bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / Cara Menghitung IPK yang Paling Mudah untuk Mahasiswa

Cara Menghitung IPK yang Paling Mudah untuk Mahasiswa

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 22 Maret 2021

Kamu pasti sering mendapati kata IPK, apalagi di lowongan-lowongan kerja. Selain mensyaratkan calon pelamar menamatkan S1, seringkali juga terdapat persyaratan angka IPK minimum, contohnya IPK minimal 3,00. Apakah arti dari istilah IPK dan bagaimana cara menghitungnya?

Pada artikel ini, Bacaterus akan membahas apa itu IPK dan istilah-istilah lain terkait IPK serta cara menghitung IPK. Yuk, simak baik-baik pembahasan Bacaterus di bawah ini!

Apa itu IPK?

Sebelum kita membahas pengertian IPK, mari kita pahami dulu pengertian IP atau Indeks Prestasi. Seperti halnya sekolah, saat kuliah, kita juga mendapatkan laporan hasil proses belajar kita. Bedanya, saat sekolah namanya rapor, dan saat kuliah namanya adalah IP.

IP atau Indeks Prestasi ini merupakan hasil rata-rata dari semua nilai kuliahmu selama satu semester. Nilai-nilai tersebut diambil dari pengumpulan tugas kuliahmu, jumlah kehadiran, partisipasi dalam proses pembelajaran, dan faktor-faktor lain yang menjadi penentu dosenmu memberikan nilai tertentu.

Nah, jika setiap semester kita mendapat IP, saat nilai IP tersebut kita jumlahkan dan kita rata-ratakan, itulah IPK. IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif merupakan rata-rata nilai dari seluruh semester yang sudah kita jalani. IPK inilah yang biasanya dijadikan pertimbangan saat kita melamar pekerjaan atau saat apply program beasiswa S2.

Definisi SKS

Saat membahas IP dan IPK, mau tidak mau kita harus membahas SKS. SKS di sini bukanlah besok ujian mala mini begadang belajar semalaman atau yang biasa disebut Sistem Kebut Semalam. SKS merupakan singkatan dari Satuan Kredit Semester atau sederhananya juga bisa disebut sebagai “jumlah jam pelajaran per minggu”.

Misalnya, mata kuliah “Kalkulus Dasar” terdiri dari 6 SKS. Berarti, dalam satu minggu, kamu harus mengikuti mata kuliah Kalkulus Dasar sebanyak 6 jam perkuliahan dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh sistem kampusmu. Jumlah SKS pada tiap mata kuliah tergantung dari kurikulum dan kampus, jadi meskipun jurusannya sama, tiap-tiap SKS pada mata kuliah berbeda-beda.

Memahami apa itu SKS cukup penting untuk bisa menghitung IP, IPK, dan juga menyusun strategi saat kamu ingin mempercepat masa kuliah atau saat harus mengulang mata kuliah tertentu.

Cara Menghitung IP

Nah, setelah memahami pengertian IP, IPK, dan SKS, saatnya kita belajar menghitung IP. Kita akan belajar menghitung IP sebelum belajar menghitung IPK. Perhatikan tabel berikut ini.

Pada tabel di atas, kita bisa melihat kolom SKS, Nilai, Poin, dan jumlah SKS dikali dengan Poin. SKS merupakan jumlah jam mata kuliah. Pada Pengantar Ekonomi Mikro ada 3 SKS yang berarti 3 jam mata kuliah. Jika satu SKS ada 45 menit, berarti Pengantar Ekonomi Mikro dalam satu minggu ada 3 x 45 menit.

Pada kolom Nilai, ada huruf-huruf A, B, dan C. Dalam perkuliahan, nilai tidak lagi dituliskan sebagai angka seperti saat di sekolah. Selain A, B, dan C, masih ada nilai D dan E. Huruf-huruf ini kemudian diterjemahkan ke dalam Poin dimana poin A = 4, B = 3, C =2, D = 1, dan E = 0.

A diterjemahkan “Sangat Baik”, B diterjemahkan “Baik”, dan C diterjemahkan dengan “Cukup”. Nilai D dan E dianggap tidak lulus, jadi jika ada mata kuliah yang mendapat nilai D atau E, maka harus mengulang di semester lain.

Masih pada tabel di atas, ada kolom SKS dikali dengan Poin. Pada mata kuliah Akuntansi Dasar misalnya, terdapat nilai C yang jika ditulis dengan poin berarti 2, dan dikalikan dengan 4 SKS hingga jumlahnya 8.

Semua mata kuliah dihitung jumlah total SKS x Poin, kemudian dibagi dengan jumlah SKS. Inilah cara menghitung IP. Dari table dan penjelasan di atas, maka rumus menghitung IP Semester adalah:

(Total Jumlah SKS x Poin selama satu semester) / Jumlah SKS

Cara Menghitung IPK

Nah, setelah kita bisa menghitung IP, saatnya kita belajar cara menghitung IPK. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif merupakan rata-rata nilai dari seluruh semester yang sudah kita jalani.

Misalnya, kita sudah berkuliah selama 5 semester, maka IPK yang kita hitung cukup sampai Semester 5 dan belum keseluruhan IPK (karena belum lulus). Jika saat menjalani kuliah ada 9 semester hingga lulus, berarti IP yang dihitung dan dirata-ratakan ada 9 IP. Berikut ini contoh daftar IP berikut cara menghitung IPK:

Jumlah IP: 27,5
Jumlah Semester: 8

Rumus Menghitung IPK: Jumlah IP/Jumlah Semester = 27,5/8 = 3,4375

Dibulatkan menjadi 3,4.

Pertama-tama, kita jumlahkan dulu keseluruhan IP, dari IP Semester 1 hingga IP Semester 8. Kemudian, total jumlah IP tersebut kita bagi dengan jumlah semester yang sudah dijalani, dan didapatkan IPK selama berkuliah.

Apakah IPK Penting dalam Dunia Kerja?

Biasanya, batas IPK yang dilihat bagus adalah IPK 3,00 terkecuali jika kamu ingin mengambil program beasiswa yang mensyaratkan IPK di atas 3,25 bahkan IPK di atas 3,50. Meski sebetulnya IPK tidak selalu mempengaruhi kemungkinan kamu diterima bekerja di suatu perusahaan, IPK merupakan tiket awal saat ingin masuk ke dunia kerja.

IPK 3 atau lebih menunjukkan kesungguhan, kerja keras, serta komitmen kita selama berkuliah. Jadi, tidak heran jika perusahaan selalu menyaring pekerjanya dari IPK.

Tapi, selain menargetkan IPK di atas 3,0, selalu usahakan mencari pengalaman, membangun skill kepemimpinan, komunikasi, berpikir analitis serta kreatif, dan membangun jaringan kerja agar saat lulus, kamu sudah siap bekerja. Jika tidak akan melamar pekerjaan pun, skill-skill ini nantinya akan membantu kamu saat memulai wirausaha.

Apalagi jika kamu bercita-cita S2, berarti kamu harus lebih menaruh perhatian pada IPK dan dunia akademik. Serta, latih selalu skill membaca dan menulis agar mempermudah risetmu saat S2.

Skill membaca di sini bukanlah kemampuan membaca biasa, tapi memahami konteks bacaan, memahami mana fakta dan mana yang bukan, serta memahami mana bacaan yang bisa dijadikan referensi dan mana yang bukan.

Selain IPK, Latihlah Skill yang Sesuai dengan Jurusanmu

Kadang, mahasiswa terlalu fokus pada kehidupan berorganisasi dan mengejar IPK sampai lupa ada keterampilan-keterampilan dasar yang harus dikuatkan dan tidak cukup hanya dengan mengikuti kelas. Misal, jika kamu mahasiswa Arsitektur, maka keterampilan yang benar-benar harus kuat tentunya keterampilan menggambar dan berhitung.

Selain diasah selama kuliah, asahlah saat waktu luang. Selain itu, kemampuan berkomunikasi sangat penting, apapun jurusanmu. Belajar berkomunikasi dengan baik sejak masa kuliah akan membantumu kelak saat sudah lulus.

Itu dia pembahasan cara menghitung IPK hingga pentingnya IPK dan skill terkait untuk kamu siapkan sebelum lulus kuliah. Semoga bermanfaat, ya. Jika ada cara menghitung IPK yang lebih praktis atau ada skill lain yang menurutmu penting untuk dikuasai, silakan berikan komentarmu pada kolom komentar di bawah.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram