Bacaterus / FYI / 7 Budaya Indonesia dan Dunia Yang Sangat Unik

7 Budaya Indonesia dan Dunia Yang Sangat Unik

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Desember 2018

Budaya merupakan ciri khas bangsa. Lewat budaya, kita bisa memperkenalkan suatu negara ke negara lain. Budaya itu diwariskan secara turun temurun ke setiap generasi, sehingga kita paham akan norma-norma yang berlaku di negara yang kita tempati.

Budaya sendiri terbagi menjadi banyak bagian; budaya agama, politik, ekonomi dan sosial. Namun di dalam kehidupan sehari-hari, kita umumnya menggunakan budaya sosial yang meliputi hal-hal semacam budaya berkomunikasi, makan hingga mengantri! Di Indonesia sendiri budaya seperti ini ditanamkan pada kita sejak dini, sehingga kita tahu bagaimana harus bersikap.

Namun apa teman-teman tahu budaya lainnya di luar sana? Kalau budaya Indonesia sih sepertinya sudah tidak aneh lagi… Tapi menilik budaya di negeri orang lain sepertinya menarik untuk dibahas ya? Pasalnya ada beberapa negara yang memiliki budaya unik yang sama sekali tidak ada di negeri kita sendiri.

Maka dari itu kita patut mengetahuinya supaya jika suatu saat kita berkunjung ke negeri tertentu, kita tidak kaget dan sudah tidak aneh lagi melihat budaya yang mereka terapkan di negara masing-masing.

Lagipula, kita bisa mencontoh budaya unik mereka kok! Tidak ada salahnya kan mengikuti budaya mereka yang dikira cocok untuk diaplikasikan kedalam budaya kita? Pasalnya, banyak budaya di negara tetangga yang mencerminkan hal-hal positif yang patut ditiru.

Tapi tetap saja, sebaik-baiknya kita mengikuti budaya mereka, kita tetap harus menjaga budaya di negeri sendiri. Nah, kali ini bacaterus.com akan memberi tahu budaya unik apa saja yang ada di seluruh dunia!

1. Makan – Korea Selatan

Korea

Dalam hal makan, Korea memang jagonya! Bagaimana tidak? Di negeri ginseng ini hampir seluruh makanannya dimasak seperti di Indonesia; menggunakan rempah-rempah yang banyak sehingga rasanya menjadi sangat sedap.

Berkat efek dari industri hiburan Korea juga, makanan Korea menjadi sangat terkenal di Indonesia. Maka dari itu, jangan heran kalau sekarang ini banyak kedai mulai dari di pinggir jalan hingga mal-mal besar yang menjual makanan Korea.

Korea sendiri punya budaya makan yang unik dan menarik! Tahu gak? Kalau di Korea sana, makan sepiring mentung plus full lauk pauk menyatu dengan nasi kaya di Indonesia tidak akan pernah terjadi. Kecuali di buffet yaah!

Mereka semua biasanya makan dengan setidaknya 6-5 piring kondemen (banchan) berbeda per orangnya; 1 mangkuk nasi, 1 mangkuk kimchi, 1 mangkuk telur/sayuran, 1 mangkuk daging/ikan/ayam, 1 mangkuk rebusan dan 1 mangkuk makanan pendamping lainnya.

Kalaupun harus share makanan, biasanya mereka akan makan bersama di dalam 1 wadah. Menurut mereka itu tanda kebersamaan. Nah, sebelum makan, biasanya orang Korea akan memberi salam seperti ‘Jalmukeseumnida’ (aku akan makan).

Lantas, bila setelah makan kita bersendawa, itu akan menyenangkan si tuan rumah yang memasak karena menandakan kita puas dengan masakan tersebut, di mana di Indonesia sendiri, bersendawa itu tidak sopan.

Saat mengambil makanan, orang Korea akan menggunakan sumpit atau sendok. Mengambil langsung dengan tangan? Wah, akan berakhir dengan omelan! Jangan sekali-kali mengambil langsung dari wadah menggunakan tangan yah! Karena akan dianggap tidak sopan.

Oh iya, orang Korea pun tak lantas melahap makanan yang sudah dimasukan ke dalam mulut, biasanya mereka akan memasukan semua jenis makanan sehingga mulut penuh baru dikunyah. Unik bukan?

Dan 1 hal lagi, kalau di Indonesia atau di negara lainnya berbicara sambil makan itu jarang sekali dilakukan, maka di Korea, makan sambil berbicara/mengobrol itu dianjurkan supaya menambah kesan kedekatan/kekeluargaan.

2. Waktu – Jepang

Japan

Time is money. Pepatah ini benar-benar diterapkan di Jepang! Mereka anti sekali terlambat. Ini membuat seluruh kegiatan warga Jepang menjadi sangat teratur karena semuanya sudah terjadwal.

Warga Jepang terkenal sangat disiplin! Mereka tidak akan menunda-nunda apa yang mereka pekerjaan sebab mereka percaya kalau menunda pekerjaan, waktu mereka lainnya yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan lainnya akan terkikis menjadi lebih pendek.

Rentang waktu di Jepang juga disamakan oleh pemerintah supaya tidak ada ‘miss’. Pasalnya jadwal keberangkatan seluruh moda transportasi di Jepang harus tepat waktu! Bahkan, bila ada moda transportasi yang terlambat seperti kereta api, pihak stasiun akan langsung meminta maaf pada seluruh penumpangnya.

Di Indonesia sendiri kadang delaynya bisa sampai berjam-jam! Mungkin budaya menghargai waktu seperti di Jepang ini patut dicontoh ya teman-teman! Oh iya, di Jepang sendiri masyarakat yang terlambat tidak mungkin memberi alasan karena moda transportasi yang telat.

Mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri yang terlambat dan harus menanggung malu akibat perbuatannya apalagi kalau sudah ada janji. Biasanya, orang Jepang akan datang 5-10 menit sebelumnya karena mereka tidak mau membuat orang lain menunggu.

Saat kerja pun mereka tidak ada yang mau pulang cepat. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan mereka sampai benar-benar selesai baru setelahnya mereka pulang tidak peduli walaupun sudah tengah malam. Mereka paling pantang pulang duluan. Mereka juga mengikuti prinsip ‘work hard play hard’. Di mana waktunya bekerja, mereka akan bekerja tak kenal lelah hingga pekerjaan beres.

Ketika waktunya istirahat, mereka akan menggunakan waktu istirahatnya sepuas mereka. Sehingga tidak ada yang namanya malas bekerja karena mereka yakin kalau mereka giat dan membuat tempat mereka bekerja mendapatkan keuntungan banyak, mereka pun akan ikut ‘kecipratan’ suksesnya.

3. Berjalan Kaki – Amerika

America

Kalau di Indonesia, orang yang berjalan kaki akan dipandang tidak mampu. Tapi sebaliknya, orang yang berjalan kaki di negeri paman Sam akan dianggap sama dengan orang-orang lainnya. Mau konglomerat atau buruh, mereka semua sama; berjalan kaki kemanapun (selama masih di kota yaaah! Kalau sudah keluar kota sih beda cerita).

Mereka sudah terbiasa berjalan kaki. Jadi jangan heran kalau saat tiba di Manhattan, New York atau Chicago, teman-teman akan menemukan ribuan orang tumpah ruah setiap harinya.

Mulai dari berangkat ke kantor atau menunaikan aktifitas lainnya, orang-orang di Amerika lebih memilih berjalan kaki atau menggunakan kereta bawah tanah. Menurut mereka, dengan berjalan kaki, waktu yang ditempuh malah lebih cepat daripada harus naik mobil.

Pasalnya di setiap blok kota besar di Amerika pasti memiliki lampu merah, sehingga waktu mereka banyak tersendat hanya untuk menunggu kemacetan baik itu karena lampu merah atau hal lainnya.

Belum lagi biaya parkir disana yang terbilang mahal apalagi di pusat kota. Lagipula, pemerintahnya sendiri menyediakan dan membuat jalur yang benar-benar untuk pejalan kaki, jadi mereka lebih memilih menggunakan seluruh fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

Apabila di Indonesia, jalur pedestrian bisa dilalui motor atau kendaraan lainnya, maka di Amerika hukumnya adalah penjara. Hal kocak lainnya adalah di Indonesia banyak sekali pedagang kaki lima yang membuka lapaknya di tengah-tengah trotoar, adanya tiang listrik bahkan pohon yang menghalangi para pedestrian sehingga hak para pejalan kaki terampas oleh pengguna kendaraan.

Berbeda sekali dengan Amerika yang menyediakan keamanan, kenyamanan dan kemewahan bagi para pejalan kakinya. Mungkin dari hal ini, kita bisa menilik budaya jalan kaki di Amerika untuk diterapkan di Indonesia. Selain mengurangi polusi, dengan berjalan kaki, otomatis volume kendaraan di jalan akan berkurang sehingga kemacetan bisa diminimalisir.

4. Senyum – Indonesia

smile-budaya-Indonesia

Yeay! Indonesia termasuk ke dalam negara yang memiliki budaya unik yang berbeda dengan budaya unik di negara lainnya. Apakah itu? Budaya Indonesia itu adalah senyum atau lebih pantas lagi disebut dengan budaya ramah tamah.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The Smiling Report (TSR) di tahun 2009, baik senyum dan memberi salam, Indonesia merajai tingkatan pertama dengan nilai yang hampir sempurna! 98% untuk lebih tepatnya.

Sekedar berbagi cerita mengenai senyum dan salam, saya sendiri punya pengalaman pribadi tentang hal tersebut; beberapa tahun lalu, sepupu saya pindah bersama keluarganya ke Australia. Saat itu sepupu saya duduk di kelas 5 SD. Ketika hari pertama sekolah di tempat baru, sepupu saya datang ke dalam kelas lantas salam dengan mencium tangan gurunya sambil tersenyum.

Tak ayal, gurunya kaget kemudian bertanya, ‘kenapa kau begitu sopan hingga memberi salam seperti itu?’, dengan lantang sepupu saya menjawab, ‘di Indonesia, kami semua begitu. Harus memberi salam sebelum masuk kelas…’

Hal seperti itulah yang membuat banyak orang asing yang mengaku senang dan nyaman untuk datang bahkan tinggal di Indonesia. Pasalnya, mereka merasa dihargai dan tak asing seperti di negeri asalnya. Selain itu, di negeri asal mereka seperti Eropa dan Amerika, aneh apabila seseorang tersenyum kepada orang asing.

Maka dari itu mereka kadang bingung kalau saat bertandang ke Indonesia, banyak orang yang tidak dikenal mereka tersenyum tanpa ada basa-basi terlebih dahulu. Nah maka dari itu, kita harus bangga yah jadi bangsa Indonesia yang terkenal dengan ramah tamahnya! Apalagi senyuman yang selalu berhasil membuat semua orang dari seluruh dunia merasa senang.

5. Minum Teh – Inggris

tea

Sudah bukan hal yang aneh lagi kalau budaya minum teh di Inggris terus dilakukan dari dulu hingga sekarang. Pasalnya, upacara teh ini sudah dilakukan secara turun menurun ke berbagai generasi sehingga meminum teh sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di Inggris.

Budaya minum teh ini sendiri dibawa pertama kali pada abad ke-17 oleh Chaterine of Braganza, istri Raja Charles II. Ratu Chaterine yang baru saja mendiami Inggris ingin mengundang para sahabat dan kolega bangsawannya ke tempat dia tinggal.

Seluruh tamu yang datang sangat menyukai wangi teh yang disajikan sehingga upacara minum teh diikuti oleh bangsawan lainnya. Namun karena pada masa itu harga teh masih dimonopoli oleh Cina, maka hanya benar-benar royal family saja yang bisa menikmati teh. Tapi kini, teh bisa dinikmati oleh siapa saja! Mulai dari kelas pekerja hingga kelas jutawan.

Acara minum teh di Inggris dibagi kedalam 2 bagian; Afternoon tea dan High tea. Afternoon tea itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sedang menunggu jeda makan malam; sekitar pukul 12 hingga pukul 3 sore ditemani dengan kue atau pastry yang disusun di dalam three tier.

Biasanya acara minum teh ini diisi oleh obrolan ringan para penikmatnya. Afternoon tea juga dikenal dengan low tea. Sedangkan high tea dilakukan oleh pekerja yang selesai bekerja pada jam 5 hingga 7 malam. Biasanya pada high tea, kudapan yang disajikan lebih berat (sandwich atau roti isi daging).

Istilah Afternoon Tea (low tea) dan High Tea ini merujuk pada bentuk meja yang dipakai. Afternoon tea (low tea) disajikan di coffee table sedangkan high tea disajikan di meja yang lebih tinggi ukurannya.

Dalam penyajiannya, banyak teh yang dipakai, seperti english breakfast, earl grey, chamommile, peppermint, jasmine, green tea dan edelflower tea. Semuanya disajikan dengan kudapan yang pas untuk dimakan. Seperti earl grey atau chamomile dihidangkan bersama pastry kering atau kue sus.

6. Membuang Sampah – Singapura

singapore

Bila teman-teman berkunjung ke negeri Singa, jangan coba-coba melakukan kegiatan yang nantinya menimbulkan sampah dimana-mana. Misalnya, makan sambil jalan-jalan, mengunyah permen karet atau merokok bukan di tempat yang telah disediakan.

Kegiatan tersebut pastinya akan membuat sampah yang nantinya dibuang di sembarang tempat. Inilah yang mendorong pemerintah Singapura bertindak tegas. Mereka tidak segan-segan memberi sanksi atau denda yang bisa bisa membuat dompet terkuras habis sebagai efek jera.

Singapura memang dijuluki oleh banyak orang dari seluruh dunia sebagai kota hijau dan kota bersih. Maka dari itu, lewat budaya membuang sampah yang baik dan benar, pemerintah menginginkan julukan kota bersih itu tidak direbut oleh kota atau negara lain.

Untuk mewujudkannya, pemerintah Singapura TIDAK memberikan toleransi kepada siapapun yang membuang sampah sembarangan. Sekali saja ketahuan, maka orang yang membuang sampah sembarangan tersebut akan dikenakan denda sampai 5000 dolar Singapura atau sekitar Rp 50 juta!

Bahkan, di Singapura, kita tidak akan menemukan adanya permen karet yang dijual guna meminimalisir adanya sampah permen karet yang sering dijumpai di mana-mana.

Kasus membuang sampah pernah terekam oleh CCTV pada seorang perokok yang membuang puntung rokok sembarangan. Karena pelanggaran tersebut dia mendapatkan sanksi untuk membersihkan tempat-tempat umum selama lima jam dengan memakai rompi berwarna oranye dengan tulisan “Perintah Hukuman Kerja”.

Ini dilakukan supaya perokok tadi jera akan perbuatannya. Singapura benar-benar menerapkan hukum berat untuk warganya yang melanggar aturan yang telah diberlakukan. Beda sekali dengan di negara kita ini, walaupun peringatan sudah diberikan bahkan ditaruh di megatron sekalipun, warga masih kerap membuang sampah sembarangan.

Semoga, dari budaya membuang sampah dari Singapura ini bisa menggerakan hati semua orang untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan yaaah! Untuk pemerintahannya pun diharapkan lebih tegas dalam menyelesaikan masalah ini.

7. Mode – Milan

Milan Fashion

Budaya berpakaian di Milan memang jauh berbeda dengan budaya berpakaian di Indonesia. Apabila di Indonesia, banyak sekali pakaian yang benar-benar menutupi seluruh badan mengingat Indonesia sangat berkiblat adat ketimuran, maka di Milan pakaian terbuka bukan hal yang aneh lagi.

Ini disebabkan mode dunia berpusat di sini. Di Milan sendiri, sudah banyak desainer ternama yang ditelurkan. Sebut saja Domenico Dolce dan Stefano Gabbana (Dolce & Gabbana), Alessandro Michele (Direksi kreatif Gucci) hingga Alberta Ferretti.

Namun begitu, banyak juga kok warga Milan sendiri yang memakai pakaian tertutup. Ini karena mereka menghargai diri mereka sendiri. Mereka beranggapan bahwa cara berpakaian mencerminkan kepribadian orang yang memakainya.

Kalaupun terbuka, mereka (khususnya perempuan) tidak terang-terangan memperlihatkan bagian privasi yang menonjol, seperti belahan dada yang terekspos jelas, atau bagian lainnya yang terlihat. Sedangkan bagi pria, mereka akan menggunakan pakaian yang tidak terlalu mencolok dan menjadi perhatian banyak orang.

Kini, Milan memiliki banyak program fashion di setiap universitas yang berguna memandu para insan muda untuk membuat inovasi fashion terbaru yang bisa digunakan oleh seluruh orang di dunia, bahkan di Indonesia! Mereka ingin membuat pakaian yang bisa diterima, bisa dipakai dan bisa membuat seseorang yang memakainya merasa lebih percaya diri tanpa harus memakai pakaian berlebihan.

Well, itu tadi 7 keunikan budaya Indonesia dan dunia yang diharapkan bisa menginspirasi negara sendiri atau negara lain untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman semua menjadi lebih tahu akan budaya-budaya lainnya yah!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar