Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Desember 2018

Menghadapi bayi rewel adalah sebuah keniscayaan bagi orang tua, terutama mereka yang memiliki bayi yang baru saja dilahirkan. Jika kita cukup memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang biasa dialami bayi dan cara dia berkomunikasi, maka mengatasi bayi rewel tidak akan menjadi masalah besar.

Namun, bagi orang tua yang belum berpengalaman, bayi rewel bisa menjadi kehawatiran yang berlebihan. Lebih jauh lagi, bayi rewel bisa membuat orang tua stress, bingung, dan frustasi. Bayi rewel juga bisa mengakibatkan orang tua kurang tidur jika terjadi di malam hari.

10 Cara Mengatasi Bayi Rewel

1. Kenali Penyebabnya

* sumber: tiphero.com

Sebelum melakukan tindakan apapun, perhatikan dan periksa fisik bayi. Periksa badan bayi dari ujung kepala ke ujung kaki. Lihat dan amati apakah ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman dan menangis. Kita perlu mengetahui apakah kondisi rewel terjadi karena faktor internal atau eksternal.

Faktor internal dari bayi, misalnya apakah bayi merasa lapar, merasa kedinginan atau kepanasan, demam, merasa tidak nyaman karena popoknya sudah penuh karena buang air kecil dan buang air besar, ingin minum ASI, atau bermimpi buruk setelah terbangun dari tidurnya. Kerewelan bayi juga bisa disebabkan kolik atau penyakit lainnya.

Faktor eksternal misalnya apakah bayi tergigit binatang, ada benda/binatang yang membuatnya ketakutan, terkena benda panas/tajam dan hal lainnya yang bisa kita amati di sekeliling ruangan di tempat bayi berada.

2. Ganti Popoknya

* sumber: www.verywellfamily.com

Salah satu hal yang bisa membuat bayi rewel adalah karena popoknya penuh karena buang air kecil dan buang air besar. Bayi akan merasa basah dan tidak nyaman dengan kondisi ini. Ketika melihat popok sudah penuh, pastikan segera ganti, ya, Ayah Bunda.

Mengapa kita harus segera mengganti popok bayi saat sudah penuh? Karena, selain hal tersebut mengakibatkan ketidaknyamanan pada bayi, juga membuat kulit bayi iritasi dan rentan infeksi. Jika dibiarkan, rasa sakit karena luka pada kulitnya akan bertambah parah dan membuat bayi jauh lebih rewel.

3. Nyanyikan Lagu

* sumber: kidspot.co.nz

Bayi juga terkadang bisa merasa bosan. Jika ia tiba-tiba menangis dan rewel karena merasa perlu dihibur, maka Ayah Bunda bisa menyanyikan lagu yang menarik perhatiannya. Jika bayi merasa bosan, usahakan pilih lagu yang ceria. Nyanyikan lagu tersebut dengan penuh ekspresi.

Di saat menyanyikan lagu, Ayah – Bunda juga bisa menunjukkan gerakan berjoget, bertepuk tangan atau menggunakan alat peraga seperti boneka atau mainan lainnya jika lagu tersebut terkait dengan hal tersebut. Misalnya, menyanyikan lagu pesawat dengan menerbangkan pesawat mainan di hadapan bayi.

Jika bayi merasa ngantuk, pilihkan lagu pengantar tidur. Nyanyikan lagu dengan suara lirih sambil menepuk-nepuk bayi atau nyanyikan lagu sambil menggendongnya. Perlahan-lahan, suara Anda menyanyikan lagu akan mengantar tidurnya.

4. Perdengarkan Auara Air Terjun di Dekat Bayi

* sumber: www.atlantatrails.com

Suara air mengalir dapat menenangkan bayi. Anda bisa mencari banyak sumber video secara online dari Youtube ataupun situs lainnya. Suara alami air akan menarik perhatian bayi yang sedang rewel, terutama jika bayi rewel karena ngantuk atau bosan.

Mainkan suara air dengan volume yang tinggi di awal, namun setelah  bayi terlihat lebih tenang turunkan volumenya. Suara air yang mengalir bukan hanya membuat bayi tenang namun juga orang tua.

5. Gendong dengan Nyaman

* sumber: m.caping.co.id

Menggendong bayi bisa menjadi senjata ampuh di saat bayi rewel. Tempelkan kepala bayi ke dada kita. Biarkan dia merasakan detak jantung seperti saat dia masih di dalam kandungan Bunda. Akan lebih baik juga jika Ayah yang menggendong, karena struktur dada Ayah lebih rata dibandingkan Bunda.

Menggendong bayi yang rewel juga dapat divariasikan dengan gerakan sedikit mengayun ke samping kanan dan kiri. Jangan lupa elus bayi di punggung atau kepalanya. Jika bayi merasa ngantuk lambat laun dia akan tertidur di pangkuan Anda.

6. Ajak Bayi Jalan-jalan Menggunakan Stroller

* sumber: www.romper.com

Bayi yang rewel juga bisa disebabkan dia membutuhkan udara segar di luar rumah. Ajaklah bayi Anda ke luar rumah dengan menggunakan stroller. Anak biasanya akan nampak antusias saat didudukan/ditidurkan di atas stroller dan diajak jalan-jalan di luar.

7. Berikan Mainan atau Makanan

* sumber: baby-find.com

Saat ini banyak mainan yang dapat Ayah Bunda gunakan untuk dipegang bayi. Dari mulai mainan yang dapat bersuara, dapat diremas ataupun digantung di atas bayi. Di saat bayi rewel, mainan yang menarik perhatian bisa menjadi solusi efektif.

Pada bayi yang cenderung visual, berikan mainan yang menarik perhatian matanya. Berikan mainan yang warnanya mencolok. Bayi yang dominan audionya, berikan mainan yang bersuara. Terakhir, bayi yang dominan kinestetiknya, berikan mainan yang dapat dia eksplorasi dengan tangannya.

Selain itu, jika bayi di atas usia 6 bulan sudah mulai tumbuh gigi, biasanya mereka juga akan merasa tidak nyaman dan gatal pada gusinya yang mengakibatkan bayi rewel. Makanan yang semi keras seperti wortel, kentang, atau labu yang sudah direbus bisa kita berikan pada bayi yang baru tumbuh gigi. Biarkan anak menggigit makanan-makanan tersebut.

8. Berikan Pijatan Jika Bayi Mengalami Kolik

* sumber: www.parents.com

Kolik adalah penyebab paling umum dari bayi yang rewel. Kolik merupakan gejala ketika bayi merasa sakit di perut dan hal tersebut membuat bayi menangis terus menerus. Penyebab kolik belum diketahui secara pasti namun sering dikaitkan dengan kondisi saluran pencernaan. Biasanya bayi yang mengalami kolik adalah bayi yang berusia di bawah 5 bulan.

Kolik mengakibatkan bayi rewel selama berjam-jam. Banyak orang tua yang bingung menghadapi bayi menangis karena kolik. Salah satu cara menenangkan bayi menangis adalah dengan memijat perutnya dengan teknik khusus. Hal ini akan meredakan rasa nyerinya.

9. Berikan ASI

* sumber: www.huffingtonpost.ca

Bayi yang rewel bisa jadi karena dia merasa lapar dan ingin segera mendapatkan ASI dari ibunya. Bayi yang baru lahir biasanya memiliki ritme menyusu yang teratur, kurang lebih per tiga jam sekali.

Rasa lapar akan memicu bayi untuk menangis yang artinya dia memanggil ibunya untuk segera mendekat. Jangan tunggu bayi hingga rewel jika kita sudah tahu ritme kapan bayi harus disusui. Selain mengurangi rewel bayi, menyusui bayi sesuai dengan waktunya akan membuat bayi lebih sehat dan tidak kekurangan nutrisi.

10. Bawa ke Dokter

* sumber: www.bundoo.com

Jika langkah-langkah mengatasi bayi rewel tidak juga dapat menghentikan bayi menangis selama berjam-jam bahkan berhari-hari, maka bawalah bayi Anda ke dokter dan periksakan segera. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dokter akan memeriksa bayi dan akan melakukan tindakan sesuai dengan kondisi.

Pada dasarnya, bayi yang rewel adalah bayi yang mencoba mengomunikasikan perasaannya kepada orang tua. Tangisan hanya satu-satunya cara yang bayi bisa lakukan di saat dia merasa sakit atau tidak aman dan nyaman. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita harus peka dan tanggap terhadap pesan yang disampaikan anak melalui kerewelannya.

Gunakan tips Bacaterus dan ceritakan pengalaman Ayah Bunda. Jika ada pengalaman menarik saat menerapkan cara-cara di atas, ataupun cara lain yang lebih efektif, tulis di kolom komentar di bawah, ya.