Bacaterus / Lifestyle / Cara Memotivasi Diri agar Menjalani Hidup Lebih Semangat

Cara Memotivasi Diri agar Menjalani Hidup Lebih Semangat

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 November 2018

Ibarat mobil, motivasi adalah bensinnya. Kita butuh itu supaya bisa bergerak sampai ke tujuan yang kita rencanakan. Biasanya, kita mendapat motivasi dari orang-orang terdekat, bisa juga dari idola atau sosok yang kita kagumi. Sebenarnya, kita juga bisa memotivasi diri sendiri.

Penting bagi kita untuk bisa memotivasi diri sendiri. Nggak selamanya kita mendapatkan itu dari luar. Lagipula, kita nggak bisa terus-terusan berharap kepada orang lain, apalagi motivasi adalah bahan bakar kita dalam perjalanan untuk sampai ke tujuan.

Mungkin terdengar sulit, tetapi sebenarnya nggak sesulit itu. Memang memotivasi diri sendiri terkesan agak kurang umum karena kita terlalu terbiasa mendapatkan itu dari luar, entah itu kita yang mencari, diberi, atau datang dengan sendirinya. Sekarang, waktunya kita bersama-sama belajar untuk memotivasi diri sendiri.

Cara Memotivasi Diri Sendiri

1. Melihat ke Dalam

Melihat ke Dalam

* sumber: unsplash.com

Selama ini, kita lebih sering melihat ke luar, itulah yang menyebabkan kita kurang menghargai diri sendiri. Karena ketika kita melihat ke luar, kita menemukan banyak orang yang lebih dan lebih dan itu membuat diri kita terlihat kecil dan nyaris nggak ada apa-apanya.

Coba luangkan waktu untuk sediri supaya kita bisa melihat ke dalam diri sendiri lebih jelas. Di sana cuma ada kita dan hal-hal yang kita punya saat ini. Melihat ke dalam berarti mengenal betul apa saja hal-hal yang sudah dan belum ada.

Di sana kita bisa mulai menilai seperti apa sebenarnya kita saat ini. Itu cara untuk memisahkan diri dari orang lain. Setelah itu, kita juga bisa memisahkan mana yang kita mau dengan mana yang kita butuh.

Seringkali, kita termotivasi oleh orang lain padahal bukan itu sebenarnya yang kita butuhkan. Akhirnya, kita berubah menjadi sosok orang lain yang jauh dari diri kita yang sebenarnya. Melihat kesuksesan orang lain, lalu berusaha menjadi orang itu karena ingin merasakan kesuksesan yang seperti itu.

Jalan kesuksesan itu berbeda bagi masing-masing orang. Makanya, penting untuk melihat ke dalam diri sendiri. Memisahkan mana yang memang bagian dari diri kita mana yang bukan. Lebih baik lagi, coba ambil selembar kertas lalu tuliskan hal-hal tentang diri kamu. Mana yang kamu mau, mana yang kamu butuh. Mana yang menjadi hak, mana yang menjadi kewajiban. Mana yang sudah dilakukan, mana yang harus dilakukan.

Membuat catatan seperti itu sangat membantu. Sebelum diingatkan oleh orang lain, kita bisa diingatkan oleh lembaran kertas itu. Apa yang telah tertulis di sana bisa menjadi titik awal untuk kamu memotivasi diri sendiri.

2. Membuat Target yang Masuk Akal

* sumber: unsplash.com

Berangkat dari catatan yang sudah kamu buat sebelumnya, sekarang kamu bisa membuat satu catatan baru. Buat target-target yang masuk akal dalam catatan itu. Masuk akal? Maksudnya? Kan kita harus bermimpi setinggi-tingginya? Ya, memang tetapi tetap harus berpegang pada logika.

Kalau kamu ada di Jakarta dan ingin ke Bandung, tentu kamu harus tahun jalan-jalan yang kamu lewati. Kalau kamu langsung pergi begitu saja tanpa tahu jalan, kamu akan tersesat berkali-kali dan mungkin nggak akan sampai.

Target-target yang kamu tuliskan itu ibarat jalan-jalan yang bisa kamu lewati sehingga kamu bisa sampai ke tujuan yang kamu rencanakan. Cukup target-target singkat yang bisa kamu lakukan dalam waktu dekat. Langkah-langkah kecil yang nanti membawa kamu sampai ke mimpi besarmu itu.

Setiap kamu berhasil mencapai target itu, coretlah. Pelan-pelan, itu akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Kamu pasti candu dengan rasa bahagia waktu mencoret sebuah target karena berhasil melakukannya.

Setelah coretan itu semakin banyak, secara nggak sadar kamu akan menjadi pribadi yang semakin kuat. Kamu mungkin akan berpikir ribuan kali untuk menyerah karena merasa sayang atas semua pencapaian-pencapaian kamu.

Jangan lupa, sering-sering baca kembali hal-hal yang sudah kamu tuliskan tentang diri kamu, tentang target-target kamu. Kalau bisa, pajang kertas-kertas itu di tempat yang mudah terlihat, seperti di tembok kamar, di mana waktu bangun tidur kertas itulah yang pertama kali kamu lihat. Begitu juga waktu kamu mau tidur, kamu akan menatap kertas-kertas itu sebelum terlelap.

Jangan mempersulit diri dengan menuliskan target yang besar, pelan-pelan saja. Jangan sampai harapan berubah menjadi beban karena terlalu jauh dari kenyataan. Kalau masih bingung harus menuliskan apa, mari kita buat skenario.

Misalnya, kamu seorang pengusaha yang baru memulai perjalanan. Kamu bisa memasang target yang sederhana, seperti menjual satu produk setiap hari. Tuliskan juga cara-cara yang sekiranya bisa kamu lakukan supaya produk itu bisa terjual.

Mulai dengan cara yang paling mudah, yakni menawarkan produk kepada teman sendiri, membuat materi promosi di akun media sosial, atau berkeliling menjajakan produkmu, berusaha mencari pasar dengan turun ke jalan. Tentu saja semakin lama, semakin canggih pula cara yang kamu tempuh. Sebab, kamu sudah punya cukup modal pengalaman untuk itu.

Kalau kamu ingat untuk mencatat, catatan itu akan mengingatkan kamu. Langkah-langkah kecil yang kamu mulai itu, pelan-pelan akan membawa kamu sampai ke tujuan. Maka abadikanlah pahit manisnya. Nanti, catatan itu pula yang akan memotivasi diri sendiri.

3. Fokus pada Proses

* sumber: unsplash.com

Alasannya sederhana, karena hasil bukan kita yang menentukan. Ingatkan itu berkali-kali kepada diri sendiri. Hal terbaik yang bisa kita kendalikan adalah proses, maka fokuslah kepada prosesnya.

Kadang-kadang, kamu kecewa karena hasilnya nggak sebaik yang kamu harapkan. Padahal kamu sudah melakukan semua yang terbaik yang kamu bisa. Jangan menghakimi diri sendiri karena itu dan jangan juga merasa kecil karena itu. Nggak seharusnya kamu kecewa karena hasil yang kurang baik padahal kamu sudah melakukan yang terbaik.

Fokus pada proses akan memotivasi diri sendiri, ketika hasil yang didapat nggak sebaik yang diharapkan, kamu masih layak berbangga karena kamu mau berproses sebaik-baiknya, jangan hapus semua itu dengan rasa kecewa karena hasil yang jauh dari rencana.

Skenarionya, kamu boleh bermimpi punya omzet milyaran dalam sebulan, tetapi tetaplah fokus kepada proses. Jangan angka-angka itu yang menjadi fokusmu, tetapi prosesnya. Kamu akan bangun lebih pagi dan pulang lebih larut. Kamu akan belajar lebih banyak, dan mencoba lebih gigih. Tuliskan proses-proses itu.

Pada akhirnya, proses-proses itu pula yang akan memotivasi diri sendiri. Lihat betapa gigihnya kamu mencoba lagi meskipun gagal berkali-kali. Betapa kerasnya kamu berusaha sampai lelah nggak bikin kamu berhenti.

Kamu boleh berbangga diri karena itu, memotivasi diri sendiri dengan itu. Dan yang terakhir, gabungan dari hal-hal yang tertulis. Jangan membandingkan diri dengan orang lain, tetapi bandingkanlah hari ini dengan kemarin. Di luar sana, akan selalu ada orang yang membuat kamu terlihat kecil, tetapi kamu nggak seharusnya merasa kecil karena itu. Makanya, penting untuk memotivasi diri sendiri dan berhenti membandingkan diri.

Mungkin kamu belum punya mobil seperti orang lain, tetapi hari ini kamu sudah mampu beli nasi padang lengkap dua bungkus sementara kemarin cuma bisa beli soto yang kuahnya dibanyakin.

Kalau sudah dibaca, jangan lupa dicoba. Akan sia-sia kalau kamu cuma membaca tapi nggak mencoba. Atau kamu mau menambahkan caramu sendiri? Kolom komentar terbuka untuk kamu. Siapa tahu ada orang lain merasa terbantu karena itu. Berbagi hal-hal baik berarti membuat kebaikan mengalir tanpa pernah berhenti. Tapi, kalau kamu merasa belum termotivasi dan beum merasa bahagia, coba baca 6 Cara Menghibur Diri agar hidupmu lebih menyenangkan.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

I’m not a good writer, I just trying so hard to be.

Leave A Comment