Bacaterus / Beras / Cara Mencuci Beras dan Tips Memilih Beras yang Berkualitas

Cara Mencuci Beras dan Tips Memilih Beras yang Berkualitas

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Februari 2019

Masyarakat Indonesia sebagian besar pasti mengonsumsi nasi putih. Nasi putih berasal dari beras. Sebelum memasak beras di dalam dandang atau rice cooker kita perlu mencuci beras terlebih dahulu sampai benar-benar bersih. Namun, bagaimana sebenarnya cara mencuci beras yang baik dan benar? Benarkah beras dapat kehilangan gizinya jika dicuci dengan cara yang salah?

Dari pada terus bertanya-tanya mengenai cara yang tepat untuk mencuci beras agar gizi di dalamnya tidak hilang, langsung saja simak penjelasan singkat dari Bacaterus berikut ini. Penjelasan ini dapat menambah pengetahuan Anda seputar cara mencuci beras yang bersih dan benar-benar higienis.

Kandungan di dalam beras

Kandungan di dalam beras

Tahukah Anda bahwa beras mengandung bekatul meskipun jumlahnya tidak banyak? Bekatul berasal dari proses penyosohan beras atau gesekan antar beras saat diproses dan dikemas.

Ketika Anda mencuci beras dan mendapati airnya sangat keruh, hal tersebut disebabkan oleh bekatul. Maka dari itu keberadaan bekatul di beras memang tidak diinginkan dan cara manusia menghilangkan bekatul ini adalah dengan mencuci beras.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa bekatul sendiri adalah lapisan luar endosperm beras. Nah, lapisan luar ini dikenal sebagai aleuron yang memiliki kandungan lemak, protein, dan serat.

Jika dinilai dari segi kesehatan, bekatul ini baik untuk tubuh dan sejatinya beras bisa langsung dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu. Akan tetapi, tetap saja sebagian orang mencuci beras karena ingin menyantap nasi putih yang higienis dan bebas bakteri.

Tak hanya itu saja, beras juga mendung sejumlah Vitamin B1 di dalamnya. Nah, cara mencuci beras yang kurang tepat inilah yang nantinya akan membuat kandungan Vitamin B1 dalam beras lama kelamaan akan habis.

Sebelum dicuci beras mengandung 0,2850 miligram. Setelah dicuci kandungan Vitamin B1 jadi berkurang menjadi 0,2475 miligram. Jika Anda melakukan 2 kali pencucian terhadap beras, maka sisa Vitamin B1 di dalamnya hanya menjadi 0,1560 miligram.

Cara mencuci beras yang benar

Cara mencuci beras yang benar

Agar gizi dan vitamin yang terdapat di dalam tidak hilang, apakah kita tidak diperkenankan untuk mencuci beras? Mencuci beras tetap diharuskan untuk menghilangkan debu dan kuman yang terdapat di dalam beras. Namun, sebagian orang mencuci beras sampai airnya benar-benar jernih. Padahal semakin sering kita mencuci beras, kandungan vitamin dan nutrisi yang melekat pada beras juga akan menghilang.

Sebagai panduan bagi Anda yang sedang mencari cara mencuci beras yang baik dan benar, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Tempat beras di dalam suatu wadah untuk mencuci. Hindari penggunaan panci magic com atau rice cooker agar lapisan anti lengket pada panci tidak tergores saat mencuci beras
  2. Isi wadah dengan air bersih, lalu aduk sebentar dengan tangan Anda
  3. Buanglah air cucian pertama, kemudian isi kembali wadah dengan air bersih dan aduk kembali dengan tangan
  4. Setelah itu, buang air cucian kedua dan selesai

Mencuci beras tidak perlu berkali-kali agar kandungan gizinya tidak hilang karena saat proses pencucian yang dilakukan terus menerus. Selain itu, gunakan air mineral untuk menanak nasi agar lebih bersih dan higienis. Anda juga bisa menambahkan daun pandan pada beras yang akan dimasak agar aromanya harum.

Cara menghilangkan kutu beras saat mencuci

Cara menghilangkan kutu beras saat mencuci

* sumber: www.abuazmashare.id

Ada beragam cara menghilangkan kutu beras yang benar. Namun, apabila di dalam beras yang akan dicuci terdapat sejumlah kutu beras, apa yang harus Anda lakukan untuk menghilangkan kutu tersebut secepatnya?

Tidak perlu panik ketika ada kutu yang berkeliaran pada beras Anda, ikuti beberapa langkah berikut ini untuk menghilangkan kutu saat hendak mencuci beras:

  • Jemur beras yang berkutu di bawah sinar matahari selama beberapa saat. Kutu beras akan segera pergi jika terkena panas sinar matahari
  • Pada proses pencucian beras, kutu akan hilang dengan sendirinya bersama dengan air cucian yang dibuang. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot memunguti kutu beras satu persatu
  • Jika dalam 2 kali pencucian kutu tidak hilang, silakan cuci kembali beras Anda sampai kutu benar-benar hilang

Cara mencuci beras yang benar memang hanya perlu dilakukan 2 kali. Akan tetapi, Anda bisa mencuci beras lebih dari 2 kali agar kutunya hilang dan Anda pun bisa segera menanak nasi.

Tips memilih beras berkualitas

Selain memberikan panduan cara mencuci beras yang benar, Bacaterus juga akan memberikan tips untuk memilih beras yang berkualitas. Jangan tergiur dengan iming-iming beras putih yang harganya murah karena saat ini sedang marak sekali beras yang menggunakan pemutih. Tak perlu berlama-lama lagi, berikut adalah tips memilih beras berkualitas agar aman dan nikmat saat dikonsumsi:

  • Perhatikan tampilan beras

Perhatikan tampilan beras

Sebelum membeli beras, jangan segan untuk meminta contoh beras yang akan dibeli. Nah, Anda harus memperhatikan tampilan beras tersebut. Beras yang bagus sejatinya tidak terlalu putih, Anda harus curiga jika menemukan beras yang nampak putih susu sehingga terlihat seperti beras ketan karena bisa jadi beras itu diberi pemutih. Selain itu, pilih beras yang bebas kerikil, kutu, dan kotoran.

  • Hati-hati dengan beras yang terlalu murah

Hati-hati dengan beras yang terlalu murah

Kami mengerti bahwa Anda ingin berhemat dengan membeli beras yang murah. Namun, perlu Anda ketahui bahwa beras terbaik tidak dijual dengan harga yang terlalu murah atau jauh di bawah pasaran.

Jika Anda menemukan beras dengan tampilan bagus tapi harganya murah meriah, Anda patut curiga bilamana beras itu mengandung pemutih atau diberi campuran tertentu. Belilah beras dengan harga yang standar dan jangan mudah tertarik dengan promosi beras yang harganya sangat murah.

  • Cermati tekstur beras

Cermati tekstur beras

Sebelum membeli beras, Anda perlu mencermati tekstur beras contoh. Apabila banyak beras yang tampak patah, sebaiknya pilih beras lainnya yang teksturnya utuh. Selain itu, beras yang bagus tidak mudah patah jika ditekan dengan kuku. Sebaliknya, beras berkualitas rendah sangat rapuh dan mudah patah bila ditekan dengan kuku.

  • Cium aroma beras

Cium aroma beras

Beras yang berbau apek menunjukkan bahwa beras itu sudah terlalu lama disimpan dan tidak kunjung laku dijual. Sementara itu, beras yang aromanya terlalu harum juga mencurigakan karena aroma itu bisa berasal dari pemutih atau pengharum yang ditambahkan. Beras berkualitas memiliki aroma yang sangat khas dan bisa langsung Anda rasakan ketika dihirup dalam-dalam.

  • Remas beras

Remas beras

Terakhir, cobalah menggenggam dan meremas beras. Jika setelah kepalan tangan terbuka dan banyak beras yang menempel di telapak tangan, bisa jadi beras itu mengandung pelicin. Namun, jika hanya beberapa butir beras yang menempel di tangan itu artinya berasnya aman tanpa pelicin.

Dengan cara mencuci beras yang benar dan tips untuk memilih beras berkualitas ini, Anda bisa mendapatkan beras terbaik dan mengolahnya dengan sempurna untuk disajikan kepada keluarga. Jika Anda ingin tahu manfaat lain dari air beras, silakan klik artikel ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar