Bacaterus / Burung / 12 Jenis Burung Langka di Jawa yang Makin Langka

12 Jenis Burung Langka di Jawa yang Makin Langka

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Februari 2020

Mungkin kamu senang mendengarkan kicauan burung di pagi hari, suara mereka yang merdu membuat kita ingin tahu burung apa yang memiliki suara yang indah. Tetapi kicau mereka yang merdu perlahan mulai menghilang. Kicau mereka yang merdu menjadi langka untuk kita dengar. Ulasan berikut akan membahas burung manakah yang kini kicaunya menjadi langka.

Berikut ini adalah beberapa burung yang telah menjadi langka terutama burung-burung yang berada di Pulau Jawa. Mungkin Kamu tahu Elang Jawa dan Trulek Jawa yang telah menjadi burung langka, tetapi ada banyak burung yang lain yang juga telah menjadi langka dan masuk ke dalam daftar merah IUCN.

1. Poksai Kuda (CR – Critically Endangered)

Poksai Kuda

Burung Poksai Kuda keberadaannya kini dalam lingkup yang terbatas hanya berada di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat tempat yang masih terdapat spesies burung ini adalah Gunung Gede Pangrango, sedangkan di Jawa Tengah di Gunung Slamet.

Burung Poksai adalah burung yang memiliki warna dominan coklat dengan ukuran cukup besar sekitar 27 cm. Punggung dan sayapnya berwarna coklat zaitun, sedangkan pada tubuhnya berwarna coklat seperti karat. Burung ini biasa memakan buah-buahan berukuran kecil dan serangga.

2. Ekek Geling Jawa (CR – Critically Endangered)

Ekek Geling Jawa

Burung ini termasuk burung yang sangat langka, keberadaannya tercatat ada di empat kawasan hutan lindung yaitu Taman Nasional Gunung Merapi, Gunung Halimun-Salak, Gunung Gede Pangrango / Megamendung, dan Hutan Lindung /Cagar Alam Parahyangan Selatan.

Burung Ekek geling jawa memiliki bulu yang berwarna dominan biru tosca, dengan sayap berwarna cokelat. Pada bagian kepala terdapat warna hitam yang menyerupai topeng, serta terdapat paruh yang berwarna merah yang runcing. Burung ini senang memakan serangga.

3. Jalak Suren Jawa (CR – Critically Endangered)

Jalak Suren Jawa

Ada beberapa macam Jalak Suren, tetapi yang langka adalah Jalak Suren Jawa yang memiliki nama ilmiah Gracupica Jalla. Burung jenis ini keberadaannya di alam liar hampir menghilang kini hanya tersisa di daerah terpencil di Jawa Tengah.

Bila hanya melihatnya sekilas tak ada perbedaan jalak suren Jawa dengan Jalak Suren yang berasal dari India dan Yunan. Pada Jalak Suren Jawa warna kuning pada bagian matanya agak lebih besar, dan warna putih pada bagian pipi Jalak Suren Jawa terlihat lebih kecil. 

4. Jalak Putih (CR – Critically Endangered)

Jalak Putih

Burung Jalak Putih adalah burung endemik dari Pulau Jawa, saat ini keberadaannya mengalami penurunan yang cepat sehingga diperlukan tindakan konservasi. Saat ini populasinya di alam liar sekitar kurang dari 50 ekor burung dewasa.

Burung ini memiliki bulu tubuhnya yang didominasi oleh warna putih, kecuali pada bagian ujung sayap dan ekornya yang memiliki warna hitam. Ada bagian berwarna kuning di sekitar matanya, dan juga pada paruhnya yang lurus. Burung ini memiliki suara yang  keras dan kicauan yang berisik. 

5. Raja Udang Kalung Biru (CR – Critically Endangered)

Raja Udang Kalung Biru

Burung Raja Udang  ini merupakan burung endemik dari pulau Jawa, burung ini dapat kamu temukan di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun. Populasinya saat ini diperkirakan sekitar 50 – 249 ekor burung dewasa, dan jumlah mereka kian menurun dengan cepat.

Burung ini memiliki  panjang tubuh sekitar 18 cm, bagian tubuh bagian depannya terdapat warna biru dan juga warna putih. Kepala dan sayapnya berwarna biru kehitaman, sedangkan punggung dan ekornya berwarna biru muda, sedangkan betinanya memiliki warna coklat karat di bagian depannya.

6. Gelatik Jawa (EN – Endangered)

Gelatik Jawa

Burung gelatik adalah burung endemik dari pulau Jawa, Bali, dan juga Madura. Burung ini telah diperkenalkan ke berbagai dunia, tetapi keberadaan burung ini di alam liar sudah sangat sulit untuk ditemukan. Populasinya saat ini diperkirakan 1.000 – 2.499 ekor burung dewasa.

Burung kecil yang cantik ini memiliki warana yang unik, bagian kepalanya berwarna hitam dengan bagian pipi terdapat warna putih. Pada bagian tubuh dan sayapnya didominasi oleh warna abu-abu muda, dengan bagian depannya terdapat warna putih agak coklat, dan ekornya berwarna hitam. 

7. Cica-Daun Sayap Biru (EN – Endangered)

Cica-daun Sayap Biru

Burung Cica-Daun merupakan burung endemik dari pulau Jawa, burung ini sering ditangkap untuk dijadikan peliharaan, hal ini yang memicu berkurangnya spesies ini di alam liar. Daya tarik dari burung ini adalah kicauannya yang merdu.

Burung ini memiliki warna bulu yang didominasi oleh warna hijau terang. Seperti namanya walaupun didominasi oleh warna hijau, burung ini memiliki sayap berwarna biru muda. Selain itu ada sedikit semburat warna kuning pada bagian kepalanya.

8. Bubut Jawa (VU – Vunerable)

Bubut Jawa

Bubut Jawa masuk ke dalam keluarga burung tekukur, burung yang termasuk dalam burung endemik dari Pulau Jawa. Keberadaannya di alam liar semakin berkurang , walaupun kamu bisa melihat jenis burung ini di pasar burung untuk diperjual belikan.

Burung yang memiliki dominasi warna hitam pada seluruh tubuhnya, dan terdapat sebagian kedil berwarna oranye pada bagian sayapnya. Burung ini memiliki habitat di daerah yang terdapat bakau atau di daerah yang terdapat rawa-rawa. 

9. Celepuk Jawa (VU – Vunerable)

Celepuk Jawa

Celepuk Jawa adalah sejenis burung hantu yang merupakan burung endemik dari pulau Jawa. Burung ini berada di tiga gunung, yaitu Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, Gunung Slamet, dan Gunung Ijen. Keberadaannya di alam bebas sulit ditemukan karena sifatnya pendiam dan tenang.

Burung ini memliki panjang 16 – 18 cm, burung Celepuk Jawa memiliki warna bulu coklat, dan wajahnya memiliki wajah coklat agak kemerahan. Burung ini memiliki alis yang berwarna putih yang menyambung sampai kejambulnya, sedangkan bulu pada bagian dadanya berwarna krem.

10. Kerak Kerbau (VU – Vunerable)

Kerak Kerbau

Ada banyak nama untuk menyebutkan nama burung ini, Jalak Kebo, Jalak Hitam, Jalak Penyu, dan Jalak Ungu. Burung ini di alam liar dapat ditemukan di Jawa dan Bali, tetapi telah banyak dikenalkan ke beberapa negara lain.

Burung ini memiliki bulu yang berwarna abu-abu yang lebih gelap, dan terdapat sedikit aksen warna putih pada sayap, ekor. Burung ini memiliki paruh yang berwarna kuning. Ukuran Jantannya lebih panjang dibandingkan dengan yang betina, dan memiliki suara kicauan yang parau.

11. Ciung Mungkal Jawa (VU – Vunerable)

Burung yang juga merupakan burung endemik dari Indonesia, yang keberadaannya biasanya di tempat yang tinggi, di sekitar Gunung Halimun dan Gunung Slamet. Populasinya yang terus menurun dikarenakan jumlah hutan di pegunungan yang kian berkurang.

Burung dengan ukuran sedang sekitar 23 cm, pada burung jantan terdapat warna biru tua di bagian sisi kepala, sayap, dan ekor, sedangkan pada bagian depan terdapat warna coklat. Untuk burung yang betina warnanya birunya agak kusam di bagian atas dan di bagian bawahnya

12. Luntur Gunung (VU – Vunerable)

Luntur Gunung biasa disebut juga dengan Luntur Jawa, burung ini adalah endemik dari Jawa Barat yang berada ditujuh hutan yaitu di Gunung Halimun, Gunung Salak, Gunung Gede-pangrango, Gunung Patuha, Gunung Wayang, Gunung Papandayan, dan daerah Ciwidey.

Burung dengan ukuran 34 cm ini adalah burung yang memiliki ekor yang panjang, dan memiliki bulu yang berwarna kuning dan hijau yang mencolok di bagian kepala dan bagian depan. Pada punggungnya dan sayapnya terdapat warna biru dan hitam, kombinasi warnanya sangat cantik.

Burung-burung cantik ini banyak yang menjadi langka karena banyak habitatnya yang hilang atau beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Selain itu kicau mereka yang merdu juga menjadi daya tarik yang membuat orang ingin mememilikinya. Alangkah baiknya jika kita dapat mendengarkan kicauan burung-burung itu di tempat mereka berasal.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *