Bacaterus / Serba Serbi / 10 Cara Ampuh untuk Membujuk Anak agar Mau Sekolah

10 Cara Ampuh untuk Membujuk Anak agar Mau Sekolah

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 November 2018

Tidak terasa si kecil sudah memasuki usia sekolah. Perasaan bahagia sekaligus cemas mulai menghantui para orang tua. Khususnya untuk anak kategori TK atau SD, orang tua biasanya masih harus mendampingi anak-anaknya pada awal masuk sekolah dikarenakan tidak semua anak dapat beradaptasi di lingkungan baru dengan baik dan cepat.

Beragam reaksi berbeda ditunjukkan setiap anak ketika disinggung mengenai sekolah. Banyak anak yang sangat antusias untuk belajar di sekolah. Namun, tidak sedikit pula yang dengan segala alasannya menghindari untuk pergi sekolah. Padahal, sekolah merupakan tempat yang dipercaya oleh orang tua sebagai sarana untuk anak mengembangkan diri dan memperoleh pengetahuan.

Anak yang mogok sekolah sudah tentu menjadi permasalahan yang cukup mengkhawatirkan para orang tua. Orang tua harus memutar otak untuk menemukan cara yang tepat demi membujuk anak agar mau kembali bersekolah. Lantas, apakah anak Anda salah satunya? Jika demikian, mari kita simak kiat-kiat yang dapat dilakukan para orang tua untuk membujuk anak agar mau bersekolah.

10 Cara Membujuk Anak agar Mau Sekolah

1. Bicara dari Hati ke Hati

Bicara dari Hati ke Hati

* sumber: www.huffingtonpost.com

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui alasan mengapa anak mogok sekolah. Ini sangat penting agar Anda tidak salah dalam menentukan langkah selanjutnya.

Banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi enggan bersekolah, di antaranya adanya masalah keluarga, rasa tidak percaya diri, terlalu senang bermain, atau karena malu dan takut akan sesuatu, misalnya guru atau teman yang galak.

Pada umumnya, anak tidak serta-merta mengungkapkan alasannya dengan jujur. Untuk itulah Anda diharapkan dapat mengajak anak untuk bicara dari hati ke hati guna mengetahui alasan di balik aksi mogok sekolahnya

2. Jangan Memaksa dan Memarahi Anak

Jangan Memaksa dan Memarahi Anak

* sumber: www.rantnow.com

Apapun alasan yang melatarbelakangi aksi mogok sekolah anak Anda, memaksa dan memarahinya hanya akan memperburuk keadaan karena anak akan semakin enggan sekolah.

Pada beberapa contoh kasus, anak yang mogok sekolah juga dapat disebabkan dari masalah internal keluarga, misalnya kurang kasih sayang dan perhatian akibat orang tua yang sibuk bekerja atau orang tua yang bercerai. Aksi mogok sekolah ini bisa jadi merupakan salah satu cara bagi anak untuk memancing dan menarik perhatian Anda agar lebih memperhatikannya.

Sebelum emosi Anda terbawa menjadi kemarahan yang besar, sebaiknya Anda segera menarik nafas panjang dan mendinginkan kepala Anda agar tetap sabar dalam membujuk anak untuk sekolah. Memberi kasih sayang dan perhatian ekstra nampaknya lebih baik daripada memaksa atau memarahinya.

3. Beri Pengertian Pentingnya Sekolah Kepada Anak

Beri Pengertian Pentingnya Sekolah Kepada Anak

Mengapa sekolah itu penting? Jelaskan kepada anak alasan mendasar mengapa anak harus sekolah. Tentu saja sampaikan dengan kalimat dan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh anak.

Sampaikan manfaat dan hal-hal baik yang akan didapatkan anak di sekolah, misalnya keterampilan membaca, menulis, berhitung, olahraga, dan menggambar. Jelaskan pula bahwa dengan sekolah, anak dapat belajar sekaligus bermain dan mempunyai banyak teman.

Bukan semata-mata hanya tentang belajar dan mengerjakan PR, tetapi beri gambaran bagaimana sekolah dapat memengaruhi masa depannya sehingga sekolah menjadi penting dalam urutan proses yang harus dilaluinya.

4. Beri Motivasi dan Semangat untuk Sekolah

Beri Motivasi dan Semangat untuk Sekolah

* sumber: autisticnotweird.com

Jangan pernah bosan untuk memberi motivasi dan dukungan setiap harinya. Tunjukkan bahwa Anda juga bersemangat mengikuti perkembangannya di sekolah. Jelaskan juga bagaimana di luar sana banyak teman sebayanya yang tidak beruntung dan berkesempatan untuk sekolah.

Dorong anak agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ia miliki dan bantu ia untuk membentuk motivasinya sendiri. Katakan bahwa cita-cita yang ingin dicapainya dapat dijembatani salah satunya dengan sekolah. Semangat yang Anda berikan akan menjadi dorongan yang kuat dalam langkahnya menuju ke sekolah.

5. Ceritakan Hal Menarik tentang Sekolah

Ceritakan Hal Menarik tentang Sekolah

* sumber: www.publicschoolreview.com

Taman bermain yang luas, berkumpul bersama teman, dan berbagai kegiatan yang menyenangkan, kurang lebih seperti itulah bagaimana Anda menceritakan hal-hal menarik tentang sekolah.

Bayangan buruk mengenai sekolah membuat anak takut dan jenuh, bahkan sebelum mereka memulainya. Banyaknya PR, pelajaran yang sulit, dan dimarahi guru adalah hal-hal yang membuat anak menjadi malas atau takut sekolah. Sekarang sudah menjadi tugas Anda untuk mengubah mindset tersebut menjadi sebaliknya.

6. Lakukan Simulasi Kegiatan Sekolah di Rumah

Lakukan Simulasi Kegiatan Sekolah di Rumah

* sumber: parkprimary.org

Beberapa anak menghindari sekolah dengan alasan karena tidak mampu mengikuti pola belajar di sekolah sehingga mereka tertinggal jauh dari teman-temannya. Oleh sebab itu, cara yang paling efektif untuk membantunya adalah dengan latihan dan mensimulasikannya di rumah.

Cobalah mempraktikan kegiatan belajar-mengajar yang dapat ditiru di rumah, misalnya latihan menggambar, menulis, atau berhitung. Berperanlah sebagai guru dan murid dengan sang buah hati. Pada saat latihan, jangan terlalu keras menuntut anak untuk mendapatkan nilai sempurna, dan bimbinglah anak apabila ia melakukan kesalahan.

Bantu anak supaya lebih mudah memahami apa yang sulit dipahaminya di sekolah. Sebagai orang yang paling dekat dengannya, anak akan merasa lebih nyaman jika bertanya dan berdiskusi dengan Anda. Dengan demikian, diharapkan anak tidak akan malas atau takut ke sekolah karena sudah terlatih dengan pendekatan yang Anda lakukan sebelumnya di rumah.

7. Disiplinkan Waktu Bermain dan Penggunaan Gadget

Disiplinkan Waktu Bermain dan Penggunaan Gadget

* sumber: medium.com

Dewasa ini, penggunaan gadget di lingkungan anak sudah menjadi hal yang biasa. Tontonan, lagu-lagu, dan permainan yang seru membuat anak sulit melepaskan gadgetnya. Waktu bermain gadget yang tidak terkontrol membuat anak semakin ketergantungan dan kecanduan pada benda yang satu ini.

Seharian bermain gadget membuat anak tidur larut malam hingga pada akhirnya kesulitan bangun pagi untuk sekolah. Jangankan untuk belajar, anak sudah cukup kesulitan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Untuk itu, pengawasan orang tua dalam mendisiplinkan waktu bermain anak sangat diperlukan.

Cobalah untuk menerapkan batasan jam belajar dan jam bermain agar anak paham dan juga terbiasa dengan aturan seperti halnya di sekolah.

8. Bersosialisasi dengan Teman-temannya

Bersosialisasi dengan Teman-temannya

* sumber: laekids.com

Jika anak Anda termasuk tipikal anak yang pemalu dan sering memisahkan diri, cobalah untuk mengajaknya bersosialisasi dan mengenal teman-temannya lebih dekat. Anak yang kesulitan untuk berteman biasanya memiliki kecenderungan tidak mau sekolah karena merasa nyaman menyendiri dan sebaliknya ia merasa terganggu jika dikelilingi banyak orang.

Jangan biarkan anak menutup diri dari teman-teman sekolahnya. Biarkan ia berbaur agar membuatnya nyaman di sekolah. Anda bisa membantunya untuk berkenalan atau membujuk teman-temannya untuk lebih dulu mengajak anak Anda untuk bermain.

9. Tawarkan Reward

Tawarkan Reward

* sumber: unsplash.com

Janjikan reward atau sesuatu yang akan Anda hadiahkan jika anak Anda bersemangat dalam sekolah. Sesuaikan kemampuan finansial dan kesanggupan Anda ketika bernegosisasi mengenai hal atau barang apa yang anak Anda inginkan sebagai timbal balik dari usahanya pergi sekolah.

Dengan memberikan reward ini, akan memberikan motivasi terhadap anak untuk giat dan semangat sekolah. Namun, perlu diingat, cukup sekali saja Anda mempergunakan cara ini agar anak tidak menjadi manja dan menjadikan mogok sekolah sebagai senjata andalannya jika sedang menginginkan sesuatu.

10. Berikan Opsi Beberapa Sekolah

* sumber: www.goodmoneying.com

Saat ini terdapat banyak sekali tipe sekolah yang dibedakan berdasarkan pola pendidikan yang diterapkannya. Mulai dari yang umum seperti halnya sekolah negeri kebanyakan, sekolah berbasis pada ilmu agama seperti sekolah Islam terpadu atau pesantren, home schooling, atau bahkan sekolah alam yang membiarkan anak lebih bebas bermain dan belajar di alam terbuka.

Kenali karakter anak dan coba sesuaikan dengan pilihan sekolahnya. Semuanya tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekarang giliran Anda untuk memilih dan menentukan mana yang kira-kira cocok dan sesuai dengan minat dan kepribadian anak.

Buatlah kesepakatan dengan anak dalam memilihkan sekolah terbaik untuknya. Dengan membuat kesepakatan dengan anak, tentunya kedua belah pihak, baik anak dan orang tua bisa merasakan manfaat yang baik. Berikut ada 10 Manfaat Positif dalam Membuat Kesepakatan dengan Anak secara bijak.

Demikian kiat-kiat yang bisa Anda coba untuk membujuk agar anak mau sekolah. Semoga bisa memberikan gambaran untuk Anda yang tengah menghadapi permasalahan yang sama. Jika memang dirasa perlu, Anda juga dapat meminta bantuan tenaga ahli untuk berkonsultasi mengenai masalah yang tengah dihadapi oleh anak Anda untuk mendapat solusi terbaik.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Imma
A mother of two; loving learning and trying doing new things. Has been working in private company for almost 5 years and still counting :). Being enthusiastic and interested in traveling, writing, and talking.

Leave A Comment