Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Sekolah yang Benar

Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Sekolah yang Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Januari 2019

Sekolah merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk menuntut ilmu. Dengan bersekolah, kita bisa menjadi lebih pintar dan bisa meraih apa yang kita cita-citakan. Di Indonesia, sistem pendidikan menerapkan wajib belajar 12 tahun yaitu hingga Sekolah Menengah Atas atau sejenisnya. Bagi para pelajar, sebagian besar waktunya dihabiskan di sekolah untuk mengikuti proses pembelajaran.

Kehadiran siswa di sekolah menjadi salah satu aspek penilaian yang memengaruhi siswa tersebut. Akan tetapi, terkadang ada beberapa siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan berbagai macam alasan, seperti sakit atau izin adanya keperluan mendesak. Tentu saja hal tersebut bisa dimaklumi oleh pihak sekolah asalkan dengan pernyataan yang jelas dan terpercaya.

Untuk meminta izin agar diberi kemakluman tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar ini, maka siswa yang bersangkutan harus memberi pernyataan yang jelas seperti surat izin atau memberi kabar lainnya seperti menelepon pada pihak sekolah. Dengan itu, maka pihak sekolah akan memakluminya dan memberi izin kepada siswa yang bersangkutan untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Surat izin yang dibuat untuk meminta izin pada pihak sekolah, bisa dibuat oleh siswa yang bersangkutan ataupun diwakilkan oleh orang tua maupun walinya. Cara membuat surat izin tidak masuk sekolah sangatlah mudah. Bagaimana cara membuatnya dengan baik dan benar? Di bawah ini kami memaparkannya untuk Anda.

Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Sekolah

1. Siapkan Alat Tulis

Persiapkan alat tulis

* sumber: shop.khairunnas.com

Pada langkah pertama yaitu siapkan alat tulis, seperti kertas dan pulpen, karena surat izin tidak masuk sekolah lebih baik ditulis tangan yang tentu saja memerlukan material alat tulis. Pastikan kertas yang digunakan bersih tanpa noda. Selain itu, pastikan pula pulpen yang digunakan memiliki tinta yang nyata sehingga bisa dibaca dengan mudah.

Setelah alat tulis sudah dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalah mulai menulis surat izin tidak masuk sekolah dengan tulisan yang rapi agar bisa dibaca oleh semua orang dan dimengerti maksudnya.

2. Tuliskan Tanggal Pembuatan Surat

Tempat dan tanggal pembuatan surat

* sumber: m.tribunnews.com

Saat mulai menulis, pertama-tama Anda harus mencantumkan alamat serta tanggal pembuatan surat tersebut. Biasanya, alamat dan tanggal ini ditulis pada pojok kanan atas. Cara penulisannya yaitu tulis alamat yang kemudian diikuti oleh tanda “,” barulah Anda menuliskan tanggal.

Contoh:

“Surabaya, 28 Desember 2018”

3. Tulis Alamat Tujuan

Alamat surat

* sumber: wakulaku.blogspot.com

Langkah berikutnya saat menulis surat izin tidak masuk sekolah yaitu dengan mencantumkan alamat yang akan dituju, seperti siapa yang berhak membaca surat dan alamat penerima surat. Pastikan bahwa alamat yang akan dituju itu benar dan sesuai dengan kenyataannya. Biasanya, penulisan alamat ini berada di posisi paling atas sebelah pojok kiri surat.

Contoh :

Kepada Yth,
Ibu/Bapak guru
Di SMAN 97 Cianjur
Jalan P.Hidayatullah No.01

4. Salam Pembuka

Salam Pembuka

* sumber: technocenterid.blogspot.com

Setelah alamat tujuan dibuat, maka langkah selanjutnya yaitu menuliskan salam pembuka di bagian bawah. Biasanya, dalam salam pembuka ini tidak ditulis “Selamat pagi” atau “Selamat siang” karena belum diketahui bahwa pembaca surat kapan akan membacanya. Akan tetapi tulislah “Dengan hormat,” pada salam pembukanya.

Salam pembuka ini merupakan komponen surat yang tidak boleh dihilangkan agar surat tersebut terkesan sopan dan sesuai dengan aturan dalam pembuatan surat izin tidak masuk sekolah.

5. Kalimat Pembuka

* sumber: wanipira.com

Jika salam pembuka telah selesai, kita masuk pada langkah selanjutnya yaitu kalimat pembuka. Kalimat pembuka ini biasanya menerangkan secara singkat tentang penulis surat tersebut agar lebih sopan. Penulisan kalimat pembuka ini tidak perlu terlalu panjang lebar, cukup singkat, padat, dan jelas agar mudah dipahami.

Penulisan kalimat pembuka tentu saja harus menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah agar pembaca dapat memahami apa yang kita tulis. Gunakanlah bahasa umum yang dimengerti oleh semua orang seperti bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia. Gunakan juga tanda baca yang tepat guna menghindari kesalahan dalam pemaknaan.

Contoh:

“Saya, yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa anak saya yang bernama…”

6. Isi

* sumber: harianriau.co

Selanjutnya, yaitu isi atau pokok dari surat itu sendiri. Pada isi surat inilah keterangan mengenai alasan untuk tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dituliskan. Pastikanlah alasan tersebut benar adanya sesuai dengan yang sebenarnya terjadi. Tuliskan alasan tersebut sejelas-jelasnya dengan bahasa yang baik dan benar.

Alasan seseorang tidak bisa masuk sekolah sangatlah beragam, misalnya sakit atau izin karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Di bawah ini contoh penulisan alasan seseorang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran karena sakit:

“…tidak dapat mengikuti proses pembelajaran seperti biasanya dikarenakan sakit demam yang cukup tinggi…”

Selain itu, di bawah ini ada contoh penulisan alasan seseorang tidak mengikuti kegiatan pembelajaran karena adanya keperluan:

“…tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah sebagaimana mestinya dikarenakan ada acara yang tidak bisa ditinggalkan…”

7. Kalimat Penutup

* sumber: magazine.job-like.com

Setelah isi atau maksud inti dari surat ini selesai ditulis, maka langkah selanjutnya yaitu menuliskan kalimat penutup. Pada kalimat ini biasanya terdapat permohonan untuk diberikan kebijakan dan perizinan atas permohonan yang diajukan.

Contoh:

“Demikian surat ini Saya buat dengan sebenar-benarnya, semoga Ibu/Bapak guru dapat memakluminya”

8. Salam Penutup

* sumber: www.mukomukoshare.com

Salam penutup ditulis setelah adanya kalimat penutup. Biasanya, salam penutup ini berada di pojok kanan bawah. Sama halnya dengan salam pembuka, salam penutup ini tidak mengucapkan keterangan waktu, akan tetapi biasanya menggunakan kata “Hormat Saya,” pada penulisan salam penutupan ini, jangan lupa untuk menulis tanda “,” pada akhir katanya.

9. Tanda Tangan

Tanda tangan dan nama

* sumber: bagiinfo.com

Langkah yang terakhir, yaitu membubuhkan tanda tangan di bawah salam penutup. Selain tanda tangan, nama jelas pun harus dicantumkan untuk memenuhi struktur penulisan surat izin yang baik dan benar.

10. Masukkan ke Dalam Amplop

* sumber: ragam-senii.blogspot.com

Ketika semua komponen yang harus ditulis pada surat izin tidak masuk sekolah ini telah selesai semua, maka langkah selanjutnya yaitu memasukannya ke dalam amplop dengan ukuran yang sesuai. Pastikan agar amplopnya tidak terlalu besar, tidak pula terlalu kecil. Memasukkan surat pada amplop ini ditujukan agar terlihat lebih sopan dan beretika.

Itu dia beberapa cara atau tahapan yang harus Anda lakukan saat membuat surat izin tidak masuk sekolah karena alasan tertentu. Setelah mencermati pemaparan di atas, ternyata membuat surat izin tidak masuk sekolah itu sangatlah mudah dilakukan. Tidak memakan banyak waktu, karena surat ini merupakan salah satu surat yang paling sederhana untuk dibuat.

Semoga setelah membaca pemaparan di atas, Anda jadi lebih tahu beberapa hal yang wajib Anda tulis sertakan pada pembuatan surat izin tidak masuk sekolah ini terutama bagi Anda para orang tua yang sering kebingungan dalam membuat surat izin ini.

Sedangkan untuk Anda yang sedang kebingungan dalam membuat surat lamaran kerja, jangan khawatir karena Kami punya penjelasan lengkapnya di artikel Cara Membuat Surat Lamaran Kerja ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Saya adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMK Negeri di Cianjur. Cita-cita utama saya adalah ingin membahagiakan orang tua,menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang, serta menjadi manusia yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik. Sementara cita-cita untuk karir saya sangatlah banyak. Bisa dibilang saya ingin menggeluti berbagai macam profesi seperti menjadi pengusaha, photografer, jurnalis, content creator, dan masih banyak lagi karena saya menyukai hal-hal yang baru. Hobi saya adalah travelling dan memotret.

Leave A Comment