Ditulis oleh - Diperbaharui 8 April 2019

Semakin tuanya usia, risiko terkena penyakit semakin besar mengingat bahwa fungsi organ tubuh mulai berkurang. Berbagai macam penyakit yang datang di usia senja seperti demensia atau yang lebih dikenal dengan sebutan pikun semakin berpotensi besar menghampiri. Kondisi demensia atau pikun merupakan kondisi dimana berkurangnya fungsi kognitif atau fungsi dalam mengingat.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang lanjut usia yaitu lebih dari 65 tahun. Namun orang yang masih berusia muda pun tak dapat dipungkiri terkena penyakit ini. Demensia atau kepikunan terjadi karena beberapa faktor seperti kelelahan, stres, pengaruh alkohol,depresi, dan yang lainnya.

Akan tetapi, penyakit ini dapat dicegah dan ditanggulangi dengan beberapa cara. Apa saja cara untuk mencegah dan menanggulangi pikun atau demensia tersebut? Di bawah ini Bacaterus akan memaparkannya untuk anda agar senantiasa terhindar dari kepikunan dan memperoleh hidup yang lebih baik dan sehat.

10 Cara Mengatasi Pikun

1. Berolahraga

Berolahraga

* sumber: home.bt.com

Berolahraga merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan berolahraga, tubuh kita akan semakin bugar dan tentu saja akan lebih terhindar dari berbagai penyakit salah satunya yaitu demensia atau pikun yang sering terjadi pada lansia. Dengan tubuh yang rutin digerakkan, maka para lansia lebih berisiko kecil terkena penyakit demensia ini.

Olahraga yang dilakukan pun tak perlu dengan olahraga berat seperti lari di lapangan. Sebaliknya, olahraga yang bisa dilakukan cukup sederhana dan bisa diikuti oleh para lansia yaitu senam aerobik. Olahraga ini bisa dilakukan secara rutin dan terkonsep seperti misalnya 3 kali dalam seminggu atau lebih.

2. Bermain Catur

Bermain Catur

* sumber: www.videoblocks.com

Bermain catur adalah salah satu kegiatan yang memerlukan konsentrasi otak yang cukup tinggi. Hal ini berarti dengan bermain catur dapat melatih kemampuan otak untuk terus fokus sehingga dapat bekerja secara optimal. Otak merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi manusia karena mempengaruhi pikiran serta keseimbangan tubuh.

Jika kemampuan otak terus dilatih dengan berbagai cara seperti salah satunya bermain catur, maka hal ini dapat menjaga kemampuan kognitif setiap orang dan dapat mencegah dari penyakit demensia atau pikun ini. Lakukanlah kegiatan mengasah otak ini secara rutin ketika santai misalnya pada akhir pekan.

3. Menghafal

Menghafal

* sumber: www.shopback.co.id

Latihlah daya konsentrasimu dengan cara membaca dan menghafal beberapa bacaan seperti majalah, koran, atau kitab suci sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Dengan cara ini maka sel-sel dalam otak akan berkembang sehingga dapat meningkatkan sistem kerja otak agar lebih baik lagi.

Dengan membaca dan menghafal tentu saja dapat mengurangi risiko pikun karena kemampuan konsentrasi terus dilatih sehingga menciptakan kondisi otak yang prima.

4. Mengisi TTS

Mengisi TTS

* sumber: www.wikihow.com

TTS atu teka-teki silang adalah jenis permainan mengasah otak yang sudah ada sejak lama dan dikenal oleh banyak orang. Tak sedikit orang yang bahkan mengoleksi permainan ini karena konsepnya yang menyenangkan. Permainan ini berisi beberapa pertanyaan yang harus dijawab pada beberapa kotak yang sudah disediakan dengan clue-nya.

Pengetahuan, ingatan, konsentrasi, serta logika akan terpacu dan terasah dalam permainan ini sehingga dapat menyembuhkan penyakit demensia atau pikun secara perlahan. Bukan hanya untuk penderita demensia saja, bahkan permainan ini sangat cocok untuk semua kalangan karena bersifat menyenangkan dan dapat melatih kemampuan otak untuk berpikir.

5. Berhitung

Berhitung

* sumber: www.videoblocks.com

Belajar matematika dapat meningkatkan fungsi otak agar lebih baik lagi. Hal ini sangatlah berhubungan dengan para penderita demensia karena para penderita penyakit ini kehilangan fungsi otaknya secara normal. Maka dari itu, belajar matematika sangat dianjurkan kepada para penderita penyakit demensia atau pikun.

Materi yang digunakan untuk proses penyembuhan penyakit ini tak perlu dengan memberinya soal rumit dengan rumus yang panjang. Cukuplah latih mereka dengan cara berhitung secara rutin untuk terus melatih daya ingat dan konsentrasinya. Berhitung ini akan mengasah kemampuan otak sehingga dapat mengembalikan fungsinya menjadi lebih baik lagi.

6. Bersosialisasi

Bersosialisasi

* sumber: quotabulary.com

Lanjut usia bukan akhir untuk melakukan berbagai macam aktivitas normal seperti biasanya. Berbagai aktivitas harus tetap dilakukan secara normal oleh para lansia sesuai kemampuannya agar pikiran dapat fresh dan otak dapat bekerja secara normal.

Kegiatan yang bisa dilakukan oleh para lansia tanpa memberi beban berlebihan salah satunya adalah bersosialisasi. Kegiatan positif ini dapat dilakukan seperti misalnya pergi ke tempat ibadah, jalan-jalan, berkumpul dengan sesama dan hal-hal lain yang bisa menyegarkan otak agar terus berfungsi dengan baik sehingga dapat terhindar dari pikun atau demensia.

7. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Mengkonsumsi Makanan Sehat

* sumber: tsk.com

Asupan gizi merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terhadap kesehatan dari berbagai penyakit salah satunya adalah demensia atau pikun. Asupan gizi yang baik sangatlah dibutuhkan tubuh agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga dan seluruh organ dapat berfungsi normal termasuk otak.

Makanan-makanan ini harus memiliki kandungan gizi yang baik seperti kaya akan antioksidan, protein, mineral, zat besi, dan yang lainnya. Semua kandungan ini dapat kita temukan pada makanan yang ada di sekeliling kita seperti sayuran, buah-buahan, telur, susu, dan masih banyak lagi.

8. Tidur Cukup

Tidur Cukup

* sumber: accenture.thriveglobal.com

Selain melakukan berbagai aktivitas untuk mengasah otak, kita juga harus memperhatikan waktu istirahat yang cukup pada otak kita agar senantiasa berfungsi normal. Otak memerlukan istirahat yang cukup seperti misalnya tidur dengan teratur yaitu sekitar 8 jam dalam sehari.

Kondisi otak yang terlalu lelah akan berakibat buruk pada kesehatan. Maka dari itu, istirahat yang cukup setelah otak bekerja keras seharian harus selalu dilakukan. Dengan hal ini ternyata sistem kerja otak akan semakin membaik sehingga dapat mempertajam kemampuan mengingat sebagaimana yang diharapkan oleh para penderita penyakit demensia atau pikun.

9. Berhenti Merokok

Berhenti Merokok

* sumber: awesomeaj.com

Seperti yang sudah diketahui banyak orang tentang zat-zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu kesehatan tubuh karena memicu berbagai macam penyakit seperti kanker dan penyakit berbahaya lainnya, zat pada rokok juga dapat memicu kerusakan pada otak sehingga menurunkan kemampuan untuk mengingat memori dalam otak.

Maka dari itu, bagi kamu para perokok aktif, berhentilah secara perlahan dari merokok mengingat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari zat-zat yang terkandung dalam rokok tersebut. Bukan hanya perokok aktif, bagi kamu para perokok pasif pun harus selalu menghindari asap rokok yang juga berdampak bahaya bagi kesehatan.

Sulit berhenti merokok? Coba cari tipsnya dalam artikel tips ampuh berhenti merokok ini.

10. Terapi

Terapi

* sumber: hellosehat.com

Terapi juga sangat dianjurkan dalam proses penyembuhan penyakit demensia atau kepikunan. Dengan terapi yang dilakukan secara rutin bisa memperbaiki fungsi kognitif sehingga dapat memperbaiki fungsi otak agar kembali normal.

Tidak mau kan terkena penyakit demensia atau kepikunan? Yuk, coba beberapa cara menghindari dan menanggulanginya seperti apa yang telah kami paparkan diatas untukmu dimulai dari sekarang agar kita tetap bisa mempertahankan fungsi otak dengan normal.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi kita semua dalam memperluas pengetahuan serta wawasan untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini pada orang-orang di sekitarmu agar mereka juga tahu cara mengatasi kepikunan yang sering terjadi pada orang-orang lanjut usia.