Bacaterus / Kucing / Inilah Cara Membersihkan Telinga Kucing yang Benar dan Aman

Inilah Cara Membersihkan Telinga Kucing yang Benar dan Aman

Ditulis oleh - Diperbaharui 23 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kalau kamu pelihara kucing di rumah, atau suka ada kucing liar yang main ke rumah untuk minta makan, berarti mereka menjadi akrab dengan kamu. Otomatis kamu pun jadi lebih care sama mereka, apakah mereka sudah makan, apakah mereka sehat, dan lain sebagainya.

Salah satu bagian tubuh kucing yang paling jelas terlihat kalau ada masalah kesehatan adalah telinga, karena telinga mereka mencuat ke atas dan terbuka lebar. Sebenarnya, kebanyakan kucing bisa menjaga kebersihan telinga mereka sendiri. Tapi, kadang mereka tak bisa menjangkau bagian belakang dan dalam telinga. Sehingga, pada akhirnya, para kucing membutuhkan bantuan dari manusia mereka.

Jadi, mengetahui cara membersihkan telinga kucing penting jika kamu mau menjaga kesehatan mereka. Ya, ini bukan cuma perkara telinga bersih atau tidak, tapi sekaligus mencegah atau langsung mengidentifikasi jika ada tungau telinga, infeksi, jamur, dll.

Sebelum membaca keseluruhan artikel ini, mungkin kamu masih bimbang. Kenapa, sih, harus membersihkan telinga kucing? Memang apa manfaatnya? Membersihkan telinga kucing membantu mereka tetap bersih dan rapi, seperti nature mereka, karena kucing adalah hewan yang suka kebersihan.

Hal ini juga akan mengurangi risiko infeksi telinga. Soalnya, infeksi pada telinga bisa menjadi gejala sekunder dari masalah kesehatan kucing lainnya. Yuk, langsung saja bersihkan telinga kucing bersama Bacaterus!

1. Kucing Harus Relax

*Sumber: https://www.youtube. com/watch?v=T1IvkX4e09w

Membersihkan telinga kucing bisa menjadi hal yang membuat stres, baik itu kamu dan kucing kamu. Jadi, sebelum memulai, siapkan dulu persediaan yang akan kamu butuhkan. Diantaranya adalah cairan pembersih telinga kucing, kapas (boleh yang kotak ataupun bulat), handuk/selimut untuk membungkus kucing (jika perlu).

Supaya bisa mengurangi ketegangan si meong, angkat mereka ke pangkuan kamu. Namun, kucing memiliki sifat yang berbeda-beda. Jika mereka bukan tipe cuddler, saatnya menggunakan handuk atau selimut. Bungkus kucing (tak perlu erat) sebelum kamu pangku.

Akan lebih mudah kalau ada satu orang lagi yang bertugas menahan kucing ketika kamu membersihkan telinga mereka, atau sebaliknya, kamu yang pegang dan orang lain yang bersihkan.

Yang paling penting, orang yang bertugas memegang kucing tidak boleh menggunakan tenaga yang besar. Cengkraman yang terlalu kuat akan membuat kucing kamu jadi kurang kooperatif. Mereka bisa berontak dan mencakar, so, be careful!

2. Atur Mood Kucing

* sumber: cutecatshq.com

Jika kucing menatap kamu dengan tatapan “Apakah kamu sudah gila?”, berontak, berteriak, itu tanda kalau mereka stres dengan apa yang ingin kamu lakukan. Bicaralah pada mereka dengan suara lembut. Tenangkan mereka, hujani dengan pujian dan kasih sayang. Walaupun hewan, mereka mengerti kita, kok. Apalagi kalau kamu dan dia memang punya hubungan spesial.

Pokoknya, pastikan kucing kamu santai. Kalau mereka tidak bisa relaks, jangan dipaksakan, berarti ini belum saatnya. Beberapa kucing memang ada yang tidak suka telinganya dibersihkan. Cara mengatasinya, bawa kucing ke ruangan yang tenang di mana tidak ada hewan peliharaan lain atau orang asing yang tidak biasa mereka lihat karena bisa membuat kucing tegang.

3. Selidik Telinga Kucing

* sumber: www.healthypawspetinsurance.com

Sebelum membersihkannya, perhatikan terlebih dahulu telinga si kucing. Pegang bagian atas telinga kucing dengan lembut. Putar/buka telinga ke atas secara perlahan sampai kamu bisa melihat bagian dalamnya dengan jelas. Pastikan kamu memeriksa telinga kucing di tempat yang banyak cahayanya, seperti di dekat jendela, di bawah lampu terang, di teras rumah, dll.

Tentukanlah, apa sekiranya kucingmu perlu dibersihkan telinganya atau tidak. Ciri-ciri telinga kucing yang bersih adalah warnanya pink pucat, ada kotoran tapi sangat sedikit, serta tidak berbau. Jika kucing kamu telinganya bersih, maka kamu tak perlu membersihkannya. Berarti kucing kamu bisa membersihkan telinganya sendiri, setidaknya sampai saat kamu cek barusan.

Namun, jika di telinga kucing ada kotoran yang menumpuk, tungau telinga (membuat bintik-bintik kecil berwarna cokelat atau merah), radang, wax, atau kotoran yang menumpuk. Terutama jika ada bau busuk dan masalah dermatologis seperti benjolan, goresan, dan lesi yang bisa menjadi tanda infeksi.

Maka, kamu sebaiknya tidak membersihkan telinga kucing sendiri, tapi kamu harus segera menghubungi dokter hewan. Jika kucing kamu lulus tes visual dan tes endus, ‘tutup’ lagi telinga mereka alias kembalikan ke posisi semula untuk membersihkannya.

4. Liquid Cat Ear Cleaner

Ada benda yang sudah harus kamu punya di rumah sebelum melakukan semua ini. Liquid cat ear cleaner alias cairan pembersih telinga. Produk pembersih telinga yang baik bersifat astringen ringan dan cepat kering. Kamu dapat membeli pembersih telinga di dokter hewan, toko persediaan hewan peliharaan a.k.a pet shop, dan juga market place online.

Pembersih ini melunturkan kotoran di dalam telinga kucing, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. PS: pembersih telinga harus berada dalam suhu ruangan sebelum digunakan.

Tidak ada masalah yang berarti jika cat ear cleaner-nya dingin, cuma kucing akan kurang suka atau kaget saja. Apakah harus menggunakan ear cat cleaner? Bagaimana dengan air? Big no! Air tidak boleh digunakan sebagai pembersih telinga, karena air bisa tersangkut di sana dan memungkinkan jamur tumbuh.

Kamu bisa membuat pembersih telinga kucing jika sedang dalam keadaan darurat. Tapi, ingat, dalam keadaan darurat saja, ya. Cara membuatnya adalah, campur cuka putih 1:1 rubbing alcohol (alkohol gosok). Jangan gunakan secara berlebihan. Dan, hindari penggunaan jika telinga kucing kamu ada luka goresan apalagi infeksi, karena pasti akan terasa perih.

Walaupun, Animal Medical Center of Chicago merekomendasikan para orang tua kucing untuk berbicara dengan dokter hewan sebelum membeli pembersih telinga.

Astringent seperti cuka, alkohol, dan hidrogen peroksida dapat membahayakan telinga kucing yang halus. Alternatif lainnya untuk membersihkan telinga (bagian luar saja!!) adalah dengan menggunakan kapas yang sudah dituangi minyak zaitun.

5. Tuang Cleaner

* sumber: www.medicanimal.com

Sekarang waktunya menuang cat ear cleaner! Pegang botol pembersih telinga dekat dengan telinga kucing. Tapi, jangan menaruh ujung botol di telinga mereka, ya.

Jika ujungnya menyentuh telinga kucing, bersihkan dengan lap alkohol (atau kapas yang sudah dituang alkohol) sebelum menggunakannya lagi. Langkah ini untuk mengurangi penyebaran bakteri dan jamur, yang merupakan penyebab umum infeksi telinga kucing.

Tuang beberapa tetes pembersih telinga ke dalam telinga kucing. Perhatian!! Gunakan dosis yang tepat seperti yang direkomendasikan pada instruksi label. Lalu, pijat pangkal telinga kucing selama 20-45 detik supaya liquid cleaner-nya bisa bekerja lebih baik. Jangan menggosok dengan kuat karena dapat merusak gendang telinga mereka.

Jangan kaget, karena si meong akan menggelengkan kepala ketika pembersih telinga ‘turun’. Mungkin cairan pembersih akan terciprat ke bulu mereka, tapi tidak apa-apa. Itu tidak akan membahayakan teman berbulu Anda.

Antisipasi mungkin cairannya bakal terkena pada baju kamu juga. Biarkan kucing kamu sendirian selama satu-dua menit untuk menggelengkan kepalanya (ini adalah cara mereka menghilangkan liquid beserta kotoran dari telinganya).

6. Bersihkan Kotoran

Walaupun si meong sudah menggeleng-gelengkan kepalanya, bukan berarti semua kotoran dari telinganya sudah hilang. Kamu tetap harus membersihkannya menggunakan kapas. Basahi kapas kecantikan, bola kapas, atau kain kasa, lalu usap telinga kucing dengan lembut.

Pastikan untuk tidak mendorong bola kapas terlalu dalam ke bagian horizontal saluran telinga, ya! Soalnya, alih-alih menghilangkan kotoran, kamu malah akan mengumpulkan kotoran dan memadatkannya.

Jangan pernah memasukkan apa pun, termasuk jari Anda, ke saluran telinga kucing Anda. Juga, jangan gunakan cotton bud (korek kuping), kecuali direkomendasikan oleh dokter hewan.

Jika kamu tidak sengaja mengenai gendang telinga kucing, mereka mungkin akan menunjukkan tanda-tanda rasa sakit (mengeong, mengais telinga, dll). Kalau gendang telinga mereka tertusuk, apalagi hingga pecah, kucing bisa kehilangan keseimbangan. Ciri-cirinya adalah ketika mereka duduk dengan kepala miring ke samping. Jika kamu melihat salah satu dari gejala ini, bawalah kucing ke dokter hewan.

7. Puji Kucingmu!

* sumber: www.rd.com

Setelah membersihkan kedua telinga kucing, jangan lupa untuk memuji mereka! Beri mereka pujian, pelukan, dan treat atau snack. Ini akan membantu menenangkan kucing dan membuatnya cenderung lebih bisa bekerja sama saat sesi pembersihan telinga di masa depan.

Lakukan ini selama pembersihan dan sesudahnya, sehingga mereka mengaitkan ‘membersihkan telinga’ dan ketika melihat alat-alat kebersihan telinga dengan interaksi positif.

8. Bawa ke Vet

* sumber: www.bostonherald.com

Normal bagi kucing untuk memiliki kotoran dan wax di dalam dan di dekat telinga mereka. Namun, jika ada cairan lain di dalam dan sekitar telinga mereka, itu tidak normal. Bawa kucing ke dokter hewan sesegera mungkin jika melihat salah satu gejala berikut:

  • Ada nanah hijau, kuning, merah, merah gelap, atau hitam. Ini bisa mengindikasikan infeksi bakteri, jamur, atau kutu tungau
  • Bau yang tidak biasa datang dari telinga
  • Kemerahan atau bengkak di dalam dan/atau di sekitar telinga
  • Masalah keseimbangan (yang tadi disinggung di atas) atau kepala mereka yang miring terus menerus

9. Seberapa Sering

* sumber: unitedveterinarycenter.com

Selamat jika kamu berhasil membersihkan telinga kucing sendiri, dan mereka baik-baik saja, tidak ada masalah pada telinga mereka dan mereka juga tidak jadi memusuhi kamu. Sekarang, akan muncul pertanyaan baru. Seberapa sering kamu harus membersihkan telinga kucing?

Khusus mengecek telinga kucing, harus masuk ke dalam rutinitas mingguan. Jika kamu melihat atau mencium sesuatu yang tidak biasa dari telinga si bola bulu, segera hubungi dokter hewan kepercayaan kamu. Cek saja, ya, bukan dibersihkan!

Lalu, bagaimana jika kamu melihat ada sedikit kotoran di telinga kucing? Sebenarnya itu tidak masalah, kalau sedikit. Biarkan saja, karena kucing juga bisa membersihkan dirinya sendiri. Untuk jadwal kamu membantu mereka membersihkan telinga, itu cukup beberapa bulan sekali saja.

10. Tips

*

Membersihkan telinga kucing akan terasa lebih mudah dan less stress jika kucing sedang clingy (mencari perhatian padamu) atau sedang mengantuk. Soalnya, jika si bulu gemas ini masih full energy, mereka cenderung memberontak.

Pokoknya safety first! Kalau kucing merasa tak nyaman, atau kamu merasa tak yakin, maka kamu selalu bisa melakukannya lain waktu. Atau, kamu bisa mengunjungi groomer atau vet untuk melakukannya buat kucingmu.

Tidak sulit, kan, membersihkan telinga kucing sendiri? Namun, perlu diperhatikan juga jika kamu pemula sebaiknya mintalah bantuan pada seorang ahli terlebih dahulu. Kemudian, pelajari cara membersihkan telinga kucing dengan benar dan terapkan cara-cara di atas tadi, ya. Tapi, kalau kamu punya tips lainnya soal membersihkan telinga kucing, bisa tulis tipsnya di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *