Bacaterus / Anak Kucing / Inilah Cara agar Induk Kucing Mau Menyusui Anaknya

Inilah Cara agar Induk Kucing Mau Menyusui Anaknya

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jika kucing betinamu hamil, berarti sebentar lagi akan ada drama baru di rumah, apakah sang induk nantinya mau merawat anak-anaknya atau tidak. Karena, ada kejadian di mana induk kucing tidak mau menyusui anak-anaknya, bahkan ketika didekati anak-anaknya dia menghindar. Kalau di manusia baby blues kali, ya.

Normalnya induk kucing menyusui anaknya hingga berusia 8-10 minggu (sudah disapih pada usia tersebut). Akan tetapi, bisa saja kucingmu menolak menyusui beberapa anaknya, atau semua anaknya sekaligus. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan sebagai pemilik?

Kucing yang sedang menyusui sebenarnya tidak jauh berbeda dari kucing biasa, tetapi mereka bisa membutuhkan beberapa treatment khusus supaya mau mengurus anak-anaknya. Berikut adalah tips agar induk kucing mau menyusui anak-anaknya dari Bacaterus.

1. Beri Makanan yang Cukup Sejak Masa Kehamilan

* sumber: www.kittycatter.com

Kucing hamil harus mendapatkan gizi dan porsi yang cukup agar berat badannya bertambah sesuai kebutuhan. Jangan khawatir kucing jadi obesitas, karena berat badan induk kucing biasanya akan turun secara alami saat menyusui.

Justru, untuk mencegah kucing kehilangan terlalu banyak berat badan, kamu sebaiknya sudah memberinya makan dalam porsi lebih (direkomendasikan saat 1/3 masa kehamilannya).

Soalnya, kalau kamu membuat mereka terlalu berisi dari awal-awal banget kehamilannya, kucing bisa terlalu gendut yang malah menyusahkan proses persalinan. Oh, jangan lupa simpan makanan di tempat yang bisa induk kucing lihat dan raih dengan mudah, ya.

2. Beri Makanan dengan Porsi Lebih Besar Setelah Kucing Melahirkan

* sumber: allaboutpurrs.com

Beri induk kucing makanan dengan porsi yang lebih besar, karena dia akan membutuhkan lebih banyak kalori. Ini bisa membingungkan karena jumlah pasti makanan yang dibutuhkan kucing menyusui akan bervariasi sesuai dengan ukuran dan jumlah anak-anaknya.

Tapi, ini mungkin bisa menjadi patokan: kucing yang menyusui lebih dari dua anak biasanya membutuhkan 2-2,5 kali lebih banyak kalori dari biasanya.

Kalau bisa, sediakan makanan khusus untuk kucing menyusui, atau yang diformulasikan untuk kucing di semua tahap kehidupannya. Intinya, pastikan kucing mendapat cukup protein. Kandungan itu penting untuk menjaga kesehatannya dan untuk memberikan nutrisi kepada anaknya.

Jika anak-anak kucing sangat berisik atau bergerak gelisah, itu bisa menjadi tanda induknya tidak mendapatkan cukup protein. Makanan kucing yang berkualitas dan branded biasanya sudah mengandung cukup protein. Jika ragu, berikan makanan anak kucing kepada induk kucing saat ia menyusui! Soalnya, makanan anak kucing lebih tinggi kalori, kalsium, dan protein.

3. Beri Kucing Kenyamanan

* sumber: uk.blog.feliway.com

Seperti yang pernah Bacaterus bahas pada artikel Cara Merawat Kucing, kalau setiap kucing membutuhkan space untuk dirinya sendiri yang kadang nyempil di sudut aneh rumah. Terutama ketika kucing baru melahirkan, dia jadi lebih sensitif, karena naluri keibuannya membuat dia lebih waspada dan ingin menjaga anak-anaknya (bahkan dari kamu).

Biasanya semenjak hamil, kucing akan mencari tempat untuk membuat sarang baru, menyiapkan tempat buat anak-anaknya nanti. Kamu bisa menawari dia kasur kucing, sudut di belakang lemari pakaian, laci (yang sudah dilepas tentunya), koper, atau kardus pun bisa.

Yang penting, rutin ganti alas sarangnya, apalagi kalau anak-anak kucing sudah lahir. Kamu bisa menggunakan selimut atau handuk yang lembut dan pastikan sarang selalu dalam keadaan kering.

4. Biarkan Induk Kucing Memindahkan Anak-Anaknya Sendiri

* sumber: www.kitty-cats.blog

Sepertinya sudah menjadi pengetahuan umum kalau anak-anak hewan, mau apapun, jangan dulu disentuh manusia karena nanti ‘jadi bau tangan’ dan induknya ogah menyusui anak-anaknya. Ini ada benarnya. Sebaiknya kamu menjaga jarak terlebih dahulu dengan anak-anak maupun induk kucing, karena pada saat baru-baru melahirkan sang induk menganggap apa saja sebagai threat.

Tapi, setelah beberapa waktu berlalu, kamu sudah bisa bersosialisasi dengan induk dan anak kucing secara bertahap. Mulai dengan menunjukkan eksistensi kamu di dekat mereka, mendekat, menyentuh, menggendong, dan bermain.

Bersosialisasi dengan anak kucing penting untuk membuat mereka terbiasa dengan manusia dan mendistraksi mereka dari induk mereka. Karena sang induk pasti ada lelahnya juga dan membutuhkan waktu untuk istirahat, makan, dan sebagainya.

Terus, kalau kamu melihat sang induk memindahkan anak-anaknya, biarkan saja. Jangan juga dipaksa kembali ke tempatnya yang lama. Ini adalah insting alami kucing, karena di alam liar mereka menghindari pemangsa potensial.

Selama pilihan induk adalah tempat yang aman (misalnya: bukan toilet atau dapur), tidak apa-apa. Sediakan sarang baru atau gunakan sarang lamanya dengan catatan dalam keadaan bersih.

5. Jaga Kebersihan & Kesehatan Induk juga Anak Kucing

* sumber: www.aspca.org

Kutu adalah parasit yang berbahaya buat semua jenis hewan, apalagi hewan rumahan seperti kucing. Jika anak kucing terkena kutu dari ibunya, mereka bisa terkena flea anemia (anemia kutu, karena kutu kan menghisap darah).

Ingat, perawatan kutu hanya boleh diberikan pada induknya, jadi lakukan sesegera mungkin setelah induk melahirkan agar anak-anaknya tidak terinfeksi. Sering-seringlah mengganti alas sarang kucing untuk mengurangi resiko kutu.

Jika kamu melihat ada kutu pada anak kucing, kamu bisa memandikan mereka dengan menggunakan pencuci piring non antibakteri yang ringan dan air hangat, lalu buang kutu menggunakan sisir kutu kucing. Jangan lupa keringkan anak kucing dengan seksama setelah mandi. Tapi, jika kamu ragu-ragu, bisa segera pergi ke vet.

Selain kutu, kamu juga sebaiknya mengecek kesehatan sang induk. Jangan sampai induk kucing terkena FeLV (virus leukemia kucing) dan FIV (virus imunodefisiensi kucing).

Pasalnya, penyakit ini bisa tertular pada anak kucing melalui air susu induk. Anak kucing juga sudah bisa diperiksa untuk berbagai penyakit setelah usia mereka 1-2 minggu. Biasanya dokter hewan akan meresepkan obat cacing juga buat induk dan anak kucing.

6. Jika Induk Kucing Terus Menolak Menyusui

* sumber: www.thesprucepets.com

Ada kalanya induk kucing sama sekali tidak mau menyusui. Ada beberapa skenario yang bisa saja terjadi, misalnya yang tadinya mau menyusui tiba-tiba berhenti, atau memang sang induk tidak mau mengurus anak-anaknya sejak awal.

Beberapa faktor penyebab induk tidak mau menyusui adalah karena dia sakit, anak-anaknya terlalu banyak atau berukuran besar sehingga ASI yang dibutuhkan terlalu banyak, atau induk kucing masih belum dewasa baik dari segi usia maupun sifat.

Kalau sudah begitu, mau bagaimana lagi? Satu-satunya jalan adalah dengan memberi kucing susu pengganti. Ini bisa juga diberikan jika anak-anak kucing terlalu berisik (yang tidak wajar) atau terlihat sangat kurus, karena itu bisa jadi tanda induknya tidak memproduksi ASI yang cukup.

Susu kucing tersedia secara komersil di pasaran dan dapat diberikan menggunakan pipet, botol, atau metode lainnya. Tapi hal ini sebaiknya melalui izin dokter hewan dulu.

Beberapa kucing memang tidak terlalu keibuan dan tidak bisa menjadi ibu yang baik. Tapi, sebagian besar kucing – biasanya – secara alamiah akan mengurus anak-anaknya, asalkan tidak ada masalah. Semoga dengan tips di atas kucingmu mau menyusui anak-anaknya lagi, ya. Supaya lebih jelasnya, sebaiknya kamu berdiskusi dengan dokter hewan juga.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *