Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Januari 2019

Pernah belajar untuk ujian dengan sistem kebut semalam ala Roro Jongrang? Atau justru bingung apa yang harus dipelajari karena tidak ada catatan yang jelas? Tapi, yang paling sering kita alami adalah belajar berjam-jam lalu lupa dengan semua yang kita pelajari selama ujian atau setelah ujian selesai.

Bisa jadi kita belajar dengan cara yang kurang tepat. Alhasil, belajar menjadi aktivitas yang tidak kita sukai atau hindari, apalagi mempelajari materi yang kita anggap sulit. Mengingat materi belajar dan memahaminya adalah indikator proses belajar kita baik.

Agar hasil belajar bertahan lebih lama dan pemahaman kita lebih baik, ada beberapa tips yang bisa kita coba. Langkah mudahnya adalah dengan mencoba bagian termudah yang bisa kita lakukan dulu. Apa saja caranya? Simak artikel ini sampai akhir, ya!

5 Langkah Mengingat dengan Cepat

1. Mencatat

Mencatat Poin Penting

* sumber: livingthegraylife.com

Mencatat sering dianggap merepotkan karena kita harus memiliki kemampuan untuk mendengar, memahami, dan menulis dalam waktu yang sama. Meski begitu, mencatat sangat membantu ketika harus mengulang pelajaran sebelumnya.

Ketika membuat catatan di kelas, tulisan kita cenderung tidak rapi, tidak terstruktur dan seadanya. Dan, waktunya belajar menjelang ujian kita sudah merasa malas dan pusing sebelum benar-benar membaca catatan kita. Sebenarnya ini tidak ada kaitannya dengan tulisan tangan kita, tapi bagaimana kita menulis informasi dengan rapi.

Catatan acak atau seadanya yang kita buat di kelas dapat diperbaiki. Justru dengan begitu, kita dapat mengingat kembali materi yang sudah dipelajari. Kok, bisa? Sangat bisa, karena ketika kita menulis ulang semua materi yang ada, kita sedang menyusun kerangka berpikir terhadap materi pelajaran tersebut.

Mencatat kembali dengan rapi tulisan acak di buku dengan menggunakan bahasa kita sendiri sangat membantu konsep atau materi pelajaran. Tentunya itu disebabkan oleh bahasa yang kita gunakan adalah hasil pemahaman dari catatan acak sebelumnya. Hal ini membantu kita untuk memahami bagian penting atau penjelasan dari materi tersebut.

Dengan membagi bagian-bagian penting dan lainnya, kita mengingat lebih cepat dan efektif. Terlebih ketika kita menulis dengan menggunakan beragam alat tulis dan beraneka warna. Bagi pembelajar visual pastinya cara mencatat seperti ini sangat efektif. Warna yang kita pakai sebaiknya tidak terlalu gelap atau terang sehingga membuat mata mudah lelah.

Penggunaan warna-warni dalam menulis dapat menjadi penanda bagian-bagian penting atau menegaskan bagian yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Membuat gambar atau menempelkan foto dari internet atau salinan buku pelajaran juga sangat membantu. Ketika mencatat kembali tulisan disertai adanya gambar, kita memperkuat memori materi yang sudah dipelajari secara efektif.

2. Diskusi dengan Teman

berdiskusi dengan teman

* sumber: influens.com

Kebanyakan dari kita memilih untuk belajar sendiri materi yang kita anggap sulit. Padahal dengan melakukan diskusi, kita bisa mengingat materi sebelumnya lebih baik. Hal ini dikarenakan teman diskusi kita sangat mungkin mengingat bagian-bagian yang kita lupa.

Bagian-bagian itu bisa kita tambahkan dalam catatan atau cukup dibuat pointer terlebih dahulu. Seringkali momen diskusi itu kita ingat ketika menemukan hal yang berkaitan dengan materi. Itu sebabnya selain bersosialisasi, interaksi dalam diskusi membuat ingatan kita berjalan lebih baik. Dengan begitu, materi pelajaran di kelas dapat kita pahami dan ingat.

3. Menghindari Multitasking

Stop Multitasking

Sering belajar sambil mengerjakan hal lain bersamaan alias multitasking? Apa itu multitasking? Contohnya adalah ketika kita harus belajar untuk ujian, kita melakukan dua atau lebih aktivitas. Menulis sambil mendengarkan musik yang membuat kita ingin ikut bernyanyi. Lalu, menulis pesan singkat di media sosial atau sekadar scrolling.

Wah, ini ternyata bisa membuat kita kehilangan konsentrasi dan daya ingat, lho. Itu sebabnya lebih baik kalau kita menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu. Kalau merasa semuanya penting, kita sebaiknya membuat skala prioritas dari pekerjaan atau aktivitas yang harus dilakukan.

Sebenarnya, kenapa kita tidak boleh multitasking? Ini diakibatkan oleh otak yang harus bekerja lebih keras. Dua orang peneliti di French Biomedical Research Agency di Paris menyebutkan aktivitas otak yang berlebih dalam multitasking membuat otak beralih dari satu fokus ke lainnya. Alhasil tidak ada aktivitas atau pekerjaan yang selesai dengan tuntas.

Dalam hal mengingat, multitasking membuat hemisfer otak di kiri dan kanan kehilangan fokus. Bagian memori yang sangat dipengaruhi oleh multitasking ini adalah “working memory” atau memori ketika melakukan aktivitas.

Dr. Gazzaley dalam penelitiannya menyebutkan meski memori jangka panjang tidak sepenuhnya terpengaruh, multitasking yang terus-menerus dan mengganggu memori jangka pendek pada akhirnya akan merusak memori jangka panjang.

4. Istirahat dan Tidur yang Cukup

Lebih Senang Tidur di Sofa

Belajar seharian tanpa jeda bahkan istirahat singkat dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan kita dalam mengingat materi pelajaran. Itu sebabnya kita membutuhkan istirahat atau tidur siang. Berdasarkan beberapa penelitian di Harvard Medical School, cerebellum di otak menjadi lebih aktif ketika seseorang memiliki waktu istirahat cukup.

Menurut peneliti, pada saat kita tidur terdapat peralihan penyimpanan memori sehingga ketika kita bangun maka ingatan kita akan jauh lebih baik. Sebenarnya bukan cuma memori saja yang diperbaiki ketika tidur. Kemampuan motorik dan sensorik pun menjadi lebih optimal jika kita cukup istirahat.

Jadi, sebetulnya berapa lama, sih, waktu kita untuk istirahat atau tidur siang? Beberapa penelitian menyarankan setidaknya 90 menit untuk tidur siang. Tapi bagi para pekerja, kita bisa cukup tidur siang selama 30 menit saja untuk meningkatkan kemampuan dan fungsi kognitif atau memori, produktivitas dan energi.

Ketika kita merasa kantuk di sore hari, sebaiknya pergilah jalan-jalan. Karena, jika kita tidur di sore hari, tepatnya pukul 4 ke atas, kita akan kesulitan untuk beristirahat di malam hari.

5. Olahraga Rutin

Minumlah 30 menit hingga 1 Jam Sebelum Olahraga

* sumber: www.aol.com

Selain istirahat dan belajar, ternyata memori kita pun akan bertambah baik ketika kita olahraga secara rutin. Sebenarnya olahraga rutin dapat membantu kinerja otak, khususnya memori dan kemampuan kognitif kita. Dengan membaiknya kinerja otak kita, pola tidur, mood, maka rasa cemas dan stress yang kita alami dapat berkurang.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa jika kita melakukan olahraga secara rutin, bagian otak yang mengontrol kognitif dan memori kita memiliki volume yang lebih besar. Ini juga dikarenakan oksigen yang masuk dalam aliran darah kita memberikan manfaat pada otak.

Durasi yang bisa kita lakukan untuk olahraga secara rutin adalah di antara 120 sampai 150 menit setiap minggunya. Atau kurang lebih 10-15 menit setiap harinya. Kita tidak perlu olahraga berat, cukup dengan jalan kaki, lari atau menari pun bisa menjadi pilihan. Tubuh sehat, memori pun kuat.

Nah, dengan 5 cara di atas, kita bisa mulai mengingat banyak hal dengan cepat, efektif, dan efisien. Semua cara bisa dilakukan tanpa sesuai urutan ya, selama kita mencoba melakukannya dengan disiplin. Kenapa? Karena ingatan yang dipaksa masuk akan cepat kita lupakan juga setelah tujuan kita terpenuhi.

Siapapun kita, untuk belajar dan bekerja, 5 cara mengingat ini patut kita coba sehingga kemampuan mengingat kita menjadi lebih baik. Apalagi ketika kita mengonsumsi makanan bernutrisi dan kaya vitamin juga mineral.

5 cara tadi juga bisa diterapkan sebagai sarana membaca yang benar. Tapi, selain 5 cara di atas, untuk membaca dengan benar maka kamu juga perlu coba membaca artikel 5 Cara Membaca yang Benar ini.