Bacaterus / Bunga / Ini Dia 7 Bunga Cantik yang Beracun dan Juga Berbahaya

Ini Dia 7 Bunga Cantik yang Beracun dan Juga Berbahaya

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 Desember 2018

Kasus tertusuk duri mawar mungkin sudah tidak asing lagi. Bunga yang nampak indah tersebut, yang identik dengan penyampaian rasa kasih sayang, ternyata menyimpan duri-duri menyakitkan di batangnya yang tipis. Konon, sakitnya seperti sakit karena cinta tak berbalas. Hehehe.

Namun, meskipun beratribut duri, bunga mawar tidak beracun, dan tidak jadi satu-satunya bunga indah yang terdapat di dunia. Ungkapan ‘jangan menghakimi sesuatu dari yang nampak saja’ mungkin dapat diterapkan di topik kali ini. Sebab, bunga-bunga cantik nan indah ini justru bisa dikatakan ‘menipu’ penglihatan.

Di luar, ia begitu cantik dan memesona. Nyatanya, bisa menyebabkan kita meregang nyawa! Penasaran? Ayo kita ketahui satu per satu!

1. Brugmansia (Angel’s Trumpet)

bunga terompet

Ada yang pernah melihat bunga dalam ilustrasi gambar di atas? Hati-hati! Sebab, bunga dari famili Solanacae ini salah satu bunga yang beracun. Bunga ini biasa tumbuh di pohon-pohon kecil atau di belukar besar.

Namanya mungkin berkesan inosen dan menyenangkan, Angel’s Trumpet atau Terompet Malaikat, diambil dari bentuknya yang memang mirip terompet. Brugmansia tersebar di daerah Amerika Selatan, Venezuela, Chile Utara, hingga bagian tenggara Brazil.

Sayangnya, bunga yang nampak indah tersebut tidak bisa asal kita petik dan sematkan di daun telinga. Racun di dalam bunga Brugmansia dapat menyebabkan kelumpuhan, linglung, diare, migrain, halusinasi visual dan pendengaran.

Halusinasi ini, bahayanya, dapat menimbulkan keadaan yang menyebabkan efek luar biasa, justru hingga sampai mencapai batas kegilaan temporer. Selain itu, sang Terompet Malaikat juga dapat menyebabkan kematian! Jauh-jauh, deh!

2. Nightshade (Solanaceae)

nightshade

Nyaris seluruh benua menjadi tempat tinggal bunga cantik satu ini, kecuali benua Antartika. Meski demikian, Nightshade atau Solanaceae kebanyakan terdapat di daerah Amerika Serikat dan Amerika Selatan. Nightshade menghuni berbagai penjuru alam dunia, mulai dari padang gurun hingga hutan hujan. Namun, bunga yang kebanyakan memiliki warna-warna pastel ini tetap tidak bisa dianggap remeh.

Nightshade mengandung zat solanine. Jika seseorang keracunan zat ini, ia bisa terserah gangguan gastrointestinal. Gangguan ini di antaranya adalah diare, muntah-muntah, dan sakit perut. Selain itu, keracunan zat solanine juga menyebabkan gangguan neurologis, dapat menimbulkan halusinasi dan sakit kepala.

Bersamaan dengan solanine, Nightshade juga mengandung zat tropane yang sama-sama dapat menimbulkan efek samping jika dipakai berlebihan. Pemakaian berlebih menyebabkan penderita mengalami gejala seperti mulut kering, pupil membesar, ataksia, cairan urin tertahan, halusinasi, kejang-kejang, koma, bahkan kematian.

3. Hydrangea (Kembang Bokor)

hydrangea

* sumber: www.hgtv.com

Bunga ini mempunyai banyak nama, dari hydrangea, hortensia, sampai versi Indonesianya yaitu kembang bokor. Bunga ini asli dari Amerika dan Asia Tenggara, lho! Terdapat di negara Amerika, Tiongkok, Jepang, Korea, daerah Himalaya, dan Indonesia. Pernah melihatnya sebelumnya, dipajang sebagai tanaman hias, misalnya?

Meski begitu, kembang bokor juga mampu menimbulkan efek samping berbahaya pada manusia jika kuncupnya ditelan. Mereka dengan kulit sensitif juga dapat terkena dermatitis jika bersentuhan langsung dengan buka cantik ini.

4. Lily of the Valley

lily of the valley

* sumber: www.proflowers.com

Cantik, bukan? Mirip lonceng yang biasa disematkan di atas pintu toko. Bunga yang wanginya semerbak ini berasal dari belahan bumi utara Asia dan Eropa. Lily of the Valley memiliki nama lain juga, di antaranya adalah Mary’s Tears atau May bells. Sayangnya, seperti bunga-bunga lain dalam daftar ini, bunga bernama dan berbentuk cantik ini juga memiliki racun yang cukup berbahaya.

Bagian beracun dari bunga ini terdapat pada daun, akar, buah beri, dan batangnya. Zat alkaloid yang terkandung dalam bunga Lily of the Valley dapat digunakan untuk keperluan medis, tapi akan jadi berbahaya jika dikonsumsi dengan dosis banyak. Biasanya, orang yang keracunan Lily of the Valley mengalami gejala jantung berdebar lebih cepat, kenaikan tekanan darah, dan gagal jantung.

Selain pada manusia, racun Lily of the Valley juga dapat menyebabkan skenario fatal jika dimakan oleh binatang, termasuk anjing dan kucing. Jika kita memiliki peliharaan anjing dan kucing, sebaiknya jauhkan mereka dari bunga ini. Sebab jika peliharan kita memakan bunga tersebut, gejala yang akan muncul adalah muntah-muntah, diare, penurunan denyut jantung, aritmia, kejang-kejang, hingga kematian.

5. Aconitum napellus

aconitum napellus

Bunga dari famili Ranunculaceae ini berasal dari Eropa bagian barat dan tengah. Tampilannya yang cantik memang cocok untuk dijadikan hiasan yang bisa menyegarkan pandangan. Namun, hati-hati, bunga ini cukup terkenal karena racunnya! Cukup banyak zat kimia alkaloid yang terkandung di dalamnya, seperti aconitine, mesaconitine, hypaconitine, dan jesaconitine. Zat-zat ini sangat berbahaya.

Efek samping dari bersentuhan langsung dengan bunga ini benar-benar berisiko tinggi, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak, tidak lebih dari satu jam setelah kontak terakhir. Jika disentuh, kita bisa merasakan penurunan stamina yang drastis, merasa kepanasan pada organ dalam, dengan simtom seperti adanya rasa menggelitik, kedinginan, dan mati rasa.

Racun Aconitum napellus dapat memengaruhi pikiran, menyebabkan ketakutan yang sangat besar, kecemasan, hingga delirium. Cukup banyak efek samping mematikan yang diakibatkan racunnya. Maka dari itu, jangan main-main dengan bunga satu ini, ya!

6. Nerium oleander (Oleander)

nerium oleander

* sumber: www.gardeningknowhow.com

Habitat bunga ini cukup tersebar di berbagai belahan dunia, biasanya terdapat di tepi sungai di atas lembah. Tak jauh berbeda dari Aconitum napellus, Nerium oleander juga mengandung racun berbahaya; dikategorikan sebagai salah satu tanaman paling beracun. Meskipun dalam fase masih belum berbunga, nyaris seluruh bagian tanaman ini menguarkan racun.

Kandungan di dalamnya antara lain adalah cardiac glycosides, saponin, digitoxigenin, oleandrin, oleondroside, nerioside, dan racun-racun lainnya. Jangan sekali-kali mengonsumsi tanaman ini, sebab risikonya adalah penyakit serius hingga kematian.

Gejala yang timbul dari keracunan oleander adalah gatal-gatal, penglihatan yang kabur, pandangan berbayang, mual-mual, diare, sakit perut, peningkatan atau penurunan detak jantung, hilangnya napsu makan, kelelahan, depresi, hingga kematian.

7. Colchium autumnale (Autumn Crocus)

colchium autumnale

* sumber: www.gardenia.net

Seperti namanya, bunga ini bersemi di musim gugur. Bunga ini biasa ditemui di Inggris Raya dan Irlandia, tersebar hingga ke banyak belahan bumi Eropa. Namun, meski bentuknya unik seperti bola lampu, serta warna-warnanya pun cantik, bunga ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Kandungan colchicine dan colchiceine di dalamnya membuatnya sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Gejala yang muncul, disebabkan oleh racun autumn crocus, pertama-tama adalah gangguan gastrointestinal pada 24 jam setelah kontak langsung, dilanjutkan dengan kejang-kejang, terhentinya kerja beberapa organ tubuh, pembekuan darah, hingga gangguan pernapasan. Pada akhirnya, kematian pun tidak dapat dihindarkan, terutama jika mengonsumsi bunga ini.

Jadi, jika melihat bunga yang memiliki bentuk dan warna rupawan, menarik untuk kita petik dan bawa pulang, ada baiknya kita mencari tahu dulu terlebih dahulu. Siapa tahu bunga tersebut justru mengandung racun yang dapat membahayakan kesehatan kita.

Tujuh bunga di atas hanyalah sekian dari banyaknya bunga beracun dan berbahaya lainnya di dunia. Kalian tahu bunga lainnya? Yuk, bagi pengetahuannya dalam kolom komentar di bawah!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar