Bacaterus / Tidur / Cara Mengatasi Tidur Mendengkur pada Wanita dengan Mudah

Cara Mengatasi Tidur Mendengkur pada Wanita dengan Mudah

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Anda mendengkur? Tenang, Anda tidak sendirian. Hampir setengah dari semua orang dewasa di dunia tidur ngorok. Dengkuran terjadi ketika udara mengalir melalui tenggorokan ketika Anda bernapas dalam tidur. Ini menyebabkan jaringan-jaringan rileks di tenggorokan Anda bergetar dan menyebabkan suara dengkuran yang kasar dan mengiritasi.

Mendengkur dapat mengganggu tidur Anda, atau tidur pasangan Anda. Bahkan kalau pun itu tidak terlalu mengganggu Anda, mendengkur bukan suatu kondisi untuk diabaikan. Faktanya, mendengkur mungkin merupakan tanda dari kondisi kesehatan yang serius, termasuk apnea tidur obstruktif (saluran udara tersumbat), obesitas, hingga masalah dengan struktur mulut, hidung, atau tenggorokan Anda.

Dalam kasus lain, mendengkur dapat disebabkan hanya dengan tidur telentang atau minum alkohol terlalu dekat dengan waktu tidur. Kasus-kasus mendengkur yang disebabkan oleh faktor-faktor jinak seperti posisi tidur seringkali dapat diobati dengan pengobatan rumahan yang sederhana. Inilah 10 cara mengatasi tidur mendengkur pada wanita versi Bacaterus.

1. Tinggikan Kepala

* sumber: www.badbacks.com.au

Angkat kepala Anda lebih tinggi saat Anda tidur sekitar empat inci (10 cm) hingga enam inci (15 cm). Ini dapat membantu mengurangi dengkuran Anda dengan menjaga saluran udara tetap terbuka.

Meninggikan kepala saat Anda tidur juga membuat sinus mengalir lebih nyaman, sehinaga memungkinkan Anda bernapas dengan lancar. Tidur dengan kepala meninggi juga dapat membantu menghindari masalah komplikasi di masa depan, seperti akumulasi dahak dalam kasus sinusitis kronis.

2. Tidur Menyamping

* sumber: www.manifatturafalomo.com

Tidurlah di bagian sisi alias menyamping. Posisi tidur telentang terkadang menyebabkan lidah bergerak ke belakang tenggorokan, yang sebagian menghalangi aliran udara melalui tenggorokan Anda. Tidur menyamping mungkin adalah hal paling pertama yang perlu Anda lakukan untuk memungkinkan udara mengalir dengan mudah dan mengurangi atau menghentikan dengkuran Anda.

3. Tidur Cukup

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Tidur yang cukup adalah cara yang ampuh untuk mengurangi dengkuran. Pastikan Anda mendapatkan tujuh hingga delapan jam tidur yang disarankan setiap malam. Jika Anda sulit tidur di malam hari, batasi tidur siang hingga maksimal 20 menit saja, jangan sampai berjam-jam.

4. Berhenti Merokok

Kurangi jumlah rokok secara bertahap

Merokok adalah kebiasaan yang tidak sehat. Berhenti merokok tidaklah mudah bagi kebanyakan perokok. Sementara beberapa metode mungkin berhasil, yang lain mungkin menarik perokok lebih dalam ke kecanduan mereka. Beberapa faktor membuatnya sulit untuk berhenti, terutama ketika merokok telah menjadi kebiasaan untuk memenuhi kebutuhan emosional tertentu.

Tapi, perlu diketahui bahwa rokok mempengaruhi perokok baik secara fisik maupun psikologis. Dan, ini juga dapat memperburuk dengkuran Anda. Metode populer cold turkey, yaitu berhenti merokok dengan mengurangi dari empat atau lima bungkus per hari menjadi nol sekaligus bukanlah solusi.

Ketika seorang perokok memaksa dirinya untuk berhenti, alam bawah sadarnya malah akan memberinya tekanan tambahan. Banyak orang merokok karena mereka kecanduan akan perasaan nyaman dan lega. Ketika tekanan untuk berhenti muncul, stres tambahan justru menciptakan godaan untuk terus merokok semakin banyak.

Alih-alih memaksakan diri untuk berhenti, perokok disarankan untuk mulai mengonsumsi makanan sehat dan berusaha tidur nyenyak di malam hari sebagai langkah pertama menuju gaya hidup sehat. Untuk bisa berhenti merokok, Anda bisa melakukan terapi menggunakan permen karet atau patch.

Lalu, cobalah hipnoterapi. Ini adalah salah satu metode paling populer untuk membantu perokok membuang kebiasaan buruknya. Namun, tidak semua metode yang digunakan dalam hipnoterapi cocok untuk semua orang. Cara yang paling baik memang belajar bagaimana memiliki gaya hidup sehat dan disiplin dalam penyembuhan diri sebelum mencoba berhenti merokok

5. Jangan Minum Alkohol

* sumber: www.chasedentalsleepcare.com

Ada banyak hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan sebelum tidur. Ini mungkin tak lazim di negara kita, tapi, minum segelas alkohol sebelum tidur cukup populer di negara luar. Katanya, itu bisa membantu mereka tidur. Menurut penelitian, alkohol memang memungkinkan orang sehat untuk tertidur lebih cepat dan tidur lebih dalam untuk sementara waktu.

Tetapi, ini juga mengurangi tidur gerakan mata cepat (REM). Dan, semakin banyak seseorang minum sebelum tidur, semakin kuat gangguannya. Alkohol juga dapat mengendurkan otot tenggorokkan, yang menyebabkan dengkuran. Jadi, batasi atau lebih baik hindari sama sekali mengonsumsi alkohol sebelum tidur. Atau, setidaknya konsumsi 2 jam sebelum Anda pergi tidur.

6. Hindari Minum Obat Penenang

* sumber: www.helpguide.org

Apakah obat penenang membuat Anda tidur? Obat penenang intravena, atau IV, dapat menempatkan Anda dalam berbagai tingkat kesadaran. Ini juga dikenal sebagai anestesi umum. Dan, ya, obat penenang akan membuat Anda tidur nyenyak sampai ‘masa aktif’ obatnya habis.

Tapi, sebaiknya Anda menghindari minum obat penenang sebelum tidur ketika kondisi tidur Anda masih sering mendengkur. Menghentikan penggunaan obat penenang sebelum tidur dapat mengurangi mendengkur. Mungkin Anda bisa mencari alternatif perawatan insomnia dan alat bantu tidur alami yang tidak datang dalam bentuk obat.

7. Nasal Strip/Dilator

* sumber: hip2save.com

Penggunaan nasal strip (strip hidung) atau external nasal dilator (dilator hidung eksternal) juga bisa membantu. Ini adalah stick-on yang akan menempel di kulit. Ia dapat diletakkan di pangkal hidung untuk membantu meningkatkan ruang di saluran hidung.

Ia berfungsi untuk membuat pernapasan Anda lebih efektif dan mengurangi atau menghilangkan dengkuran Anda sama sekali. Anda juga bisa mencoba dilator hidung, yang merupakan pita perekat kaku yang diaplikasikan di atas hidung (di bagian batas lubang hidung atas). Ini bisa mengurangi hambatan aliran udara, sehingga Anda bisa lebih mudah bernafas.

8. Turunkan Berat Badan

* sumber: nypost.com

Jika Anda kelebihan berat badan, mungkin Anda bisa juga menurunkan berat badan untuk mengurangi kemungkinan Anda ngorok. Dengan menurunkan berat badan, akan membantu mengurangi jumlah jaringan di tenggorokan yang mungkin menyebabkan dengkuran.

Anda dapat menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, dengan makan porsi kecil dan makanan yang lebih sehat. Pastikan Anda berolahraga teratur setiap hari juga. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk hal ini.

9. Apa Anda Punya Alergi?

* sumber: www.allergytampa.com

Alergi, apapun pemicunya, dapat mengurangi aliran udara melalui hidung. Hal ini memaksa Anda bernapas melalui mulut, yang meningkatkan kemungkinan Anda mendengkur. Bicaralah dengan dokter Anda tentang obat alergi apa saja yang dijual bebas atau minta lah resep yang dapat memperbaiki kondisi Anda.

10. Perbaiki Struktural Hidung

Bisa saja ada masalah struktural pada hidung Anda. Bukan hanya karena cedera atau kecelakaan saja, beberapa orang ada yang terlahir dengan septum menyimpang. Ini adalah ketidaksejajaran dinding yang memisahkan kedua sisi hidung, yang membatasi aliran udara.

Ini dapat menyebabkan ‘pernapasan mulut’ saat Anda tidur, yang menyebabkan dengkuran. Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki kondisi ini. Jadi, bicaralah dengan dokter Anda.

Mendengkur dapat mengganggu tidur Anda dan pasangan Anda. Selain menyebalkan, ngorok juga bisa mengindikasikan kondisi kesehatan yang serius. Jika dengkuran tak kunjung berhenti setelah Anda melakukan trik di atas, mungkin ini saatnya Anda mengunjungi dokter untuk pemecahan masalah yang lebih tepat sekaligus memeriksakan kesehatan Anda. Selamat mencoba dan semoga Anda sehat selalu!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *