Ditulis oleh - Diperbaharui 31 Desember 2018

Pernahkah kamu membaca buku apapun, khususnya buku pelajaran tapi masih bingung? Apalagi membaca bahan pelajaran yang kamu tulis secara acak atau dari buku teks yang luar biasa tebalnya. Alih-alih melanjutkan membaca, melakukan aktivitas lain, seperti bermain game atau ngobrol menjadi pelampiasan.

Membaca itu sebenarnya mudah lho, khususnya buat kamu yang memang gemar membaca. Tapi, bagaimana dengan beberapa teman yang kesulitan membaca atau memahami bacaan? Ternyata meski membaca itu mudah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Membaca menjadi kemampuan dasar yang perlu diperhatikan karena sangat membantu pemahaman kita terhadap informasi tertentu. Kita seringkali membaca diam-diam atau ‘dalam hati,’ tapi di saat tertentu kita membaca keras-keras. Keduanya sama saja, tapi agar membaca yang kita lakukan menjadi efektif dan efisien, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal. Simak, yuk, apa saja bagian yang harus kita perhatikan ketika membaca!

5 Cara Efektif Saat Membaca

1. Mengetahui Tujuan Membaca

* sumber: www.merl.reading.ac.uk

Membaca untuk kesenangan dan membaca untuk belajar pastinya berbeda. Itu sebabnya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa tujuan dari membaca yang kita lakukan. Misalnya saja ketika kita membaca buku atau novel dari penulis favorit, kita cenderung menikmatinya tanpa banyak memikirkan kosa kata yang sulit.

Beda tentunya ketika kita harus membaca untuk memahami materi atau bagian tertentu dari buku teks yang ada. Kita membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama dan konsentrasi yang baik. Artinya kita memiliki tujuan pada saat membaca suatu teks.

Dengan mengetahui apa tujuan kita membaca, ternyata pemahaman terhadap teks akan menjadi lebih baik. Kok, bisa? Bisa, dong, karena ketika kita membaca dengan tujuan tertentu, untuk ujian misalnya, kita akan lebih fokus dalam mencari informasi paling penting dan memahaminya.

Bagaimana supaya membaca kita sesuai dengan tujuan? Kita mulai dengan membuat urutan pertanyaan sehingga kita bisa “melihat” atau menggali informasi secara lebih. Informasi yang kita dapat pada dasarnya adalah rangkuman dari seluruh bagian yang kita baca. Alhasil, ketika kita belajar di lain waktu akan jauh lebih mudah, ringan, dan menyenangkan.

2. Tempat dan Waktu yang Tepat

* sumber: www.news.liverpool.ac.uk

Beberapa dari kita lebih senang membaca di tempat yang sunyi, seperti di balik selimut, di atas tempat tidur, di kursi khusus, di perpustakaan atau justru di alam terbuka. Sebagian besar lagi memilih untuk duduk di café sambil menikmati secangkir kopi dan panganan. Apapun pilihannya, kita memiliki tempat kegemaran masing-masing.

Begitu juga dengan memilih waktu untuk membaca. Sebagian orang memilih membaca di pagi hari dengan energi baru membuat mereka bersemangat. Sebagian lainnya bisa membaca kapan pun yang mereka inginkan. Dan, ada juga yang menyukai aktivitas membaca justru di malam hari.

Meski tidak ada aturan ketat tentang di mana dan kapan kita membaca, kedua hal itu memang memengaruhi cara kita membaca lho. Jika kita membaca untuk ujian, sebaiknya menghindari tempat yang ramai, panas, dan terbuka. Tentunya konsentrasi tanpa gangguan sangat dibutuhkan, sehingga berada di perpustakaan di pagi hari, misalnya, menjadi salah satu pilihan.

Karena kondisi, waktu dan lokasi sangat mendukung untuk kita membaca optimal, pilihlah tempat dan waktu dengan baik. Jangan sampai tujuan kita membaca teralihkan oleh banyak gangguan yang muncul dari waktu dan tempat pilihan kita.

3. Membaca Bagian Pendahuluan

Suka Baca Buku

Siapa yang selalu melewati bagian kata pengantar dan pendahuluan dalam buku teks? Wah, tampaknya hampir semua orang begitu ketika membaca. Padahal, kedua bagian ini adalah rangkuman dari isi buku yang ditulis lho. Khususnya ketika kita harus membaca artikel ilmiah sebagai penunjang studi kita.

Mengapa membaca pendahuluan menjadi penting dalam membaca efektif? Bagian ini seringkali menjelaskan tujuan penulis pada saat menyusun buku tersebut, terdapat juga latar belakang atau penyebab buku tersebut muncul.

Bahkan, banyak buku teks mencantumkan bagaimana menggunakan buku tersebut untuk berbagai kebutuhan dan jenis pembaca yang berbeda. Informasi itu sangat berguna sehingga kita dapat memiliki pemahaman awal mengenai isi dari buku tersebut. Alhasil, membaca bagian tertentu sesuai kebutuhan akan sangat mudah dan efektif.

4. Membaca Cepat (scanning/skimming)

* sumber: www.thelantern.org

Membaca merupakan proses pemahaman dari informasi yang bisa jadi telah kita miliki sebelumnya. Artinya, pada saat kita membaca teks dari materi pelajaran, beberapa istilah atau informasi telah kita ketahui sebelumnya.

Beberapa praktisi membaca cepat menyebutkan tahapan membaca ada 3, yaitu Pre-reading, during reading dan post reading. Pre-reading atau informasi yang sudah kita ketahui sebelumnya ketika melihat atau membaca istilah tertentu. During reading atau selama membaca yang membuat kita memperkirakan informasi yang akan muncul. Terakhir adalah post-reading atau setelah usai membaca.

3 tahapan ini bisa terlalui dengan kita melakukan membaca cepat yaitu scanning dan skimming. Keduanya terdengar dan terkesan serupa, tapi keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Scanning merupakan salah satu cara untuk memperoleh informasi spesifik dari teks dengan menyapu teks pada saat kita membaca. Biasanya kita melakukan scanning dengan bantuan pulpen atau pensil pada saat mencari informasi tersebut. Ketika menemukannya, kita mulai melambat dalam membaca.

Skimming, biasanya dilakukan sebelum scanning, adalah mencari gagasan utama dari suatu tulisan tanpa memperhatikan informasi spesifik. Artinya kita bisa membaca 1 bab dalam waktu beberapa menit saja. Skimming dilakukan dengan berfokus pada beberapa kata atau istilah yang muncul di awal dan akhir kalimat saja.

Selain itu, kita juga dapat lebih memperhatikan pada bagian-bagian yang dicetak miring atau tebal. Nah, karena scanning dan skimming ini hanya metode membaca cepat, kita tetap harus membaca secara menyeluruh, ya.

5. Membuat Anotasi

* sumber: www.edutopia.org

Membuat coretan selama belajar menunjukkan kita mulai bosan dengan materi yang sedang kita pelajari atau sekadar iseng. Padahal coretan bisa menjadi sangat membantu ketika kita belajar, lho. Nah, coretan penting di bagian kiri, kanan, atas dan bawah, atau dimana pun di bagian buku yang kita baca disebut sebagai anotasi.

Anotasi ini sangat efektif dan efisien untuk kita memahami teks atau materi pelajaran yang kita berusaha pahami. Anotasi ini adalah salah satu cara untuk memberikan respon terhadap teks yang sedang dibaca.

Selain menandai bagian-bagian penting hasil dari skimming dan scanning, anotasi bisa menjadi ringkasan dari hasil bacaan kita. Menggarisbawahi tulisan, memberikan highlight atau tanda tertentu merupakan cara yang dilakukan dalam anotasi.

Belum terbiasa dengan anotasi? Kita bisa lakukan beberapa cara seperti menggarisbawahi istilah-istilah penting, menandai bagian definisi dan kata kunci, menulis ulang kata kunci setiap paragraf di bagian marjin halaman. Atau, dengan menulis ringkasan setiap paragraf di bagian akhir bab.

Selain menjadi salah satu cara untuk berekreasi murah, membaca sangat penting agar kita lebih mengetahui juga memahami banyak hal. Dengan menerapkan 5 cara membaca yang efektif dan efisien di atas, studi kita tidak lagi melelahkan. Membaca dan memahami teks sekaligus pun akan menjadi lebih mudah.

5 cara di atas tadi juga bisa diterapkan untuk belajar, kok, karena belajar juga bisa dengan cara membaca buku. Tapi, kalau kamu ingin tahu cara belajar yang baik dan benar, bisa cek artikel 7 Gaya Belajar ini. Punya saran lain? Yuk, tuliskan sarannya di kolom komentar.