bacaterus web banner retina

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 9 November 2020

Fungi, atau jamur, adalah organisme parasit yang memproduksi spora. Cara jamur memperoleh energi adalah dengan menyerap 'makanan' mereka dari inang tempat mereka tumbuh. Banyak spesies jamur yang ada di lingkungan kucing, tetapi hanya beberapa yang menyebabkan infeksi. Cara kucing bisa terkena infeksi jamur adalah ketika mereka menghirup, menelan, menjilat, atau ada kulit yang sedang luka.

Beberapa infeksi jamur dapat menyebabkan penyakit pada hewan yang sehat, sementara jamur yang lain memerlukan inang yang sudah sakit, lemah, atau sistem kekebalannya lemah terlebih dahulu untuk menimbulkan infeksi. Sayangnya, cara yang paling sering digunakan yaitu penggunaan obat antibiotik atau agen imunosupresif dalam waktu lama malah bisa meningkatkan kemungkinan beberapa infeksi jamur.

Infeksi itu sendiri mungkin terlokalisasi, atau dapat mempengaruhi seluruh tubuh si meong. Secara umum, infeksi jamur yang menyerang kulit (seperti kurap) sering terjadi pada kucing, tapi, ada juga istilah penyakit kucing lainnya yang disebabkan oleh jamur seperti Aspergillosis, Kandidiasis, Coccidioidomycosis (Valley Fever), Cryptococcosis, Histoplasmosis, Mycetomas, Blastomycosis, dll.

Manusia bisa Terkena Jamur dari Kucing

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing 1

Mungkin ini yang menjadi FAQ (frequently asked questions) atau pertanyaan semua orang. Apakah jamur kucing bisa menular atau berpindah ke manusia? Jawabannya, ya, jika kucingmu berjamur maka mereka bisa menularkannya pada kamu.

Infeksi jamur tertentu pada kucing dapat menyebar ke manusia, jadi kamu sebagai pemilik kucing harus meningkatkan kebersihan dan kehati-hatian saat menangani kucing yang terinfeksi. Salah satu penyakit jamur, yaitu ringworm (kurap) ditularkan melalui kontak dengan kulit atau bulu hewan yang terinfeksi, baik secara langsung atau dari lingkungan yang terkontaminasi.

Jika kamu menyentuh area dan benda yang dilalui kucing yang terinfeksi, maka kamu bisa kena jamur juga. Soalnya, kucing yang sedang jamuran terus menerus mengeluarkan spora jamur dari kulit dan bulu mereka. Jadi, kamu harus jadi extra clean dengan rajin membersihkan si kucing juga area yang sering dilaluinya, karena spora ini dapat menyebabkan infeksi selama berbulan-bulan dan cukup sulit dibasmi dari rumah.

Ciri-ciri Kucing yang Terkena Jamur

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing 3

* sumber: wagwalking.com

Bagaimana cara mengetahui kucing yang terkena jamur? Mudah saja. Mereka akan sering menggaruk badannya. Lalu, kucing yang terinfeksi jamur sering juga mengalami masalah kulit seperti kulit kering, lesi kulit, benjolan di bawah kulit, dan abses.

Jika sudah parah, kucing bisa kurang nafsu makan, terkena demam, hingga mengalami penurunan berat badan. Ada juga tanda-tanda yang kurang umum seperti kesulitan bernapas, ketimpangan, tanda neurologis, dan kelainan mata.

Cara Mengobati Infeksi Jamur (yang Umum) pada Kucing

Masalah jamur pada kucing itu ada banyak sekali. Tapi, ada tiga infeksi jamur pada kucing yang paling umum terjadi, yaitu Malassezia (pertumbuhan ragi berlebih), Ringworm (infeksi kurap), dan Sporotrichosis. Dan, Bacaterus mau fokus membahas cara menghilangkan jamur pada kucing jika terkena tiga masalah jamur tersebut.

1. Ringworm

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing 5

* sumber: cattime.com

Ringworm atau kurap adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh di lapisan permukaan kulit, rambut, atau kuku. Organisme ini dapat menyebabkan infeksi pada anjing, kucing, dan manusia. Kucing dapat terinfeksi baik melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau melalui paparan lingkungan atau benda yang terkontaminasi seperti alat perawatan, gunting, atau tempat tidur.

Spora adalah tahap kurap yang sudah menjadi infeksi. Biasanya mereka berada di area sekitar rambut yang terinfeksi, dan hanya dapat dilihat melalui mikroskopis. Spora dapat tetap menular di lingkungan hingga dua tahun lamanya, loh! Yang paling rentan terkena penyakit ini adalah kucing berbulu panjang dan kucing di bawah usia satu tahun.

Ciri-ciri kucing yang terkena kurap bisa bermacam-macam. Tapi, umumnya, akan ada area rambut (bulu) rontok yang melingkar secara kasar. Biasanya letaknya ada di kepala, telinga, atau ekstremitas yang dapat terlihat. Bulu kucing bisa patah atau benar-benar habis pada area tersebut, lalu kulit yang terkena infeksi seringkali bersisik dan meradang.

Diagnosis tentatif dengan lampu ultraviolet Wood atau pemeriksaan mikroskopis lebih baik dilakukan untuk mengetahui secara tepat apakah kucingmu terkena kurap atau tidak, karena ciri-ciri ini memang mirip dengan penyakit kulit lainnya. Perawatan paling tepat untuk kurap adalah mengobati area kurap dengan seksama, dan menjaga kucing serta area rumah bersih.

Obat yang paling manjur:

  • Terapi sistemik dengan menggunakan produk anti jamur oral seperti Itraconazole
  • Terapi topikal adari medicated shampoo (sampo yang sudah direkomendasikan oleh dokter)

2. Yeast infections (Malassezia)

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing 7

* sumber: www.ndsr.co.uk

Jamur kulit yang dikenal dengan nama Malassezia ini cukup sering menjangkit kucing. Terbukti dengan ditemukannya (walau dalam jumlah kecil) pada kulit hampir semua kucing di Amerika Utara. Akan tetapi, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan masalah. Barulah pada kucing dengan kondisi yang kurang baik, seperti punya alergi, infeksi, penyakit kulit keturunan, atau penyakit kulit lainnya, Malassezia dapat tumbuh lebih cepat dan menyebabkan infeksi.

Infeksi Malassezia memiliki gejala berupa rambut rontok, kulit kemerahan, seborrhea (pengerasan kulit/kulit bersisik), dan timbul kotoran atau bau busuk pada kulit. Dalam kasus ringan, terapi topikal cukup efektif. Kamu bisa menggunakan degreasing shampoo (sampo penghilang lemak) yang mengandung benzoyl peroxide, chlorihexiderm, ketaconazole, dan sulfur. Dalam kasus yang lebih parah, agen anti jamur seperti Ketaconazole atau Itraconazole bisa diresepkan oleh dokter hewan.

3. Sporotrichosis

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing 9

* sumber: cats.lovetoknow.com

Sporotrichosis adalah jamur yang berpotensi menginfeksi kulit, sistem pernapasan, tulang, dan terkadang otak. Ya, ini jauh lebih parah dari jamur kucing biasanya. Infeksi terjadi melalui lecet pada kulit atau melalui sistem pernafasan. Asal muasal jamur Sporotrichosis biasanya dari lingkungan sekitar, tapi juga bisa zoonosis (ditularkan dari hewan dan manusia).

Jika jamur ini terdapat pada kucing, mereka cenderung mengalami bentuk sporotrichosis kulit yang parah (sampai borok dan berdarah-darah), kulit mereka akan menghasilkan benjolan dan lesi, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Lesi sering muncul sebagai luka atau abses yang menyerupai luka.

Lukanya dapat ditemukan di kepala, daerah pinggang, atau tungkai distal. Tapi, penyebaran infeksi bisa saja terjadi, walaupun jarang. Tetapi, infeksi awal mungkin untuk menyebar ke dalam tubuh melalui lokasi sekunder. Itulah mengapa kucing dengan Sporotrichosis berisiko lebih besar menularkan infeksi ke hewan peliharaan,hewan lain, hingga manusia melalui luka cakaran atau gigitan pada kulit.

Tanda-tanda kucing terjangkit Sporotrichosis adalah malaise, demam, sakit tulang, persendian, hingga otak. Kucing juga kemungkinan besar akan kehilangan nafsu makan yang mengarah pada penurunan berat badan. Seperti yang kami sebutkan tadi, kalau infeksi Sporotrichosis tak hanya terjadi di kulit luar saja tapi bisa juga bersarang di organ dalam.

Sporotrichosis paru-paru dapat terjadi jika kucing menghirup spora sporothrix. Ini akan menyebabkan batuk dan pneumonia pada kucing yang terkena. Perawatan melibatkan penggunaan obat anti jamur sistemik seperti Ketaconazole atau Itraconazole.

4. Disinfektan Semuanya!

Inilah Cara Tepat dan Aman Menghilangkan Jamur Pada Kucing 11

* sumber: www.aspcapro.org

Jamur sangat bisa ditularkan melalui bulu rambut kucing, itulah mengapa sebagai pencegahan, kamu harus rutin mendekontaminasi atau mendesinfeksi ruangan dan rumah yang sering dilalui kucing. Jika ada bulu kucing yang rontok, langsung sapu. Selalu ganti alas tempat tidur kucing setiap beberapa hari sekali.

Cuci cat litter box seminggu sekali. Kamu bisa membeli cairan desinfektan untuk peralatan kucing di pet shop offline maupun online. Cara kerjanya biasanya dengan mengelap atau menyiram area yang dibutuhkan dan mendiamkannya selama 10 menit.

Itulah tadi cara yang aman dan tepat untuk menghilangkan jamur pada kucing. Namun untuk melakukannya, memang lebih baik langsung ditangani oleh dokter hewan yang profesional, ya. Punya pengalaman lain tentang memelihara kucing? Bagikan ceritanya di kolom komentar, ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram