Bacaterus / Bengkak / Inilah 10 Cara Menghilangkan Bengkak akibat Ulat Bulu

Inilah 10 Cara Menghilangkan Bengkak akibat Ulat Bulu

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ulat bulu merupakan serangga yang ada dimana-mana. Mungkin keberadaannya tidak Anda sadari. Tapi, ketika Anda duduk di taman, bersandar ke pohon, berkunjung ke taman bunga, atau sedang memetik buah di atas pohon, berhati-hatilah karena akan ada ulat bulu bersembunyi di sana.

Para ulat memang akan bertransformasi menjadi kupu-kupu kelak. Tapi, sebelum berubah, tubuh mereka dilapisi jaringan sengat yang berbentuk bulu atau duri yang berfungsi melindungi tubuh dari pemangsa. Walaupun tidak terlihat berbahaya, bulu dan duri ulat bulu itu beracun, loh.

Sedikit saja Anda terkena bulu atau duri ulat, maka kemungkinan terjadinya gatal, iritasi, nyeri, hingga radang kulit dapat terjadi. Tingkatan gatal hingga nyeri berbeda-beda tergantung jenis ulat bulu yang mengenai Anda.

Jenis Ulat Bulu yang ada di Indonesia

Sebelum Bacaterus membahas cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu, kenali lah terlebih dahulu beberapa jenis ulat bulu yang bisa Anda temukan di Indonesia.

1. Lymantriidae

Lymantriidae

* sumber: www.ukmoths.org.uk

Jenis ulat bulu yang pertama ada Lymantriidae. Kalau orang-orang berbicara tentang ulat bulu, pasti famili Lymantriidae-lah yang menjadi acuan gambaran di otak. Mungkin karena ulat bulu jenis ini yang paling sering dan paling mudah ditemukan.

Ulat ini punya bulu yang ujungnya lancip dan agak tajam. Ketika ulat menempel pada tubuh Anda, bulunya akan patah dan tersangkut di kulit. Bulu ulat ini dapat menyebabkan rasa gatal dan bengkak.

2. Limacodidae

Limacodidae cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu

* sumber: www.flickr.com

Limacodidae merupakan ulat bulu yang paling ganas. Walaupun bentuknya agak lebih lucu dibandingkan ulat bulu yang lain, ulat yang warnanya mengkilap ini benar-benar jahat. Racun dari durinya menyemprotkan racun histamin yang akan menyebabkan sensasi gatal, perih, radang, dan terbakar. Makanya, ulat ini sering disebut juga sebagai ulat api.

3. Noctuidae

Noctuidae

* sumber: commons.wikimedia.org

Noctuidae berbentuk seperti sosis dengan corak warna-warni. Anda bisa dengan jelas melihat kaki-kaki ulat bulu jenis Noctuidae ini. Hal ini dikarenakan tubuh ulat Noctuidae tidak dipenuhi oleh bulu. Coba Anda lihat saja pada gambar di atas, bulu ulat Noctuidae sangat sedikit, kan?

Bulu ulat Noctuidae ini sangat mudah lepas. Jadi, ketika terkena kulit Anda, maka bulunya bisa langsung menempel. Bahkan bulunya bisa terbang ketika terkena angin kencang. Racun bulu ulat Noctuidae biasanya menyebabkan rasa sakit dan bengkak.

4. Lasiocampidae

Lasiocampidae

* sumber: www.flickr.com

Lasiocampidae adalah jenis ulat bulu yang sering ditemukan juga di Indonesia. Berbeda dengan ulat Noctuidae di atas yang minim bulu, ulat yang Lasiocampidae yang satu ini dipenuhi oleh bulu. Biasanya bulu ulat mudah lepas, kan? Nah, kalau ulat Lasiocampidae ini bulunya menempel kuat pada tubuhnya.

Bulu-bulu ulat ini terlihat lembut, tapi sebenarnya bulunya sangat tebal dengan ujung yang meruncing tajam. Bila bulu ulat ini mengenai kulit Anda, maka akan menyebabkan iritasi yang lumayan parah.

5. Lymantriidae

Lymantriidae

* sumber: www.thinglink.com

Lymantriidae adalah jenis ulat bulu terakhir yang akan Bacaterus bahas. Ciri khas ulat bulu ini adalah memiliki dua antena di kepala dan satu antena/ekor di belakang. Tapi, ada juga yang punya beberapa antena tambahan di bagian tengah tubuhnya. Bulu ulat ini sangat lancip dan agak panjang.


Nah, itu dia beberapa jenis ulat bulu yang umum ditemukan di Indonesia. Walaupun dapat menyebabkan iritasi, kabar baiknya, ulat bulu di Indonesia tidak ada yang mematikan. Berbeda dengan beberapa spesies ulat bulu di pelataran Amerika yang bisa menyebabkan kematian. Walaupun begitu, Anda tetap harus menghindari bersentuhan dengan ulat bulu.

Cara Menghilangkan Bengkak akibat Ulat Bulu

Jika Anda telah tidak sengaja terkena racun dari ulat bulu, atasi lah dengan sepuluh langkah di bawah ini:

1. Pinset

Gunakan Pinset cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu

Cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu yang pertama adalah dengan menyiapkan pinset. Jangan pernah sekali-kali Anda mengambil ulat bulu atau pun bulunya saja dari kulit menggunakan tangan kosong. Anda harus mengambil ulat bulu atau pun bulu ulat yang menempel pada kulit menggunakan alat bantu, yaitu pinset atau gunting bedah. Tapi, yang umum dimiliki orang di rumah tentunya adalah pinset.

2. Selotip

Selotip

* sumber: www.viabuff.com

Setelah membuang ulat bulu dan bulu ulat dari kulit menggunakan pinset, sekarang siapkan selotip berukuran besar (lakban). Langkah ini dimaksudkan untuk menarik sengat, racun, dan sisa bulu yang tidak tercabut dengan pinset.

Caranya, rekatkan selotip pada area kulit yang terkena bulu ulat, lalu cabut. Lakukan langkah ini berulang-ulang hingga racun keluar semua. Benda lainnya yang bekerja mirip seperti lem juga bisa digunakan, misalnya strip komedo dan plester luka.

3. Cuci

Cuci cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu

Cara menghilangkan bulu ulat yang menempel di kulit agar benar-benar bersih sempurna adalah dengan air dan sabun. Cucilah area kulit yang terkena bulu ulat di air mengalir. Jangan lupa gunakan sabun agar sisa racun ikut terbuang.

4. Es Batu

Es Batu

* sumber: www.morphemeremedies.com

Sekarang mari kita masuk ke cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu. Biasanya bulu ulat akan menyebabkan iritasi ringan seperti bengkak dan bentol. Es batu merupakan jawaban dari masalah ini. Luka dan bengkak dapat diatasi dengan menaikkan atau menurunkan suhu tubuh pada area yang terkena ulat bulu.

Anda bisa menyiapkan ice pack atau handuk berisi es batu, lalu kompreskan pada area kulit yang terkena bulu ulat. Sensasi dingin dari es akan meredakan nyeri akibat racun ulat bulu. Kompres area kulit yang iritasi sekitar 15 menit. Jika tidak ada ice pack maupun es batu, Anda bisa juga menggunakan kain yang sudah dibasahi air dingin.

5. Garam

Garam

* sumber: www.joyoushealth.com

Cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu yang selanjutnya adalah dengan garam. Tidak hanya untuk memasak, garam bisa dipakai untuk urusan kecantikan hingga kesehatan. Seperti saat ini, Anda bisa memanfaatkan garam untuk menyembuhkan kulit gatal akibat ulat bulu. Pasalnya, ketika kulit terkena bulu ulat akan terasa sangat gatal, bukan? Anda pasti tidak tahan ingin menggaruk area kulit yang gatal itu.

Sebagai ganti garukan, scrub alias lulur saja area kulit yang terkena ulat bulu menggunakan campuran garam dan minyak. Anda bisa menggunakan minyak apa saja, baik itu minyak goreng hingga minyak kecantikan. Jangan lupa, jika Anda mau melakukan hal ini, Anda harus membersihkan area kulit yang terkena ulat bulu terlebih dahulu.

6. Gula Merah

Gula Merah

* sumber: www.merdeka.com

Gula merah biasanya dipakai untuk membuat bumbu dan untuk memasak. Tapi, ternyata gula merah bisa dipakai untuk mengempeskan bengkak akibat ulat bulu juga, loh! Anda hanya perlu mengoleskan gula merah yang sudah lembek ke permukaan kulit yang bengkak. Jika gula merah masih keras, beri sedikit air hingga jadi agak lembek agar bisa menempel dengan baik di kulit.

7. Lotion Anti Gatal

Lotion Anti Gatal

* sumber: thebodypolitik.com

Cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu yang tercepat mungkin dengan menggunakan produk pabrikan. Ada banyak produk pabrik yang berfungsi untuk meredakan iritasi kulit paska terkena bulu ulat. Ada yang bentuknya gel, krim, dan lotion.

Beberapa merk produk ini di antaranya adalah Calamine, Cinolon, Zam-Buk, Sriti, dan lain-lain. Anda bisa membeli produk serupa di Bukalapak melalui link ini.

8. Jangan Digaruk

Jangan Digaruk

Tips paska Anda terkena ulat bulu adalah, JANGAN menggaruknya! Memang, pasti setelah terkena ulat bulu kulit akan terasa sangat gatal. Jangankan menggaruk, menyentuh kulit yang sedang iritasi karena ulat bulu saja sudah berbahaya. Sebab, racun bulu ulat bisa saja menyebar lebih lebar lagi karena tergesek.

9. Minum Obat Pereda Nyeri & Alergi

Minum Obat Pereda Nyeri & Alergi

* sumber: share.kaiserpermanente.org

Jika rasa gatal, bengkak, dan nyeri akibat ulat bulu tidak bisa Anda tahan lagi, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri atau obat anti alergi. Beberapa obat yang bisa Anda konsumsi adalah parasetamol, ibuprofen, tylenol, atau obat pusing seperti Panadol. Ikuti petunjuk penggunaan sebelum mengonsumsinya, ya.

10. Pergi ke Dokter

Pergi ke Dokter

* sumber: www.huffingtonpost.co.uk

Jika akibat dari sengatan bulu ulat sudah sangat parah, menyebabkan sensasi terbakar yang tidak hilang, kulit merah-merah dan menyebar kemana-mana, kulit bengkak super besar, dan gejala yang aneh lainnya, Anda harus pergi ke dokter. Apalagi jika kulit Anda jadi melepuh dan bernanah, berarti racun ulatnya sangat kuat sehingga tidak bisa diatasi dengan bahan-bahan alami atau pun obat ringan.

Apalagi jika yang terkena ulat bulu adalah anak-anak, khususnya balita. Anda tidak bisa sembarangan memberi obat pada anak-anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya.

Kesepuluh cara menghilangkan bengkak akibat ulat bulu di atas semoga menjadi ilmu tambahan untuk Anda. Jadi, ketika terkena ulat bulu, jangan langsung dibuang pakai tangan kosong, ya. Apakah Anda tahu cara yang lain untuk mengatasi racun ulat bulu? Bagikan di kolom komentar di bawah ini, ya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *