Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Januari 2019

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris berdiameter 10 – 30 cm dengan kedalaman 80 – 100 cm yang dibuat lurus menembus tanah. Lubang ini bertujuan untuk mengatasi genangan air. Cara kerjanya adalah dengan meningkatkan daya resap air pada tanah. Biopori dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, peneliti Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Lubang biopori diisi dengan sampah organik untuk membuat kompos. Sampah organik ini akan kembali menghidupkan fauna tanah. Jika di dalam tanah ada kehidupan, maka pori-pori di dalam tanah pun akan terus ada. Teknologi sederhana ini telah terbukti mampu mengatasi banjir.

Biopori bisa diterapkan di mana saja, baik itu di perkotaan, perkampungan, atau pun di halaman rumah Anda sendiri. Sebelum membahas cara membuat lubang biopori, Bacaterus mau memberi tahu Anda beberapa manfaat jika Anda menerapkan biopori di rumah.

Manfaat Biopori

1. Mengurangi Sampah

Mengurangi Sampah cara membuat lubang biopori

Salah satu manfaat dari biopori adalah mengurangi sampah, tidak semua jenis sampah, tapi sampah organik saja. Walaupun begitu, hal ini sudah lebih baik daripada sampah bercampur dan tidak terkontrol, kan? Pembuatan lubang biopori membutuhkan sampah organik, sehingga secara tak langsung Anda telah berkontribusi untuk mengurangi jumlah sampah.

Karena Anda membutuhkan sampah organik saja, tentu Anda jadi perlu memisahkan antara sampah organik dan anorganik, kan? Langkah ini dapat menjadi kebiasaan bagus untuk Anda jika diteruskan.

2. Menyuburkan Tanah

Menyuburkan Tanah

* sumber: londontopsoilcompany.co.uk

Tujuan utama biopori adalah untuk memberi kehidupan pada tanah alias menyuburkan tanah. Sampah organik yang “ditanam” di dalam lubang biopori akan berubah melalui proses biologis menjadi kompos. Fauna tanah pun dapat bertambah banyak sehingga tanah bisa jadi lebih subur.

3. Meningkatkan Kapasitas Resapan Air di Tanah

Resapan Air di Tanah

* sumber: www.deviantart.com

Biopori merupakan “bank makanan” untuk biota tanah seperti cacing. Jika cacing tumbuh dan berkembang biak dengan baik di dalam tanah, mereka akan terus bergerak dan menciptakan terowongan-terowongan. Nah, tanah yang memiliki banyak terowongan ini sangat bagus karena dapat menyerap air lebih cepat. Kapasitas penampungan air di dalam tanah pun akan meningkat, bahkan bisa sampai 40x lipat.

4. Mencegah Banjir

Mencegah Banjir

* sumber: www.sciencenews.org

Bencana banjir sudah tidak asing lagi di Indonesia, baik di kota besar maupun di perkampungan, semua tempat bisa terjadi banjir. Semua ini karena orang-orang kurang peduli dengan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan, tidak rajin membersihkan saluran air, dan lain sebagainya. Sehingga, ketika datang hujan sedikit saja, air dapat menggenang dalam waktu yang lama.

Biopori membantu menciptakan rongga di dalam tanah agar air dapat terserap ke dalam tanah lebih banyak dan lebih cepat. Jika tanah memiliki daya serap yang bagus, tentunya hujan sederas dan sesering apapun tidak akan menyebabkan banjir.

5. Arsitektur Lanskap

Arsitektur Lanskap

* sumber: www.lsginc.com

Manfaat biopori yang terakhir adalah sebagai arsitektur lanskap atau seni taman. Ini adalah ilmu yang mempelajari tentang seni, perencanaan, perancangan, manajemen, perawatan, perbaikan tanah, dan perancangan konstruksi buatan manusia skala besar. Ruang lingkupnya terdiri dari perencanaan kota, perencanaan taman, perencanaan ruang, dan masih banyak lagi.

Biopori merupakan bagian dari arsitektur lanskap. Biopori merupakan pelengkap di area taman, rumah, dan ruang terbuka. Bahkan, biopori sudah termasuk ke dalam kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di perkotaan bersamaan dengan pertanian urban. Beberapa kota di Indonesia sudah menganjurkan setiap ruang terbuka memiliki biopori, salah satunya adalah di Sukabumi.

Ternyata lubang kecil yang sederhana ini dapat mengubah banyak hal menuju yang lebih baik, ya? Jadi, tunggu apa lagi, buat lubang biopori sekarang juga di rumah dan lingkungan Anda. Bacaterus akan memberi tahu bagaimana cara membuat lubang biopori di bawah ini.

Cara Membuat Lubang Biopori

Alat dan Bahan

  • Bor tanah
Bor tanah

* sumber: sda.pu.go.id

  • Pipa PVC + penutupnya, lubangi sisi-sisinya
Pipa PVC

* sumber: sda.pu.go.id

  • Gergaji besi, untuk memotong pipa.
  • Bor tangan, untuk melubangi pipa biopori.
  • Sampah organik.
  • Air.

Langkah-langkah Pembuatan

1. Tentukan Lokasi

Tentukan Lokasi

* sumber: www.pemburuombak.com

Pertama-tama, Anda harus menentukan area yang mau ditanam biopori. Area yang terbaik untuk biopori adalah tempat terbuka yang terkena air hujan. Misalnya seperti halaman rumah, dekat pohon, daerah tempat parkir, taman di komplek perumahan, dan tempat terbuka lainnya.

2. Siram Tanah

Siram Tanah

* sumber: everythingishomemade.com

Langkah yang ke-2 dalam cara membuat lubang biopori adalah dengan menyiram tanah pada area yang telah ditentukan. Hal ini berguna untuk melunakkan tanah agar lebih mudah dilubangi nantinya.

3. Bor Tanah

Bor Tanah

* sumber: redywakz.blogspot.com

Ketiga, lubangi tanah menggunakan bor. Buat lubang lurus dengan kedalaman sekitar 1 meter dengan diameter 10 – 30 cm atau sesuaikan dengan lebar pipa. Jika ada hambatan seperti batu dan kerikil, berhenti mengebor dan ambil dulu semua yang mengganggu proses pengeboran. Jika Anda tidak punya bor tanah, linggis juga bisa digunakan untuk melubangi tanah.

4. Masukkan Pipa

Masukkan Pipa

* sumber: rifqiabdurrachman.wordpress.com

Keempat, masukkan pipa yang telah dilubangi sisi-sisinya ke dalam lubang. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC. Jangan lupa sediakan tutupnya juga. Dan, tutupnya juga harus Anda beri lubang yang banyak.

5. Isi Pipa dengan Sampah

Isi Pipa dengan Sampah

* sumber: redywakz.blogspot.com

Setelah pipa tertanam dengan baik, masukkan sampah organik ke dalamnya. Contoh sampah organik adalah kulit buah, rumput, daun, sisa makanan, dan kotoran hewan jika Anda memeliharanya di rumah. Masukkan sampah sebanyak-banyaknya (hingga pipa hampir penuh). Anda bisa menyiram sampah tersebut dengan sedikit air untuk mempercepat proses dekomposisi.

6. Tutup Pipa

Tutup Pipa

* sumber: redywakz.blogspot.com

Cara membuat lubang biopori yang terakhir adalah dengan menutup biopori dengan tutup pipa yang sudah Anda beri lubang. Jika tak ada tutup pipa, Anda bisa menutup biopori dengan kawat besi yang sudah disusun jadi kotak-kotak. Selesai! Anda bisa juga menyemen sekeliling lubang biopori agar lebih awet.

Perawatan Biopori

Perawatan Biopori

Jangan cuma dibuat saja, biopori juga perlu dirawat, loh! Supaya kualitasnya tetap terjaga dan dapat berfungsi dengan baik, biopori perlu dirawat dengan cara-cara berikut:

  • Isi ulang sampah organik secara bertahap. Untuk awal-awal, isi lubang biopori dengan sampah organik setiap lima hari sekali. Pokoknya lubang biopori harus selalu penuh. Namun, jika masih penuh, tidak perlu diisi ulang.
  • Setelah itu, lakukan pengecekan dalam jangka waktu 3 bulan. Dalam kurun waktu tersebut seharusnya sampah sudah “habis” menjadi kompos.
  • Angkat pupuk kompos dari lubang biopori, lalu isi ulang lubang tersebut dengan sampah organik yang baru.
  • Ganti penutup lubang biopori jika pecah, berkarat, atau rusak.

Kompos bisa Anda gunakan untuk menutrisi tanaman di rumah Anda, dan sampah organik dari dapur Anda pun menghilang. Sekali tepuk dua lalat, membuat biopori benar-benar bermanfaat dalam banyak aspek, bukan?

Itulah tahapan cara membuat lubang biopori dari Bacaterus. Pasti bermanfaat banget, bukan? Membuat lubang biopori bisa selesai dalam kurun waktu 2 – 3 jam. Jika dilakukan bersama keluarga dan kerabat, pasti lebih cepat dan terasa menyenangkan. Selain jadi lebih dekat dengan alam, kekeluargaan juga jadi semakin erat. Yuk, kita buat biopori sekarang juga!