Bacaterus / Lifestyle / 10 Cara Menghadapi Mertua Egois yang Selalu Merasa Benar

10 Cara Menghadapi Mertua Egois yang Selalu Merasa Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Oktober 2018

Kehidupan antara menantu dan mertua tidak selalu indah seperti di film-film. Bahkan, cekcok atau salah paham di antara keduanya memang kerap terjadi. Alhasil, pasangan kita yang berada di tengah-tengahnya lah yang menjadi korban. Pasangan jadi serba salah harus memihak ibunya atau kita.

Sebagai menantu yang lebih modern dan berwawasan luas, Anda seharusnya tidak perlu terjebak dalam kekisruhan hubungan mertua dan menantu. Jika Anda memiliki mertua yang egois dan selalu merasa paling benar, Anda tidak perlu panik karena ada cara untuk menghadapinya, kok.

Inilah 10 cara menghadapi mertua egois yang selalu merasa benar dari Bacaterus. Cobalah memilih cara yang sesuai dengan kepribadian Anda masing-masing, ya!

10 Cara Menghadapi Mertua Egois

1. Kenali Karakter Mertua

Kenali Karakter Mertua Cara Menghadapi Mertua Egois

Anda harus pandai membawa diri. Ketika Anda memiliki mertua yang egois, Anda harus mengenal lebih dalam karakter mertua Anda. Ada mertua yang egois karena memang “membenci” menantunya karena merasa tersaingi, ada juga mertua yang memang sifatnya egois kepada semua orang.

Apabila mertua Anda termasuk tipe egois kepada semua orang, tentu akan lebih mudah menghadapinya karena memang sifatnya begitu. Akan tetapi, jika mertua memang sengaja bersikap egois karena “membenci” Anda, pandai-pandailah dalam mengambil hatinya. Buat ia merasa sayang kepada Anda sehingga ia tidak lagi bersikap egois.

2. Harus Lebih Sabar Lagi

Harus Lebih Sabar Lagi

Tak ada cara menghadapi mertua egois yang lebih baik selain bersabar. Anda memang bisa memilih pasangan sesuka hati, tapi sayangnya Anda tidak bisa memilih mertua Anda. Ketika Anda telah menambatkan hati kepada pasangan, maka suka tidak suka Anda pun harus menghormati orang tuanya.

Kalau saat ini Anda memiliki mertua yang egois dan ingin menang sendiri, sabar saja dan cobalah menerima dengan ikhlas. Kalau Anda ikhlas dan tidak ambil pusing, pasti akan lebih mudah menjalani hari-hari Anda dengan mertua yang super egois ini.

3. Hindari Kegiatan yang Membuat Mertua Ikut Campur

Coba Sejalan dengan Mertua

Ketika Anda memiliki mertua yang egois, Anda harus pandai membaca situasi. Jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat membuat mertua ikut campur sehingga ia dapat menunjukkan keegoisannya.

Sebagai contoh, dalam hal mengurus anak jangan sesekali melibatkan mertua. Misalnya, ketika Anda ada keperluan dan terpaksa menitipkan anak ke orang lain, hindari menitipkan ke mertua. Lebih baik titipkan anak ke orang tua Anda atau saudara dekat Anda.

Jika Anda nekat menitipkan anak ke mertua, maka ia akan berusaha mencari “celah” untuk merasa jadi orang yang paling benar dalam mendidik cucunya. Apalagi jika ia menginterogasi cucunya mengenai cara didik Anda. Alhasil, mertua jadi punya “bahan” untuk menyalahkan Anda.

4. Bersikap Tertutup pada Mertua

Hindari Perdebatan dengan Mertua

Tahukah Anda cara menghadapi mertua egois yang paling jitu? Bersikaplah tertutup kepadanya. Kalau tidak perlu maka jangan bicara banyak hal. Mertua tidak perlu mengetahui urusan pribadimu dan perasaanmu. Dengan begitu, dia jadi tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan sifat egoisnya kepadamu.

Bersikap tertutup bukan berarti memusuhi mertua dan menabuh genderang perang, lho. Anda harus tetap bersikap hormat dan manis di hadap mertua. Namun, Anda harus pandai memilah setiap hal yang perlu dibicarakan. Jangan membicarakan hal-hal pribadi Anda yang tidak perlu diketahui oleh mertua.

5. Pahami Kecemburuan Mertua

Pahami Kecemburuan Mertua

Pernahkah Anda merasa seperti “dimusuhi” ketika mertua bersikap egois dan merasa menjadi orang yang paling benar dalam hal mengurus anak dan cucunya? Jika ya, cobalah pahami posisi mertua Anda. Bisa jadi ia bersikap seperti itu karena merasa “cemburu” ketika anaknya sudah memiliki pasangan yang mendampinginya.

Kecemburuan ini wajar dan tidak hanya dialami mertua Anda saja. Hampir sebagian mertua perempuan merasakan hal yang sama ketika anak laki-lakinya menikahi perempuan lain. Mertua Anda jadi merasa tidak dibutuhkan lagi oleh anaknya karena posisinya telah tergantikan oleh Anda.

Solusinya, buat mertua tetap merasa diperlukan oleh suami Anda. Jika ia ingin memasak untuk anak cucunya, biarkanlah ia melakukannya sesekali. Namun, Anda harus bersikap tegas sebagai “nahkoda” rumah tangga. Ada kalanya Anda harus bisa mengatakan “tidak” untuk menyikapi keinginan mertua yang mulai ngelunjak.

6. Cuekin Saja, Jangan Ambil Pusing

Cuekin Saja, Jangan Ambil Pusing

Cara jitu untuk menghindari pertengkaran dengan mertua yang egois adalah cuek saja. Anda tak perlu mengambil pusing untuk memikirkan setiap tindakan mertua yang dapat membuat emosi.

Selama ia hanya bersikap egois tanpa berusaha mengecoh keutuhan rumah tangga Anda, maka biarkan saja. Anda bisa tetap fokus mengurus pasangan dan anak. Kalau sudah terlanjur kesal, curhat saja kepada orang terdekat atau lampiaskan dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda bahagia.

7. Bicarakan dengan Pasangan

Bicarakan dengan Pasangan

Sangat penting untuk membicarakan setiap hal dengan pasangan, termasuk ketika Anda sudah mulai merasa terganggu dengan mertua yang selalu egois dan merasa paling benar. Bicarakan dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan pasangan karena yang sedang Anda bicarakan adalah orang tuanya.

Pertimbangkan kemungkinan agar pasangan menasehati orang tuanya agar tidak terlalu egois kepada menantunya. Biasanya, pasangan pasti akan memihak Anda. Namun, itu kembali lagi kepada pribadi pasangan Anda.

8. Hidup Terpisah dengan Mertua

Hidup Terpisah dengan Mertua

Sejatinya, Anda tak perlu pusing-pusing mencari cara menghadapi mertua egois, cukup ajak pasangan untuk hidup terpisah dengan mertua. Bagaimana pun tidak ada kapal yang dikemudikan oleh dua nahkoda, Anda harus menjadi “nahkoda” untuk bahtera rumah tangga, bukan mertua yang egois dan ingin selalu didengar.

Jalan satu-satunya adalah mengusulkan ke pasangan untuk hidup terpisah dengan mertua dengan dalih ingin mandiri. Tak masalah jika Anda masih mengontrak rumah atau kos. Yang penting Anda bisa mengurus pasangan dan buah hati dengan tenang.

9. Mengalah Demi Anak dan Pasangan

Mengalah Demi Anak dan Pasangan

Kalau Anda tidak bisa bersikap keras untuk menghindari mertua yang egois, maka Anda harus mengalah. Tak ada jalan yang lebih baik dari mengalah kepada mertua. Semua itu Anda lakukan untuk menjaga perasaan pasangan dan buah hati Anda.

Selama sifat egoisnya tidak keterlaluan, cuekin saja. Anda harus mengalah karena pasangan Anda juga berada dalam posisi yang sulit, yakni memilih orang tuanya atau pasangannya sendiri.

10. Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Bukan satu hal yang mustahil jika suatu saat Anda berhasil mengambil hati mertua dan mencintainya dengan sepenuh hati. Seburuk-buruknya mertua, dia sudah menjadi orang tua Anda, lho. Jadi, tak ada salahnya jika Anda mencintainya seperti perasaan Anda kepada orang tua sendiri.

Ketika Anda sudah mengasihi mertua Anda, sifat egoisnya tidak akan tampak mengganggu bagi Anda. Justru perlahan-lahan Anda dapat memaklumi posisinya sebagai orang tua yang tentu tidak ingin “kalah” dengan anak dan menantunya.

10 cara menghadapi mertua yang egois ini bisa menjadi pedoman bagi Anda dalam menghadapi mertua yang selama ini selalu ingin menang sendiri. Kalau mertua sudah ikut campur terlalu jauh dalam keluarga Anda, baca artikel cara menghadapi mertua yang selalu ikut campur ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment