Bacaterus / Burung / 10 Burung Terbesar di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

10 Burung Terbesar di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pernahkah kamu melihat burung-burung dengan ukuran yang luar biasa, yang mungkin lebih besar puluhan kali dari burung-burung yang berkicau di dekat rumahmu? Burung-burung dengan ukuran besar itu salah satunya ada di Indonesia. Jika kamu ingin tahu, baca terus daftar burung dengan ukuran terbesar di dunia berikut ini.

1. Burung Unta – Struthio Camelus

Burung Unta – Struthio Camelus

Burung Unta adalah burung yang tidak bisa terbang berasal dari Afrika, merupakan burung terbesar di dunia. Burung unta memiliki berat badan sekitar 150 kg dengan tinggi sekitar 2 meter. Selain burung terbesar burung unta juga dapat berlari dengan cepat dengan kaki mereka yang panjang dengan kecepatan 70 km/jam

Serangga kecil, biji-bjian, semak-semak, buah, dan bunga adalah jenis makanan yang biasa dimakan oleh burung unta. Burung unta dapat hidup meskipun tidak meminum air dalam beberapa hari.

Selain itu burung unta juga biasa menelan kerikil yang digunakan untuk memanggang makanan mereka dalam gigerium. Mereka dapat menyimpan kerikil sampai dengan 1,3 kg.

2. Burung Kasuari Selatan – Casuarius Casuarius

Burung Kasuari Selatan – Casuarius Casuarius

Kasuari merupakan burung yang berasal dari hutan tropis yang berada di Indonesia, Papua Nugini, dan Australia sebelah timur laut. Burung ini memiliki berat badan sekitar 50 kg untuk jantan dan 68 kg untuk betina, tingginya sekitar 1,5 m. Ukuran maksimum yang pernah tercatat dari burung kasuari adalah tingginya 1,9 m dan beratnya 83 kg.

Burung ini tidak bisa terbang tetapi dapat berlari dengan kakinya besar dan kuat dengan kecepatan 30 mil/jam. Makanan dari kasuari  selatan biasanya rumput, jamur, serta serangga. Burung kasuari betina akan bertelur 8-10 telur pada musim panas, dan telur yang besar dan gelap itu akan dierami selama 50 hari oleh kasuari jantan. 

3. Burung Emu – Dromarius Novaehollandiae

Burung Emu – Dromarius Novaehollandiae

Jika melihat fisiknya kamu bisa menebak bahwa mereka masih keluarga dekat dengan burung unta. Burung emu memiliki tinggi sekitar 1,9 meter dan berat badannya bisa mencapai 60 kg, ukuran betinanya terkadang sedikit lebih besar dari pada burung jantannya. Mereka juga tidak bisa terbang, tetapi dapat berlari dengan kecepatan 48 km/jam.

Burung emu adalah burung endemik dari Australia. Mereka biasa tinggal di sabana dan hutan di Australia. Makanan yang  mereka makan adalah tanaman, biji-bijian, buah-buahan, serangga, dan kadal sama seperti burung unta. Mereka juga menelan kerikil untuk menggiling makanan. Mereka biasa bertelur pada musim yang lebih sejuk, dan bertelur sekitar 8 – 10 buah telur. 

4. Burung Penguin Emperor – Aptenodytes Forsteri

Burung Penguin Emperor – Aptenodytes Forsteri

Penguin merupakan satwa endemik dari Antartika, burung yang besar dan berat ini memiliki berat badan sekitar 45 kg dan tingginya sekitar 112,5 cm. Untuk mencari makan mereka akan berjalan sejauh 80 km dan juga akan menyelam sedalam 450 meter. Santapan mereka adalah ikan, udang kecil, dan cumi-cumi.

Burung ini juga tidak dapat terbang tetapi mereka dapat beradaptasi dengan iklim yang sangat dingin. Selama 2 bulan penguin jantan akan menjaga telurnya dan tidak makan sehingga mereka akan kehilangan berat badannya sekitar 15 kg. Sedangkan penguin betina bertugas mencari makan untuk anak-anak yang baru menetas.

5. Burung Greater Rheas – Rhea Americana

Burung Greater Rheas – Rhea Americana

Burung Rheas adalah burung asli dari Amerika Selatan. Mereka adalah burung endemik dari Brazil, Argentina, Bolivia, Paraguay, dan Uruguay. Burung ini memiliki berat badan sekitar 20 – 40 kg, dan pajangnya sekitar 1,3 meter. Sayap besar mereka tidak bisa digunakan untuk terbang, tetapi digunakan sebagai penyeimbang dan mengganti arah di saat mereka berlari.

Kamu bisa menemukan burung ini memangsa burung kecil, serangga, dan kadal. Mereka juga bisa ditemukan di daerah yang berumput dan lahan basah. Saat ini ada populasi kecil burung Rheas yang berhasil berkembang di Jerman. Mereka berhasil selamat dari cuaca dingin. Saat ini populasinya sekitar 250 ekor dan dilindungi sehingga tidak boleh diburu.

6. Burung Kalkun – Meleagris Gallopavo

Burung Kalkun – Meleagris Gallopavo

Ada dua jenis burung kalkun , yaitu burung kalkun liar dan burung kalkun yang telah dijinakan. Burung kalkun liar mereka dapat terbang karena berat badan mereka hanya 13,5 kg, sedangkan burung kalkun yang dijinakan tidak dapat terbang karena terlalu gemuk. Berat badan mereka mencapai 39 kg.

Burung kalkun adalah burung asli dari Amerika Utara. Dalam bahasa inggris burung kalkun disebut Turkeys yang merupakan kesalahan dalam pengidentifikasian saat burung kalkun yang telah dijinakan dan diimpor ke Eropa oleh seorang pedagang asal Turki. Sehingga saat ini mereka memanggilnya Turkeys.

7. Burung Kori Bustard – Ardeotis Kori

Burung Kori Bustard – Ardeotis Kori

Burung Kori Bustard  merupakan burung asli dari Afrika. Burung ini adalah burung yang sangat besar yang dapat terbang, dengan berat mereka yang dapat mencapai 20 kg. Ukuran burung kori jantan dapat dua kali lebih berat dari burung betina.

Burung ini memiliki tinggi sekitar 1,2 meter, serta bentangan sayap mereka dapat mencapai 2,7 meter. Selain dari Kori Bustard ada juga Greater Bustard (Otis tarda), burung ini dikembangbiakan di Eropa Selatan di sebuah padang rumput terbuka dan juga di Asia.

Di Eropa, sebanyak 60% populasinya berada Spanyol dan Portugal. Burung ini sempat hampir mengalami kepunahan saat mereka dijadikan buruan untuk mendapatkan trofi. Saat ini mereka dikembangbiakan di Salisbury Plain.

8. Burung Angsa Trumpeter – Cygnus Buccinator

Burung Angsa Trumpeter – Cygnus Buccinator

Angsa Trumpeter adalah burung yang juga memiliki bobot tubuh yang cukup berat, sekitar 17,2 kg, serta memiliki bentangan sayang yang cukup panjang yang dapat mencapai 3 meter. Burung ini merupakan burung asli dari Amerika Utara, dan kamu dapat menemukan mereka di kolam-kolam yang dangkal, lahan basah yang bersih, dan sungai lebar yang  berarus lambat.

Angsa trumpeter sempat hampir punah dikarenakan mereka banyak diburu pada abad 19 dan awal abad 20 an. Burung yang masih ada di alam liar jumlahnya sekitar 70 ekor dan terdapat di Taman Nasional Yellowstone.

Tetapi pada tahun 1950, saat survey udara di Alaska di Sungai Copper ditemukan beberapa ribu Angsa Trumpeter, sehingga populasinya dapat meningkat kembali. 

9. Burung Andean Condor – Vulture Gryphus

Burung Andean Condor – Vulture Gryphus

Burung besar ini merupakan penghuni dari pegunungan Andes dan pantai Amerika Selatan. Andean Condor masuk dalam anggota keluarga burung hering. Tinggi mereka dapat mencapai 1,2 meter dan beratnya bisa mencapai 15 kg.

Panjang bentangan sayapnya sekitar 3 meter. Panjangnya sayap ini memiliki fungsi untuk mempermudah burung untuk terbang dengan ukuran tubuhnya yang besar. Seperti yang sering kamu dengar, burung ini memakan bangkai dari binatang lain.

Memakan bangkai berlaku bagi burung yang sudah dijinakan atau pun burung yang liar. Mereka biasa berburu telur burung, dan memakan bangkai anjing laut ataupun ikan. Ternyata burung yang masa hidupnya hingga 75 tahun ini masuk dalam kategori NT (Near Threatened) di daftar IUCN. 

10. Burung Pelikan Dalmatian – Pelecanus Cripus

Burung Pelikan Dalmatian – Pelecanus Cripus

Burung Pelikan Dalmatian merupakan burung yang berasal dari Eropa Utara dan Asia Selatan, termasuk salah satu burung yang mememiliki bobot yang berat. Ukuran burung ini memiliki ukuran sekitar 1,8 meter dengan berat badannya sekitar 15 kg, serta panjang bentangan sayapnya adalah 2-3 meter.

Makanan dari pelikan Dalmatian adalah ikan, lele, dan belut, dan dalam satu harinya 2 kg ikan sanggup mereka makan. Jika kamu ingin melihat Pelikan Dalmatian kamu bisa pergi ke  danau, sungai dan muara yang berada di India, Cina, Rusia, serta daerah Eropa Tenggara. Pelikan Dalmatian juga mengalami penurunan populasi diakibatkan hilangnya habitat lahan basah karena kekeringan.

Nah itulah beberapa burung yang termasuk burung yang paling besar di dunia. Ukuran mereka yang besar memang akan membuat kita terkesan dan terkesima walaupun tidak semua burung yang berukuran besar itu tidak dapat terbang. Kamu bisa berpartisipasi dalam menjaga keberlangsungan mereka dengan tidak merusak habitat mereka di alam liar.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *