Bacaterus / Parenting / 10 Cara Membimbing Anak Belajar di Rumah dengan Benar

10 Cara Membimbing Anak Belajar di Rumah dengan Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Februari 2019

Sebagai orang tua, tentu kita adalah orang terdekat yang dapat dijangkau oleh anak saat berada di rumah, dan kita berharap bahwa anak kita cinta belajar, bukan? Bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya, sebagian besar waktu belajar anaknya mungkin akan dihabiskan di sekolah. Sebagian besar sisanya, anak menghabiskan waktunya di rumah. Lalu, bagaimana caranya membimbing anak belajar di rumah?

10 Cara Membimbing Anak Belajar di Rumah

1. Kenali Minat dan Rasa Ingin Tahu Anak

* sumber: www.foundationeducation.edu.au

Belajar tentu tidak sama dengan bersekolah, karena belajar bisa di mana saja dan kapan saja termasuk di rumah. Lalu sebagai orang tua, apa yang harus kita lakukan pertama kali?

Kenali dan perbanyak berdiskusi dengan anak tentang apa sebenarnya yang dia minati di dalam hidupnya. Dari minat tersebut, biasanya muncul rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu inilah yang membuat anak terus bertahan untuk belajar walaupun tanpa bimbingan orang lain, termasuk orang tua.

2. Berlatih Merumuskan Pertanyaan

Berlatih Merumuskan Pertanyaan

* sumber: www.independent.co.uk

Setelah anak mengetahui minat dan rasa ingin tahu terbesarnya tentang apa, maka orang tua dapat membantu membimbing anak belajar dengan membekali learning skills atau cara belajar. Salah satu learning skills yang penting adalah dengan berlatih merumuskan pertanyaan. Apa saja yang ingin diketahui anak dari sesuatu yang menarik minatnya.

Misalnya dengan bertanya 5 W dan 1 H, What, Who, When, Where, Why dan How. Selain itu, ada 2 W lain tambahan yaitu What if dan Why not. Dengan berlatih bertanya, anak akan terbiasa merumuskan masalah dan pada akhirnya menyelesaikan masalahnya sendiri. Kemampuan bertanya dan merumuskan masalah merupakan modal anak di masa depan kelak.

3. Sediakan Waktu Khusus

* sumber: www.educatingmatters.co.uk

Menyediakan waktu khusus untuk anak adalah bukti bahwa kita menganggap bahwa anak adalah bagian penting di dalam hidup kita. Jika kita terbiasa menyediakan waktu khusus untuk membimbing anak belajar, misalnya saat mengerjakan tugas dari sekolah, maka anak akan merasa bahwa orang tua peduli dengan hal yang anak pelajari di sekolah atau di luar rumah.

Sebagian orang tua menganggap bahwa kualitas lebih baik daripada kuantitas. Namun demikian, menyediakan waktu khusus dan berada di saat mereka membutuhkan bimbingan dan konsultasi adalah hal yang sangat berharga bagi mereka. Menyediakan waktu khusus dan benar-benar hadir sepenuhnya akan membuat anak nyaman belajar dengan kita.

4. Bermain Sama dengan Belajar

* sumber: www.playitsafeplaygrounds.com

Albert Einstein pernah mengatakan bahwa “Playing is the highest form of research”. Yang artinya bahwa bermain sama dengan belajar sama dengan seseorang yang melakukan riset.

Jadi, saat anak memiliki minat terhadap sesuatu dan bermain-main dengan hal tersebut maka kita sebagai orang tua perlu tahu bahwa anak sejatinya sedang melakukan proses belajar. Terkadang orang tua lupa dan memisahkan antara bermain dan belajar. Persepsi umum kita memandang bahwa belajar terikat institusi pendidikan.

5. Tetapkan Target Belajar Bersama

* sumber: www.wsj.com

Sebagai orang tua, tentu kita ingin mengetahui sejauh mana anak kita berkembang di dalam pembelajarannya. Maka, membuat target pembelajaran bersama penting dilakukan. Sebagai orang tua, kita dapat membantu mereka membuat jadwal harian bulanan atau tahunan dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan anak di dalam setiap proses pembelajarannya.

Jika anak sudah dapat membuatnya jadwalnya sendiri maka orang tua dapat memberi masukan terhadap target dan jadwal yang telah dia buat untuk mencapai target pembelajarannya.

6. Berikan Variasi Media Belajar

* sumber: betterworld.mit.edu

Belajar akan lebih mengasyikan bagi anak jika media yang digunakan beragam jenisnya. Ada saat saat anak jenuh membaca, maka kita bisa variasikan dengan menonton video atau browsing internet mengenai hal yang ingin dipelajari. Selain itu, untuk hal-hal yang memerlukan hands on experience atau pengalaman nyata, maka membeli bahan-bahan atau peralatan untuk eskperimen akan sangat membantu mengatasi kejenuhan belajar. Prinsipnya, media belajar yang digunakan tidak monoton.  

7. Bergabung dan Bekerjasama dengan Komunitas

Bergabung dan Bekerjasama dengan Komunitas

* sumber: www.brisbanekids.com.au

Di saat anak membutuhkan bimbingan ahli pada bidang yang dia minati, maka belum tentu apa yang ingin dipelajari anak bisa kita fasilitasi langsung sebagai orang tua. Sebagai orang tua, tentu kita bukan ahli di dalam semua bidang, maka bergabung dengan komunitas terkait bisa menjadi solusinya.

Misalnya, jika anak memiliki minat terhadap serangga (biologi), maka kita bisa mencari komunitas pecinta serangga. Selain memfasilitasi pembelajaran anak, komunitas juga sarana yang tepat untuk berjejaring dan bertukar informasi untuk orang tua. Pada komunitas ini juga anak bisa mengembangkan kepercayaan dirinya di dalam bidang yang ia tekuni. Anak merasa bahwa dia punya kawan yang memiliki minat yang sama dan bisa bertumbuh bersama.

8. Menyediakan Tempat Belajar yang Kondusif

Menyediakan Tempat Belajar yang Kondusif

* sumber: mytaguide.blogspot.com

Sebagian orang memiliki preferensi tempat untuk belajarnya masing-masing. Ada yang bisa fokus belajar tanpa suara alias hening, adapula orang yang dapat fokus belajar sambil mendengarkan musik atau dengan banyak suara. Maka, mengenali dan menyediakan tempat yang kondusif sesuai dengan gaya belajar anak di rumah bisa menjadi salah satu solusi bagi orang tua.

9. Kenali Gaya Belajar Anak

* sumber: yangonlife.com.mm

Gaya belajar anak itu berbeda satu dengan lainnya, ada anak yang cenderung lebih dapat menyerap informasi melalui penglihatannya atau visual dan ada anak yang lain bisa lebih banyak belajar melalui suara atau audio. Adapula, sebagian anak yang lain bisa memahami hal dengan melakukannya atau kinestetik.

Mengenali gaya belajar di dalam membimbing mereka sangat bermanfaat karena dapat mengoptimalkan proses pembelajaran karena membuat proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan menyenangkan.

10. Buat Perpustakaan dan Multimedia Resources di Rumah

* sumber: www.scarymommy.com

Saat kita membimbing anak belajar di rumah, PR kita sebagai orang tua adalah menumbuhkan minat belajar. Salah satu media belajar adalah dengan membaca, karena dengan membaca anak akan terbiasa memahami sebuah topik secara menyeluruh.

Namun, menumbuhkan minat baca terkadang sulit jika media membaca tidak mudah didapat. Maka, membuat perpustakaan bisa menjadi proyek kita sebagai orang tua dalam menumbuhkan minat baca. Di saat ada waktu luang, perpustakaan rumah bisa kita jadikan spot untuk berkumpul dan berdiskusi dan membimbing anak kita belajar.

Selain itu, untuk mengatasi kejenuhan saat membaca, kita bisa menyediakan peralatan multimedia di perpustakaan tersebut yang bisa dipakai untuk belajar memakai aplikasi ataupun menonton film edukasi.

Membimbing anak belajar di rumah adalah hal yang tentu tidak mudah, perlu kesabaran, keikhlasan, serta stamina yang prima dari kita sebagai orang tua. Namun, melihat anak kita menjadi generasi yang cinta belajar, penuh antusiasme, dan tekun akan bidang yang digelutinya sehingga kelak menjadi orang yang bermanfaat tentu menjadi harapan kita semua, bukan?

10 cara membimbing anak belajar di rumah versi Bacaterus tentu bukan satu-satunya yang dapat Anda jadikan referensi. Anda punya pengalaman, pendapat dan cara lain yang bisa dilakukan? Silakan berikan komentar di bawah, ya.

Bagi Anda yang merasa kewalahan dalam menangani anak bandel, jangan putus asa. Sebab, Bacaterus punya tips jitu dalam menghadapi anak bandel. Ingin tahu caranya? Silakan kunjungi artikel 10 Cara Mengatasi Anak Bandel ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

2 pemikiran pada “10 Cara Membimbing Anak Belajar di Rumah dengan Benar”

  1. Tulisan Keren menginspiratif, ayah! 🙂

Tinggalkan komentar