Bacaterus / Burung / 10 Jenis Elang Terbesar di Dunia yang Sebagian Telah Punah

10 Jenis Elang Terbesar di Dunia yang Sebagian Telah Punah

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 April 2020

Burung elang adalah burung yang akan membuat mu terkesima dengan penampilannya yang terlihat kuat dan kekar, apalagi jika kamu berkesempatan untuk dapat melihatnya terbang di alam bebas. Mereka adalah mahluk predator dengan tingkatan yang  tinggi dalam rantai makanan. Berikut ini adalah ulasan dari beberapa burung elang terbesar di dunia.

1. Elang Haast – Harpagornis moorei (EX – Extinct)

Elang Haast

Elang Haast adalah elang yang sangat besar dan hidup berabad-abad yang lalu, burung ini kini telah punah, keberadaannya di alam liar sudah tidak ada. Elang Haast adalah elang yang mendiami daerah Selandia baru di sebelah selatan, tetapi mungkin juga hidup daerah sebelah utara.

Elang Haast adalah elang terbesar yang pernah dikenal, dengan berat 10-15 kg untuk burung betina dan 9-12 kg untuk jantan. Walaupun disebut sebagai burung yang paling besar, burung elang ini memiliki bentang sayap yang pendek yaitu sekitar 260 cm dan maksimalnya bisa mencapai 3 meter.

Bagaimanakah burung ini hingga dapat menjadi punah? Burung elang ini menjadi punah dikarenakan berkurangnya sumber makanan utamanya. Sumber makanan utamanya adalah burung moa, saat burung moa banyak diburu, dan akhirnya menjadi langka, maka elang kehilangan rantai makanannya.

2. Elang Laut Steller – Heliaeetus pelagicus (VU – Vunerable)

Elang Laut Steller

* sumber: pbase.com

Burung elang Steller banyak mendiami daerah Kamchatka di daerah garis pantai Okhotsk Rusia. Serta banyak berada di daerah Asia Selatan di Pulau Kuril dan di Pulau Hokkaido Jepang di saat musim dingin tiba. Burung elang jenis ini termasuk burung yang jarang melakukan migrasi.

Burung dengan perawakan yang kekar  dan kuat ini memiliki  berat badan sekitar 6,8 – 9 kg untuk betina dan 4,9 – 6 kg untuk jantan. Burung ini tubuhnya ditutupi oleh bulu yang berwarna hitam kecuali pada bagian  sayap atas dekat bahu dan kaki yang memiliki warna putih.

Burung  yang tinggal di dekat garis pantai ini  memilih ikan, dan binatang laut yang kecil serta burung sebagai santapannya. Burung elang stellar masuk ke dalam kategori burung yang rentan keberadaannya, terutama akibat polusi dan penangkapan ikan yang berlebihan.

3. Elang Emas Asia – Aquila chrysaetos (LC – Least Concern)

Elang Emas Asia

* sumber: www.flickr.com

Burung elang emas mendiami daerah timur Kanada,  di sebelah utara dan barat negara Amerika Serikat, daerah sebelah utara dan tengah Asia serta di pegunungan Eropa. Biasanya mereka mendiami tempat yang tidak terjamah oleh manusia serta daerah yang terpencil.

Burung elang emas memiliki panjang tumbuh sekitar 66 – 102 cm, dan memiliki berat sekitar 4,05 – 6,35 kg serta bentangan sayapnya yang paling besar sekitar 2,81 meter. Burung elang emas memiliki bulu yang berwarna coklat tua, dan terdapat warna keemasan pada bagian tengkuknya.

Di beberapa negara burung elang jenis ini bahkan dilatih agar memiliki kemampuan berburu. Burung ini biasa memakan hewan mamalia kecil dan berburu serigala muda. Mereka biasanya menangkap mangsanya pada saat siang hari dan jarang berburu sebelum matahari terbit atau setelah tenggelam.

4. Elang Ekor Putih – Haliaeetus albicilla (LC – Least Concern)

Elang Ekor Putih

* sumber: www.flickr.com

Burung Elang dengan ekor putih ini mendiami daerah utara asia dan utara Eropa. Di sepanjang pantai Norwegia adalah populasi terbanyak dari burung ini yang ada di Eropa, tetapi ada beberapa juga yang mendiami Timur tengah, India, Cina, dan mongolia.

Burung elang ini memiliki bulu yang didominasi oleh warna coklat, kecuali untuk ekornya yang memiliki warna putih yang terang. Panjang tubuhnya sekitar  66 – 94 cm, dengan berat badan sekitar, 3,1 – 6,9 kg. Burung elang ini memiliki bentangan sayap sekitar 1,78 – 2,45 meter.

Makanan yang dimakan oleh burung elang ini bergantung pada musimnya, biasanya mereka ikan, binatang mamalia dan burung. Bangkai dari binatang yang berkuku juga akan menjadi pilihan makanan mereka di saat tidak ada makanan yang masih segar.

5. Elang Ekor Baji Australia – Aquilla audax (LC – Least Concern)

Elang Ekor Baji Australia

* sumber: www.hbw.com

Seluruh Australia adalah habitat dari burung ini, selain itu juga burung ini dapat kamu temukan di Tasmania dan di Papua Nugini sebelah selatan. Mereka biasanya mendiami daerah hutan atau sabana dan juga dataran yang tidak berhutan.

Burung elang ini memiliki warna tubuh coklat tua atau coklat kehitaman pada burung yang sudah dewasa. Panjang tubuh elang ini sekitar 81 – 106 cm, dan beratnya antara 3-5 untuk betina dan 2-4 untuk jantan. Bentang sayapnya sekitar 182-323 cm dan yang terlebar bisa mencapai 280 cm.

Burung elang ini memiliki kriterianya sendiri dalam menentukan mangsa untuk dimakannya. Mereka jarang memangsa reptil,  kebanyakan mereka memangsa kelinci. Tetapi terkadang mereka juga berburu serigala dan kanguru kecil, koala, dan juga burung lainnya.

6. Elang Harpy – Harpia harpyja (NT Near Threatened)

Elang Harpy

* sumber: fineartamerica.com

Elang harpy tinggal di daerah Amerika Selatan dan Amerika Tengah, tepatnya dari Mexico sampai ke Argentina, tetapi kebanyakan dari mereka mendiami hampir seluruh daerah di Brasil. Keberadaan burung jenis ini  hampir menjadi burung yang langka di Amerika Tengah karena penebangan kayu.

Seperti kebanyakan burung elang , burung betina ukurannya bisa lebih besar dibandingkan dengan burung jantan. Burung ini termasuk dalam kategori  burung yang berat, biasanya sekitar 6 – 9 kg untuk betina dan ukuran terberat bisa mencapai 12,3 kg yang dipegang oleh Jezebel.

Elang harpy memiliki cakar yang  yang panjang sekitar 8 sampai dengan 13 cm, dengan cakar besarnya itu mereka dapat menghancurkan tulang dari mangsanya dan memiliki penglihatan yang luar biasa. Mangsanya biasa adalah hewan mamalia yang tinggal di pohon-pohon.

7. Elang Gundul Amerika – Haliaeetus leucocephalus (LC – Least Concern)

Elang Gundul Amerika

* sumber: www.britannica.com

Burung Elang botak ini mendiami daerah Canada, Amerika Serikat termasuk Alaska, dan juga terdapat di Mexico sebelah utara. Mereka mendiami tempat yang jarang dari gangguan manusia, biasanya mendiami daerah yang basah tepi pantai, danau dan juga sungai.

Burung Elang memiliki ciri khas dari warna kepala dan ekornya yang memiliki bulu berwarna putih bersinar.  Sedangkan untuk kaki dan sayapnya burung ini memiliki warna coklat gelap serta memiliki paruh dan kaki yang berwarna kuning.

Burung elang ini memiliki panjang sekitar 70 -102 cm dengan berat di kisaran 3 – 6,3 kg, dan bentangan sayap sekitar 1,8 sampai dengan 2,3 meter. Makanan utama dari burung elang ini adalah ikan.  Selain itu juga, mereka biasa memakan burung dan binatang mamalia lainnya.

8. Elang Filipina – Pithecophaga jefferyi (CR – Critically Endangered)

Elang Filipina

Burung elang Filipina adalah burung endemik dari hutan di Filipina di Luzon dan Pulau Mindanao, tetapi populasi yang banyak terdapat di Pulau Mindanao. Mereka senang berada di tebing -tebing yang curam di hutan-hutang yang tinggi.

Burung ini memiliki ciri yang unik pada kepalanya yaitu terdapat bulu yang berwarna coklat  yang tampak seperti surai pada singa. Bentang sayap coklatnya sekitar 184 – 220 cm, dan beratnya antara 4,5 – 8 kg, berat rata-rata betinanya sekitar 6 kg sedang kan yang jantan sekitar 4,5 kg.

Burung ini dikenal sebagai burung pemakan monyet, tetapi sesungguhnya burung ini memakan apa saja yang mudah ia tangkap. Makanan dari burung elang Filipina sesungguhnya bergantung pada habitatnya masing-masing.

9. Elang Mahkota Afrika – Stephanoaetus coronatus (NT – Near Threatened)

Elang Mahkota Afrika

* sumber: www.mediastorehouse.com

Burung ini mendiami daerah Afrika Selatan terutama di daerah yang terbatas di wilayah sebelah timur  dan hutan sub-Sahara. Burung ini mendiami daerah hutan yang masih lebat juga di lereng-lereng hutan, bukit serta hutan akasia di tanggul-tanggul sungai.

Burung Elang ini memiliki ciri yang khas yaitu susunan bulu di kepalanya yang nampak seperti mahkota. Selain itu pola pada bulunya yang berwarna coklat putih dan oranye. Berat burung elang ini sekitar 3, 64 kg, dengan bentangan sayap antara 1,51 – 1,81 meter.

Saat fajar dan setelah matahari tenggelam adalah waktu di saat burung ini bergerak mencari mangsanya. Cakarnya yang kuat dapat menghantam mangsanya, biasanya burung elang ini memangsa monyet dan kijang.

10. Elang Martial Afrika – Polamaetus bellicosus (VU – Vunerable)

Elang Martial Afrika

* sumber: www.monaconatureencyclopedia.com

Burung ini hampir mendiami seluruh sub-sahara Afrika, tetapi populasi terbanyak dari burung ini adalah di Afrika Selatan juga perbatasan Botswana  yaitu di Taman Nasional Kruger, Taman Nasional Kgalandi Transfrontier, dan Taman Nasional Etosha di Namibia.

Bentangan sayap burung ini bisa mencapai 260 cm, berat tubuhnya sekitar 3- 6,2 kg, dan panjang dari tubuhnya ada di kisaran 78 – 96 cm. Elang dewasa bulu sayapnya berwarna abu kecoklatan yang gelap. Sedangkan pada bagian tubuh memiliki warna putih dengan bintik-bintik berwarna kecoklatan.

Burung elang martial adalah burung predator paling ganas, yang menjadi mangsa dari burung ini adalah binatang mamalia, reptil, burung, dan aneka ragam hewan. Burung ini menjadi burung yang rentan karena banyak diburu dan kehilangan habitatnya.

Nah itulah beberapa burung elang terbesar di dunia. Tetapi beberapa dari burung ini keberadaannya di dunia mengalami ancaman kelangkaan, bahkan ada yang keberadaannya di alam liar telah punah.  Hilangnya sumber makanan yang diakibatkan dari hilang atau beralih fungsinya hutan yang menjadi satu penyebab mereka menjadi langka. Penting bagi kita untuk menjaga habitat mereka tetap ada.

Mampir juga di artikel burung langka di Indonesia ini agar kita bisa turut mengenal dan melestarikan burung-burung yang hampir punah ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *