Bacaterus / Burung / Yuk, Kenali 4 Burung Pemakan Serangga Asli Indonesia Ini!

Yuk, Kenali 4 Burung Pemakan Serangga Asli Indonesia Ini!

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Mei 2019

Indonesia memiliki banyak sekali spesies burung, termasuk burung pemangsa serangga. Jumlahnya sendiri tergolong banyak dan tersebar di tiap penjuru Indonesia. Beberapa di antaranya masih eksis hingga kini; beberapa lainnya mulai langka dan bahkan nyaris punah.

Di artikel kali ini, kami bakal mengajakmu mengenal beberapa burung pemakan serangga asli Indonesia. Beberapa burung tersebut akan Bacaterus ulas di sini. Yuk, silakan disimak!

1. Burung Pelatuk

Burung Pelatuk

* sumber: hargaburung.id

Kamu pasti tak asing dengan burung satu ini. Ya, ini adalah burung yang menginspirasi terciptanya serial Woody Woodpecker yang sempat tayang beberapa tahun silam. Nama burung pelatuk sendiri didapat dari kebiasaan burung ini yang lazim mematuk batang pohon dengan paruhnya.

Apa yang dilakukan burung pelatuk itu bukan tanpa tujuan. Pohon yang dia patuk merupakan pertanda bahwa pohon itu adalah sarang sekaligus wilayah kekuasannya. Selain itu, cara tersebut juga dilakukan supaya burung pelatuk mendapatkan larva serangga yang bersarang di bawah kulit kayu pohon.

Seperti yang disebutkan di atas, kalau makanan utama burung ini adalah larva serangga. Walau begitu, ada pula burung pelatuk yang menyantap serangga lain selain larva serangga. Burung pelatuk ulam misalnya. Burung pelatuk yang berhabitat di hutan terbuka ini senang sekali menyantap kalajengking dan juga semut.

Di Indonesia, burung pelatuk bisa ditemukan di hutan-hutan Sumatera, Jawa, dan Bali. Burung pemakan serangga ini juga bisa ditemukan di negara lain seperti India dan beberapa negara Asia Tenggara. Di Indonesia, beberapa jenis burung ini sudah mulai terancam keberadaannya.

Burung pelatuk bawang misalnya. Burung yang berasal dari Banjarnegara ini terancam punah lantaran lazim diburu warga sekitar. Para warga memburu burung ini lantaran sang burung memiliki khasiat mistik yang bermanfaat untuk mereka.

2. Burung Kipasan Belang (Burung Murai Gila)

Burung Kipasan Belang

Burung satu ini merupakan burung pemakan serangga yang bisa ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Lombok. Burung ini mempunyai ciri khas berupa tubuhnya yang berwarna abu-abu jelaga. Bagian dagu, alis, dan tenggorokan burung ini mempunyai corak keputihan.

Bagian ekor burung ini cukup lebar, berwarna coklat, dan ujungnya berwarna keputihan. Saat ekornya mengembang, maka ekor tersebut akan berbentuk seperti kipas berwarna belang. Bentuk ekor tersebut menjadi alasan mengapa burung ini bernama kipasan belang.

Saat memburu mangsa, burung ini bakal bertengger dulu di cabang pohon terendah. Bila mangsa terlihat, burung kipasan belang bakal langsung menangkapnya dengan kedua sayap yang dia punya.

Daya tangkap burung kipasan belang tergolong tinggi, sehingga burung ini jarang sekali gagal menangkap mangsanya. Selain karena sayapnya, bentuk paruhnya yang agak berkumis menjadi faktor lainnya. Paruh tersebut merupakan alat navigasi si kipasan belang yang memiliki akurasi cukup tinggi.

Bila sang mangsa bersembunyi di semak-semak, kipasan belang tak akan segan-segan untuk mengejarnya. Bahkan, mereka tak sungkan melakukan penerbangan akrobatik untuk meluncur ke semak-semak dan memburu mangsanya secara membabi buta. Gaya memburu mangsanya yang membabi buta itu kelak menjadi alasan mengapa burung ini mendapat sebutan murai gila.

Di Indonesia, populasi burung ini tergolong aman. Walau begitu, burung ini sudah dimasukkan ke dalam kategori burung yang dilindungi undang-undang negara kita, dengan status risiko rendah (least concern).

3. Burung Cabak

Burung Cabak

Burung cabak merupakan burung pemakan serangga yang beraktivitas di malam hari (nokturnal). Hal ini sangat berbeda dengan burung pemakan serangga lainnya yang lazim beraktivitas di waktu siang. Ciri khas utama burung ini adalah warna bulunya yang mirip dahan pohon. Warna bulu tersebut ternyata memberi keuntungan tersendiri bagi si burung cabak. Dengan warna bulunya itu, burung cabak menyamar di balik dahan pepohonan.

Burung pemakan serangga ini mempunyai satu kebiasaan unik. Saat sore dan dini hari, burung ini bakal terbang berputar-putar sambil mengeluarkan suaranya yang tinggi secara berulang dan teratur. kebiasaan ini rupanya merupakan salah satu caranya untuk menangkap serangga.

Burung cabak memiliki dua jenis. Satu di antaranya yang terkenal adalah cabak kota. Penamaan burung ini tak lepas dari habitat burung ini yang justru ada di perkotaan; berbeda dengan burung-burung lainnya.

Kebiasaan burung ini sama seperti cabak lazimnya: terbang di kala sore dan dini hari. Kebiasaan ini sering dilakukan di langit perkotaan. Selain untuk berburu serangga, kebiasaan tersebut mereka lakukan sebagai bentuk ketertarikan mereka pada lampu-lampu perkotaan. Di siang hari, cabak kota bakal melakukan kebiasaan unik lainnya. Burung ini bakal tidur di atas tanah atau di atas atap gedung perkotaan yang rata bentuknya.

Di Indonesia, burung ini bisa dijumpai di perkotaan Jakarta dan Surabaya. Selain itu, cabak juga bisa dijumpai kawasan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan kawasan Wallacea.

4. Burung Ciu Besar

Burung Ciu Besar

* sumber: hargaburung.id

Burung pemakan serangga terakhir di daftar ini adalah ciu besar. Meski mengandung kata “besar”, bentuk burung ini justru tergolong kecil. Ukuran burung ini sendiri sekitar 13 cm. Ciri khas burung ini adalah kepalanya yang berwarna hitam, serta memiliki mantel berwarna abu-abu.

Seperti burung pemakan serangga umumnya, burung ini lazim beraktivitas di waktu siang, serta tinggal di hutan pegunungan. Makanan utama burung ini adalah ulat, belalang, dan kumbang. Walau begitu, burung ini juga sering menyantap makanan lainnya, seperti biji-bijian dan buah-buahan yang ada di hutan.

Dalam memburu mangsanya, burung ini akan memburunya secara soliter. Terkadang, ciu besar juga bisa memburu mangsanya dengan cara memasuki kelompok kecil burung lain yang sama-sama sedang memburu mangsa.

Burung ini mempunyai suara yang merdu; mirip dengan suara siulan. Oleh karenanya, burung ini bisa dipakai sebagai burung masteran. Sebelum bertelur, ciu besar bakal membuat sarang di pohon tinggi dengan bentuk sarang serupa ayunan. Telur yang dihasilkan ciu besar tergolong unik. Telur burung ini memiliki warna merah jambu; warna yang tak lazim untuk ukuran telur. Telur yang dihasilkan ciu besar sendiri bisa berjumlah 2 hingga 3 butir.

Burung ini memiliki sifat pemalu. Ini bisa dilihat kebiasaannya yang suka bersembunyi di balik dedaunan. Walau begitu, burung ini juga bisa bersikap agresif. Sikap ini bakal muncul apabila mendapat ancaman dari jenis burung lainnya.

Di Indonesia, burung ini bisa ditemukan di hutan-hutan pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.  Selain di Indonesia, burung ciu besar juga tersebar di negara-negara lain. Misalnya: Tiongkok, Semenanjung Malaysia, serta di beberapa negara lain di Asia Tenggara.

Indonesia mempunyai beragam burung pemakan serangga. Beberapa di antaranya masih bisa ditemukan, beberapa lainnya mulai langka dan sudah dinyatakan nyaris punah  Di artikel ini, kami sudah memperkenalkan empat di antaranya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu, terutama soal burung pemakan serangga di Indonesia. Kenali juga jenis burung hantu dalam artikel jenis burung hantu di seluruh dunia.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar