Bacaterus / Mesin Cuci / 9 Cara Membersihkan dan Merawat Mesin Cuci yang Benar

9 Cara Membersihkan dan Merawat Mesin Cuci yang Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 Mei 2019

Pengguna mesin cuci di Indonesia semakin banyak. Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan benda elektronik yang satu ini sangat meringankan kegiatan mencuci baju. Apalagi kita jadi bisa melakukan aktivitas lainnya saat mesin cuci menjalankan tugasnya mencuci baju.

Mengingat mesin cuci adalah benda yang cukup sering dipakai, terutama bagi Anda yang mencuci baju setiap hari, tentu saja Anda harus memberikan perawatan secara teratur agar mesin cuci lebih awet. Nah, Bacaterus akan memberikan informasi mengenai cara membersihkan dan merawat mesin cuci yang benar nih! Silakan dibaca dan dipraktekkan, ya!

1. Tempatkan Mesin Cuci Secara Tepat

Tempatkan Mesin Cuci Secara Tepat

* sumber: www.mieleusa.com

Penempatan mesin cuci di sebuah lokasi juga merupakan bentuk dari perawatan mesin cuci. Pasalnya, penempatan mesin cuci di lokasi yang kurang tepat bisa merusak performa mesin cuci tersebut. Sebagai contoh, tempat yang lembab dapat meningkatkan risiko kerusakan pada mesin cuci. Selain itu, tempat yang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk berpotensi meningkatkan suhu mesin cuci jadi lebih panas.

Lantas, bagaimana lokasi yang tepat untuk menempatkan mesin cuci?

  • Letakkan di tempat yang kering dan tidak lembab.
  • Lokasi harus datar, bukan berupa tanjakan atau permukaan bergelombang.
  • Beri sedikit ruang pada ventilasi mesin cuci agar suhunya tetap stabil ketika beroperasi.
  • Setiap sisi mesin cuci (belakang, samping kiri, samping kanan, dan depan) harus memiliki ruang. Hindari penempatan mesin cuci yang terlalu dekat dengan dinding atau benda lainnya.
  • Letakkan mesin cuci di tempat yang teduh (tidak terpapar sinar matahari secara langsung), tapi tetap mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara yang baik.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Itulah sejumlah kriteria lokasi penempatan mesin cuci yang benar. Ingat, jangan anggap remeh lokasi penempatan mesin cuci karena hal sederhana ini merupakan bagian dari usaha Anda dalam merawat mesin cuci agar lebih awet.

2. Masukkan Baju Sesuai Kapasitas Mesin Cuci

Masukkan Baju Sesuai Kapasitas Mesin Cuci

* sumber: www.which.co.uk

Ketika membeli mesin cuci, Anda pasti mengetahui kapasitas mesin cuci tersebut, bukan? Nah, sangat disarankan untuk tidak mencuci baju melebihi kapasitas mesin cuci. Baca artikel ukuran dan kapasitas mesin cuci ini untuk mengetahui informasi lebih lengkap.

Mencuci baju dengan bobot yang melebihi kapasitas mesin cuci ternyata dapat memicu kerusakan pada motor penggerak karena bebannya terlalu besar. Selain itu, performa mesin cuci jadi menurun ketika bobot pakaian di dalamnya melebihi kapasitas mesin cuci yang seharusnya.

3. Hindari Menyimpan Baju Terlalu Lama

Hindari Menyimpan Baju Terlalu Lama

Sesuai dengan namanya, mesin cuci memang seharusnya berfungsi untuk mencuci pakaian saja. Hindari menyimpan baju terlalu lama di dalam mesin cuci, apalagi baju yang sudah direndam di dalam air. Mengapa? Kebiasaan ini memicu kerusakan pada mesin cuci. Baju juga akan berbau apek jika Anda merendamnya terlalu lama di dalam mesin cuci.

Tak hanya berlaku untuk baju yang sudah direndam saja, Anda juga tidak dianjurkan untuk menyimpan baju kotor yang masih kering dalam mesin cuci. Pasalnya, menyimpan baju kotor dalam mesin cuci dapat mencemari tabungnya. Tabung jadi berbau tak sedap dan mempengaruhi hasil cucian berikutnya.

4. Bilas Mesin Cuci Setelah Dipakai

Bilas Mesin Cuci Setelah Dipakai

* sumber: pinningjunkie.com

Kebanyakan orang tidak mengindahkan kebiasaan sederhana ini. Padahal, kebiasaan membilas mesin cuci sehabis dipakai dapat membersihkan residu deterjem atau pelembut/pewangi pakaian yang masih menempel di sela-sela tabung. Usai memakai mesin cuci, segera bilas tabungnya dengan air bersih.

Jangan lupa untuk turut membersihkan saluran pembuangan air agar tidak berlumut. Cara membersihkan saluran pembuangan air mesin adalah dengan cara mengalirkan air bersih ke dalamnya untuk membersihkan residu busa dan kotoran.

5. Lakukan Pembersihan Secara Menyeluruh

Lakukan Pembersihan Secara Menyeluruh

* sumber: www.fwblack.com

Membilas bagian dalam mesin cuci setelah dipakai adalah kebiasaan wajib untuk merawat dan menjaga kebersihan mesin cuci Anda. Pembilasan memang harus dilakukan setiap Anda selesai memakai mesin cuci. Akan tetapi, Anda juga harus melakukan pembersihan menyeluruh secara berkala.

Pembersihan mesin cuci secara menyeluruh meliputi tabung dan filter. Caranya cukup mudah, isi tabung mesin cuci dengan air bersih. Kemudian, campurkan sedikit klorin ke dalam air, lalu jalankan siklus pencucian mesin cuci secara beberapa menit. Setelah itu, buang air yang mengandung klorin, lalu isi kembali tabungnya dengan air bersih. Jalankan kembali mode pencucian singkat, dan buang kembali airnya.

Setelah itu, gunakan kain lap kering untuk mengelap tabung maupun filter mesin cuci. Bersihkan kotoran-kotoran yang masih menempel dengan memakai kain lap tersebut. Pembersihan rutin ini sebaiknya dilakukan seminggu sekali jika Anda memakai mesin cuci setiap hari.

6. Lindungi Panel Kontrol Mesin Cuci

Lindungi Panel Kontrol Mesin Cuci

* sumber: www.speedqueen.com

Bagi Anda yang memakai mesin cuci top loading satu tabung atau front loading, Anda pasti menemukan panel kontrol berbentuk tombol, bukan? Nah, panel ini sangat rentan mengalami korsleting apabila terkena air atau busa deterjen. Untuk menjaga keawetan panel, lapisi panel tersebut dengan plastik bening.

Panel kontrol mesin cuci merupakan bagian vital yang tidak boleh terkena air atau cairan apapun. Korsleting di bagian panel tidak hanya menyebabkan mesin cuci rusak, tapi bisa juga memicu kebakaran. Jadi, segera lapisai panel kontrol mesin cuci Anda sekarang juga.

7. Cabut Colokan Ketika Tidak Digunakan

Cabut Colokan Ketika Tidak Digunakan

Sebagian orang lebih suka menyambungkan colokan mesin cuci ke saluran listrik. Alasannya tidak repot menancapkan colokan jika ingin memakai mesin cuci. Sayangnya, kebiasaan ini dapat berakibat fatal untuk mesin cuci itu sendiri.

Saat pemadaman listrik, voltase alat elektronik akan menjadi tidak stabil. Kondisi ini membuat alat elektronik jadi mudah rusak. Solusi untuk mempertahankan keawetan mesin cuci adalah dengan melepas colokannya dari sambungan listrik ketika tidak sedang dipakai.

8. Hindari Menutup Mesin Cuci yang Masih Basah

Hindari Menutup Mesin Cuci yang Masih Basah

* sumber: www.indesit.co.uk

Setelah memakai mesin cuci dan membilasnya sampai bersih, jangan terburu untuk menutup pintu (bukaan) mesin cuci. Biarkan bagian dalam tabungnya benar-benar kering baru Anda diperkenankan untuk menutup bukaan mesin cuci.

Menutup mesin cuci yang bagian dalamnya masih basah hanya akan meningkatkan pertumbuhan jamur dan menimbulkan aroma tak sedap. Jadi, usai memakai mesin cuci, angin-anginkan saja dulu agar bagian tabungnya benar-benar kering.

9. Selalu Pilih Mode Pencucian yang Benar

Selalu Pilih Mode Pencucian yang Benar

* sumber: www.tenantcloud.com

Di mesin cuci top loading satu tabung maupun front loading, ada mode-mode pencucian yang harus Anda perhatikan. Sebagai contoh, ada mode quick wash yang mencuci pakaian dalam waktu singkat, delicate atau handwash yang digunakan untuk mencuci pakaian yang rapuh, atau jeans untuk mencuci pakaian berbahan jeans yang cenderung memiliki bobot lebih berat dari pakaian sehari-hari.

Nah, untuk mempermudah kinerja mesin cuci, Anda harus menentukan mode pencucian sesuai dengan pakaian yang akan dicuci. Pemilihan mode pencucian yang tepat akan meringankan kinerja mesin cuci sehingga tidak mudah rusak.

Serba-serbi tentang merawat dan membersihkan mesin cuci ini semoga bisa menjadi petunjuk bagi Anda yang ingin mempertahankan keawetan mesin cuci di rumah. Perawatan dan pembersihan yang tepat akan menjaga performa mesin cuci Anda.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar