Bacaterus / Rumah / 10 Cara Mencegah dan Mengatasi Dinding Lembab dan Berjamur

10 Cara Mencegah dan Mengatasi Dinding Lembab dan Berjamur

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Apakah saat ini Anda sedang mengalami masalah dinding rumah yang lembab dan berjamur? Jika ya maka saat ini Anda sedang berada di tempat yang tepat untuk mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengatasinya. Dinding lembab dan berjamur bisa diakibatkan oleh banyak hal seperti kondisi dalam ruangan yang beruap banyak atau sirkulasi udaranya yang buruk.

Selain karena masalah alami, beberapa aktivitas dalam ruangan seperti memasak dan mengeringkan pakaian juga dapat mengakibatkan dinding rumah menjadi lembab yang nantinya jika tidak segera ditanggulangi bisa membuat jamur tumbuh. Tentunya hal semacam ini tidak Anda harapkan, bukan?

Anda jangan khawatir, sebelum hal itu benar-benar terjadi atau sudah kepalang terjadi, Anda dapat melakukan beberapa pencegahan dan penanggulan seperti yang kami bahas di bawah ini.

Cara Mencegah Dinding Lembab dan Berjamur

Tidak ingin rumah Anda terasa lembab dan kotor karena jamur? Inilah beberapa pencegahan yang dapat Anda aplikasikan dengan mudah.

1. Selalu Periksa Bagian Luar Rumah

* sumber: www.nps.gov

Agar masalah dinding lembab atau berjamur dapat diatasi lebih dini, sebaiknya Anda jangan lupa untuk selalu memeriksa bagian luar rumah. Cek secara teratur apakah ada kerusakan atau tidak, terutama sebelum dan setelah musim penghujan. Atap rumah adalah bagian luar terpenting yang harus diketahui keadaannya agar tidak terjadi kebocoran rumah.

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, bukan? Nah, hal lain yang perlu dilakukan adalah membersihkan talang air rumah Anda. Jangan sampai ada dedaunan atau puing-puingan yang menumpuk di sana sehingga nanti air tidak dapat mengalir dengan baik. Kalau perlu pasanglah pelindung talang air agar dedaunan yang jatuh tidak masuk ke dalamnya.

Jangan lupa juga untuk memeriksa dinding bagian luar rumah. Jika terdapat keretakan maka segera perbaiki atau menghubungi tukang yang profesional di bidangnya.

2. Jaga Suhu di Dalam Rumah Tetap Hangat

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/torley/

Hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk mencegah dinding lembab dan berjamur adalah dengan menjaga suhu di dalam rumah tetap hangat. Hindari pengembunan atau kondensasi terjadi di dalam rumah di mana hal itu dapat membuat dinding lembab dan lama kelamaan bisa berjamur jika dibiarkan terus menerus.

Insulasi loteng dan dinding dapat membantu menciptakan ruangan yang lebih hangat. Selain itu, pemasangan kaca ganda yang tepat akan membantu menghindari jendela berkabut karena panel bagian dalam kaca diisolasi dari udara dingin di luar. Intinya buat ruangan rumah tetap hangat dan tidak berembun.

3. Pastikan Rumah Memiliki Ventilasi yang Baik

* sumber: pixnio.com

Agar kondensasi di dalam rumah bisa diminimalisir, maka Anda harus memastikan rumah Anda memiliki ventilasi yang baik. Ventilasi yang bagus dapat membantu uap air keluar dari rumah sehingga ruangan tidak lembab. Anda dapat memasang kipas ekstraktor di kamar mandi dan dapur agar tempat-tempat tersebut tetap kering dan tidak lembab.

Jika ventilasi rumah dirasa kurang, opsi lainnya adalah dengan membuka jendela jika memungkinkan. Bingkai jendela masa kini umumnya sudah dilengkapi dengan fitur pengunci sehingga Anda dapat membuka jendela tanpa khawatir kaca jendela pecah karena bingkai terus-terusan bergerak oleh angin.

Hal ini sangat penting dilakukan apalagi setelah musim hujan di mana kita umumnya jarang membuka jendela agar udara dingin dari luar tidak masuk ke dalam rumah.

4. Hindari Membuat Kelembaban Lainnya

* sumber: pixabay.com

Agar kondensasi di dalam rumah dapat ditekan, sebaiknya Anda jangan membuat kelembaban-kelembaban lainnya seperti mengeringkan cucian di dalam ruangan (baik itu dengan mesin cuci atau dalam arti yang sesungguhnya). Menggunakan dehumidifier dengan pengaturan cucian bisa sangat membantu jika pengeringan di dalam ruangan tidak bisa dihindari.

Cobalah untuk menghindari pekerjaan perbaikan dan pembersihan rumah yang menghasilkan banyak kelembaban saat cuaca dingin atau basah dan permukaan mengering lebih lambat. Tugas-tugas rumah seperti mengepel lantai dan membersihkan jendela sebaiknya dilakukan di lain hari yang lebih baik ketika Anda dapat dengan nyaman membuka jendela.

5. Hati-Hati Saat Memasak

* sumber: www.publicdomainpictures.net

Panci dan ceret yang Anda taruh di atas kompor dapat menghasilkan kelembaban dan uap air dalam jumlah yang besar. Untuk meminimalkan kondensasi pada jendela dan dinding dapur, tutuplah panci atau wajan dengan tutupnya masing-masing. Manfaat lain dari hal ini adalah mencegah binatang-binatang kecil masuk ke dalamnya.

Jangan lupa untuk menyalakan tudung kompor saat Anda sedang memasak dan diamkan selama kurang lebih lima menit setelahnya agar udara kembali bersih. Jangan lupa juga untuk mengganti filter tudung kompor Anda secara teratur untuk memastikan hal itu bekerja seefisien mungkin.

6. Gunakan Dehumidifier

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/yourbestdigs/

Menggunakan dehumidifier akan membantu menghilangkan kelembaban berlebih dari udara, membuat rumah Anda terasa lebih hangat dan lebih nyaman. Saat ini sudah terdapat banyak pilihan smart dehumidifier yang akan bekerja ketika kelembaban udara naik. Anda dapat membeli salah satunya di Bukalapak melalui link ini.

Penyerap kelembaban juga sangat ideal digunakan di dalam lemari dan ruang sempit di mana lembab muncul tetapi sumber daya tidak berguna. Jika kondensasi sering terjadi pada jendela rumah, Anda dapat menggunakan vakum jendela setiap pagi untuk menghilangkan embun-embunnya atau menggunakan kain lap kanebo agar air mudah terserap dan jendela cepat kering kembali.

7. Pilih Pelapis Dinding Tahan Lembab

* sumber: foter.com

Jika rumah Anda cenderung mudah lembab atau kondensasi, sebaiknya Anda harus memilih pelapis dinding yang tahan kelembaban. Pilihlah permukaan yang dicat dan pilih cat yang dirancang khusus untuk digunakan di dapur dan kamar mandi. Dengan demikian, selain mampu menahan kelembaban dan uap, permukaan dinding dengan formulasi demikian juga dapat dengan mudah dibersihkan ketika ada jamur berkembang.

8. Biarkan Ruangan Bernafas

* sumber: pxhere.com

Kondensasi dapat terbentuk di belakang furnitur dan perabot yang menyentuh dinding luar yang lebih dingin, yang akhirnya menghasilkan pertumbuhan jamur. Cobalah untuk memposisikan furnitur beberapa sentimeter dari dinding luar, agar udara dapat bersirkulasi.

Jika Anda mengalami banyak pengembunan di jendela, pilihlah penutup jendela (gorden) yang bisa dipindahkan jauh dari bingkai. Pasang tiang atau rel gorden yang panjang lebar sehingga Anda bisa menarik gorden jauh dari jendela.

Cara Mengatasi Dinding Berjamur Akibat Lembab

Jika dinding rumah sudah kepalang berjamur akibat lembab terus-terusan, di bawah ini adalah beberapa penanggulangan yang dapat Anda coba lakukan.

1. Bersihkan Noda Jamur

Beberapa metode di atas dapat Anda terapkan untuk mencegah dan mengatasi dinding yang lembab. Selanjutnya jika Anda mendapati dinding rumah yang lembab telah berjamur, sebaiknya segera bersihkan hal itu menggunakan cairan pembersih jamur (beli di Bukalapak melalui link ini).

Kemudian biarkan area tersebut benar-benar kering atau Anda dapat menggunakan dehumidifier jika diperlukan. Setelah permukaan dinding bebas dari jamur dan kering, Anda dapat mengecat ulang dinding tersebut menggunakan cat anti noda atau jamur yang kini bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko-toko atau secara online.

2. Merawat Grout dan Sealant

* sumber: www.lotuscleaningsydney.com.au

Jika grout dan sealant masih dalam kondisi baik, mulailah dengan perawatan menghilangkan jamur. Namun, jika hal itu tidak sepenuhnya menghilangkan noda jamur dari sealant silikon, biarkan area tersebut mengering secara menyeluruh dan kemudian potong sealant lama dengan pisau. Selanjutnya segel kembali area tersebut menggunakan sealant baru yang tahan jamur dan tunggu hingga sealant selesai diperbaiki sebelum memungkinkan area tersebut basah kembali.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *