bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / 5 Cara Sederhana Mengajarkan Bayi Ngedot yang Benar

5 Cara Sederhana Mengajarkan Bayi Ngedot yang Benar

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 2 April 2021

Menyusui bagi seorang ibu adalah sebuah momen penting yang menyenangkan. Selain dapat memberikan makanan terbaik bagi bayi kesayangannya, menyusui juga punya manfaat yang bagus bagi ibu yang menyusui, di antaranya adalah membantu meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan berat badan. Hayo siapa yang tidak tergiur?

Namun, banyak faktor yang menyebabkan ibu tidak bisa menyusui langsung bayinya sehingga bahkan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI karena ASI tidak keluar. Sebagai gantinya ASI diberikan dengan bantuan botol susu atau dot. Tetapi bayi tidak dapat menyusu dari botol langsung sebab ia perlu diajarkan agar terbiasa. Lalu, bagaimana caranya mengajarkan bayi ngedot? Intip info berikut ini yuk.

Penjelasan Mengenai Dot Bayi

Saat ini penggunaan botol susu atau dot masih jadi perdebatan. Banyak pihak yang menolak penggunaan dot karena kataya berakibat buruk bagi bayi. Tak sedikit orang yang setuju bahwa menyusui bayi dengan dot justru berdampak positif bagi bayi.

Meskipun begitu tidak bisa dipungkiri bahwa di dunia ini banyak orang tua yang menggunakan dot untuk menyusui bayinya. Menurut data dari The Bump.com menyebutkan bahwa kurang lebih 60% - 85% bayi menggunakan dot untuk menyusu.

Data tersebut menunjukan bahwa dot adalah item popular di kalangan para ibu untuk membantu bayi mendapat asupan nutrisi. Kehadirannya sangat membantu para ibu untuk dapat terus memberikan nutrisi terbaik bagi bayi saat ibu terpaksa harus terpisah dari bayinya.

Di tengah perdebatan mengenai penggunaan dot bagi bayi, laman Mayo Clinic memberikan informasi mengenai manfaat dan kekurangan penggunaan dot. Ini bisa menjadi sumber informasi agar kamu lebih memahami manfaat dan dampak buruk penggunaannya.

Manfaat Dot Bagi Bayi

Yuk pahami dulu manfaat penggunaan dot bagi bayi sebelum kamu memutuskan untuk memberi ASI melalui bantuan botol susu ini. ini penting sebab akan sangat berpengaruh pada proses pembiasaan si kecil minum susu dengan dot.

Selain itu, ini adalah pengetahuan dasar yang sangat berpengaruh pada keputusan untuk menggunakan dot sebagai alternatif menyusui langsung.

  • Mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

Sindrom ini merupakan sindrom yang banyak terjadi pada anak di bawah usia kurang dari satu tahun. Belum ada penjelasan yang lengkap mengenai penyebab sindrom ini. Namun, ada penjelasan dari Scientific American bahwa penggunaan dot saat tidur meminimlisasi kemungkinan tersedak hingga 90%.

Fakta ini didukung pula oleh keterangan dari jurnal yang bertajuk Do Pasicifer Reduce The Risk Of Sudden Infant Death Syndrome? A Meta-Analysis yang dipublikasikan pada jurnal resmi The American Academy of Pediatric.

Sindrom ini menjadi sindrom yang menakutkan bagi para ibu sebab ia kerap terjadi tanpa menimbulkan gejala terlebih dahulu. Dan lagi, sindrom ini terjadi ketika bayi sedang terlelap. Hal ini tentu membuat ibu terkejut dan bahkan menimbulkan trauma.

  • Membantu Menenangkan Bayi

Pasti kamu sering melihat bayi yang menangis tiba-tiba langsung tenang ketika diberikan dot. Nah itulah manfaat dari dot yang bisa kamu dapatkan. Pada dasarnya bayi senang menghisap. Dengan adanya dot kebiaasa bayi tersalurkan dan ia dapat menjadi lebih tenang ketika dot berada di mulutnya.

Hal tersebut menjadi trik andalan bagi para orang tua yang kesulitan dalam menenangkan bayi. Dengan dot di mulutnya pula bayi menjadi lebih cepat tertidur.

  • Mengurangi Rasa Sakit

Salah satu penyebab bayi menangis adalah karena ia merasakan sakit. Ketika menghisap dot rasa sakit yang bayi rasakan menjadi terdistraksi dan berkurang. Hal itu dapat terjadi sebab bayi fokus pada dot yang sedang dihisapnya sehingga rasa sakit di badan menjadi terabaikan.

Makanya tak heran kalau banyak dari kita yang berusaha meredakan tangis bayi kala ia merasakan sakit dengan dot. Sambil diayun-ayun, bayi dapat lebih tenang dan melupakan rasa sakitnya.

  • Lebih Mudah Dihentikan

Ada waktunya di mana bayi harus disapih atau berhenti menyusu. Lazimnya, bayi akan dibiasakan untuk berhenti menyusui di usia dua tahun. Jika bayi yang terbiasa menggunakan dot, para ibu akan lebih mudah menghentikan kebiasaan anaknya ngedot.

Berbeda jika bayi terbiasa menghisap jempol sebagai pengganti dot. Kebiasaan tersebut mungkin akan lebih sulit dihentikan karena jempol tidak mungkin terpisah sedangka dot bisa saja dijauhkan sehingga perlahan anak dapat terbiasa jauh dari dotnya.

Baca juga: Trik Untuk Membangunkan Bayi Yang Masih Terlelap

Trik Mengajarkan Bayi Ngedot

Nah, apakah mengajarkan bayi ngedot itu sulit? Tenang. Praktek mengajarkan bayi ngedot tidak sesulit teorinya kok. Setelah kamu memahami manfaat dari dot bagi si kecil sekarang kamu hanya harus memikirkan cara mengajarkan si kecil ngedot.

Pasalnya mengajari bayi butuh cara dan trik khusus agar bayi tidak kaget dan menolak ketika diberikan dot saat ia kelaparan atau merasa haus. Nah berikut ini adalah cara mudah mengajarkan si kecil ngedot. Yuk kita simak.

1. Pilih Botol Susu yang Beraliran dan Berukuran Tepat

Dulu, botol susu mempunyai bentuk serupa dan desainnya itu-itu saja. Sekarang kamu dapat melihat beragam bentuk ukuran serta desain ujung dot yang berbeda-beda. Bahkan sekarang sudah ada bentuk dot yang disesuaikan untuk bayi berkebutuhan khusus.

Dot bayi tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran berdasarkan usia bayi. Umumnya bayi membutuhkan dot yang sesuai dengan takarannya. Bayi baru lahir hanya butuh dot dengan takaran 60 ml. Sedangkan bayi yang berusia lebih 1 bulan membutuhkan dot yang berukuran lebih besar, yakni 120 ml atau 240 ml.

Ketika bayi sudah bertambah usia pilih bentuk botol dot yang ergonomis yang pas digenggam oleh bayi. Jadi, bayi tidak akan mengalami kesulitan ketika menggenggam botol dot. Terutama untuk bayi yang sudah menginjak usia lima bulan di mana ia sudah bisa menggenggam botol dotnya sendiri.

Perhatikan pula ventilator atau filter dotnya. Dot bayi mempunyai filter yang mengendalikan aliran susu di dalam botol. Dengan adanya fiter tersebut air susu di dalam botol tidak akan mengalir deras sehingga bayi tidak akan tersedak.

2. Gunakan Botol Dot Tipe Leher Lebar

Di Indonesia bentuk puting dot selalu menjadi pertimbangan sekaligus menjadi pilihan yang gampang-gampang susah. Para orang tua berpendapat bahwa puting dot yang mirip dengan puting ibu adalah yang terbaik bagi bayi.

Berbeda dengan di luar negeri. Menyusui bayi dengan menggunakan dot bukanlah perkara yang sulit dan terkesan ribet. Para orang tua di luar sana cenderung lebih bertujuan bagaimana si anak dapat minum susu dengan lancar saat ia terpisah dari ibunya.

Para DSA menyarankan untuk memberikan susu pada bayi dengan menggunakan sendok atau pipet. Namun, rupanya cara ini tidak berhasil di sebagian orang. Pasalnya ada bayi yang malah menangis dan tidak mau minum susu meskipun lapar sebab ia tidak merasa nyaman dengan disuapi seperti itu.

Lalu dot seperti apa sih yang nyaman bagi bayi? Sebetulnya tidak ada standar resmi yang menerangkan tipe dot seperti apa yang terbaik. Ini bergantung dari kenyamanan bayi sendiri. Namun, jika dilihat dari artikel-artikel daring, salah satu dot yang banyak digunakan oleh para ibu adalah dot tipe leher lebar.

Dot tipe leher lebar atau wide neck seperti itu memungkin bayi membuka mulutnya lebih lebar selain itu pula dot dengan bentuk seperti itu lebih mempermudah bayi dalam menghisap air susu dari dot karena bagian putingnya langsung mengeluarkan susu.

3. Mengoleskan ASI pada Ujung Dot

Sebelum kamu memberikan dot pada bayi, sebaiknya oleskan ASI pada ujung dotnya sedikit. Ini dilakukan untuk memberi rasa yang sama seprti ketika ia menghisap susu dari puting ibu. Denan begitu perlahan bayi akan terbiasa dengan tekstur dan rasa dot yang ia hisap.

Mengoleskan sedikit ASI pada ujung dot pula mampu membantu merangsang mulut bayi yang sering menghisap puting ibu. Untuk itu, lakukan hal tersebut untuk agar bayi bisa beradaptasi dengan dot.

4. Menyusui dengan Dot pada Posisi yang Sama

Beberapa posisi menyusui bayi mempengaruhi naluri bayi saat minum susu. Usahakan kamu memilih posisi yang sama ketika mereka mendapatkan susu. Jangan lupa pula untuk selalu menjaga posisi telinga, pinggul dan bahu bayi sehingga mereka lebih mudah menelan air susu yang mengalir.

Lakukan perlahan sampai bayi sampai bayi mau minum susu dengan menggunakan dot dan ia nyaman dengan posisi tersebut. Sebab jika bayi tidak nyaman dengan posisinya ia akan menangis dan terlihat gelisah.

5. Perhatikan Timing dan Mood Bayi

Ada kalanya bayi menolak untuk diberi ASI dengan botol dot. Biasa itu terjadi saat mood bayi sedang buruk. Nah, di saat seperti itu menyodorkan botol dot tentu tidak akan membuat bayi berhenti menangis. Jika dipakskan justru akan membuat bayi trauma dan tidak mau minum susu dari dot lagi.

Dalam proses membiasakan dan mengajarkan dan bayi menggunakan botol dot, sebaiknya perhatikan waktu dan suasana hati bayi. Hindari pula memberikan dot saat bayi sangat lapar. Sebalikna, berikan dot pada bayi disaat moodnya sedang ceria misalnya saja setelah bayi mandi.

Jangan isi botol dot terlalu penuh. Cukup 50-60 ml saja. Jika susu di botol masih tersisa sebaiknya buang saja. Nah ada yang lebih penting lagi dalam proses memberikan ASI pada bayi dengan menggunakan dot, yakni pujian. Kalau bayi mau menghabiskan botol susunya jangan lupa berikan pujian padanya.

Ini dilakukan agar ia paham bahwa ia telah melakukan hal yang baik. Sama seperti pada anak dan orang dewasa lainnya, kalau diapreasiasi atas usaha dan kerja yang telah dilakukan tentu ia akan merasa senang.

Nah, itu lah informasi mengenai cara mengajarkan bayi ngedot. Umumnya, mengajari bayi meminum susu dengan dot tidak langsung berhasil. Kamu harus lebih bersabar dan telaten serta konsisten dalam membimbing bayi selama proses pembiasaan. Pembiasaan yang rutin dan berkelanjutan akan membuat bayi terbiasa dan mau ngedot. Kamu tak perlu khawatir si kecil akan kelaparan saat berada jauh darinya.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram