bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / Cara Menghitung Passing Grade agar Lolos SBMPTN/UTBK

Cara Menghitung Passing Grade agar Lolos SBMPTN/UTBK

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 22 Maret 2021

Ingin lolos kampus impianmu via SBMPTN? Selain belajar dengan rajin, kamu perlu tahu Passing Grade jurusan impian kamu agar kamu bisa menentukan target nilai dan menyusun strategi belajarmu.

SBMPTN seringkali dianggap sulit karena tingginya Passing Grade dan persaingan yang sangat ketat agar dapat lolos. Passing Grade suatu jurusan di PTN biasanya ditulis dalam bentuk persen. Bagaimana caranya menghitung berapa soal yang harus betul dari keseluruhan jumlah soal agar kita mampu lolos Passing Grade?

Nah, kali ini Bacaterus akan membahas tuntas mengenai apa itu Passing Grade, cara menghitungnya hingga mitos terkait Passing Grade yang harus kamu ketahui. Apa saja? Yuk, simak penjelasan Bacaterus berikut ini!

Apa Itu Passing Grade?

Passing Grade, atau yang biasa ditulis PG, merupakan acuan nilai yang bisa kamu gunakan sebagai standar saat latihan agar kamu mampu lolos ujian SNMPTN Tulis. PG juga bisa dikatakan sebagai batas nilai minimal yang harus kamu penuhi agar mampu lolos ujian masuk universitas tertentu.

Semakin tinggi popularitas suatu jurusan di suatu universitas, biasanya semakin tinggi pula Passing Grade-nya. Contoh, pada tahun 2019, Pendidikan Dokter di Universitas Indonesia memiliki PG62,78%, berbeda dengan PG Universitas Indonesia jurusan Sastra Cina dengan Passing Grade 35,2%.

PG Pendidikan Dokter UI yang cukup tinggi berarti kamu harus mampu menjawab pertanyaan dengan benar minimal memenuhi PG-nya, yaitu 62,78%. Dari angkanya saja kita bisa memperkirakan bahwa jawaban kita harus benar lebih dari separuh. Tapi, bagaimanakah cara menghitung Passing Grade kita sendiri? Pertanyaan ini akan kita jawab pada bagian selanjutnya.

Cara Menghitung Passing Grade

Sebelum menghitung PG, perlu diingat bahwa Passing Grade ini bukanlah penentu kelulusan paling utama. Saat SNMPTN, kita bersaing dengan para pelajar dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan “kursi” di jurusan dan universitas tertentu.

Meskipun angka PG cukup kecil misalnya, namun kemungkinan lolos tidak selalu berbanding lurus dengan angka hasil tes yang sesuai dengan PG.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelulusan tentu saja seberapa ketat persaingan kita dengan peserta lain. Misalnya, PG 26,8% namun ada 1000 orang yang memperebutkan 56 kursi dan 500 orang di antaranya lolos PG. Otomatis, yang terpilih tetaplah 56 orang dengan nilai terbaik. Berikut ini rumus menghitung Passing Grade:

(B x 4 – S x 1) x 100% / JS x 4

Keterangan

B: Jumlah soal yang benar
S: Jumlah soal yang salah
JS: Jumlah soal

Contoh:

Kamu mengerjakan 120 soal tes SBMPTN. Pada Tes Potensi Skolastik, kamu menjawab 30 soal benar, 10 soal salah, dan 10 soal tidak dijawab. Pada Tes Kemampuan Akademik Saintek, kamu menjawab 45 soal benar, 5 soal salah, dan tidak diisi 10 soal.

Berapa Passing Grade yang kamu peroleh?

Diketahui

Jumlah Soal (JS): 120 soal
Soal Benar (B): 30 + 45 = 75
Soal Salah (S): 10 + 5 = 15
Soal Tidak Diisi: 0 (tidak memiliki nilai)

Maka,

(B x 4 – S x 1) x 100% / JS x 4

= ( 75 x 4 – 15 x 1 ) x 100% / (120 x 4)

= ( 300 – 15 ) x 100% / 480

= 285 x 100% / 480

= 28.500% / 480

= 59,375%

Berarti Passing Grade kamu adalah 59,375%.

Mitos Terkait Passing Grade

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, angka PG tidak melulu menjadi patokan kelulusan seseorang berkuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Selain PG yang kadang dianggap patokan kelulusan, ada banyak mitos lain terkait angka Passing Grade ini. Beberapa mitos tersebut antara lain:

1. Passing Grade Dirilis Resmi oleh PTN

Passing Grade tidak dirilis secara resmi oleh PTN. Passing Grade merupakan prediksi keluaran lembaga atau kursus persiapan masuk PTN yang dibuat berdasarkan data kelulusan sebelumnya, tingkat kesulitan soal, dan jumlah penerimaan mahasiswa.

Meskipun PTN tidak merilis PG secara resmi, PG membantu kamu untuk mengetahui sejauh mana kemampuanmu mengerjakan soal serta jenis soal apa yang perlu kamu latih. Biasanya, nilai kelulusan dan prediksi PG tidak berbeda jauh.

2. Passing Grade Rendah = Kualitas Jurusan Jelek

Passing Grade tidak sama dengan kualitas jurusan. Kualitas suatu jurusan hanya bisa dicek melalui badan akreditasi pemerintah atau BAN-PT melalui website resminya.

Ada baiknya sebelum kamu menentukan jurusan apa yang akan kamu ambil, selain menyesuaikan dengan minat dan bakatmu, kamu juga mengecek akreditasinya melalui BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Akreditasi kampus dan akreditasi jurusan tidak selalu sama. Bisa saja akreditasi kampus A tetapi akreditasi jurusan B dan/atau sebaliknya. Akreditasi kampus dan jurusan juga bisa sama. Untuk lebih pastinya, sebaiknya cek akreditasi kampus dan jurusan via situs resmi BAN-PT.

Akreditasi kampus cukup berpengaruh, lho. Selain penting karena kualitas perkuliahanmu sudah melalui pemeriksaan badan akreditasi, akreditasi juga biasanya ditentukan oleh kualitas lulusannya. Jadi, jika ingin memilih universitas yang bagus, pastikan cek akreditasi sebelum memutuskan, ya.

3. Passing Grade Rendah = Mudah Ditembus

Jangan sampai kamu terjebak dengan pemikiran bahwa PG rendah berarti kamu pasti lolos. Seperti penjelasan di atas, kelulusan ditentukan oleh PG dan keketatan seleksi. Jika ada banyak sekali pesaing saat tes, bukan tidak mungkin hanya nilai tertinggi yang diloloskan.

Apalagi mindset PG rendah = mudah ditembus membuat orang-orang berbondong-bondong memilih jurusan dengan PG rendah dan kemungkinan seleksi akan semakin sulit. Jadi, belajarlah yang rajin dan selalu usahakan yang terbaik.

Tips Lolos SBMPTN/UTBK

Setelah memahami mitos Passing Grade dan cara menghitungnya, kali ini Bacaterus akan berbagi tips agar kamu lolos SBMPTN/UTBK. Yuk, simak baik-baik, kalau perlu disalin dan terapkan.

1. Pilih Jurusan yang Kamu Minati dan Searah dengan Kemampuanmu

Memilih jurusan ini penting. Tidak hanya penting agar lolos seleksi, tapi juga penting sampai pada tahapan proses perkuliahan dan bahkan hingga dunia kerja. Memilih jurusan yang sesuai minat akan mengobarkan semangat belajar kamu.

Selain itu, jika nantinya lulus, kamu akan lebih enjoy saat disibukkan dengan banyaknya tugas. Perkuliahan yang dinikmati pun banyak tantangannya, apalagi jika kamu salah jurusan. Jadi jangan buang-buang energi dengan memilih jurusan dengan alasan “keren”.

Setelah lulus kuliah, kamu juga akan bekerja dan memilih pekerjaan yang sesuai bidang. Jika tidak searah dengan minat dan kemampuan, kamu akan kehilangan arah atau harus belajar dua kali lebih keras. Misalnya, kamu memilih farmasi, tapi kemampuanmu lebih ke arah ilmu sosial.

Perkuliahan akan terasa sulit, begitu pula dengan pekerjaan. Jika terdapat perbedaan pendapat antara kamu dan orang tuamu terkait pemilihan jurusan ini, bicarakan baik-baik. Jika perlu, minta bantuan orang dewasa lainnya atau tunjukkan bahwa kamu orang yang bertanggung jawab.

2. Membuat Jadwal dan Strategi Belajar yang Sesuai dengan Passing Grade

Inilah gunanya Passing Grade: menyusun strategi belajar. Setelah memutuskan jurusan apa, kamu bisa mengukur kemampuanmu serta menyusun jadwal belajar setelah menghitung nilai tesmu.

Cobalah tes tanpa melihat pembahasan soal, sesuai dengan jumlah soal dan waktu SNMPTN pada umumnya. Kemudian, hitung hasilnya dan PG kamu yang pertama ini merupakan titik nol kamu.

Lihat soal mana yang sulit kamu jawab dan jenis soal mana yang bisa kamu jawab dengan mudah. Bagi waktu belajarmu untuk mengejar materi yang tidak kamu kuasai, serta pertimbangkan apakah kamu bisa mengejar selisih PG kamu dan PG jurusan impianmu. Cobalah try out soal pribadi setiap dua minggu sekali dan lihat apakah ada kemajuan.

Jika kamu benar-benar ingin di titik aman, tambahkan 15% pada PG jurusanmu dan cobalah mencapainya. Misal, jika tadi Sastra Cina PGnya 35,2%, tambahkan 15% jadi 50,2%. Titik aman ini akan membantumu mengusahakan yang terbaik tanpa terlena pada mitos dan juga membantumu mengatasi rasa malasmu.

Itu dia cara menghitung Passing Grade berikut mitos dan tips belajar menghadapi ujian SNMPTN. Semoga membantu, ya. Jika kamu punya cara mudah dan praktis menghitung PG, silakan bagikan di kolom komentar. Oh iya, untuk yang akan menghadapi ujian nasional, berikut Bacaterus punya Cara Menghadapi Ujian Nasional agar Dapat Nilai Bagus. Selamat belajar!

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram