Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Desember 2018

Menyusun karya ilmiah tugas akhir, seperti skripsi, bukanlah pekerjaan mudah. Pertama, menentukan judul yang baik dan menarik saja tidak mudah. Kedua, mencari objek kajian yang tepat juga belum tentu gampang. Ketiga, menyusun kerangka pemikiran secara ilmiah pun belum tentu lancar.

Dan pada akhirnya, ketika bahan sudah siap untuk ditulis dan disusun, tidak jarang para mahasiswa kesulitan dalam menata naskah karya ilmiah sesuai dengan aturan-aturan teknis tata tulis karya ilmiah.

Tiap kampus biasanya memiliki tradisi dan aturan teknis penulis karya ilmiah sendiri-sendiri. Oleh karena itu, tidak jarang aturan baku tata tulis karya ilmiah berbeda dan melibatkan peraturan-peraturan yang berbeda satu kampus dengan kampus lain, juga aturan-aturan “aneh” yang belum pernah dijumpai oleh mahasiswa sebelumnya.

Salah satu yang seringkali membuat pusing mahasiswa adalah pengaturan penomoran halaman. Ketika saya menyusun skripsi, saya pernah mendapati peraturan teknis peletakan nomor halaman yang menyebutkan bahwa penomoran halaman yang memiliki judul bab diletakkan di bagian tengah-bawah halaman, sedangkan penomoran halaman setelahnya diletakkan di pojok kanan atas.

Aturan semacam ini bisa membingungkan orang-orang yang awam dalam pemformatan dokumen karena biasanya nomor halaman diletakkan di posisi yang sama tiap halamannya. Saya pun pernah demikian. Namun, setelah sedikit mengulik fitur di MS Word, menyusun format nomor halaman yang berbeda bisa dilakukan. Mau tahu caranya? Ikuti beberapa langkah di Carisinyal berikut.

Langkah Dasar Membuat Nomor Halaman di MS Word

Pembuatan nomor halaman di aplikasi MS Word sebenarnya sangat mudah. Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Mengeklik tab Insert, lalu cari kolom Header & Footer, kemudian klik tombol Page Number.

Langkah Dasar Membuat Nomor Halaman di MS Word 1

2. Dari tombol itu, akan muncul sebuah menu pilihan di bagian mana nomor halaman mau dimasukkan.

  • Pilihan Top of Page berarti di bagian atas halaman sedangkan Bottom of Page berarti bagian bawah halaman.
  • Jika Anda arahkan mouse ke salah satu pilihan itu, katakanlah Top of Page, akan terbuka lagi sebuah daftar yang memperlihatkan pilihan posisi penomoran halaman, yaitu pinggir kiri, tengah, dan pinggir kanan.

Langkah Dasar Membuat Nomor Halaman di MS Word 2

3. Klik posisi nomor halaman yang diinginkan. MS Word akan membuatkan penomoran halaman di posisi yang tadi sudah dipilih.

Langkah Dasar Membuat Nomor Halaman di MS Word 3

Mudah bukan? Pembuatan nomor halaman sebenarnya sederhana. Akan tetapi, jika ternyata kita diharuskan membuat penomoran halaman dengan pengaturan yang berbeda tiap halaman, ada sedikit trik yang harus dilakukan.

Mengganti Nomor Halaman Menjadi Angka Romawi

Pada bagian preliminer (halaman-halaman pengantar sebelum bab isi) karya ilmiah, biasanya digunakan nomor halaman jenis angka romawi nonkapital, seperti i, ii, iii, iv dan seterusnya. Penomoran angka romawi ini bisa dibuat dengan cara seperti berikut.

1. Buat nomor halaman biasa seperti cara yang telah dijelaskan pada sub-bagian sebelumnya. Jangan lupa pilih posisi nomor halaman di bawah-tengah. Gunakan pilihan Bottom of Page.

Mengganti Nomor Halaman Menjadi Angka Romawi 1

2. Setelah nomor halaman jadi, pilih Tab Design yang muncul di pojok kanan Ribbon bar. Klik menu Page Number, lalu dari menu yang muncul pilih Format Page Numbers ….

Mengganti Nomor Halaman Menjadi Angka Romawi 2

3. Di jendela dialog yang terbuka, klik drop-down list Number Format, kemudian pilih angka romawi kecil. Jangan lupa klik tombol OK untuk menerapkan pengaturan pada dokumen.

Mengganti Nomor Halaman Menjadi Angka Romawi 3

4. Perhatikan nomor halaman telah berubah menjadi angka romawi.

Mengganti Nomor Halaman Menjadi Angka Romawi 4

Menghapus Nomor Halaman

Menghapus nomor halaman yang sudah dibuat sebenarnya sangat mudah. Ada dua cara untuk menghapus nomor halaman:

1. Cara standarnya adalah melalui menu Page Number tadi. Klik tab Insert, klik Page Number, lalu klik pilihan Remove Page Numbers.

Menghapus Nomor Halaman 1

2. Cara lain yang lebih cepat adalah dengan menghapusnya langsung dari naskah:

  • Klik dua kali pada nomor halaman, lalu seleksi nomor halaman.
  • Tekan Backspace atau Delete pada keyboard.

Di antara kedua cara tersebut, saya lebih suka cara yang kedua karena bisa dilakukan dengan cepat. Namun begitu, keduanya adalah langkah yang mudah bukan?

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman

Seperti yang saya sebutkan tadi, salah satu aturan yang biasanya membuat mahasiswa atau penulis karya ilmiah pusing ketika menata letak (layout) karya tulis adalah peletakan nomor halaman. Beberapa kampus—termasuk kampus saya dulu—menerapkan aturan ribet, bahwa nomor halaman yang memuat judul bab diletakkan di bagian tengah bawah sedangkan halaman isi bab (yang tanpa judul bab) diletakkan di pojok kanan atas.

Ini berarti, dalam satu berkas tulisan, akan ada dua posisi nomor halaman yang berbeda. Kalau Anda bingung dengan maksud saya, aturan peletakan nomor halaman ini kurang lebih seperti gambar di bawah ini.

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 1

Jika Anda menulis karya ilmiah yang keseluruhan babnya ditulis dalam satu berkas/file, Anda harus membagi naskah karya ilmiah itu menjadi beberapa section. Tujuan pembuatan section ini agar MS Word bisa membuat membuat format nomor halaman yang berbeda di tiap section.

Sebagai contoh, kita ambil halaman pertama Bab I. Halaman pertama Bab I jelas berbeda dari halaman sebelumnya karena Bab I sudah masuk ke bagian isi. Bagian sebelumnya—katakanlah daftar isi—menggunakan penomoran romawi kecil sedangkan Bab I menggunakan nomor latin biasa (angka arab). Cara membuat section dan pengaturan nomor halamannya adalah sebagai berikut.

1. Jika kita ingin membuat section yang dimulai dari halaman pertama Bab I, tarik judul Bab I ke halaman sebelumnya.

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 2

2. Kemudian, tempatkan krusor pada awal judul. Dalam contoh misalnya di depan kata “BAB”

3. Selanjutnya, klik tab Page Layout, klik Breaks, lalu dari menu yang muncul, pilih Next Page di bagian Section Breaks. Ini adalah langkah membuat Section pada naskah.

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 3

4. Perhatikan bahwa judul Bab I digeser ke halaman selanjutnya. Akan tetapi, nomor halaman, masih mengikuti penomoran romawi kecil dari halaman sebelumnya.

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 4

5. Sekarang, klik dua kali pada nomor halaman tersebut untuk mengedit bagian Footer halaman. Perhatikan juga bahwa footer sekarang ditandai dengan Section yang berbeda dari Section halaman sebelumnya. Lalu, klik tab Design. Perhatikan bahwa pilihan Link to Previous sedang aktif. Klik agar nonaktif!

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 5

6. Selain menonaktifkan pilihan Link to Previous, kita juga harus memberi tanda centang pada pilihan Different First Page. Pilihan ini menandakan bahwa pengaturan halaman pertama dan halaman selanjutnya dari section tersebut akan berbeda. Selain itu, perhatikan bahwa nomor halaman pada halaman pertama Bab I dihapus.

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 6

7. Selanjutnya, kita harus membuat nomor halaman baru. Lakukan prosedur yang sama seperti dengan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Klik tab Insert, lalu Page Number, kemudian Top of Page. Pilih nomor halaman di tengah bawah.

8. Jika nomor halaman masih menggunakan nomor romawi kecil, Anda harus menggantinya dengan prosedur seperti yang telah dijelaskan pada sub-bab sebelumnya. Klik dua kali pada nomor halaman, lalu klik tab Design. Klik Page Number, lalu pilih Format Page Numbers.

9. Di kotak dialog yang terbuka, atur jenis nomor pada kotak Number Format. Lalu, ubah pilihan Continue from previous section menjadi Start at kemudian isikan nilai “1”. Lalu klik OK.

Menentukan Posisi dan Jenis Nomor Halaman 7

10. Kini kita pindah ke halaman kedua dari Bab I. Hapus nomor halaman pada halaman ini. Kemudian, buat nomor halaman baru seperti prosedur sebelumnya. Namun kali ini, pilih posisi halaman di pojok kanan atas. Pilihan yang digunakan pada menu Page Numbers adalah Top of Page.

Sekarang, Anda punya penomoran halaman yang nomor halamannya kembali ke halaman 1 di awal Bab I, posisinya berada di tengah halaman, namun pada halaman 2 dan seterusnya dari Bab I berposisi di pojok kanan atas.

Menghilangkan Nomor Halaman pada Halaman Sampul

Microsoft Word memberikan nomor halaman secara otomatis dari awal dokumen sampai akhir. Namun begitu, di halaman sampul atau judul, biasanya tidak boleh ada penomoran halaman karena bagian sampul tidak termasuk isi maupun preliminari karya ilmiah. Trik penggunaan section juga berlaku di sini.

1. Tarik judul halaman setelah lembar sampul—dalam contoh adalah Lembar Pengesahan—sampai ke dalam halaman sampul.

Menghilangkan Nomor Halaman pada Halaman Sampul 1

2. Kemudian, buat section baru dengan mengeklik tab Page Layout, lalu Breaks, kemudian pilih Next Page.

3. Di halaman setelah lembar sampul, klik dua kali pada nomor halamannya, agar berpindah ke mode pengeditan nomor halaman. Perhatikan bahwa halaman setelah lembar sampul ditandai sebagai section 2. Ini berarti, halaman judul menjadi section 1.

Menghilangkan Nomor Halaman pada Halaman Sampul 2

4. Selanjutnya, klik tombol Link to Previous untuk memutuskan hubungan pemformatan antara halaman ini dengan halaman sampul.

5. Sekarang, kita pindah ke halaman sampul. Klik dua kali pada nomor halamannya, kemudian hapus. Kemudian, klik tombol Close Header and Footer.

6. Cek kembali nomor halaman di halaman setelah sampul. Jika nomor halaman di halaman setelah sampul tetap ada, sedangkan di lembar sampul sudah hilang, langkah yang Anda lakukan sudah benar.

Menghilangkan Nomor Halaman pada Halaman Sampul 3

7. Terakhir, periksa bahwa nomor halaman di halaman setelah sampul masih “ii”. Kita harus mengubahnya ke “i” karena di sinilah penghitungan nomor halaman sebenarnya dimulai. Silakan ubah sendiri dengan menggunakan menu Format Page Numbers seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Langkah-langkah di atas bisa diulang prosedurnya pada halaman-halaman awal bab lainnya setelah Bab I. Asalkan selalu ingat, buat section baru terlebih dahulu di halaman yang memuat judul bab!

Selain trik ini sebenarnya kita juga bisa membuat format yang lebih mudah jika tiap bagian karya ilmiah itu dipisah menjadi beberapa file yang berbeda.

Saya sendiri lebih suka cara seperti itu karena konflik pembuatan format nomor halaman sangat rawan terjadi jika satu karya ilmiah, dari halaman sampul sampai halaman daftar pustaka bahkan lampiran dimuat dalam satu file. Tetapi, semuanya kembali pada Anda, mana trik dan cara yang paling nyaman untuk Anda?