Bacaterus / Tips Belajar / 10 Tips dan Cara Belajar yang Efektif agar Lebih Fokus

10 Tips dan Cara Belajar yang Efektif agar Lebih Fokus

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Semenjak pandemi COVID-19 , semua institusi pendidikan memutuskan untuk melakukan pembelajaran dari rumah untuk membatasi gerombolan orang yang berkumpul di satu tempat.

Belajar di rumah memang memiliki keuntungan, seprti lingkungan yang nyaman karena belajar di rumah sendiri atau di tempat yang kamu sukai. Belajar sendiri juga lebih rendah stres karena tidak ada tekanan dari guru dan teman sekelas.

Namun, di mana ada kelebihan di situ ada kekurangan. Beberapa alasan mengapa kamu merasa sulit belajar di rumah adalah: ada banyak gangguan. Sebut saja televisi, ponsel, adik bayi, hewan peliharaan, bahkan piring kotor yang menggunung pun bisa menjadi alasan.

Terus, karena merasa terlalu nyaman dengan berada di rumah sendiri, kamu jadi lebih sering menunda. Saat sudah mulai belajar pun, kamu bisa saja keluar jalur dan hilang fokus, akhirnya belajar pun terlupakan. Dengan tips dari Bacaterus di bawah ini, kamu bisa belajar secara lebih efisien, bukan lebih keras.

1. Waktu yang Tepat

* sumber: www.befren.com

Tapi, menurut sains, ada waktu terbaik untuk belajar, loh. Jadi, waktu belajar paling efektif itu antara pukul 10 pagi – 2 siang, dan pukul 4 sore – 10 malam. Soalnya, pada waktu-waktu tersebut, otak sedang berada dalam mode ‘aktif’ untuk meresap informasi secara lebih efektif. Lalu, menurut sains juga, waktu paling tidak efektif untuk belajar adalah antara jam 4 pagi – 7 pagi.

Belajar itu ada waktunya. Beberapa orang merupakan night owl yang suka belajar pada malam hari. Sementara beberapa orang lebih suka belajar pada pagi hari karena merasa lebih segar. Pilihlah waktu kapan di saat kamu merasa paling produktifnya. Terus, Jangan paksakan diri ketika otak kamu sedang tidak fokus. Kalau merasa capek, pusing, atau lelah, rehat saja dulu.

2. Buat Sistem Belajar

* sumber: rasmussen.libanswers.com

Jika kamu perhatikan, belajar itu ada siklusnya, kan? Kamu mungkin sering melewati beberapa langkah di atas. Seperti skip membaca sebelum masuk kelas, karena toh nanti dosen atau guru juga bakal menerangkan, kan? Nah, pemikiran seperti ini yang membuat pembelajaran kurang masuk ke otak kamu.

Jika di masa pandemi seperti ini berarti kamu banyak mengikuti kelas secara online. Nah, kamu bisa baca-baca dulu sebelum kelas online di mulai untuk mengetahui garis besar materi yang akan dibahas. Nanti kalau ada yang kamu kurang paham bisa langsung ditanyakan ke guru atau dosen.

3. Cari Lingkungan yang Pas

* sumber: medstudentstories.merckmanuals.com

Lingkungan atau area tempat kamu belajar juga penting. Tiap orang punya selera yang berbeda-beda. Ada yang cocok belajar di keheningan perpustakaan, ada yang lebih suka belajar di keramaian kedai kopi, ada yang suka belajar grup di rumah teman.

Mungkin ada juga yang suka belajar sambil mendengarkan musik klasik, tapi ada juga yang suka dengerin lagu rock. Temukan lingkungan belajar yang paling cocok buat kamu supaya ilmu yang kamu serap bisa lebih maksimal.

4. Singkirkan Pengganggu

* sumber: www.houzz.com

Kamu terbiasa multitasking? Misalnya cuci piring sambil menonton televisi, belajar sambil makan berat, pokoknya melakukan dua atua lebih kegiatan secara bersamaan, itu berarti kamu multitasking.

Memang kadang dibutuhkan, tapi untuk urusan belajar, sebaiknya kamu jangan multitasking, deh. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa multitasking nggak meningkatkan efisiensi belajar dan justru berdampak negatif pada hasil belajar nantinya.

Jadi cobalah untuk belajar lebih cerdas, bukan lebih keras, kamu perlu menghilangkan gangguan selama sesi belajar berlangsung. Internet, media sosial, chatting, game, televisi, bahkan mungkin adikmu yang mengajak bermain atau ketika rumah berantakan pun itu semua harus bisa kamu handle terlebih dahulu sebelum belajar. Jadi, saat proses belajar kamu sudah tenang karena semuanya sudah beres.

Misalnya ponsel dimatikan lalu kamu sembunyikan di tempat yang nggak terjangkau saat kamu lagi belajar, jadi nggak ada yang ganggu. Terus, cucian piring sudah kamu bereskan, seenggaknya tidak sampai numpuk banget. Jadi, kamu nggak ada alasan berhenti belajar sebentar buat cuci piring, itu namanya pelarian!

Terus, kalau misalnya kamu punya adik atau keponakan di rumah, beri penjelasan sebelumnya “tolong jangan ganggu kakak saat sedang belajar”, terus janjikan bermain sebelum atau sesudah jam belajar kamu, supaya mereka paham dan tidak berkecil hati.

Terus, multitasking seperti membaca teks sambil mendengarkan penjelasan guru, itu juga disebut kurang efektif. Yang ada, kamu membuang banyak waktu untuk belajar tapi kualitas pembelajaran yang terserap jadi kurang.

Makanya tadi kamu dianjurkan untuk membuat siklus belajar, jadi kamu lebih tertata dan melakukannya satu per satu. Seperti preview dulu, baru menghadiri kelas online, semuanya terstruktur jadi ilmu pun lebih nyerap ke otak kamu.

5. Membaca ≠ Belajar

*Sumber: https://weheartit.com/entry/348231310?context_query=reading&context_type=search

Ada yang merasa membaca saja itu sama dengan belajar, padahal tidak, membaca bukan belajar. Iya, itu bagian dari belajar, tapi apa setelahnya kamu review ulang? Kamu tes lagi pengetahuan apa yang kamu ambil dari bacaan itu?

Membaca memang bagian penting dari pra-belajar, tetapi informasi pembelajaran membutuhkan keterlibatan aktif dalam materi. ‘Belajar aktif’ bukan berarti kamu cuma highlighting/menggarisbawahi teks, membaca ulang, atau menghafal.

Tapi, kamu melanjutkannya dengan menghubungkan pelajaran ini dengan materi sebelumnya atau bahkan dengan mata pelajaran lainnya. Terus, lanjutkan lagi dengan membuat contoh, bikin ‘rangkuman’ buat kamu sendiri, yang kamu mengerti. Terus, kamu juga bisa mengetes pengatahuan barumu dengan menjawab soal-soal.

6. Jangan Hindari Masalah

*Sumber: https://weheartit.com/entry/44925497?context_type=user&context_username=wimpling_away

Kadang kalau ada soal atau materi yang nggak dimengerti, kamu cenderung menghindarinya “ah, nanti saja tanya ke guru atau ke si A yang pintar di kelas”. Ganti mindset itu sekarang juga, karena nggak selamanya mereka ada untuk membantumu.

Mempelajari dan menggali ulang masalah yang kamu temukan sangat penting, apalagi dalam mata pelajaran seperti matematika, ekonomi, dan hitung-hitungan lainnya. Dalam mata pelajaran seperti ini juga, lebih efektif untuk mengerjakan soal daripada membaca. Jika ada soal atau penjelasan yang benar-benar sulit kamu pahami, tuliskan dan nanti ajukan pada dosen atau guru kamu kalau ada kesempatan.

7. Berbicara pada Diri Sendiri

* sumber: www.nbcnews.com

Apakah kamu tipe orang yang baru mengerti kalau kamu membaca teks secara lantang, pada dirimu sendiri? Kalau begitu, lakukanlah, jadi ‘guru’ untuk dirimu sendiri. Cobalah untuk menjelaskan materi yang sedang dipelajari dengan kata-katamu sendiri, seolah-olah kamu adalah gurunya. Ini bisa dipraktikkan saat kamu belajar sendiri, dengan teman, maupun dengan kelompok belajar.

8. Istirahat Sejenak itu Penting

* sumber: people.howstuffworks.com

Ngelamun itu nggak apa-apa, loh, asal nggak kelamaan juga. Di sela pembelajaran kadang otakmu berkelana ke mana-mana. Memikirkan soal yang susah, istilah asing yang sulit dimengerti, hingga problem dunia. Itu wajar dan justru diperlukan untuk mengistirahatkan otakmu sejenak.

Sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana kamu memaksimalkan waktu belajar kamu, bukan sebanyak apa waktu yang kamu jalani untuk belajar. Sesi belajar yang terlalu lama dan panjang bisa membuyarkan konsentrasi dan membuat otakmu buntu, sehingga materi yang kamu pahami pun lebih sedikit.

Dengan spesifik dan realistis, atur waktu yang akan kamu habiskan untuk belajar setiap harinya. Jangan sampai kamu menghabiskan 80% waktumu untuk belajar dan tidak bisa melakukan hal lainnya, seperti mandi, makan, bersantai, bebenah rumah, bahkan hangout dengan teman.

Oh, ya, tidur malam juga penting, malah wajib! Setiap siswa, mau berapapun usianya, harus mendapatkan tidur malam setidaknya 8 jam jika besoknya hari belajar/sekolah. Tidur adalah cara terbaik untuk memastikan otakmu segar untuk memproses semua informasi baru yang akan kamu terima.

9. Ganti Suasana

*Sumber: https://id.pinterest.com/pin/317714948704307886/

Bosan nggak, sih, belajar sambil menatap tembok saja, atau di perpus saja. Sekali-kali ganti suasana belajar juga penting, loh. Misalnya dengan meminjam ruangan bekerja orang tuamu, belajar di kasur, belajar di kedai kopi, atau di halaman belakang.

Bisa juga belajar di dekat pantai kalau rumahmu kebetulan di area pantai, apapun itu pokoknya ganti suasana. Dengan begitu, kamu akan merasa belajar di manapun kamu bisa, tidak harus stuck di satu tempat saja.

10. Jangan Mepet Deadline

* sumber: www.healthcomu.com

Stop SKS alias sistem kebut semalam, mau dalam mengerjakan tugas apalagi belajar. Kadang hari libur menjadi hari malas-malasan buat para pelajar. Itu tidak apa, tapi jangan jadi terlena dan lupa kalau ada materi atau PR yang harus kamu kerjakan untuk hari Senin.

Dalam hari liburmu, coba cicil kerjaan yang aharus kamu serahkan di minggu depannya. Ini akan membantumu lebih rileks dan tenang karena beberapa pekerjaan sudah kamu lakukan.

Dan, jangan lupa makan! Makan dan minum sangat penting untuk memberi otak (dan badan)mu energi. Susah fokus kalau perut bunyi terus, kan? Boleh juga, tuh, belajar sambil nyemil! Ya, itualh 10 tips belajar efektif di rumah dari Bacaterus. Beberapa cara mungkin cocok dan ada juga yang tidak cocok denganmu, jadi ambil mana saja yang pas buat kamu, ya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *