Bacaterus / Lifestyle / Ada yang Memfitnah? Lakukan 10 Cara Menghadapi Fitnah Ini

Ada yang Memfitnah? Lakukan 10 Cara Menghadapi Fitnah Ini

Ditulis oleh

Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan. Pernahkah Anda mendengar perumpamaan ini? Perumpamaan tersebut terkadang memang ada benarnya. Pasalnya, memfitnah adalah berkata tidak jujur atau bohong mengenai orang lain dan bahkan mungkin merugikan orang yang difitnah. Namun, bukan berarti pembunuhan lebih dibenarkan, ya! Keduanya sama-sama tindakan yang salah dan tidak sepatutnya dilakukan.

Sayangnya, terkadang ada saja orang yang tidak suka kepada kita sehingga membuat fitnah yang aneh-aneh dan menyakitkan hati. Nah, bagaimana cara menghadapi fitnah? Yuk, tetap tenang saat ada yang memfitnah. Bacaterus akan memberikan 10 cara untuk menghadapi fitnah.

10 Cara Menghadapi Fitnah

1. Tenang dan tidak perlu panik

Tenang dan tidak perlu panik Cara Menghadapi Fitnah

“Bagaimana saya bisa tenang ketika ada yang memfitnah saya? Tentu saja saya tidak terima!” Pernahkah Anda berpikir seperti ini ketika mendengar fitnah tentang diri Anda? Jika ya, segera ubah pemikiran Anda karena sikap panik dan emosi tidak akan membersihkan nama dari fitnah.

Justru sikap tenang dan tidak panik akan mematahkan fitnah tersebut. Sederhananya, jika apa yang mereka katakan terbukti tidak benar, mengapa harus marah? Hadapi saja dengan santai, pasti orang yang memfitnah Anda juga akan tertegun dengan ketenangan Anda tersebut.

2. Konfirmasi kebenarannya kepada orang yang bertanya

Konfirmasi kebenarannya kepada orang yang bertanya

Cara menghadapi fitnah yang benar seharusnya tidak perlu mencari pembelaan. Apabila Anda tidak seperti yang dikatakan oleh mereka, maka Anda hanya perlu cuek dan santai saja. So, tidak perlu membela diri terlalu keras ketika Anda tidak melakukan suatu kesalahan atau hal yang difitnahkan kepada Anda.

Ketika ada orang yang bertanya, Anda boleh mengonfirmasi kebenarannya. Akan tetapi, jika tidak ada yang bertanya sebaiknya Anda cukup diam saja. Untuk apa buang-buang waktu membuat pembelaan atas hal yang tidak pernah Anda lakukan?

3. Tanyakan kepada orang yang membuat fitnah

Tanyakan kepada orang yang membuat fitnah

Fitnah adalah sebuah kejahatan. Jika fitnah tersebut sudah merusak nama baik, karir, bahkan kehidupan Anda, mau tidak mau Anda harus menanyakan kepada orang yang membuat fitnah tersebut. Tanyakan apa kesalahan Anda sampai-sampai dia menyebarkan kebohongan seperti itu.

Ketika bertanya kepada si pemfitnah, Anda tidak perlu emosi. Tetaplah bersikap tenang saat menghadapi si tukang fitnah ini. Lantas, bagaimana jika ia tidak mau mengaku? Anda memang tidak bisa memaksanya untuk mengaku. Namun, setidaknya dia tahu bahwa Anda tidak tinggal diam ketika difitnah.

4. Cuek dan bersikap masa bodoh

Cuek dan bersikap masa bodoh

Kami tahu bahwa tidak semua orang bisa bersikap cuek dan masa bodoh saat menghadapi fitnah. Apalagi jika fitnah tersebut sudah merugikan Anda, pasti kita ingin membalas dendam, bukan? Namun, mau tidak mau Anda harus bisa bersikap cuek dan masa bodoh.

Karena hanya dengan bersikap seperti itulah si tukang fitnah akan menjadi jera dan berhenti menyebarkan fitnah. Saat ia mengetahui bahwa Anda tidak terganggu dengan fitnah yang ia buat, maka lama kelamaan ia akan lelah dan berhenti membuat fitnah tentang diri Anda.

5. Sabar dan percaya semua ada balasannya

Sabar dan percaya semua ada balasannya

Apakah Anda percaya karma? Ya, karma adalah tindakan atau perilaku yang merupakan buah dari perbuatan kita sebelumnya. Pada dasarnya, orang yang sabar dalam menghadapi fitnah adalah orang yang terhebat. Biarkan saja fitnah itu berlalu seiring berjalannya waktu.

Anda hanya perlu berbenah diri dan menjadi orang yang lebih baik lagi. Percayalah, setiap perbuatan tentu ada konsekuensinya. Si pemfitnah juga akan mendapatkan balasannya suatu hari nanti. Anda hanya perlu menunggu dan melihatnya saja karena cepat atau lambat si tukang fitnah ini akan segera menerima ganjaran dari perbuatannya.

6. Tunjukkan kualitas diri

Tunjukkan kualitas diri

Sibuk mencari pembelaan untuk menyanggah fitnah tentang diri Anda? Sejatinya, cara menghadapi fitnah yang paling tepat adalah membuktikan kualitas diri sendiri. Jadilah orang yang lebih baik dan tunjukkan bahwa fitnah tersebut memang tidak benar.

Dengan membuktikan kualitas diri sendiri, maka orang lain lah yang dapat menilai kebenarannya. Jadi, tak perlu repot-repot membela diri karena orang lain juga mampu menilai bahwa fitnah yang selama ini beredar tidak benar. Bahkan, kualitas diri Anda juga menjadi pukulan telak bagi orang yang sudah memfitnah Anda selama ini.

7. Introspeksi diri

Introspeksi diri

Ketika mendengar fitnah tentang diri kita sendiri, itu artinya adalah teguran dari Yang Maha  Kuasa untuk berbenah diri. Dari pada sibuk mencari cara untuk membalas dendam, sebaiknya luangkan waktu untuk introspeksi diri. Renungkan saja apa kesalahan yang pernah Anda buat karena sebagai manusia kita pasti tidak luput dari kesalahan.

Selain introspeksi diri, Anda pun harus membenahi diri sendiri agar menjadi orang yang lebih baik. Saatnya Anda membuktikan kepada semua orang bahwa Anda mampu jadi orang yang lebih baik lagi dan fitnah yang selama ini beredar memang tidak benar adanya.

8. Banyak beribadah

Hati galau setelah mendengar fitnah? Cara terbaik untuk menyembuhkan luka dan sakit hati karena fitnah adalah dengan berdoa dan beribadah. Berdoalah agar Yang Maha Kuasa dapat membersihkan hati Anda dan menjadikan Anda lebih sabar.

Jangan mendoakan si pemfitnah menjadi celaka, justru doakan agar yang memfitnah Anda segera bertobat dan mendapatkan pengampunan. Percayalah, setelah berdoa mendekatkan diri kepada Sang Ilahi pasti hati Anda akan menjadi tenang dan lebih sabar dalam menghadapi fitnah.

9. Maafkan yang memfitnah Anda

Maafkan yang memfitnah Anda

Orang yang memfitnah Anda mungkin tidak akan mengaku dan meminta maaf kepada Anda. Namun, setidaknya Anda harus berbesar hati dalam memberikan maaf kepada mereka yang sudah berbuat zhalim kepada Anda. Cara menghadapi fitnah yang keji adalah memaafkan orang yang sudah memfitnah Anda tersebut.

Dengan memaafkan orang lain, hati akan menjadi lebih lega dan tidak memiliki beban. Dendam yang tersimpan dalam hati hanya akan menyiksa diri Anda sendiri. So, saatnya Anda hidup damai dan lebih bahagia dengan memberikan maaf kepada orang lain.

10. Lakukan hal yang menyenangkan

Tunjukkan bahwa kamu bahagia

Bila Anda merasa sedih dan putus asa, ingatlah masih ada orang terdekat yang percaya dan menyayangi Anda. Jadi, buat apa terus menerus bermuram durja sementara orang yang memfitnah Anda mungkin sekarang sedang tertawa bahagia.

Yuk, move on dan lakukan hal-hal yang menyenangkan bersama orang-orang terdekat Anda. Dengan melakukan hal yang Anda sukai, maka Anda jadi lebih mudah dalam melupakan sakit hati karena difitnah oleh orang lain.

Kebahagiaan yang Anda tunjukkan juga bisa menjadi tamparan keras bagi si pemfitnah. Dia justru menjadi heran ketika melihat Anda tidak sedih sama sekali setelah ia menyebar fitnah tentang Anda ke mana-mana.

Apakah Anda pernah difitnah oleh seseorang? Atau justru saat ini Anda sedang merasakan sakit hati karena baru saja mendengar fitnah tentang diri Anda? Yuk, bagikan cara menghadapi fitnah yang telah Anda lakukan hingga bisa survive sampai saat ini. Apabila ada orang yang sering membicarakan Anda di belakang, hadapi dengan cara-cara berikut ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda
Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment