Bacaterus / Gitar / Inilah Tips dan Cara Memilih Gitar yang Bagus untuk Pemula

Inilah Tips dan Cara Memilih Gitar yang Bagus untuk Pemula

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Gitar adalah instrumen yang paling terkenal di dunia. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak tertarik untuk memainkannya. Anda mungkin berpikir betapa mudahnya memainkan gitar ketika melihat orang lain, tapi setelah Anda mencoba sendiri kok ada yang tidak enak, ya?

Mungkin letak kesalahannya bukan pada Anda, tapi pada gitar yang Anda pakai. Pasalnya, gitar harus tepat supaya bisa nyaman dan mudah dimainkan.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam mencari gitar yang tepat. Setiap penjelasan di bawah ini akan memberi wawasan baru dan membantu menjamin kesuksesan Anda atau anak Anda dalam memenuhi keinginan bermusik. Tanpa basa basi lagi, inilah cara memilih gitar yang bagus versi Bacaterus.

1. Ketahui Jenis Gitar yang Dibutuhkan

Ada orang yang membeli gitar akustik, padahal niatnya ia mencari gitar listrik. Itulah kenapa Anda perlu tahu dengan benar macam-macam gitar yang ada di pasaran, paling tidak garis besarnya saja. Jadi, ada 3 jenis utama gitar: akustik, listrik, dan bass. Tetapi, ada beberapa variasi penting sehingga bisa diklasifikasikan sebagai jenis gitar yang berbeda sama sekali.

  • Gitar Akustik

* sumber: www.theguitarjunky.com

Pertama-tama ada jenis gitar paling populer dan paling mainstream, yaitu gitar akustik. Ini adalah jenis gitar yang paling banyak orang kenal. Gitar akustik memiliki tubuh berongga yang memperkuat suara senar secara akustik. Mereka biasanya terbuat dari kayu, memiliki enam senar dan terlihat seperti gambar di atas.

Sebenarnya kita tidak bisa mengategorikan gitar akustik dari bentuknya, karena body gitar akustik bisa berbeda-beda, begitu pula dengan ukurannya. Beberapa akustik berbentuk simetris (seperti yang ada pada gambar di atas), tapi yang lain bisa saja ada ‘cut-away’-nya yang berarti ada bagian body gitar yang dipotong untuk memungkinkan akses mudah ke fret yang lebih tinggi.

  • Gitar Elektro-Akustik

* sumber: www.learntoplaymusic.com

Electro-acoustic guitar adalah gitar akustik yang memiliki ‘pick-up’ (semacam mikrofon) yang terpasang di dalamnya, sehingga mereka dapat dihubungkan ke amplifier atau sistem PA. Ini adalah cara menghubungkan gitar akustik dengan ampli untuk membuat suaranya lebih keras.

Gitar ini ideal jika Anda ingin melakukan pertunjukan langsung. Soalnya, dengan gitar akustik elektro, Anda tidak perlu repot-repot meletakkan mikrofon di depan gitar Anda.

  • Gitar Semi-Akustik

* sumber: www.gear4music.com

Selanjutnya, ada gitar semi-akustik yang kadang disebut juga gitar listrik berlubang. Gitar ini adalah ‘jalan tengah’ antara gitar akustik dan gitar listrik. Mereka tipis dan kompak seperti gitar listrik, tetapi memiliki tubuh berongga seperti gitar akustik. Karena gitar ini tipis dan ringkas, mereka tidak akan menghasilkan suara yang cukup keras ketika dicabut listriknya sebagai gitar akustik biasa.

  • Gitar Elektrik

* sumber: sejarahmusisi.blogspot.com

Berbeda dengan gitar-gitar sebelumnya, gitar ini memiliki tubuh yang solid. Dan, dengan demikian, menghasilkan sangat sedikit suara kecuali mereka dicolokkan ke amplifier. Jika Anda ingin bermain gitar listrik, maka Anda akan memerlukan amp.

Seperti halnya gitar akustik, gitar listrik biasanya terbuat dari kayu dan biasanya memiliki enam senar, walaupun ada dua belas versi string yang tersedia. Lalu, gitar elektrik juga datang dalam berbagai bentuk dan ukuran.

  • Gitar Bass

Zaman dahulu, bass memiliki bentuk yang besar dan bahkan double dari gitar pada umumnya. Tapi, kini, banyak gitar bas yang ukurannya lebih compact sehingga portabel dan ringan dibawa.

Tidak seperti gitar biasa, gitar bass biasanya hanya memiliki empat senar, dan ukuran senarnya itu besar serta tebal yang menghasilkan suara yang dalam dan rendah. Beberapa bass juga memiliki lima atau bahkan enam senar untuk memungkinkan jangkauan yang lebih luas.

Gitar bass biasanya bertubuh padat dan merupakan gitar listrik (kalau tidak dicolokkan suaranya kecil). Tapi, ada juga bass akustik dan semi-akustik yang tersedia. Haruskah Anda membeli gitar bass? Gitar ini cocok jika Anda ngeband dengan adanya drummer, karena perpaduan suara bass dan drum akan membentuk ritme low-end yang strong. Jika Anda ingin bermain solo, maka gitar bass tidak cocok.

2. Jangan Terpatok Brand

* sumber: www.guitarsite.com

Anda mungkin membayar lebih untuk mendapatkan merk, sementara kualitasnya sama atau malah kualitasnya lebih rendah dari gitar dengan brand yang tidak terkenal. Nama merk tidak menjamin gitar yang lebih baik. Sebagian besar perusahaan gitar bermerk bersaing dengan perusahaan merek kecil untuk pemain gitar pemula dan tingkat menengah.

Dan, kalaupun merk besar meng-endorse artis-artis dengan gitar mereka, biasanya itu merupakan model entry level. Sedangkan perusahaan gitar kecil lebih mengandalkan iklan dan dealer. Ini mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda untuk tidak langsung jatuh pada major brand yang terkenal.

3. Pilih Ukuran Gitar

* sumber: zinginstruments.com

Gitar itu ada berbagai macam ukurannya. Beberapa contohnya bisa Anda lihat pada gambar di atas. Memilih ukuran gitar sangat penting, karena itu berpengaruh pada kenyamanan orang yang memainkannya. Ini terutama berlaku untuk anak-anak.

Gitar yang terlalu besar akan menyulitkan anak Anda untuk mencapai senar yang tepat dengan tangan kanan dan kiri mereka. Itu juga menyakitkan tubuh mereka jika sang gitar ukurannya tidak jauh berbeda dengan badan mereka sendiri.

Secara umum, orang dewasa merasa nyaman dengan gitar ukuran penuh. Orang dewasa bertubuh mungil mungkin tidak cocok untuk memainkan gitar akustik atau pun jumbo (gitar ukuran penuh yang ditaruh di lantai secara berdiri). Jadi, jika Anda mau belajar gitar, pilih bentuk tubuh gitar Anda dengan hati-hati sesuai usia dan ukuran tubuh.

4. Cek Sound

* sumber: play-guitars.com

Suara yang dihasilkan gitar berbeda-beda juga, loh. Jadi, sebaiknya Anda tidak membeli gitar secara online karena Anda tak bisa mencoba suaranya. Kecuali jika sebelumnya Anda sudah survey dan sudah yakin mau beli yang mana, membeli gitar secara online bisa jadi ide yang baik.

Memetik atau menggenjreng senar gitar juga sudah cukup untuk mengecek suara, tidak usah memainkan sebuah lagu full. Tapi, petik semua senarnya dari ujung ke ujung, ya, jangan cuma satu senar saja.

5. Jangan Asal Murah

* sumber: www.eastidahonews.com

Walaupun kami bilang jangan melulu lihat merk dulu, tapi jangan asal pilih gitar yang murah juga. Biasanya gitar yang harganya sangat murah itu merupakan gitar yang tidak laku-laku sehingga diobral. Kalau gitar yang tidak laku di pasaran berarti ada yang salah, dong? Jadi, istilah “ada harga ada barang itu benar adanya.

Perhatikan juga hal berikut. Jika gitar dibanderol harga yang terlalu dreamy seperti harga awal Rp 9.000.000 tapi dicoret dan didiskon menjadi hanya Rp 750.000 saja, mungkin itu hanya taktik dagang untuk menjual barang jelek.

6. Desain & Bodi

* sumber: th.yamaha.com

Bentuk dan desain gitar juga harus Anda pikirkan baik-baik sebelum membeli. Pertama-tama, bentuk gitar mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Bentuk bodi juga penting untuk kenyamanan pemainnya, apakah gitar tersebut enak dipegang? Enak dibawa-bawa? Ukurannya pas dengan tubuh pemain? Itu harus menjadi prioritas Anda dalam memilih gitar.

Normalnya, gitar terbuat dari kayu. Dan, Anda harus memilih gitar yang terbuat dari kayu berkualitas. Cara mengecek apakah gitar tersebut dibuat dari kayu yang bagus adalah dari beratnya. Kayu berkualitas biasanya lebih berat, jadi jika gitar Anda sangat ringan itu patut dicurigai. Periksa juga sisi-sisi gitar apakah ada yang tajam atau ada yang cacat.

Lalu, desain. Dari mata turun ke hati, bagaimana gitar Anda terlihat bisa memengaruhi rasa sayang Anda pada gitar tersebut. Desain bukan cuma warna atau gambar yang ada pada gitar saja, tapi bagaimana bentuk fret dan senar juga termasuk pada design. Menurut orang-orang, semakin banyak fret pada leher gitar maka semakin baik.

7. Warna itu Penting!

Warna dan finish dari gitar adalah visual terakhir tapi abadi, sehingga Anda sebaiknya memilih yang benar-benar Anda suka. Memiliki gitar yang tidak hanya bermain dan terdengar bagus tetapi juga menarik bagi Anda secara visual dapat sangat berkontribusi pada motivasi Anda untuk bermain dan berlatih.

8. Jangan Lupa Electronic dan Guitar Tuner

* sumber: www.estudiostar.com

Pastikan untuk membeli tuner elektronik ketika Anda membeli gitar. Karena, tuner sama pentingnya dengan memiliki pick dan string bagi seorang pemain gitar. Tuner gitar berkontribusi untuk latihan pendengaran.

Tuner gitar sebenarnya membantu Anda mengembangkan telinga supaya jauh lebih cepat menangkap musik dan melodi. Tuner gitar menghemat waktu dan mencegah Anda frustasi, sehingga Anda dapat tetap fokus pada musik Anda.

9. Perhatikan Detil Lainnya

* sumber: www.exportersindia.com

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan juga ketika Anda memilih gitar, yaitu neck joint and heel gitar harus terlihat dan terasa aman, wooden bridge-nya harus direkatkan dengan aman ke atas, dan fingerboard harus sejajar dengan bagian atas gitar.

Lalu, kebanyakan gitar harus memiliki truss rod yang bisa disesuaikan. Tinggi senar pada mur di atas fret pertama harus sangat rendah, dan tinggi string keseluruhan di atas fingerboard juga harus rendah.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda menjadi lebih aware tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam mencari instrumen yang berkualitas. Pastikan juga calon gitar Anda dapat disesuaikan dengan benar sesuai keinginan. Selamat bermain gitar!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *