Bacaterus / Tips Microsoft Office / Cara Membuat Footnote (Catatan Kaki) di Microsoft Word

Cara Membuat Footnote (Catatan Kaki) di Microsoft Word

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 April 2020

Selain daftar isi dan daftar pustaka, salah satu elemen penting yang harus kita perhatikan ketika menulis buku, jurnal, atau skripsi adalah footnote alias catatan kaki. Footnote merupakan sebuah keterangan atau komentar di kaki halaman yang berisi sumber kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar yang kita tulis.

Dalam penulisan karya ilmiah, hal penting yang harus kita ingat adalah penjejakan sumber kutipan yang jelas dan benar. Penjejakan sumber kutipan penting untuk diingat dan diperhatikan karena ini berhubungan dengan etika penulisan karya ilmiah dan plagiarisme.

Suatu pernyataan yang dikutip dari suatu sumber dan dipakai dalam naskah karya ilmiah tanpa pencantuman sumbernya dapat mengindikasikan plagiarisme. Naskah yang banyak memuat pernyataan semacam itu akan dianggap sebagai naskah plagiat. Sementara itu, etika dalam penulisan ilmiah adalah menghindarkan plagiarisme. Maka dari itu, dalam dunia akademis, kita wajib menjejaki kutipan-kutipan yang kita gunakan dalam naskah karya ilmiah.

Ada banyak cara membuat penanda kutipan. Salah satunya adalah menggunakan footnote atau catatan kaki maupun endnote atau catatan akhir. Kedua bentuk catatan pinggir ini lazim digunakan untuk mengidentifikasi bahan yang menjadi rujukan dari suatu pernyataan.

Apa itu Footnote dan Endnote?

Singkatan dalam Footnote

Dalam teknik penulisan karya tulis, footnote atau catatan kaki adalah suatu catatan terpisah yang ditambahkan ke naskah karya tulis. Secara umum, footnote digunakan untuk menyisipkan tambahan informasi yang berhubungan dengan kata atau frasa yang ditandai dengan nomor footnote di dalam teks.

Secara khusus, fungsi footnote antara lain:

  1. menjelaskan referensi yang digunakan bagi pernyataan dalam teks;
  2. menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan yang dianggap penting dalam teks tetapi (komentar itu) tidak dapat dinyatakan bersama teks karena dianggap berpotensi mengganggu alur gagasan;
  3. menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama, biasanya ditandai dengan kata-kata seperti “Lihat …”, “Bandingkan …”, “cf …” dan sebagainya.

Secara fisik, footnote biasanya diletakkan di bagian bawah teks dalam satu halaman tulisan. Bagian catatan kaki dipisah dengan sebuah garis pembatas dari bagian bawah teks naskah.

Selain footnote, dikenal pula istilah endnote atau catatan akhir. Dari namanya kita bisa menebak bahwa perbedaan dari footnote dan endnote adalah peletakannya. Footnote diletakkan di bagian bawah halaman dari teks, sedangkan endnote diletakkan di halaman terakhir dari suatu teks.

Fungsi endnote sebenarnya hampir sama dengan footnote, namun kecenderungannya, endnote lebih sering digunakan sebagai penyisipan informasi kutipan ketimbang informasi tambahan atau komentar penulis terhadap topik yang ditandai.

Penggunaan footnote dan endnote sendiri sebenarnya tidak begitu lazim lagi. Beberapa institusi akademik tidak lagi menggunakan footnote maupun endnote di dalam naskah karya tulis yang disusun oleh sivitas akademikanya.

Hal ini karena semua sumber referensi atau kepustakaan sudah diakomodasi oleh bagian daftar pustaka atau daftar referen yang biasanya diletakkan di akhir karya tulis. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang masih mempertahankan penggunaan footnote dan endnote.

Singkatan dalam Footnote

Di dalam footnote, kita biasa mendapati beberapa singkatan. Kebanyakan dari singkatan ini berhubungan dengan sumber sitasi (citation) atau sumber bahan kutipan. Singkatan-singkatan tersebut, berikut penjelasannya, antara lain sebagai berikut.

1. Ibid, atau ibid

Singkatan ini berasal dari bahasa Latin ibidem yang berarti ‘sama dengan atas’. Singkatan ini digunakan jika rujukan yang dikutip sumbernya sama persis dengan sumber pada nomor footnote sebelumnya. Selain itu, perlu diingat pula bahwa:

  • Jika kutipan masih berada di halaman yang sama dengan footnote sebelumnya, tidak perlu diberi nomor halaman;
  • Jika kutipan berada di halaman yang berbeda dari sumber yang masih sama, beri nomor halaman.

Contoh:

ibid

Dalam contoh di atas, kalimat kutipan yang ditandai oleh footnote nomor 3 dan 4 sama dengan buku yang dikutip pada footnote nomor 1. Footnote nomor 3 masih dikutip di halaman yang sama dengan footnote nomor 1, yaitu halaman 5. Sementara itu, footnote nomor 4 dikutip dari buku yang sama, namun pada halaman berbeda, yaitu halaman 22-23.

2. op. cit

Singkatan ini juga berasal dari bahasa Latin opere citato, yang berarti ‘dalam karya yang telah dikutip’. Singkatan ini digunakan jika kita ingin menyebutkan sumber kutipan yang sama dengan yang telah disebut pada nomor footnote sebelumnya, namun telah disela oleh sumber kutipan lain, dan berada pada halaman yang berbeda. Maka dari itu, penggunaan op. cit. biasanya diikuti dengan nomor halaman.

Contoh:

opcit

Pada ilustrasi di atas, entri footnote nomor 7 dikutip dari buku yang sama dengan yang ditulis oleh Alva Reyza Hasyim, namun pada halaman yang berbeda. Footnote nomor 5 dikutip dari halaman 121 sedangkan nomor 7 dikutip dari halaman 124. Op cit digunakan karena kutipan dari Hasyim disela oleh kutipan dari buku Kania Diandra.

3. loc. cit

Singkatan ini berasal dari bahasa Latin juga, yaitu loco citato yang berarti ‘di tempat yang telah dikutip’. Singkatan ini digunakan ketika kita kutipan yang merujuk pada sumber yang sudah disebut sebelumnya dan pada lokasi yang sama, namun telah disela oleh kutipan dari sumber lain. Dengan kata lain, loc cit. penggunaannya hampir sama dengan ibid. Perbedaannya, ibid. digunakan jika sumber yang dirujuk langsung berada setelah ibid. Sedangkan loc. cit. digunakan untuk mengganti ibid. jika sumber yang dirujuk disela sumber lain.

Agar tidak terlalu pening, perhatikan ilustrasi berikut.

locit

4. et. al.

* sumber: tex.stackexchange.com

Singkatan et. al. berasal dari bahasa latin et allii yang berarti ‘dan kawan-kawan’. Seperti dalam bahasa Indonesia dkk, singkatan ini digunakan untuk menandai penulis sumber rujukan yang terdiri dari lebih dari dua orang. Penggunaan singkatan ini telah dijelaskan pada bagian sebelumnya yang memaparkan cara pengutipan untuk lebih dari dua orang penulis.

5. lih. dan cf.

cf

* sumber: tex.stackexchange.com

Singkatan lih. berasal dari kata bahasa Indonesia lihat. Ini adalah perintah untuk melihat sumber rujukan pada halaman tertentu yang disebut. Sementara itu, cf. berasal dari bahasa Latin conferatur yang berarti ‘bandingkan’. Kedua singkatan ini biasa digunakan untuk menunjukkan sumber lain yang berhubungan dengan kata kunci atau pernyataan yang ditandai footnote.

Format Penulisan Footnote

Cara Menulis Footnote 1

* sumber: www.pelajaran.co.id

Karena lazim digunakan dalam teks karya ilmiah dan teks karya ilmiah, penulisan dan penggunaan footnote biasanya mengikuti konvensi format tertentu dalam satu lingkungan akademik. Maka dari itu, format penulisan footnote yang akan disebutkan di sini bisa saja berbeda dengan yang berlaku di kampus atau lingkungan akademik lain. Meskipun begitu, secara umum, footnote diformat seperti berikut.

  • Pertama, setiap kata atau pernyataan yang diberi catatan kaki harus ditandai dengan penomoran. Penomoran ini berseri dan disusun berurutan sepanjang teks naskah.

format penulisan footnote 1

  • Nomor-nomor footnote disusun secara berurutan, berdasarkan urutan kata kunci yang ditandai pada teks.
  • Nomor pada footnote harus diangkat sedikit dari baris biasa namun jangan sampai melebihi satu spasi.
  • Nomor atau awal footnote berada tujuh huruf dari tepi halaman atau sama dengan permulaan alinea baru.
  • Footnote diletakkan di bagian paling bawah halaman. Footnote berada setelah baris paling terakhir dari teks pada halaman kata atau pernyataan yang diberi nomor footnote. Bagian footnote dipisahkan dari bagian teks utama dengan garis sepanjang sepuluh ketukan.

format penulisan footnote 2

  • Jika Anda memasukkan footnote baru di belakang kata kunci yang sudah bernomor footnote, kata kunci yang selanjutnya akan diberi nomor baru sehingga nomor footnote tetap tersusun.
  • Apabila footnote lebih dari satu baris, maka baris kedua dan selanjutnya dimulai dari tepi halaman.
  • Nama pengarang dari kutipan yang kita ambil harus ditulis menurut urutan nama aslinya tanpa perlu mencantumkan gelar pendidikan atau keagamaan.
  • Jika sumber kutipan tersebut ditulis oleh dua atau tiga orang, maka nama pengarangnya harus ditulis semua.
  • Sedangkan apabila ditulis oleh lebih dari tiga orang, maka cukup cantumkan pengarang pertama diikuti dengan et al. atau dkk.
  • Jika diketik dengan menggunakan mesin ketik, maka judul buku harus digarisbawahi. Apabila diketik dengan komputer, maka cukup dicetak miring saja.

Secara teknis, ketika Anda menggunakan fitur pembuatan footnote di aplikasi pengolah kata semacam Microsoft Word, aplikasi tersebut akan mengurutkan nomor-nomor footnote secara otomatis. Fitur tersebut juga akan mengatur ulang penomoran footnote jika ada kata kunci baru ditandai di antara dua kata kunci yang sudah mendapat nomor footnote.

Dengan demikian, Anda hanya perlu memperhatikan cara penulisan footnote untuk catatan tambahan, sumber rujukan, dan pembandingan data.

Penulisan Footnote Berdasarkan Sumbernya

cara membuat footnote

Sama halnya seperti penulisan daftar pustaka, penulisan footnote juga memiliki perbedaan tergantung dari sumber tulisan yang kita ambil. Berikut adalah beberapa cara penulisan footnote jika sumbernya adalah buku, majalah, internet, artikel jurnal ilmiah, artikel dalam buku kompilasi, hingga undang-undang atau surat resmi pemerintah:

  • Buku

Untuk penulisan sumber rujukan buku di dalam footnote, biasanya diikuti aturan seperti berikut.

  1. Masukkan identitas buku dengan urutan:
    1. nama penulis,
    2. judul buku,
    3. jilid dan cetakan (bila perlu),
    4. tempat terbit,
    5. penerbit,
    6. tahun terbit, dan
    7. halaman sumber kutipan.
  2. Setiap unsur data buku yang disebut pada nomor 1 tadi dipisahkan dengan tanda baca koma (,) kecuali antara tempat terbit dan penerbit yang dipisah dengan tanda baca titik dua (:).
  3. Nama penulis dituliskan dari nama depan ke nama belakang—tidak perlu dibalik nama belakang terlebih dahulu seperti pada penulisan daftar pustaka.
  4. Judul buku dicetak miring.
  5. Tiap entri rujukan diakhiri dengan tanda baca titik.

Berikut ini contoh-contoh penulisan rujukan buku dalam footnote.

buku 1

Format lain dari penulisan rujukan buku adalah format yang aturannya mirip dengan aturan penulisan sumber rujukan pada daftar pustaka. Aturan itu hampir sama dengan aturan di atas, namun dengan beberapa perbedaan, antara lain:

  1. Nama penulis dibalik (nama belakang disebut dahulu kemudian nama depan dan nama tengah). Nama belakang dipisah dengan tanda koma (,) dari nama depan.
  2. Tahun terbit diapit tanda kurung dan diletakkan setelah nama penulis, bukan setelah penerbit.

Contoh format penulisan dari aturan kedua itu adalah sebagai berikut.

buku 2

Beberapa ketentuan tambahan perlu kita ketahui terutama yang berhubungan dengan jumlah penulis buku yang dirujuk.

  • Untuk penulis yang terdiri dari dua orang, kedua nama penulis ditulis penuh tanpa dibalik.
  • Untuk penulis yang terdiri dari tiga orang atau lebih, tuliskan nama penulis pertama kemudian ikuti dengan singkatan (dan kawan-kawan) atau et. al. (et allii) .

buku 3

  • Artikel, Majalah, dan Surat Kabar

Untuk penulisan sumber rujukan dari artikel media massa seperti koran atau majalah, biasanya ditulis dengan aturan sebagai berikut.

  1. Tuliskan nama penulis.
  2. Tuliskan judul artikel dengan diapit tanda petik (“…”).
  3. Tuliskan nama surat kabar atau majalah dengan cetak miring.
  4. Tuliskan nomor edisi, tanggal terbit, dan halaman letak artikel tersebut.
  5. Jika artikel yang dikutip bukan artikel opini personal melainkan artikel berita atau tajuk, tidak perlu dicantumkan nama penulis. Namun, setelah judul artikel tersebut, beri kata berita atau tajuk rencana yang diapit oleh tanda kurung siku ([…]) sebagai penanda pembeda.

Berdasarkan aturan tersebut, berikut ini adalah contoh penulisan catatan kaki untuk rujukan dari artikel media massa.

artikel, majalah

  • Internet

Apabila sumbernya berasal dari sebuah artikel yang terdapat di internet, maka pelisannya harus mencantumkan nama penulis, Judul dokumen, nama website, alamat website, serta tanggal dokumen tersebut diunduh. Contoh:

1Riri Riyanti, “Cara Menulis Footnote”, Pustaka Jaya, diakses dari htttp://www.PustakaJaya.com/rw/footnote.html, pada tanggal 2 Pebruari 2002 pukul 12.12

  • Artikel Jurnal Ilmiah

Selain buku, artikel dari jurnal ilmiah juga sangat sering dikutip. Penulisan sumber rujukan dari artikel jurnal ilmiah dapat ditulis dengan aturan sebagai berikut.

  1. Tuliskan nama penulis.
  2. Tuliskan judul artikel jurnal dengan diapit tanda petik (“…”)
  3. Tuliskan nama jurnal dengan cetak miring.
  4. Tuliskan nomor/edisi, volume, dan tanggal terbit dari jurnal yang bersangkutan.
  5. Tuliskan nomor halaman pernyataan yang dikutip.
  6. Setiap unsur yang dituliskan dipisah dengan tanda baca koma (,).

Dari format tersebut, lebih kurang contoh penulisan catatan kakinya seperti berikut.

jurnal ilmiah

  • Artikel dalam Buku Kompilasi

Sebuah buku kompilasi atau antologi adalah buku yang di dalamnya memuat beberapa artikel dengan judul tertentu. Tiap-tiap artikel tentu memiliki nama penulis sendiri, sementara buku antologi itu sendiri memiliki nama editor. Jika kita mengambil artikel dari buku semacam ini, kita menggunakan format seperti berikut.

  1. Tuliskan nama penulis.
  2. Tuliskan nama artikel yang dikutip dengan diapit tanda petik (“…”).
  3. Tuliskan nama editor buku kompilasi/antologi tersebut disertai tanda singkatan editor di dalam tanda kurung “(ed.)” sebagai penanda.
  4. Tuliskan judul buku kompilasi/antologi yang dikutip dengan cetak miring.
  5. Tuliskan tempat terbit, nama penerbit, dan tahun terbit.
  6. Tuliskan halaman pernyataan yang dikutip.

Berdasarkan format tersebut, contoh yang dapat diikuti antara lain sebagai berikut.

artikel buku kompilasi

  • Undang-undang atau Surat Resmi dari Pemerintah

Untuk penulisan sumber rujukan yang berupa teks undang-undang atau surat resmi dari pemerintah digunakan format seperti berikut.

  1. Cantumkan instansi yang berwenang.
  2. Cantumkan judul naskah atau kitab undang-undang yang dikutip.
  3. Apabila sumber naskah tersebut didapatkan dari buku lain, dicantumkan pula identitas buku yang menjadi sumber naskah.

Dengan berpandu pada format tersebut, berikut gambaran contoh penulisan rujukan dari undang-undang atau surat resmi pemerintah.

undang-undang surat resmi pemerintah

Cara Membuat Footnote di Microsofot Word 2019

Pembuatan footnote di Microsoft Word sebenarnya sangat mudah. Berikut ini langkah-langkah pembuatannya.

  • Letakkan kursor ketikan di belakang kata yang ingin diberi nomor sebagai tanda catatan kaki.

cara membuat footnote di ms word 1

  • Klik tab References, kemudian klik Insert Footnote di kolom Footnotes.

cara membuat footnote di ms word 2

  • Microsoft Word akan membuat ruangan catatan kaki pada baris terbawah halaman naskah, lengkap dengan garis pembatasnya. Anda tinggal menuliskan catatan komentar atau rujukan yang berhubungan dengan kata kunci atau pernyataan yang dikutip.

cara membuat footnote di ms word 3

Untuk penulisan komentar, Anda dapat menambahkan langsung komentar tanpa format atau aturan tertentu. Namun begitu, yang perlu Anda perhatikan adalah aturan penulisan sumber rujukan jika yang Anda masukkan pada footnote adalah sumber kutipan. Sumber kutipan itu sendiri bermacam-macam, bisa dari buku, artikel surat kabar, artikel jurnal ilmiah, atau data-data dari wawancara.

Cara Menulis Footonoe di Microsoft Word 2016

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara menulis footnote, Kini Kami akan memberikan informasi mengenai cara membuat atau menulis footnote di Ms.Word. Caranya mudah dan tidak perlu bingung, silakan Anda ikuti beberapa tahap berikut ini:

  • Masuk ke dalam Ms.Word dan langsung klik Reference

  • Setelah itu, Anda bisa langsung klik insert footnote

cara menulis footnote di ms word 2016 2

  • Kemudian, secara otomatis footnote akan muncul di bagian pojok kiri bawah. Anda tinggal menuliskan footnote sesuai dengan kebutuhan
  • Sedangkan untuk menambahkan catatan akhir, Anda bisa langsung klik insert end note

cara menulis footnote di ms word 2016 3

  • Jika sudah mengklik “End Note” maka, Anda bisa langsung mengetikan untuk catatan akhirnya
  • Nah, bagi Anda yang ingin menentukan format footnote atau end note secara manual, Anda bisa klik simbol panah di bagian kanan footnote. Setelah itu akan muncul jendela untuk mengatur footnote sesusai dengan kebutuhan Anda

cara menulis footnote di ms word 2016 4

Hmmm.. bagaimana, mudah bukan cara membuat footnote di atas? Langkah-langkah di atas dapat Anda terapkan untuk berbagai versi Microsoft Word, mulai dari Word 2007, Word 2010, Word 2013, hingga Word 2016.

Cara Membuat Endnote di Microsoft Word

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penjejakan rujukan bukan hanya menggunakan footnote tetapi juga endnote. Endnote adalah catatan akhir sehingga penempatannya bukan di bagian bawah halaman karangan seperti footnote, tetapi di bagian akhir karangan.

Selain posisinya, endnote juga cenderung digunakan untuk daftar referensi atau rujukan saja, tanpa adanya komentar tambahan. Maka dari itu, jika Anda ingin menambahkan komentar tambahan terhadap suatu kata kunci atau pernyataan kutipan, Anda disarankan menggunakan footnote.

Cara membuat endnote, tidak jauh berbeda dari footnote. Berikut langkah-langkahnya.

  • Pertama, letakkan kursor pada bagian kalimat yang ingin diberi tanda endnote. Selanjutnya, klik tab References, lalu di pilihan Footnotes, klik tombol Insert Endnote.

endnote 1

  • Microsoft Word akan membuat daftar endnote di bagian akhir naskah.

endnote 2

  • Untuk mengubah model penomoran endnote, buka jendela pengaturan endnote dengan mengeklik tombol panah kecil di samping kotak Footnote.

endnote 3

  • Pada jendela Footnotes and Endnotes, ubah pengaturan jenis penomoran di pilihan Format, kemudian klik tombol Apply untuk menerapkan perubahan.

endnote 4

Demikianlah tutorial pembuatan footnote (catatan kaki) dan endnote (catatan akhir) pada naskah karya ilmiah. Semoga penjelasan-penjelasannya mudah dipahami. Jika terdapat poin yang belum Anda mengerti dari langkah-langkah di atas, silahkan tanyakan kepada kami melalui kolom komentar di bawah ini. Selamat mencoba!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

4 Responses

  1. gaess. kenapa iya kalao aku pakai word16 ko nda bisa tak pakai buat footnote kalao pake ctrl+alt+f. bisanya pakai manual

  2. maaf angka pada penulisan footnote sama dengan tulisannya, APA YANG SALAH YA?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *