bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / 4 Cara Kreatif Membuat Buku Diary Versi DIY dengan Mudah

4 Cara Kreatif Membuat Buku Diary Versi DIY dengan Mudah

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 25 Desember 2020

Menurut KBBI menulis adalah proses membuat huruf atau angka dengan menggunakan pena. Dari menulis seseorang bisa menggambarkan isi pikiran dan perasaan yang sedang dialami. Lebih jauh lagi, dari menulis, karakter seseorang bisa teridentifikasi, itu berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli.

Seiring berkembangnya waktu, media untuk menulis tidak hanya terbatas pada kertas saja. Saat ini bermunculan platform online yang menyediakan wadah bagi siapa saja untuk menulis. Dan tentu saja kegiatan menulis tidak lagi dikerjakan manual, melainkan dengan cara diketik menggunakan papan ketik.

Manfaat Menulis

Meskipun di masa ini menulis dengan menggunakan tangan mulai berkurang peminatnya karena proses mengetik dirasa lebih praktis, tapi perlu diingat bahwa menulis dengan menggunakan tangan mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh proses menulis secara digital.

  • Menulis Membantu Tubuh dan Pikiran Lebih Tenang
Menulis Membantu Tubuh dan Pikiran Lebih Tenang

* sumber: www.inc.com

Setiap orang mempunyai kemampuan berbicara yang berbeda-beda. Ada yang lebih mahir berbicara dan menyuarakan isi hati dan pikirannya lewat kata-kata, ada juga yang lebih nyaman menyuarakannya lewat tulisan.

Namun, jika kamu kesulitan untuk mengutarakan isi pikiranmu lewat kata, kamu bisa menuangankannya lewat tulisan. Menulis diary salah satunya.

  • Menulis Membantu Proses Pemahaman Belajar
Menulis Membantu Proses Pemahaman Belajar

* sumber: www.franchiseindia.com

Jika dibandingkan dengan mengetik, tentu saja menulis membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun dengan menulis dengan tangan dapat membantumu lebih cepat memahami informasi dari pelajaran.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi yang dipublikasikan oleh Association for Psychological Science menyatakan bahwa siswa yang menulis dengan tangan memahami pelajaran lebih cepat dari mereka yang mengetik informasi pelajaran pada komputer.

  • Menulis Dapat Terhubung dengan Otakmu
Menulis Dapat Terhubung dengan Otakmu

* sumber: elemental.medium.com

Menulis membutuhkan lebih banyak kemampuan motorikmu dan jaringan-jaringan yang terkoneksi dengan otak yang disebut reading ciruit. Ketika menulis, banyak bagian dari jaringan dalam otak yang bekerja.

  • Menulis Memperlambat Gejala Mental Aging
Menulis Memperlambat Gejala Mental Aging

* sumber: www.ageuk.org.uk

Melatih kelenturan otak seperti dengan cara menulis tangan seperti ini mampu mempertajam daya ingatmu. Oleh karenanya menulis merupakan kegiatan yang bagus untuk mempertahankan ingatan mereka ketika sudah memasuki usia lanjut.

The Wall Street Journal menemukan bahwa latihan menulis tangan melibatkan kemampuan motorik halus, memori dan lain-lain. Menulis dengan tangan merupakan latihan kognitif yang bagus untuk otak yang telah menua.

  • Menulis Dapat Mengurangi Kecemasan dan Depresi
Menulis Dapat Mengurangi Kecemasan dan Depresi

* sumber: thedawnrehab.com

Stres dan rasa frustasi muncul akibat pikiran-pikiran yang kacau yang berkecamuk di dalam dirimu. Hal-hal tersebut terjadi berulang-ulang sehingga semua rasa sedih dan frustasimu tersebut mengendap di dalam pikiran.

Menulis merupakan salah satu media terapi untuk mengurai kesedihan dan perasaan tertekan yang sedang dirasakan. Dengan menulis tangan, khususnya dalam bentuk kursif merupakan sebuah kegiatan yang tidak ritmik yang membantumu meraih perasan tenang.

Dan karena kamu terhubung dengan kata-kata saat sedang kamu tulis, kamu jadi bisa memproses masalah dengan lebih mudah ketika kamu menuangkannya ke dalam tulisan di kertas.

  • Menulis dengan Tangan Mengingatkanmu Akan Nilai Sebuah Ranah Pribadi
Menulis dengan Tangan Mengingatkanmu Akan Nilai Sebuah Ranah Pribadi

* sumber: www.inc.com

Banyak sekali orang yang membagikan momen yang dialami ke dalam media sosial. Ibarat sebuah diary, mereka menuliskan unek-unek dan isi pikiran ke dalam status media sosial. Dirasa lebih menyenangkan jika mendapat respon dari teman-teman virtualmu.

Dan menulis mempunyai nilai bahkan ketika kamu melakukannya untuk dirimu sendiri. Isi pikiranmu tidak harus menjadi viral untuk dihargai. Jika menulis dapat meringankan bebanmu maka, cukuplah sampai di situ saja.

Baca juga: Cara Membuat Tempat Pensil dari Stik Es Krim yang Mudah

Begini Cara Membuat Diary

Selain memotret, menulis diary merupakan cara alternatif untuk mengabadikan momen yang pernah kamu alami. Di buku tersebut kamu juga bisa menuangkan seluruh isi pikiran dan hal-hal yang tidak bisa kamu katakan kepada orang lain.

Agar menulis diary lebih menyenangkan kamu bisa membuat buku diary-mu sendiri. Selain itu hal tersebut akan menimbulkan perasaann ‘istimewa’ karena kamu membuatnya dengan tanganmu sendiri.

Untuk membuat buku diary sendiri tidaklah sulit. Kamu bisa membuatnya dari kertas-kertas kosong lalu menghiasnya sesuai seleramu.

1. Persiapkan Peralatan Yang Kamu Butuhkan

Persiapkan Peralatan Yang Kamu Butuhkan

Langkah pertama untuk membuat buku diary adalah menyiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan seperti gunting, penggaris, kertas dekoratif, pensil, dan bahan lain untuk hiasan buku.

2. Pilih Kertas untuk Diary-mu Lalu Padatkan

Pilih Kertas untuk Diary-mu Lalu Padatkan

Setelah itu pilih jenis kertas yang akan kamu gunakan sebagai diary-mu. Sesuaikan dengan jenis dan tipe kertasnya. Kamu bisa menggunakan kertas seperti kerta HVS, folio, atau kertas berwarna atau kertas gambar.

Agar menulis lebih menyenangkan kamu bisa memilih kertas warna-warni yang cantik. Pilih nuansa warna yang kamu suka seperti warna terang atau warna-warna lembut.

Untuk buku diary tipis kamu bisa melipat kertas menjadi dua bagian. Maksimal hanya 10 lembar kertas yang bisa kamu lipat. Jika ingin membuat diary yang lebih tebal kamu bisa mengumpulkannya menggabungkan lipatan-lipatan kertas tersebut dan menjadi satu.

Setelah kertas terkumpul, padatkan dengan tangan atau dengan sesuatu yang berat sehingga kertas padat. Kamu bisa minta bantuan teman untuk membantu memadatkan tumpukan kertas tersebut. Karena perlu tekanan yang besar agar kertas benar-benar padat.

3. Rekatkan dengan Lem atau Cairan Perekat Kertas

Rekatkan dengan Lem atau Cairan Perekat Kertas

Setelah kertas-kertas terkumpul dan padat, langkah selanjutnya adalah dengan merekatkannya. Tempatkan lembaran kertas di bawah penjepit kertas agar tidak terlipat. Posisikan ujung kertas sehingga kertas-kertas tersebut berderet rapi.

Oleskan lem pada sisi lembaran kertas yang akan menjadi ruas buku. Pastikan kertas benar-benar menempel pada ruas buku sehingga tidak ada lembaran kertas yang terlepas. Tekan dengan keras bagian yang diberi lem tersebut sebelum lem mengering.

Gunting satu lembar kertas lalu rekatkan pada bagian kertas yang telah diberi lem tadi. Buat kertas selebar 3 cm yang nantikan akan ditempelkan pada lembar pertama dan terakhir buku.

Supaya lebih rapi, kamu bisa menutupi ruas buku yang telah selesai dibuat. Bisa menggunakan sepotong kain dengan motif cantik atau dengan kertas lentur berpinggiran. Dengan begitu celah di ruas buku diarymu tidak akan terlihat.

4. Buat Jilid Buku dan Mulai Menghias

Buat Jilid Buku dan Mulai Menghias

* sumber: diyprojects.com

Langkah selanjutnya adalah membuat jilid buku. Untuk membuatnya kamu memerlukan kerja yang lebih tebal dan keras. Ambil kertas tebal dan potong sesuai ukuran buku diary-mu. Beri lem lalu tempelkan tiap potongan karton di lembaran pertama dan terakhir buku.

Lembaran kertas pertama dan terakhir inilah yang nantinya akan menjadi cover buku diary-mu. Agar buku awet kamu perlu lapisan pelindung untuk ruas buku agar ruas buku lebih kuat.

Ukur kertas tebal yang akan dijadikan pelapis cover tersebut dengan menggunakan penggaris supaya mendapatkan ukuran yang rapi. Setelah itu sampul buku siap dihias.

Kalau kamu jago menggambar kamu bisa menambahkan desain bikinanmu sendiri untuk menghias sampul buku diary. Gunakan krayon atau pensil warna yang kamu punya. Kamu bisa menambahkan stiker dan pernak-pernik untuk tambahan dekorasinya.

Agar jilid kertas lebih tahan lama, perkuat jilid dengan menggunakan selotip transparan. Buku diary-mu tidak akan cepat rusak jika terkena air.

Proses membuat telah selesai. Buku siap ditulisi. Kamu bisa menuliskan semua kejadian harian yang kamu alami atau hari-hari penting yang berkesan buatmu, agenda-agenda penting, dan lain-lain. Semuanya bisa kamu tulisi. Jika khawatir orang lain akan membaca buku “rahasiamu” kamu bisa menambahkan gembok pada jilidnya. Selamat menulis.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram