Bacaterus / Bayi / 8 Cara Efektif untuk Melatih Anak Bicara di Usia 2 Tahun

8 Cara Efektif untuk Melatih Anak Bicara di Usia 2 Tahun

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Anak usia 2 tahun biasanya sudah mulai mengucapkan satu kata demi satu kata, meskipun belum jelas. Melatih anak untuk bicara bukan hanya soal mengenalkan anak berbagai macam kata acak sebanyak mungkin. Namun, bagaimana komunikasi yang melibatkan perasaan orang tua dan anak terjadi secara 2 arah.

Komunikasi dengan anak akan terjalin dengan baik, jika Anda sebagai orang tuanya menganggap ia sebagai “orang” seutuhnya. Mendengarkan dan menghargai usahanya untuk belajar, akan mendorong anak berani dan percaya diri untuk memulai sesuatu yang baru termasuk untuk berbicara.

Meskipun terkadang orang tua lupa dan menganggap anak tidak mengerti apa-apa. Namun sikap menghargai ini sangat penting bagi tumbuh kembangnya di masa mendatang. Selain itu, di bawah ini kami uraikan juga beberapa cara untuk melatih bicara anak usia 2 tahun atau usia batita secara lebih rinci.

1. Membaca Buku Cerita Bersama

Membaca Buku Cerita Bersama

* sumber: www.workingmother.com

Meskipun si kecil masih berusia 2 tahun, cobalah untuk mengenalkannya pada buku. Jadikan membaca buku sebagai rutinitas sehari-hari. Waktu yang paling baik untuk membaca buku bersama adalah sebelum ia tidur.

Buku yang bisa Anda bacakan adalah buku cerita bergambar. Bukan hanya melatihnya berbicara, membacakannya buku cerita juga bisa mengembangkan imajinasinya, melatih kemampuan untuk mendengarkan, belajar berempati, bahkan dalam jangka panjang membuat anak gemar membaca.

Selain itu anak akan merasa momen ini istimewa. Karena dengan membaca buku bersama, Anda punya waktu berkualitas dengan anak. Anda juga bisa menirukan suara-suara karakter dalam buku agar si kecil lebih antusias dan tidak merasa bosan.

Anda bisa libatkan si kecil untuk membuka lembar halaman atau menunjuk gambar yang ada dalam buku. Namun, lakukan dengan perlahan dan tidak memaksa. Tidak apa-apa walaupun ceritanya belum selesai. Hal terpenting adalah anak merasakan kesenangan dan kenyamanan saat membaca buku cerita bersama.

2. Respon Setiap Perkataan Anak dengan Ekspresif

Respon Setiap Perkataan Anak dengan Ekspresif

* sumber: www.care.com

Anak usia 2 tahun biasanya belum jelas dalam mengucapkan kata-kata. Walaupun dia hanya bergumam, sebenarnya dia berbicara atau menginginkan sesuatu. Tugas Anda adalah merespon perkataannya dengan ekspresif, walaupun itu hanya terdengar seperti kata-kata tanpa arti.

Dengan merespon ungkapan anak, ia akan lebih percaya diri untuk berbicara. Penting juga untuk tidak terlalu sering mengoreksi perkataan anak. Daripada berkata “bukan …, tapi … “ lebih baik berkata “ya, …” kemudian mengulang kembali kalimatnya dengan kata/pengucapan yang benar.

Dengan demikian, anak akan mendengar kata yang benar berulang kali. Ia kemudian akan membandingkan dengan kata yang ia ucapkan. Anak yang sering dikoreksi perkataannya, cenderung lebih takut untuk berkata atau mungkin lebih banyak diam.

3. Deskripsikan Kegiatan yang Sedang Dilakukan

Deskripsikan Kegiatan yang Sedang Dilakukan

* sumber: www.babycenter.com

Dalam kegiatan sehari-hari, ada baiknya Anda jelaskan apa yang sedang dilakukan. Daripada mengajarkan anak kata demi kata, lebih baik Anda menggunakan kata yang ingin diajarkan dalam kalimat. Karena seperti yang kita tahu, anak lebih cepat belajar dengan melihat tindakan, bukan perintah.

Biasanya anak akan melihat wajah kita, jika ia ingin mengungkapkan sesuatu. Inilah waktu yang tepat untuk mendeskripsikan sesuatu, seperti kegiatan apa yang sedang dilakukan. Hal ini juga membantu anak mengenali perasaan dan keinginannya.

4. Bicara dengan Pengucapan Sebenarnya, Tidak Cadel

Bicara dengan Pengucapan Sebenarnya, Tidak Cadel

* sumber: alphamom.com

Banyak orang tua yang bicara kepada anaknya dengan pelafalan yang salah atau cadel. Tujuannya mungkin hanya ingin bercanda atau meniru cara berbicara anak yang lucu. Namun untuk melatihnya berbicara Anda harus membiasakan diri untuk mengucapkan kata-kata, sama seperti saat berbicara kepada orang dewasa.

Dengan mengucapkan kata sesuai dengan pelafalannya, anak akan lebih mudah dan cepat belajar berbicara. Cara ini juga membuat anak lebih dihargai ketika ia berbicara dengan orang tuanya. Berbicara dengan cadel, malah membuat anak meniru dan menganggap bahwa pelafalan seperti itu adalah benar.

5. Bantu Anak Membicarakan Perasaan dan Keinginannya

Bantu Anak Membicarakan Perasaan dan Keinginannya

* sumber: www.romper.com

Tujuannya agar anak tahu bagaimana mengutarakan keinginannya. Ini juga akan memudahkan Anda dalam sistem pengasuhan. Biasanya anak menangis karena menginginkan sesuatu, namun tak bisa mengungkapkannya.

Berbeda jika anak terbiasa mengutarakan segala keinginannya. Daripada menangis, ia akan berbicara dan meminta dengan lisan. Katakanlah mungkin tiap anak punya cara atau kode khusus ketika ingin diganti popoknya.

Sebelum mengganti, Anda bisa ucapkan kata-kata seperti “Oh adik pipis? Mau ganti popok ya?” tunggu respon anak sebentar, kemudian ucapkan lagi kalimat seperti “Ayo ganti popoknya dulu”. Hal-hal sederhana seperti ini bisa sangat membantu anak agar lebih cepat berbicara, karena seringnya komunikasi yang dilakukan.

6. Batasi Waktu Menonton

Batasi Waktu Menonton

* sumber: www.mychubbycheeks.com

Menurut penelitian, anak yang terlalu sering menonton atau screen time-nya tidak dibatasi, cenderung mengalami speech delay dan kurang mampu melakukan aktivitas sosial. Anak yang berusia di bawah 18 bulan, tidak seharusnya dibiarkan terlalu lama melihat layar kecuali untuk video call. Itu pun jika memang sangat diperlukan.

Hal yang paling dianjurkan adalah bermain dengan si kecil dan menghabiskan waktu berkualitas dengannya. Jika menonton pun, sebaiknya tetap ditemani dan tidak dibiarkan sendiri tanpa pengawasan dari orang tua.

7. Bicarakan Hal-Hal Bermakna

Bicarakan Hal-Hal Bermakna

* sumber: www.sheknows.com

Saat mulai belajar bicara, yang anak butuhkan adalah kepercayaan kita sebagai orang tuanya. Beragam bentuk pertanyaan seperti mengetes anak, akan membuatnya merasa tidak diberi kepercayaan dan tidak dihargai. Meskipun dia masih berusia 2 tahun, cobalah berbicara padanya tentang hal-hal yang memiliki arti.

Untuk melatihnya bicara, sebaiknya hindari pertanyaan seperti “kakinya mana?” atau kalimat yang menyuruhnya menyebutkan satu kata seperti “Coba bilang terimakasih dulu, dek”. Kalimat-kalimat seperti ini malah membuatnya tertekan dan bisa menjadi bungkam.

8. Sabar dan Perlahan

Sabar dan Perlahan

* sumber: www.thetot.com

Hal inilah yang sering kita lupakan sebagai orang tua, sabar dan pelan-pelan. Ketika berhadapan dengan anak, terutama anak usia 2 tahun, kesabaran adalah hal yang paling utama. Banyak alasan mengapa kita harus selalu sabar saat menghadapi anak, terlebih menyangkut masalah pengenalan bicara dan bahasa.

Ketika Anda bersabar, yakinlah anak pasti mendengarkan dan paham apa yang Anda maksud. Berbicara memerlukan keberanian dan rasa percaya diri. Tenang dan pikirkan bahwa perkembangan pada setiap anak berbeda-beda. Anak lahir dengan jadwal perkembangannya masing-masing.

Demikian beberapa cara melatih anak usia 2 tahun untuk bicara, yang bisa Anda terapkan dalam aktivitas sehari-hari. Jika anak merasa didengarkan dan dihargai usahanya, hal ini dapat mendorongnya untuk terus berbicara.

Anak akan merasa bahwa pikiran, perasaan, dan perkataan apapun dapat Anda terima dengan baik. Manfaatnya luar biasa untuk masa depan hubungan anak dan orang tuanya. Anak akan menjadikan Anda seseorang yang paling ia percaya.

Bagaimana pengalaman Anda dalam melatih anak untuk berbicara? Kesulitan apa yang mungkin Anda rasakan dalam fase ini? Silahkan bagikan pendapat Anda di kolom yang telah disediakan. Temukan juga informasi parenting lainnya di artikel buku parenting untuk mengatur pola asuh anak.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *