Bacaterus / Lifestyle / 10 Cara Melupakan Masa Lalu agar Fokus dengan Masa Depan

10 Cara Melupakan Masa Lalu agar Fokus dengan Masa Depan

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 November 2018

Namanya memang masa lalu, tetapi terkadang jadi masa yang tidak pernah berlalu. Ada hal-hal yang sangat sulit untuk dilewatkan begitu saja, padahal kita tahu itu agak-agak menyakitkan. Kalau sudah begini, kita jadi bingung sendiri, kenapa masa lalu masih mengikuti hari ini? Kenapa yang ingin dilupakan malah jadi yang paling sulit dilupakan?

Kamu tidak sendiri, semua orang mengalaminya. Ada masanya kita terkunci di masa lalu padahal kita benar-benar ingin melupakan itu. Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi itu. Butuh usaha lebih, tetapi sesulit-sulitnya, memang harus dilakukan supaya kita bisa kembali hidup seperti biasa.

10 Cara Melupakan Masa Lalu

1. Menelaah Bagian yang Salah

Menelaah Bagian yang Salah

* sumber: unsplash.com

Mencari tahu seberapa dalam diri kamu tenggelam di masa itu adalah salah satu caranya. Ada banyak hal yang mengganjal membuat kamu sulit melupakan masa lalu itu. Mungkin kamu terlalu terluka sampai-sampai luka itu terbawa untuk waktu yang lama. Dengan menelaah, kamu bisa tahu apa saja yang sekiranya belum selesai, Kamu masih punya hari ini.

2. Menerima yang Menjadi Luka

Menerima yang Menjadi Luka

* sumber: unsplash.com

Hal-hal yang mengganjal itu, perlu kamu terima dengan terbuka. Biasanya, kamu tidak bisa keluar dari sana karena dirimu menolak. Akhirnya, kamu dalam hal-hal itu dan terkurung di satu waktu yang seharusnya berlalu, bahkan mengambil banyak waktumu hari ini. Maka terimalah semua yang bersalah. Terimalah supaya kamu bisa membakarnya sampai tak tersisa.

3. Menghadapi dan Menghalangi

* sumber: unsplash.com

Wajar kalau kamu merasa takut, semua orang pernah punya ketakutan seperti itu. Tetapi, yang perlu disadari adalah semua hal yang tertinggal cuma kamu yang harus menghadapinya. Kamu tidak bisa meminta orang lain untuk mewakilimu menghadapi masa lalu yang belum juga berlalu. Untuk kebaikanmu hari ini, hadapilah.

4. Mencoba Lagi

* sumber: unsplash.com

Sebelumnya kamu mungkin pernah mencoba dan gagal. Kegagalan itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti. Mencoba lagi adalah satu-satunya hal yang perlu kamu lakukan, terutama karena tanpa itu tidak akan pernah ada yang berubah. Cobalah lagi, dengan cara yang berbeda. Sampai kamu berhasil melupakan masa lalu yang mengganggu.

5. Memaafkan yang Merugikan

Memaafkan yang Merugikan

* sumber: unsplash.com

Mungkin kamu belum bisa lupa karena kamu belum rela. Mungkin kamu begitu terluka sehingga kamu sulit merelakan. Wajar, karena kamu manusia biasa. Kita semua manusia biasa. Namun, kamu harus sadar kalau ketidakrelaan itu menyiksa dirimu sendiri pelan-pelan.

Kita tidak mungkin mengubah hal yang terlanjur terjadi menjadi tidak pernah terjadi. Tetapi, kita bisa mencoba memaafkan karena itu hal terbaik yang bisa kita lakukan. Memaafkan bukan berarti membenarkan seseorang yang pernah melukaimu. Memaafkan berarti kamu sedang menyayangi dirimu sendiri hari ini. Dan memaafkan adalah bagian terpenting dari semua ini.

6. Mensyukuri yang Dimiliki

* sumber: unsplash.com

Coba lihat kamu hari ini. Kamu masih bisa membaca, berpikir, dan berusaha seperti manusia pada umumnya. Syukuri kenikmatan-kenikmatan itu, sekecil-kecilnya, supaya kamu tidak memikirkan hal-hal yang tidak ada hari ini.

Mensyukuri semua yang ada hari ini adalah bagian dari melupakan masa lalu, sekaligus dorongan bahwa kamu bisa lebih baik hari ini, esok, dan seterusnya. Tidak akan mudah, tetapi bisa dibiasakan pelan-pelan. Dengan mensyukuri hari ini, masa lalu yang mengganggu tidak akan menghantuimu lagi.

7. Memetik Hal Baik

* sumber: unsplash.com

Semua hal pasti hadir untuk sebuah alasan, meski itu buruk pasti ada kebaikan yang tersembunyi di dalamnya. Kebaikan tidak selalu datang dengan cara yang menyenangkan, bisa jadi dia datang dengan cara yang menyakitkan. Kamu perlu memberi waktu lalu mencoba melihat lebih dalam. Apakah ada hal yang bisa dipetik dari masa lalumu itu? Kalau ada, petiklah kebaikan itu, karena itulah yang seharusnya kamu simpan.

8. Memprioritaskan Kewajiban

* sumber: unsplash.com

Seperti yang tertulis dalam buku 7 habits karya Sephen R. Covey, ‘dahulukan yang utama’. Yang utama untuk kamu adalah hari ini, karena hidup kamu masih harus berlanjut. Jangan sampai ada lebih banyak waktu terbuang karena masa lalu yang belum berlalu.

Membuat skala prioritas akan membantu kamu melupakan masa lalu, karena masa lalu tidak lagi penting untuk kamu hidupi. Masa lalu tidak pernah lebih penting dari hari ini. Bahkan, kalau masa lalu kamu lebih baik dari hari ini, semua itu sudah seharusnya dibiarkan berlalu karena kamu harus melanjutkan hidupmu.

9. Mengalihkan Kepedulian

* sumber: unsplash.com

Kamu orang yang peduli, malah terlalu peduli. Kamu masih memedulikan masa lalu. Kepedulian itu akan lebih baik jika dialihkan. Ketimbang memedulikan masa lalu, lebih baik kalau kamu memedulikan hari ini.

Coba untuk mengarahkan rasa pedulimu kepada hal-hal yang ada. Terkadang, karena kamu terlalu memedulikan masa lalu, kamu jadi mengabaikan hal-hal yang ada hari ini. Coba lihat sekeliling, lihat yang ada, pasti ada banyak hal yang bisa kamu pedulikan.

Satu yang paling penting, kamu harus memedulikan dirimu. Dirimu yang sedang ada di hari ini, jangan biarkan ia terus menerus kembali ke masa lalu. Coba bercermin, melihat dirimu sendiri dari luar sampai ke dalam. Dialah yang butuh kepedulianmu, bukan masa lalumu.

Lihat dirimu di masa lalu, lalu lihat dirimu hari ini. Jangan lupa, manjakan dirimu dengan tampil semenarik mungkin. Setelah itu, coba berdiri di depan cermin dan tersenyumlah. Lihat dirimu sendiri di sana, dia akan terlihat indah kalau kamu mau mengusahakannya.

10. Berbaur atau Setidaknya Berdirilah

* sumber: unsplash.com

Memisahkan diri adalah penyakit paling umum. Seolah-olah cuma kamu yang punya masa lalu di dunia ini. Cuma kamu yang paling terluka di dunia ini, karena itu, cobalah berbaur. Jangan terlalu sering memisahkan diri.

Berbaur dengan lingkunganmu, berbaur dengan kegiatanmu, dan yang paling penting berbaur dengan dirimu sendiri. Kamu perlu berbaur dengan hari ini supaya masa lalu tidak lagi mengikuti. Berbaur berarti menyibukan dirimu dengan hal-hal yang kamu sukai supaya kamu tidak merasa sendiri.

Kamu bisa pergi nongkrong dengan teman-teman dekatmu. Kamu bisa datang ke konser musik yang kamu inginkan. Atau hal yang paling sederhana, kamu bisa menggunakan waktumu dengan mempelajari hal-hal baru yang mungkin berguna untuk masa depan.

Mungkin masa lalu mencegah kamu melakukan itu. Seperti ada beban yang harus kamu pikul sampai-sampai kamu menundukkan diri. Maka berdirilah, angkat dirimu setegak-tegaknya. Setelah kamu mencoba berbagai cara, kamu harus tahu kalau kamu tidak selemah itu.

Dari sekian cara melupakan masa lalu yang tertulis di atas, ada berapa yang sudah kamu coba? Atau kamu punya cara lain yang belum tertulis? Kolom komentar tersedia untuk berbagi. Silakan bagikan, kita tahu sama tahu kalau kita tidak sendirian. Pasti banyak orang-orang yang sedang berusaha melupakan masa lalu, mungkin komentar darimu akan membantu.

Selain itu, jika kamu yang merasa kurang percaya diri, entah itu karena masa lalu atau hal apapun, cobalah untuk bangkitkan rasa percaya dirimu dengan melakukan 10 Tips & Cara Membangun Kepercayaan Diri ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

I’m not a good writer, I just trying so hard to be.

Leave A Comment