Bacaterus / Bantal / Cara Mencuci Bantal Kapuk Sendiri dan Tips Perawatannya

Cara Mencuci Bantal Kapuk Sendiri dan Tips Perawatannya

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Zaman sekarang, bantal kapuk memang tidak terlalu sering digunakan. Pasalnya, tekstur bantal kapuk ini cenderung keras dan kurang nyaman. Masyarakat lebih memilih memakai bantal dacron atau bantal yang terbuat dari bulu angsa. Namun, kalau sampai saat ini Anda masih setia menggunakan bantal kapuk, Anda harus tetap menjaga kebersihannya agar tidak menjadi sarang tungau, debu, dan jamur.

Pada kesempatan kali ini, Bacaterus akan berbagai cara mencuci bantal kapuk sendiri dan tips perawatannya agar bantal tetap nyaman dipakai. Tak perlu repot-repot membawa bantal kapuk ke binatu, yuk, jaga kebersihannya dengan cara berikut ini.

Cara Mencuci Bantal Kapuk dengan Mengeluarkan Isinya

Cara Mencuci Bantal Kapuk dengan Mengeluarkan Isinya

Kapuk diperoleh dari buah randu yang diolah menjadi serat yang dipakai untuk bantal atau matras. Untuk menjaga agar bantal kapuk tetap empuk dan nyaman, Anda harus mengganti kapuknya setiap beberapa tahun sekali. Tentu saja jika dihitung-hitung biayanya cenderung lebih mahal ketimbang Anda memakai bantal dacron yang lebih awet dibanding bantal kapuk.

Sejatinya, kapuk adalah bahan yang mudah menggumpal dan berjamur. Namun, Anda tetap bisa membuat bantal kapuk jadi bersih dan nyaman ketika dipakai. Berikut adalah cara mencuci bantal kapuk dengan mengeluarkan isinya terlebih dahulu:

  • Buka jahitan bantal kapul dan keluarkan kapuk-kapuknya terlebih dulu. Dalam membuka jahitan, sebaiknya hati-hati karena Anda akan menggunakan sarung bantal itu lagi.
  • Letakkan kapuk di tempat yang kering. Bila perlu jemur kapuk di bawah sinar matahari untuk menghilangkan debu dan kotoran yang melekat pada kapuk.
  • Balik sarung bantal (bagian dalamnya berada di depan), lalu rendam di dalam larutan air dan deterjen selama 15 menit.
  • Lanjutkan ke proses mencuci dengan menggunakan deterjen. Untuk mencuci sarung bantal ini Anda bebas mencuci secara manual atau menggunakan mesin cuci.
  • Sebelum menjemur sarung bantal di bawah sinar matahari, angkat jemuran kapuk Anda agar tidak terlalu berdebu. Setelah itu, jemur sarung bantalnya sampai benar-benar kering.
  • Setelah sarung bantalnya kering, masukkan kapuknya kembali ke dalam sarung bantal dan jahit sarung bantalnya agar kapuk tidak mencuat keluar.

Agar Anda tidak perlu repot jahit menjahit, gunakan sarung bantal yang dilengkapi dengan risleting. Dengan begitu, proses mengeluarkan kapuk tidak perlu membuka jahitan dan setelah memasukkan kapuk pun Anda tidak perlu repot menjahitnya lagi.

Cara Mencuci Bantal Kapuk Tanpa Mengeluarkan Isinya

Cara Mencuci Bantal Kapuk Tanpa Mengeluarkan Isinya

Kalau Anda tak ingin repot mengeluarkan dan memasukkan isi bantal kapuk, Anda bisa menggunakan cara mencuci bantal kapuk tanpa mengeluarkan isinya. Hanya saja perlu Anda ketahui bahwa cara ini rentan menimbulkan jamur di dalam kapuk. Namun, Anda bisa meminimalisir risiko jamur pada kapuk dengan cara mencuci yang tepat seperti berikut ini:

  • Siapkan spons lembut (boleh spons cuci piring), 2 lembar kanebo, kain kering, dan air hangat yang sudah dicampur dengan deterjen cair ringan.
  • Celupkan spons ke dalam larutan deterjen, lalu peras sampai airnya berkurang. Gosokkan spons ke permukaan sarung bantal untuk menghilangkan debu dan nodanya.
  • Bilas sisa-sisa deterjen dengan menggunakan salah satu kanebo basah.
  • Keringkan sisa airnya dengan kanebo kering.
  • Jemur bantal di bawah sinar matahari selama 1-2 hari sampai bagian dalamnya benar-benar kering. Kapuk yang masih basah dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur di dalamnya. Jadi, jemur saja di bawah sinar matahari selama beberapa hari untuk memastikan bagian dalamnya juga kering.

Tips mencuci bantal kapuk tanpa mengeluarkan isinya ini tidak terlalu kami rekomendasikan. Pasalnya, kapuk adalah media yang sebenarnya tidak dapat terkena air. Selain menimbulkan jamur, kapuk yang basah dapat memancing tungau untuk bersarang di dalamnya.

Tips Merawat Bantal Kapuk

Selain cara mencuci bantal kapuk, Bacaterus juga akan berbagi mengenai tips merawat bantal kapuk yang benar. Mengingat bantal kapuk termasuk barang jadul, maka perawatannya pun tidak bisa sembarangan. Yuk, simak tips merawat bantal kapuk yang benar agar tetap nyaman dipakai:

  • Jemur 1-2 Kali dalam Sebulan

Jemur 1-2 Kali dalam Sebulan

Untuk membuat bantal kapuk tetap terasa nyaman dan padat, jemur bantal kapuk sebanyak 1-2 kali dalam sebulan. Tak perlu mengeluarkan kapuk dari sarung bantalnya, jemur saja dalam bentuk bantal. Pun begitu dengan guling kapuk, jemurlah secara rutin agar kepadatannya tetap terjaga dan bebas dari tungau.

  • Hindari Mencuci Basah

Hindari Mencuci Basah

Meskipun di atas Bacaterus sudah memberikan tips mencuci bantal kapuk tanpa mengeluarkan isinya, tetapi kami lebih merekomendasikan tips mencuci bantal kapuk dengan mengeluarkan isinya terlebih dahulu.

Jika tidak terpaksa, Anda harus mengeluarkan kapuknya terlebih dahulu dan hanya mencuci bantalnya saja. Kapuk adalah benda yang susah kering sehingga membutuhkan waktu berhari-hari untuk membuat kapuk benar-benar kering sempurna.

  • Ganti Kapuk Secara Berkala

Ganti Kapuk Secara Berkala

Salah satu kekurangan ketika Anda memilih bantal kapuk untuk dipakai sehari-hari adalah Anda harus rajin mengganti kapuknya secara berkala. Pada mulanya, kapuk baru berwarna putih dan bersih. Namun, setelah dimasukkan ke dalam bantal selama bertahun-tahun, warnanya jadi kuning dan kusam.

Kapuk yang sudah terlalu lama juga akan mengempis dengan sendirinya sehingga tidak lagi memberikan rasa empuk pada penggunanya. Oleh karena itu, pengguna bantal, guling, dan kasur kapuk wajib mengganti kapuk lamanya dengan yang baru secara teratur.

Kekurangan Memakai Bantal Kapuk

Bantal Kapuk

Masih menggunakan bantal kapuk untuk tidur setiap hari? Cobalah pertimbangkan untuk memakai bantal dacron, bantal latex, atau bantal bulu angsa. Pasalnya, kapuk adalah jenis bantal yang sudah ketinggalan zaman. Tak hanya itu saja, kapuk adalah tempat yang paling rentan disambangi tungau.

Bagi Anda yang memiliki alergi atau asma, sangat tidak disarankan untuk memakai bantal kapuk karena lebih mudah berdebu. Lebih baik ganti bantal Anda dengan bantal yang tidak mudah berdebu dan kecil risikonya disambangi oleh tungau, seperti bantal latex.

Nah, itulah cara mencuci bantal kapuk beserta tips perawatannya yang benar. Kami menghimbau untuk mengganti bantal kapuk Anda dengan jenis bantal lainnya agar lebih aman bagi kesehatan dan lebih mudah perawatannya. Baca artikel cara mencuci bantal dacron jika Anda menggunakan bantal berisi dacron.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *