Bacaterus / Ikan Hias / 10 Cara Membersihkan Akuarium dengan Benar Supaya Kinclong

10 Cara Membersihkan Akuarium dengan Benar Supaya Kinclong

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Melihat ikan warna-warni yang sedang berenang di dalam akuarium dapat menjadi hal yang menarik untuk dinikmati. Maka dari itu, banyak orang yang memilih ikan sebagai hewan peliharaan. Tapi, akuarium ikan rawan kotor akibat kotoran ikan atau tumbuhan yang ada di dalamnya.

Membersihkan akuarium adalah salah satu tanggung jawab kamu sebagai pemilik ikan. Menjaga air pada suhu yang tepat dan akuarium yang dibersihkan dengan benar adalah kunci supaya ikanmu sehat dan bahagia. Ikan air asin maupun ikan air tawar, membersihkan akuarium ikan tetaplah sama.

Karena jika dibiarkan, maka akan menyebabkan penumpukan bakteri berbahaya dan membuat tempat tinggal ikan yang tidak sehat. Daripada ke depannya kamu memiliki ikan yang sakit, lebih baik rajin membersihkan akuarium seminggu sekali atau setiap dua minggu.

Membersihkan akuarium itu sebenarnya mudah, namun tidak bisa sembarangan. Ada beberapa tahapan yang harus kamu lakukan seperti di bawah ini.

1. Siapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Siapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum melakukan pembersihan, kamu harus memastikan bahwa kamu memiliki semua peralatan yang dibutuhkan. Kamu harus menyiapkan ember, siphon kerikil, alat scrub, alga pad, filter, pembersih kaca akuarium, saringan kecil, sikat, dan penghilang klorin. Barang-barang ini dapat dibeli di toko biasa atau di toko hewan peliharaan.

Untuk memastikan akuarium kamu tetap aman bagi ikan, jangan menggunakan ember bekas mengepel atau mencuci. Sebaiknya gunakan ember khusus untuk membersihkan akuarium.

2. Lepas Semua Benda yang Ada di dalam Akuarium

Lepas Semua Benda yang Ada di dalam Akuarium

* sumber: www.tropicalfishsite.com

Sebelum mencelupkan tangan ke dalam akuarium, pastikan tangan kamu bersih dan tidak ada sabun yang tersisa. Karena kandungan sabun tidak baik untuk ikan. Matikan dan cabut semua jenis perangkat listrik, karena itu bisa berbahaya untukmu.

Kemudian ambil benda-benda yang ada di dalam akuarium dan keluarkan semuanya termasuk tanaman, hiasan, gelembung, kerikil, dan filter. Hal ini harus dilakukan supaya proses pembersihan menjadi lebih mudah.

3. Pindahkan Ikan ke dalam Wadah

Pindahkan Ikan ke dalam Wadah

Sebelum mengangkat ikan dari akuarium, siapkan ember atau wadah untuk memindahkan ikan-ikanmu. Lalu gunakan jaring ikan kecil atau saringan untuk mengeluarkan ikan dari tangki dan letakkan ikan di wadah.

Ulangi sampai semua ikan berhasil kamu pindahkan dari akuarium. Usahakan untuk meletakkan di wadah yang besar supaya cukup untuk meletakkan semua ikan-ikanmu.

4. Ambil Sebagian Air dari Akuarium

Ambil Sebagian Air dari Akuarium

* sumber: www.gfauk.org

Gunakan cangkir dan wadah besar atau gayung untuk mengambil setidaknya setengah dari air akuarium dan simpan sebagian airnya. Pastikan untuk meletakkan air di dekatmu, dan jangan menambahkan apa pun ke dalamnya. Karena air tersebut bisa digunakan kembali.

Menggunakan kembali air akuarium sangat bermanfaat untuk ikanmu. Karena ikan memerlukan sejumlah bakteri untuk bertahan hidup dan perlu menggunakan kembali air tersebut. Setelah setengah air disimpan, perlahan tuangkan sisa air ke dalam bak.

5. Bersihkan Benda-Benda Dekoratif Akuarium

Bersihkan Benda-Benda Dekoratif Akuarium

* sumber: aquaristcourses.org

Setelah akuarium kosong dari benda-benda, kamu harus membersihkan benda-benda dekoratif tersebut. Sebaiknya jangan gunakan sabun atau deterjen karena bekasnya bisa berbahaya untuk ikan. Untuk pembersihan benda-benda tersebut, siapkan larutan pemutih dan rendam selama 15 menit. Gosok residu yang tersisa, bilas dengan baik dalam air mengalir.

Setelah itu biarkan mengering untuk menghilangkan sisa pemutihnya. Jangan masukkan kembali ke dalam akuarium sampai tidak ada lagi bau klorin. Supaya benar-benar bersih, kamu dapat membilasnya dengan air yang mengandung dechlorinator untuk menghilangkan klorin.

Untuk membersihkan tanaman hidup, siapkan larutan pemutih sebanyak 5 persen. Lalu rendam tanaman selama dua hingga tiga menit, kemudian bilas hingga bersih.

6. Bersihkan Akuarium Bagian Dalam

Bersihkan Akuarium Bagian Dalam

* sumber: www.howtoclean.info

Selanjutnya, kamu harus menggosok sisi bagian dalam akuarium. Sebenarnya kamu dapat melakukan ini sebelum atau setelah mengeluarkan air. Saat membersihkan bagian dalam, pastikan tangan dan lengan kamu bersih dan bebas dari sabun atau bahan kimia. Gosok bagian kaca dalam dan gunakan scrubber alga untuk menghilangkan residu dari sisi-sisi akuarium.

Jika kamu sulit membersihkan  alga yang keras, sebaiknya gunakan sejenis pisau plastik atau pisau cukur. Kamu bisa membeli pisau plastik khusus pembersihan.

7. Bersihkan Akuarium Bagian Luar

Bersihkan Akuarium Bagian Luar

* sumber: www.amoskeagfishways.org

Setelah bagian dalam akuarium dibersihkan, bersihkan kap, lampu, bagian atas akuarium, dan kaca luarnya. Untuk membersihkan bagian luar, disarankan agar kamu menggunakan cuka atau pembersih yang dirancang khusus untuk akuarium. Selain itu, pastikan kamu membilas permukaannya dengan kain lembap yang bersih.

8. Cek Filter dan Bilas

Cek Filter dan Bilas

Sebenarnya kamu tidak perlu mengganti media filter. Karena jika melakukan hal itu untuk pembersihan rutin, maka akan menghilangkan terlalu banyak bakteri dan mengganggu kimia air dalam akuarium kamu. Kamu dapat membilasnya hanya jika terlalu kotor. Sebaiknya bilas filter dengan air dalam ember, bukan air keran.

Karena klorin dalam air keran akan membunuh bakteri baik yang hidup di filter tersebut. Membilas filter akuarium bukan berarti kamu tidak perlu menggantinya. Ganti kira-kira setiap 3-6 bulan atau jika kamu merasa filter tersebut sudah tidak lancar lagi.

9. Tuang Air Baru ke dalam Akuarium

Tuang Air Baru ke dalam Akuarium

* sumber: www.shutterstock.com

Sebelum kamu menuangkan air baru, pastikan akuarium dan air yang baru memiliki suhu yang sama. Kamu bisa mengukurnya dengan termometer. Termometer berfungsi untuk menunjukkan bahwa suhu berada dalam kisaran yang benar untuk akuarium kamu. Karena jika terjadi perubahan yang drastis dalam suhu air, maka dapat membunuh ikan kamu.

Dan jangan lupa, ikan kamu membutuhkan ventilasi untuk bernafas jadi pastikan ikan-ikanmu memiliki cukup oksigen dan saluran karbon dioksida untuk bernafas.

10. Letakkan Ikan Kembali ke dalam Akuarium

Letakkan Ikan Kembali ke dalam Akuarium

* sumber: www.thesprucepets.com

Setelah air baru sudah diisi, sebaiknya tunggu hingga 30-60 menit. Kemudian kamu bisa meletakkan kembali ikan-ikanmu ke dalam akuarium. Saat meletakkannya, sebaiknya berhati-hati supaya ikan tidak merasa stres. Sebaiknya, jangan meletakkan ikan dengan tangan. Gunakan saringan untuk meletakkan ikan kamu kembali ke akuarium.

Setelah kamu selesai membersihkannya, akuarium kamu akan terlihat lebih kinclong dan terang karena  ganggangnya telah hilang. Pembersihan ini harus diulang setiap ada ganggang yang sudah mulai terlihat. Pastikan untuk melakukan penggantian air secara rutin setidaknya sekali setiap dua minggu.

Untuk akuarium air asin, kamu harus mengganti 10 persen air setiap minggu untuk tahun pertama pemeliharaan akuarium. Kemudian kamu dapat mengikuti cara yang sama dengan akuarium air tawar.

Jika kamu memelihara akuarium dengan benar, kamu seharusnya tidak perlu melakukan penggantian air secara penuh. Karena pada kenyataannya, kamu akan menghilangkan semua bakteri yang penting bagi ikan. Semakin banyak ikan yang kamu miliki, maka semakin besar bio-loadnya dan semakin cepat kebutuhan air yang berubah.

Nah, jika kamu punya trik atau cara lain untuk membersihkan akuarium, silahkan berbagi dengan kami di kolom komentar. Simak juga artikel jenis ikan hias yang cocok ditempatkan di akuarium ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *