kalajengking, silakan mengikuti tips berikut ini:

  • Bersihkan rumah secara teratur. Buang barang-barang tidak terpakai karena kalajengking adalah hewan yang suka bersarang di tumpukan berang bekas, kayu, dan batu.
  • Pangkas semak rumput dan akar pohon yang mendekati rumah karena bisa menjadi sarana kalajengking untuk masuk ke rumah.
  • Saat berkemah di alam bebas, taburkan garam di sekitar tenda untuk mencegah kalajengking menyambangi tenda Anda dan selalu cek sepatu sebelum memakainya kalau-kalau ada kalajengking di dalam sepatu Anda.
  • Perbaiki dinding, pintu, atap, dan jendela yang berlubang untuk mencegah kalajengking masuk atau bersarang di dalamnya.

Semoga cara mengobati sengatan kalajengking ini bisa membantu Anda mengambil langkah tepat untuk meminimalisir dampak dari sengatan hewan ini. Kalau ada kalajengking masuk ke rumah Anda, segera baca artikel cara mengusir kalajengking dari rumah.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar