Bacaterus / Peralatan Bayi / Moms & Dads, Inilah Cara Memilih Stroller Bayi yang Paling Tepat

Moms & Dads, Inilah Cara Memilih Stroller Bayi yang Paling Tepat

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 Mei 2019

Memutuskan untuk mendapatkan kereta bayi (stroller) yang sangat sesuai keinginan memang sulit. Apalagi kalau Anda masih membayang-bayang sekiranya apa, sih, kriteria stroller yang bagus itu?

Memang tidak mudah memilih stroller. Kalau salah beli kita juga tidak bisa main jual dan beli lagi yang baru karena harganya cukup mahal. Tapi, dengan membaca cara memilih stroller bayi dari Bacaterus ini, diharapkan Anda merasa terbantu untuk menentukan stroller yang paling tepat buat bayi dan keluarga Anda. Sebelum itu, mari ketahui dulu tipe-tipe stroller di artikel 10 Tipe Stroller ini.

Memilih Stroller Bayi yang Tepat

Sekarang kami anggap Anda sudah mengetahui jenis-jenis stroller yang tersedia di pasaran. Lalu, apakah yang perlu dipertimbangkan ketika membeli stroller?

1. Budget

Uang

* sumber: medan.tribunnews.com

Budget merupakan hal yang harus dipikirkan paling awal. Berapakah anggaran Anda untuk stroller bayi? Orang yang tidak punya ancang-ancang akan kaget ketika pergi ke toko dan melihat price tag stroller yang harganya ternyata jauh dari perkiraan. Rata-rata stroller murah berkisar Rp 300 – 800 ribuan. Stroller menengah sekitar Rp 900 ribu – 2 juta. Dan stroller high end ada yang mencapai 15 juta rupiah bahkan lebih.

Tentu ada harga ada kualitas. Stroller murah biasanya sangat ringkih dan desainnya kurang menarik. Untuk stroller menengah sudah cukup kokoh dan Instagramable. Sedangkan stroller mahal sudah pasti bahannya bagus dan modelnya juga enak dilihat. Tapi, jangan memaksakan diri harus beli stroller yang mahal kalau anggaran Anda tidak sampai ke sana. Jangan merasa malu karena hanya bisa membeli stroller murah. Ingatlah, yang penting itu fungsinya, bukan harganya.

2. Seberapa Banyak Anggota Keluarga

Seberapa Banyak Anggota Keluarga

Seberapa besar keluarga Anda? Jika Anda memiliki satu anak saja, atau ada anak yang lebih besar dan usianya terpaut cukup jauh dengan sang adik, maka single stroller cukup. Tapi, jika Anda berencana untuk menambah anak lagi dalam waktu dekat, setidaknya tiga tahun, maka pertimbangkanlah untuk membeli double/triple stroller yang bisa lepas pasang supaya bisa dipakai satuan juga.

3. Sesuaikan dengan Gaya Hidup

Sesuaikan dengan Gaya Hidup

Kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua adalah tidak membawa lifestyle mereka dalam memilih stroller. Padahal stroller itu dipakai sehari-hari di kehidupan kita, bukan? Disamping kenyamanan dan keamanan bayi, aspek yang penting dalam memilih stroller adalah apakah kereta dorong tersebut cocok dengan gaya hidup Anda.

Jika Anda seorang yang sering bepergian, baik di dalam kota (seperti bekerja, hangout) dan keluar kota (traveling), maka lightweight stroller merupakan pilihan yang paling tepat. Jika Anda tinggal di pinggiran kota, kereta dorong serba guna cocok untuk Anda. Jika Anda hobi jogging, ya jogging stroller yang Anda pilih.

Fitur Stroller yang Harus Diperhatikan

Tadi kita sudah membahas jenis stroller. Tapi, ada yang perlu Anda pikirkan lagi selain itu, yaitu fitur yang ditawarkan. Soalnya, jenis stroller yang sama pun bisa menawarkan fitur yang begitu bervariasi. Makanya wajar jika Anda merasa pusing saat memilih stroller.

1. Cocok untuk New Born

Cocok untuk New Born

Ketika membeli stroller, banyak orang cenderung ingin yang long-wearing alias bisa dipakai sampai bayi besar. Tapi, perlu dipertimbangkan lagi, apakah stroller tersebut cocok untuk bayi yang baru lahir? Percaya atau tidak, banyak stroller yang tidak kompatibel untuk newborn. Mereka tidak memberikan pendukung yang cukup, seperti penahan leher dan penahan badan agar tidak merosot.

Stroller yang bisa dipakai untuk bayi segala usia termasuk newborn (0 – 6 bulan) adalah yang kursinya bisa dibuat flat. Tujuan kursi yang flat adalah supaya bayi bisa tidur dengan nyaman, karena bayi baru lahir belum bisa duduk. Lalu, pertimbangkan untuk membeli stroller yang sudah ada infant car seat-nya juga.

2. Adjustable Seat

Adjustable Seat

Adjustable seat merupakan fitur yang harus dipikirkan juga. Kursi stroller pada umumnya memiliki tiga level, yaitu flat untuk newborn, duduk miring untuk bayi yang mulai belajar duduk, dan duduk sempurna untuk balita dan bayi yang sudah bisa duduk tegak.

Ada dua cara untuk menyesuaikan kursi stroller, yaitu dengan tali yang ditarik dan tuas. Untuk yang menggunakan tali tarik agak lebih fleksibel, karena Anda bisa menyesuaikan kerendahan kursinya mau seperti apa. Kalau yang pakai tuas sudah ditentukan setiap level duduknya, sehingga agak kurang praktis.

3. Usia Anak

Usia Anak

Masih berhubungan dengan penjelasan di atas, masukkan usia anak dalam pertimbangan ketika membeli stroller. Untuk bayi baru lahir sudah dibahas di atas, ya. Nah, untuk bayi di atas 6 bulan – 1 tahun kan sudah bisa duduk, jadi Anda bisa saja langsung membeli stroller yang modelnya duduk saja.

Lalu, untuk balita yang sudah bisa berjalan biasanya tidak akan betah berada di dalam stroller yang besar (seperti all-purpose stroller), sehingga Anda bisa mempertimbangkan membeli stroller yang lebih terbuka (toddler stroller atau bike stroller).

4. Seat Belt

Seat Belt

Setiap stroller pasti dilengkapi dengan sabuk pengaman. Lalu, apa yang perlu diperhatikan? Jadi, ada dua macam seat belt stroller, yaitu three point seat belt dan five point seat belt. Untuk yang three, berarti tali seat belt-nya ada tiga utas saja. Three point seat belt mirip dengan yang five point, hanya saja bagian tali yang atas dan samping kanan – kirinya sudah menyatu.

Sedangkan five point seat belt terpisah-pisah sehingga Anda perlu “merangkai”-nya dulu dari tali yang atas disatukan dengan tali yang kanan – kiri baru di-klik ke pengunci seat belt. Semua kembali lagi pada pilihan masing-masing mau stroller dengan bentuk seat belt seperti apa, karena keduanya sama-sama sudah memenuhi standar keamanan.

5. Kanopi

Kanopi

Sun canopy alias kanopi yang lebih besar memberikan lebih banyak naungan dan privasi untuk si kecil. Kanopi yang besar juga mampu melindungi bayi dari panas dan angin dengan lebih baik. Banyak kanopi, terutama yang ukurannya besar, memiliki jendela intip untuk memeriksa anak Anda tanpa mengganggunya. Jendela intip ini dobel fungsi juga sebagai ventilasi udara tambahan.

Sun shade atau kanopi pada dasarnya dibuat dari bahan yang tipis dan meral. Biasanya kanopi bisa dibuka dan ditutup dalam beberapa level, yaitu dibuka sepenuhnya, dibuka separuh, ditutup sepenuhnya, dan bisa dilepas juga kalau Anda sedang jalan-jalan indoor seperti di dalam mall.

6. Bentuk & Jumlah Roda

Bentuk & Jumlah Roda

Selanjutnya yang perlu Anda masukkan ke dalam pertimbangan adalah jumlah dan bentuk roda. Semua stroller memiliki jumlah roda yang sama, kalau tidak tiga ya empat. Stroller yang paling banyak dijumpai adalah yang beroda empat. Stroller beroda tiga memiliki fungsi lain yaitu sebagai jogging stroller, walaupun tetap bisa digunakan juga sebagai stroller jalan-jalan biasa.

Untuk ukuran roda, ada yang semuanya sama satu ukuran, namun ada juga yang roda belakangnya lebih besar atau bahkan semuanya terdiri dari roda yang besar. Bentuk roda yang berbeda-beda ini dibuat karena ingin menyesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal setiap orang.

Jika Anda menggunakan stroller hanya untuk jalan-jalan di mall atau di komplek yang jalannya rata, roda yang ukurannya kecil semua tidak masalah. Tapi, jika Anda sering pergi ke jalan yang terjal, seperti trotoar, jalan bersalju, dan sebagainya sebaiknya pilih stroler dengan roda besar.

7. Keranjang

Keranjang

Stroller basket atau keranjang stroller wajib ada. Jarang sekali stroller yang tidak dilengkapi dengan keranjang, kecuali stroller balita yang bentuknya seperti sepeda roda tiga. Keranjang ini selalu terletak di bawah kursi bayi. Rata-rata keranjang mampu menampung beban hingga 4.5 kg, tapi mungkin akan bervariatif untuk setiap brand dan tipe.

Jika Anda berencana membawa banyak barang di keranjang, pilihlah keranjang yang lebar seperti gambar di atas. Karena ada keranjang yang ukurannya lebih kecil dan memiliki lubang yang cukup kecil untuk memasukkan dan mengeluarkan barang. Sehingga barang yang Anda simpan harus dikerucutkan atau dilipat saat disimpan atau diambil, menyusahkan.

8. Sistem Lipat Praktis

Sistem Lipat Praktis

Orang jarang memikirkan fitur yang satu ini karena dianggap tidak penting. Toh semua stroller pasti bisa dilipat, begitulah kira-kira pikiran banyak orang. Padahal, sistem melipat praktis (one-handed fold) sangat penting, apalagi buat perempuan yang cenderung tidak sekuat pria. Dengan one-handed fold system, Anda bisa melipat stroller dengan satu tangan saja. Hal ini sangat membantu ketika Anda sedang menggendong anak atau membawa barang bawaan.

Jika stroller tidak memiliki sistem ini, maka Anda harus menggunakan kedua tangan Anda, yang tidak mungkin dilakukan jika Anda sambil menggendong bayi. Stroller yang dilipat dengan dua tangan juga ada yang agak sulit ketika dilipat, biasanya kalau yang kerangkanya terbuat dari besi. Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk menekan dan mendorong stroller agar terlipat sempurna. Kalau mau yang lebih praktis lagi, pilih stroller yang bisa self standing, yaitu langsung bisa berdiri sendiri ketika dibuka.

9. Reversible Seat

Reversible Seat

Reversible seat adalah fitur pada stroller yang bisa Anda pertimbangkan juga. Kadang ada masanya bayi rewel jika tidak melihat orang tuanya. Atau orang tua agak khawatir karena tidak bisa mengecek bayinya jika menghadap depan, sehingga ingin bayinya menghadap mereka.

Nah, fitur ini hanya bisa Anda rasakan jika stroller memiliki sistem reversible seat alias kursi yang bisa diputar. Walaupun namanya reversible seat, bukan berarti kursinya bisa diputar-putar seperti kursi kerja, ya. Paling kursinya bisa diangkat lalu diposisikan ke arah Anda. Atau si handle bar yang biasanya ada di belakang bisa ditarik ke arah Anda, jadi otomatis si bayi menghadap ke Anda nantinya.

10. Adjustable Handle Bar

Adjustable Handle Bar

Selain kursi yang bisa hadap depan, handle bar juga biasanya bisa diatur posisinya, yaitu ke arah atas, lurus, atau bawah. Hal ini berguna untuk membuat orang tua dengan berbagai tinggi badan merasa nyaman.

11. Pegangan Bayi

Pegangan Bayi

Biasanya setiap stroller sudah dilengkapi dengan pegangan bayi seperti ini. Fungsinya adalah tentu untuk tangan bayi agar dapat memegang sesuatu ketika mereka duduk. Pegangan ini juga bisa menjadi tempat mainan, gantungan, atau teether supaya bayi tidak bosan ketika di dalam stroller.

12. Masuk Bagasi

Masuk Bagasi

Untuk Anda yang bepergian menggunakan mobil, maka sebaiknya pakai stroller yang muat di bagasi mobil masing-masing. Perhitungkan juga jumlah keluarga yang seharusnya muat di dalam mobil. Kalau mobil Anda 7 seated tapi jumlah keluarga Anda lebih dari 5 tetap saja Anda tidak bisa membawa stroller, kecuali jika strollernya sangat ramping atau jika Anda punya trunk tambahan untuk membawa barang-barang.

13. Mudah Dicuci

Mudah Dicuci

Bahan stroller sebaiknya dibuat dari material yang mudah dicuci. Namanya juga bayi, apalagi kalau sudah bisa makan dan minum, pasti berantakan. Stroller merupakan sarang sisa makanan, tumpahan minum, keringat dan ludah bayi. Untuk itu, Anda harus rajin mencuci stroller.

Stroller yang bagus bisa dibongkar kain pembungkusnya dan bisa dicuci di mesin. Untuk kerangka lainnya bisa Anda cuci manual menggunakan air, ember, selang, spons, dan sabun. Jangan lupa keringkan stroller dengan baik supaya tidak lembab dan tumbuh jamur. Jika malas, ada jasa laundry stroller juga, kok!

14. Desain dan Warna

Desain dan Warna

Hal paling terakhir yang harus dipikirkan ketika membeli stroller adalah desain dan warna. Tak sedikit orang yang tergiur dengan desain stroller yang futuristik, atau warnanya yang menarik. Padahal dua hal ini tidak terlalu penting. Fokuskan pada kenyamanan bayi dan Anda.

Itulah tips bagaimana memilih stroller yang paling tepat buat bayi dan keluarga Anda. Pastikan membeli stroller sesuai kebutuhan, bukan karena harganya yang sedang diskon besar-besaran atau karena desainnya keren saja, ya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar