Bacaterus / Jengkol / Ini Dia 10 Rahasia Cara Memasak Jengkol Agar Tidak Bau!

Ini Dia 10 Rahasia Cara Memasak Jengkol Agar Tidak Bau!

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jengkol merupakan bahan pangan yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ia sudah seperti seorang idola yang dicintai atau dibenci. Orang-orang yang menyukai jengkol, sudah termasuk menyukai aromanya yang khas. Sementara mereka yang membenci jengkol adalah juga karena aromanya.

Aroma jengkol memang sangat khas. Pun dengan rasa serta teksturnya. Bagi mereka yang gemar terhadap bahan makanan ini, aneka olahan jengkol adalah lauk nasi yang menggugah selera. Bahkan cukup digoreng atau dimakan mentah dan dicocol pada sambal, sudah bisa menghabiskan berpiring-piring nasi.

Jengkol juga memiliki beberapa nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan kadar protein dalam 100 gram jengkol bahkan lebih tinggi daripada 100 gram tempe. Yakni 23,3 gram untuk 100 gram jengkol dan 18,3 gram untuk 100 gram tempe. Selain itu, jengkol mengandung kalsium, fosfor, zat besi, Vit A, B dan C.

Kandungan-kandungan pada jengkol tersebut memiliki keuntungan untuk kesehatan. Sebut saja kalsium dan fosfor yang dapat bantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos dan zat besi yang bagus untuk mencegah anemia.

Sayangnya, aroma yang menyengat juga membuat jengkol dibenci. Khusus bagi Anda yang ingin mencoba makan jengkol tetapi enggan dengan baunya, ada beberapa cara memasak jengkol agar tidak bau.

Tips berikut ini bisa dipraktikkan sendiri di rumah. Meski mungkin aroma tersebut tidak hilang sepenuhnya, bau jengkol bisa sedikit dikurangi sehingga tidak terlalu kuat dan mengganggu. Apa sajakah itu? Ini dia beberapa tipsnya untuk Anda!

1. Direbus Bersama Daun Jeruk

Jengkol

Tips pertama yang bisa dilakukan agar aroma jengkol tidak terlalu kuat adalah merebusnya bersama dengan daun jeruk. Kita tahu bahwa daun jeruk memiliki aroma wangi yang sangat kuat. Oleh karena itu, Anda bisa memanfaatkannya untuk “menutupi” aroma jengkol yang tidak kalah kuat.

Siapkan beberapa lembar daun jeruk, khususnya daun jeruk purut kemudian cuci bersih dan iris. Sebelum diolah menjadi aneka hidangan sedap, jengkol biasanya direbus terlebih dahulu agar empuk. Pada saat inilah daun jeruk nipis yang sudah diiris dimasukkan ke dalam rebusan jengkol. Jengkol Anda pun tidak akan terlalu beraroma menyengat.

2. Rebus Menggunakan Daun Jambu Biji

Rebus Menggunakan Daun Jambu Biji

* sumber: eventkampus.com

Selain daun jeruk purut, daun jambu biji juga dapat diandalkan untuk menghilangkan bau tidak sedap pada jengkol. Cara penggunaannya sama saja: Anda cukup merebus beberapa lembar daun jambu biji dengan jengkol.

Selain dapat mengurangi bau yang menyengat, daun jambu biji juga bisa membuat tekstur jengkol menjadi lebih cepat empuk. Sehingga pada saat dikonsumsi, jengkol lebih terasa nikmat. Jangan lupa untuk membuang air rebusannya agar racun dalam jengkol juga ikut terbuang.

3. Merendam Jengkol Menggunakan Air Kapur Sirih

Merendam Jengkol Menggunakan Air Kapur Sirih

* sumber: www.indozone.id

Cara memasak jengkol agar tidak bau selanjutnya dimulai pada saat perendaman. Sebelum merebus dan mengolah jengkol, disarankan untuk merendam jengkol selama satu malam menggunakan air kapur sirih.

Jika aroma jengkol masih terasa menyengat, Anda bisa memasukkan air kapur sirih pada proses perebusan. Rebus jengkol hingga matang dan empuk. Setelahnya, selamat Anda bisa menikmati jengkol tanpa bau yang terlalu mengganggu!

4. Rebus Jengkol Menggunakan Campuran Abu Gosok

Rebus Jengkol Menggunakan Campuran Abu Gosok

* sumber: 4.Rebus%20Jengkol%20Menggunakan%20Campuran%20Abu%20Gosok

Tips selanjutnya agar bau jengkol dapat berkurang adalah merebusnya dengan abu gosok. Abu gosok biasanya digunakan untuk membuat telur asin. Akan tetapi kali ini, ia juga bisa diandalkan untuk menghilangkan bau pada jengkol.

Abu gosok merupakan limbah pembakaran dari sekam padi. Berbentuk abu namun kasar, ia juga bisa digunakan untuk mencuci alat rumah tangga, khususnya menghilangkan noda gosong pada bagian bawah wajan atau panci.

Untuk menghilangkan aroma jengkol, sehabis merebusnya dengan abu gosok, diamkan sebentar lalu ganti air rebusan dengan air dingin. Kemudian diamkan lagi selama satu malam sebelum jengkol diolah menjadi aneka hidangan lezat.

5. Merebusnya Menggunakan Daun Salam

Merebusnya Menggunakan Daun Salam

* sumber: www.dream.co.id

Jika Anda kesulitan mendapatkan daun jeruk purut, bisa menggantinya dengan daun salam. Daun salam juga memiliki aroma yang sedap. Ia biasa digunakan sebagai penambah aroma pada aneka masakan. Nah! Sebab aromanya yang wangi, daun salam juga bisa dimanfaatkan sebagai “senjata” penghilang bau jengkol.

Caranya sama dengan tips menggunakan daun jeruk, yaitu rebus jengkol bersama dengan daun salam. Selamat mencoba!

6. Merendam Menggunakan Air Cucian Beras

Merendam Menggunakan Air Cucian Beras

Cara lain memasak jengkol agar tidak bau adalah merendamnya menggunakan air cucian beras. Rendam kurang lebih satu malam, setelah itu buang air rendaman dan ganti menggunakan air cucian beras yang baru. Ulangi setidaknya selama 2 sampai 3 malam.

Kemudian, saring dan keringkan jengkol untuk selanjutnya dibilas. Baru setelah itu, jengkol bisa direbus dan diolah. Selamat menikmati jengkol tanpa bau yang terlalu menyengat!

7. Rebus Menggunakan Kopi Bubuk

Rebus Menggunakan Kopi Bubuk

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan bau jengkol adalah merebusnya menggunakan kopi bubuk. Pertama, cuci jengkol terlebih dahulu hingga bersih. Kemudian rebus menggunakan campuran kopi bubuk. Rebus dengan api kecil selama kurang lebih satu jam.

Jangan lupa, setelah merebusnya, cuci bersih kembali jengkol Anda. Tujuannya tentu saja agar tidak ada aroma atau rasa kopi yang tertinggal. Aroma kopi yang takkalah kuat dipercaya dapat menetralisir bau.

8. Rebus Bersama Rempah-Rempah

Rebus Bersama Rempah-Rempah

* sumber: www.jawapos.com

Indonesia memiliki banyak sekali rempah-rempah yang bisa dimanfaatkan untuk bantu menghilangkan aroma jengkol. Sebut saja serai, lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Selain mudah didapat, aroma dari rempah-rempah tersebut juga sangat kuat.

Caranya adalah rendam jengkol terlebih dahulu selama 24 jam. Kemudian kupas dan cuci bersih. Selanjutnya, rebus jengkol sekaligus masukkan irisan lengkuas, serai yang sudah digeprek, daun dalam dan daun jeruk. Anda bisa menggunakan panci presto agar jengkol lebih cepat empuk. Jika tidak ada, gunakan panci biasa juga bisa.

9. Direndam Menggunakan Air Es

Direndam Menggunakan Air Es

* sumber: lifestyle.okezone.com

Air es tidak hanya menyegarkan saat diminum. Terlebih ketika cuaca sedang menyengat. Air bersuhu sangat dingin ini ternyata juga bisa digunakan untuk bantu menghilangkan bau pada jengkol. Caranya? Rendam jengkol menggunakan air es!

Selain dapat menghilangkan bau, air es juga bisa menetralisir racun jengkol yang tentu saja tidak baik untuk tubuh. Jangan lupa untuk merendamnya selama kurang lebih satu malam penuh.

10. Rendam Menggunakan Teh Celup

Rendam Menggunakan Teh Celup

Setelah kopi, selanjutnya Anda bisa mencoba merendam jengkol menggunakan teh untuk menghilangkan baunya. Pertama, kupas terlebih dahulu kulit jengkol kemudian masukkan ke dalam wadah yang sudah diisi air.

Sehabis itu, masukkan juga beberapa kantung teh celup ke dalam wadah tersebut. Lalu diamkan jengkol yang direndam dengan teh celup selama kurang lebih 24 jam kemudian tiriskan. Jengkol siap diolah tanpa bau berlebihan yang mengganggu penciuman dan selera makan.

Beberapa cara memasak jengkol agar tidak bau yang sudah disampaikan di atas, bisa Anda coba di rumah. Jika gagal dengan cara yang satu, masih ada sembilan cara lainnya. Sudah tidak sabar untuk masak dan makan jengkol yang tidak berbau? Selamat mencoba!

Jangan lupa untuk mampir di artikel macam-macam olahan jengkol untuk menemukan inspirasi dalam memasak jengkol.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *