Bacaterus / Parenting / 10 Cara Mengatasi Anak Bandel yang benar dan Efektif

10 Cara Mengatasi Anak Bandel yang benar dan Efektif

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Januari 2019

Sebagai orang tua, terkadang kita bingung mengatasi anak yang mempunyai keinginan sendiri dan tidak mau diatur. Anak seperti itu biasanya cenderung kita cap sebagai anak yang bandel. Jika kita tidak pandai mengelola diri kita maka respon negatif yang akan sering kita berikan kepada anak kita. Bagaimanakah cara yang efektif untuk mengatasi anak yang “bandel’ versi bacaterus? Berikut simak ulasannya.

10 Cara Mengatasi Anak Bandel

1. Jaga Nada Bicara Pada Anak

* sumber: www.activekids.com

Di saat anak tidak mau mengikuti saran atau masukan dari orang tua, seringkali mereka meninggikan suara berkacak pinggang dan berteriak. Namun seringkali cara demikian tidak berhasil, tidak produktif dan malah memperburuk suasana. Anak seolah-olah merasa menang karena orang tua menyerah untuk bersabar dan berkomunikasi dengan nada yang netral.

Salah satu bentuk komunikasi produktif adalah berkomunikasi dengan nada yang tidak tinggi namun tegas, dengan menatap mata anak dan menyesuaikan posisi badan sejajar dengan anak. Jika diperlukan kita bisa duduk atau jongkok.

2. Gunakan Bahasa “I”

* sumber: www.northeastohioparent.com

Gunakanlah bahasa “I” atau bukan “You”. Contohnya, di saat kita merasa kesal ketika anak tidak membereskan kembali mainan yang dia gunakan kita bisa menggunakan bahasa “Ibu merasa sedih karena rumah ini sangat berantakan dengan mainan-mainan yang tidak dibereskan, bisa tolong bereskan mainannya nak, ibu pasti senang”.

Contoh bahasa “You” adalah “Kamu itu tidak pernah mendengar ibu ya, kalau sudah main ibu kan sudah bilang harus dibereskan, cepat bereskan mainannya sekarang kalau tidak ibu tidak akan beri uang jajan”.

Kedua kalimat contoh di atas sama-sama memiliki harapan agar anak membereskan mainan. Namun, bahasa “I” akan lebih mengena karena tidak berfokus pada sifat buruk anak, namun pada perasaan kita dan harapan kita terhadap anak, tidak ada labelling yang disematkan pada anak. Kita berfokus pada masalah dan solusinya.

3. Berikan Aturan yang Sederhana

* sumber: health.wyo.gov

Sebagian besar anak memiliki kecenderungan rasa ingin tahu dan energi yang tinggi. Kedua hal ini berdampak pada pergerakannya yang aktif, tidak bisa diam, penuh rasa penasaran, dan terus ingin mencoba sesuatu hal yang baru.

Seringkali, kita sebagai orang tua tidak mampu menyadari bahwa anak perlu mencoba dan berbuat salah ketika belajar. Ketika anak berbuat salah sedikit, kita langsung mencapnya anak bandel. Padahal, hal itu hanyalah buah dari rasa ingin tahunya, rasa ingin mencoba dan semangat mempelajari hal baru melalui kegiatan bermain atau memainkan sesuatu.

Lalu, bagaimana agar anak bisa memahami apa yang kita harapkan? Tentukan aturan yang sederhana. Ketika anak bermain, berikan 1 atau 2 aturan saja. Misalnya, semua boleh dilakukan kecuali yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Sehingga anak tidak bingung dan merasa semua hal tidak diperbolehkan.

4. Berikan Peringatan dan Konsekuensi Tindakan

* sumber: www.todaysparent.com

Anak perlu tahu akibat dari tindakan yang dia lakukan. Jika dia tidak dapat diberitahu dengan pemahaman maka berikan dia konsekuensi tindakan dan lakukan dengan konsisten. Seringkali anak yang kita cap bandel adalah anak yang belum paham tindakannya ataupun konsekuensi dari tindakannya.

Misalnya, di saat anak menggunakan adu fisik saat bercanda atau iseng kepada adiknya atau temannya, ada kemungkinan dia melakukannya berulang-ulang karena tidak pernah diperingatkan ataupun paham akan konsekuensi dari perbuatannya. Berikan peringatan dan konsekuensi dengan tegas dan jelas.

5. Berikan Peran di Dalam Mengambil Keputusan

* sumber: www.rd.com

Sebagian anak yang kita cap bandel sebetulnya adalah anak yang memiliki potensi kepemimpinan yang tinggi. Karakter kuatnya adalah memengaruhi bukan dipengaruhi. Oleh karena itu, kita perlu cukup menyediakan waktu dan kesempatan untuk anak tersebut agar dapat mengasah kepemimpinannya.

Sebagai contoh, ketika kita ingin anak mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menyapu, membereskan buku atau pakaian, anak bisa dilibatkan dengan cara dia memilih sendiri pekerjaaan rumah yang dia inginkan.

Jika kita yang memilihkan, kemungkinan besar anak akan malas melakukannya. Atau di saat tertentu kita berikan titel untuk perannya di dalam rumah seperti manajer kebersihan atau manajer sampah. Hal ini akan memberikan anak rasa “diakui’ akan peran kepemimpinannya. Anak merasa dia diberikan kesempatan untuk memilih dan memutuskan.

6. Berikan Instruksi Sederhana dan Pendek

Berikan Instruksi Sederhana dan Pendek

* sumber: www.understood.org

Anak-anak di dalam tahap usia tertentu belum bisa terlalu memahami kalimat yang panjang dan abstrak. Sebagai orang tua, kita perlu menyesuaikan bahasa yang kita gunakan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk anak yang berkemauan keras/bandel adalah dengan membuat kalimat kita lebih sederhana dan singkat. Kalimat yang panjang hanya akan menghabiskan energi kita dan tidak berdampak apa-apa pada anak. Anak malah malas mendengarkan ocehan kita.

7. Berikan Pilihan

* sumber: www.checkpregnancy.com

Anak yang kita cap bandel adalah anak yang cakap di dalam memilih. Di saat kita memberikan pilihan dia ingin A atau ingin B maka insting “membuat keputusan” di dalam dirinya akan otomatis aktif.

Misalnya, di saat anak bersikeras untuk berlama-lama di kamar mandi, sementara seharusnya pada saat itu dia sudah keluar, kita bisa menggunakan kalimat seperti berikut : “Nak, Ibu perhatikan kamu sudah terlalu lama di kamar mandi, Ibu khawatir kamu sakit jika berlama-lama di kamar mandi. Kamu masih mau di kamar mandi berapa lama lagi? 2 menit atau 3 menit?”

Memberikan pilihan semacam itu memberikan anak ruang untuk memilih dengan keputusannya sendiri walaupun sebetulnya kita memberikan 2 pilihan.

8. Bermain Boardgame Bersama

* sumber: keytokids.com.au

Anak yang kerap dianggap bandel biasanya menyukai teka-teki dan permainan yang mengasah otak, karena hal itu menantang baginya. Kita bisa mengajak anak kita untuk memainkan permainan seperti catur, teka-teki silang, puzzle atau permainan lain yang bisa dimainkan bersama.

Dengan bermain boardgame, dia akan belajar bahwa ada beberapa permainan yang perlu kompetisi namun ada juga permainan yang perlu kolaborasi. Dengan bermain boardgame, anak belajar untuk berlapang dada di saat harus kalah ataupun di saat idenya tidak lebih baik daripada yang lain. Selain itu, anak juga berlatih skill berkomunikasi, berempati, dan mengelola emosi.

9. Berikan Tantangan dan Hadiah

* sumber: www.verywellfamily.com

Anak yang bandel biasanya adalah anak yang konsisten untuk mencapai apa yang dia inginkan. Sebagai orang tua, kita bisa melatih anak untuk bekerja keras dan bersabar dengan memberikannya tantangan dan hadiah sebagai apresiasi atas usaha kerasnya. Berikan tantangan yang wajar dan dapat diselesaikan oleh anak sesuai usianya dan berikan hadiah yang berarti. Hadiah yang berarti tidak selalu hadiah yang mahal.

10. Akui Perasaan Anak di saat Marah

* sumber: perspectivesoftroy.com

Di saat anak “bandel’ tidak mendapatkan keinginannya maka anak tersebut cenderung menunjukkan perilaku yang membuat kesal orang tua. Di saat demikian, orang tua perlu mengakui perasaan marah atau kesalnya.

Ucapan yang bisa digunakan misalnya “Ibu tahu kamu marah, tetapi marah tidak akan membuat kamu mendapatkan yang kamu mau, silakan kalau kamu mau marah ibu tunggu sampai kamu reda marahnya baru kita bisa ngobrol lagi”.

Anak yang tidak diakui perasaannya di saat sedih atau kesal cenderung menjadi tantrum dan menguji kesabaran orang tua dengan berteriak-teriak, memukul, atau merusak barang-barang yang ada di sekitarnya. Oleh karenanya, orang tua perlu menegaskan jika mereka tahu dan menerima perasaan anaknya dengan bahasa yang diucapkan.

Itulah 10 cara mengatasi anak bandel atau berkemauan keras menurut Bacaterus. Anda tentu tidak akan memiliki kesulitan menghadapi anak dengan tipe demikian jika Anda mampu memahami perkembangan dan karakter anak. Milikilah pandangan positif pada anak kita.

Jika Anda berniat untuk membentuk karakter anak yang baik, maka Anda bisa menemukan tipsnya di artikel 10 Cara Membentuk Karakter Anak secara tepat dan sederhana ini. Jika punya pengalaman lain mengenai permasalahan anak bandel, bisa ceritakan di kolom komentar, ya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *