Bacaterus / Serba Serbi / Tanaman / Inilah 7 Bunga Langka di Indonesia yang Sangat Dilindungi

Inilah 7 Bunga Langka di Indonesia yang Sangat Dilindungi

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 November 2018

Indonesia memiliki sejumlah tumbuhan langka yang terancam punah. Pemerintah setempat berusaha melakukan konservasi untuk menjaga sejumlah flora dari kepunahan. Tak hanya pohon saja, tetapi ada juga buah dan bunga langka di Indonesia yang sangat dilindungi. Meskipun ada beberapa spesies yang masih hidup di habitat aslinya, bunga-bunga ini tidak bisa dipetik sembarangan karena statusnya dilindungi.

Apa saja bunga langka di Indonesia yang sangat dilindungi? Bacaterus telah merangkum informasi mengenai 7 bunga langka yang bisa kita temukan di tanah air. Yuk, kenali rupa bunga-bunga ini agar kita tidak sembarangan memetik ketika menemukannya di suatu tempat.

7 Bunga Langka di Indonesia

1. Kibut (Bunga Bangkai)

Kibut (Bunga Bangkai) Bunga Langka di Indonesia

* sumber: steemkr.com

Nama bunga bangkai memang tampak cocok dengan bunga langka di Indonesia yang satu ini. Ya, kibut atau yang biasa kita kenal dengan nama bunga bangkai mengeluarkan aroma yang sangat tak sedap. Tujuan bunga ini mengeluarkan aroma busuk untuk memancing kumbang dan lalat agar menyerbuki bunganya.

Bunga bangkai sering “tertukar” dengan Rafflesia Arnoldii. Mungkin karena keduanya sama-sama mengeluarkan aroma yang tak sedap dan juga memiliki ukuran yang besar pula. Kibut merupakan salah satu spesies bunga terbesar di dunia. Bunga ini dapat bertumbuh hingga mencapai tinggi 5 meter.

Sayangnya, kibut merupakan spesies flora yang terancam punah. Saat ini, pemerintah setempat berusaha melakukan penangkaran di kebun-kebun botani yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, masyarakat tetap dapat melihat bunga bangkai ini dan turut menghirup aromanya yang menusuk hidung.

2. Rafflesia Arnoldii

Rafflesia Arnoldii

Rafflesia Arnoldii atau padma raksasa adalah bunga langka di Indonesia yang sering dikira sebagai bunga bangkai. Padahal, penampilan kedua spesies bunga ini berbeda. Yang membuatnya sama hanya ukurannya yang tak lazim dan aromanya yang tidak sedap.

Bunga padma raksasa dikenal sebagai flora endemik dari Sumatera. Bunga ini tumbuh di Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Namun, tempat konservasi resmi Rafflesia Arnoldii ada di Taman Nasional Gunung Kerinci. Di taman nasional tersebut kita bisa menyaksikan langsung bunga yang bisa mekar dengan diameter 1 meter dan berat 11 kilogram ini.

Usut punya usut, Rafflesia Arnoldii adalah parasit di tumbuhan lainnya. Penyerbukan bunga ini juga dibantu dengan lalat atau serangga lain yang tertarik pada aroma bangkainya yang menusuk. Sayangnya, bunga ini hanya berusia sekitar satu minggu saja setelah mekar.

3. Anggrek Hartinah

Anggrek Hartinah

* sumber: alamendah.org

Nama Anggrek Hartinah ini cukup populer di kalangan kolektor anggrek. Nama bunga ini sebenarnya sangat spesial karena diambil dari nama istri Presiden Soeharto, yakni Ibu Tien Soeharto. Anggrek ini begitu langka dan eksotis karena hanya tumbuh di beberapa daerah di Sumatera.

Anggrek Hartinah pertama kali ditemukan pada tahun 1976. Bunga ini sering tumbuh di tanah, apalagi jika tanahnya berumput dan dipenuhi dengan tumbuhan paku. Ciri khas dari Anggrek Hartinah adalah daunnya berbentuk pita runcing dan bunganya menyerupai bintang dengan kelopak berwarna merah kecokelatan. Di bagian tepi kelopak bunga juga terdapat warna kuning yang membuat bunga ini nampak semakin mempesona.

4. Edelweiss Jawa

Edelweiss Jawa

Bunga abadi alias Edelweiss merupakan bunga yang sangat memesona dan biasa tumbuh di wilayah pegunungan. Akan tetapi, Edelweiss Jawa yang biasa ditemukan di pegunungan-pegunungan di Pulau Jawa ini sudah terancam punah. Bahkan, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru flora ini sudah dinyatakan punah.

Kecantikan dan keabadian Edelweiss Jawa membuat siapa pun tertarik untuk memetik bunga ini. Namun, pemerintah setempat sudah menghimbau pendaki maupun masyarakat untuk tidak memetik bunga ini. Akan ada sanksi tertentu jika nekat memetik bunga yang sangat dilindungi ini.

Edelweiss Jawa termasuk bunga yang sangat kuat. Bunga ini adalah jenis tumbuhan yang pertama kali tumbuh di tanah bekas erupsi gunung berapi. Saat ini, Anda tetap bisa menikmati keindahan Edelweiss Jawa di Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

5. Anggrek Hitam

Anggrek Hitam Papua

* sumber: intisari.grid.id

Varietas bunga anggrek di Indonesia sangat beragam. Akan tetapi, jika membicarakan bunga langka di Indonesia kita pasti teringat dengan bunga anggrek hitam yang berasal dari Kalimantan dan Papua. Kedua wilayah di Indonesia ini memang memiliki anggrek hitam yang cukup berbeda. Anggrek hitam Kalimantan memiliki kelopak berwarna hijau dan putik berwarna hitam, sedangkan anggrek hitam Papua kelopaknya didominasi dengan warna hitam.

Baik anggrek hitam Papua maupun Kalimantan sama-sama merupakan bunga yang langka. Bunga ini tidak diperjualbelikan dengan bebas di pasaran. Kalau pun ada yang menjualnya Anda harus mengeluarkan budget yang cukup besar untuk mendapatkannya. Anggrek ini juga termasuk tanaan asli Indoneisa, ingin tahu bunga lokal lainnya? Silakan kunjungi artikel 10 Bunga Khas Asli Indonesia.

6. Anggrek Larat

Anggrek Larat

* sumber: www.greeners.co

Indonesia memiliki sejumlah jenis anggrek yang terbilang langka, salah satunya adalah anggrek larat dari Maluku. Anggrek yang kelopak bunganya berwarna ungu ini dinamakan sesuai dengan nama habitat aslinya, yakni Pulau Larat di Maluku.

Anggrek larat biasa tumbuh di daerah yang kering pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Bunga ini justru bisa bertumbuh pada tempat yang kering dengan suhu yang panas. Anggrek larat akan membusuk jika diletakkan di tempat yang lembab dengan suhu udara yang dingin.

Saat ini, anggrek larat masuk dalam jajaran bunga langka di Indonesia. Banyak pihak yang berusaha membudidayakan anggrek jenis ini agar tidak terancam punah. Apalagi anggrek larat ini termasuk tanaman yang dapat tumbuh dengan mudah dan bunganya bisa mekar sepanjang tahun tanpa musim-musim tertentu.

7. Anggrek Bulan Bintang

Anggrek Bulan Bintang

* sumber: santaidamai.com

Paraphalaenopsis denevei merupakan nama ilmiah dari anggrek bulan bintang. Diketahui bahwa anggrek jenis ini hidup di Kalimantan. Tak semua orang dapat memiliki anggrek jenis ini karena spesiesnya terbilang langka dan tidak diperjualbelikan secara bebas. Jadi, kalau ada yang menjual bibit bunga ini Anda harus waspada kalau-kalau bibit tersebut hanyalah bibit anggrek biasa.

Nama anggrek bulan bintang diambil dari bentuk bunganya yang menyerupai bintang dan kelopak bunganya yang mirip dengan bulan sabit. Warna bunga ini adalah kuning kehijauan dengan bagian tengahnya berwarna kuning dan merah. Anggrek bulan bintang menawarkan kecantikan yang luar biasa indah.

Dengan mengenal 7 bunga langka di Indonesia ini kita jadi mengetahui bahwa bunga yang terbilang langka bukan hanya Bunga Bangkai atau Raffelsia Arnoldii saja. Masih ada beberapa jenis bunga langka lain yang memang sebagian besar didominasi oleh bunga anggrek.

Kunjungi artikel tumbuhan langka yang memiliki banyak manfaat ini agar Anda mengetahui flora yang terbilang langka tetapi memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan kita sehari-hari.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment