Bacaterus / Buah / 10 Buah Khas Kalimantan yang Tidak Ada di Tempat Lain

10 Buah Khas Kalimantan yang Tidak Ada di Tempat Lain

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia adalah negeri yang diberkahi Tuhan atas alamnya. Biji yang dilempar dan batang pohon yang tertancap pun bisa tumbuh menjadi sesuatu, jadi, kita patut sekali bersyukur atas karunia-Nya.

Belum lagi negara kita ini sangat lah luas. Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing, termasuk buahnya. Buah yang tumbuh di tanah Jawa akan sangat berbeda dengan yang ada di Tanah Papua. Keragaman ini yang membuat kita indah, bukan?

Pada kesempatan kali ini, Bacaterus mau membahas buah-buahan apa saja yang ada di Kalimantan. Buah-buahan di bawah ini tidak akan bisa Anda temukan di daerah lainnya, karena kebanyakan bukan merupakan buah yang bisa dibudidaya.

Keunikan buah khas Kalimantan didukung alamnya yang masih banyak hutan rindang, berbeda dengan daerah-daerah seperti Pulau Jawa yang sudah banyak kota dan sedikit hutannya. Tanpa basa-basi lagi, berikut daftar buah khas Kalimantan yang harus Anda icip kalau sedang bertandang ke sana!

1. Asam Putar

* sumber: www.trubus-online.co.id

Dari penampilannya seperti mangga alpukat yang viral itu, ya? Mungkin saja ide makan mangga yang diputar lalu disendoki dimulai dari sini, siapa tahu, kan? Namanya adalah asam putar. Tapi, ini bukan tamarin. Ia sebenarnya mangga biasa, seperti yang kita kenal secara luas. Tapi, ciri khasnya dari rasanya yang asam-manis dan dagingnya yang sangat berserat.

Daging buah ini tebal dan berwarna kuning pucat, lalu mau sematang apapun kondisinya warna kulitnya tetap hijau-kekuningan. Mangga ini ukurannya kecil-kecil, tidak lebih besar dari tangan orang dewasa. Sebenarnya buah ini dagingnya manis, loh. Tapi, daging berserabut di sekitar bijinya itu lah yang mengeluarkan rasa asam yang luar biasa.

Cara makannya itu lah yang menginspirasi namanya, karena cara makan mangga ini yang paling benar adalah dengan diiris secara horizontal lalu diputar supaya dagingnya lepas. Kalau dalam bahasa Banjar, buahnya harus dipulas (diputar). Makanya, nama lain dari buah ini adalah asam pulasan. Buah ini banyak ditemukan di Kalimantan Tengah dan Selatan. Masa panennya adalah akhir hingga awal tahun.

2. Karamunting

* sumber: deyna83.blogspot.com

Pernah mendengar tentang karamunting? Tak apa kalau belum, soalnya buah ini memang cuma ada di Kalimantan saja. Bukan buah yang dibudidayakan, karamunting merupakan tumbuhan liar. Tapi, ia memiliki banyak manfaat, sehingga orang-orang pun mengonsumsinya.

Jika dilihat dari penampilannya, tumbuhan ini hanyalah semak belukar biasa. Padahal, tanaman yang masih saudara dengan jambu ini mengandung manfaat luar biasa. Ia adalah anti kanker karena dalam buahnya yang mungil (hanya 1-1.5 cm) mengandung antioksidan yang tinggi. Karamunting juga mampu mencegah penyakit jantung, stroke, serta asma karena kandungan flavonoid di dalamnya.

Untuk penggunaan luar, tumbuhan ini mampu menyembuhkan luka, tapi yang Anda butuhkan bukan buahnya melainkan akarnya. Ekstrak akar tanaman ini akan meningkatkan trombosit serta fibrinogen dalam tubuh, sehingga akan mempercepat penyembuhan penyakit serta luka di tubuh peminumnya. Selain buah dan akarnya, daun karamunting juga bermanfaat untuk menyembuhkan diare!

3. Kapul

* sumber: www.bukalapak.com

Buah ini seperti manggis dan duku yang berselingkuh lalu menghasilkan anak, hihi. Ialah tampui, tampoi, menteng, rambai, atau kapul. Buah ini memiliki daging yang seperti duku tapi rapi dan rapat seperti manggis.

Ukurannya mungil lalu kulitnya berwarna kuning seperti duku tapi kulitnya tebal layaknya buah manggis. Cita rasa buah ini manis, makanya orang lokal gemar sekali mengonsumsinya. Selain itu, kayu pohon ini kuat, sehingga sering digunakan sebagai bahan bangunan.

4. Papaken

* sumber: pesona.travel

Durian monthong? Bukan. Ini adalah papaken. Ia memang sangat mirip dengan durian, tapi berbeda. Ciri khas papaken adalah ia tidak berbau menyengat sama sekali. Rasanya juga agak seperti durian tapi lebih tawar, walaupun tetap gurih. Mungkin ini seperti durian versi lebih ramah pada orang-orang yang anti durian, kali, ya?

Buah papaken mengandung gizi tinggi, loh! Ada vitamin B, vitamin C, serat serta kalium di dalamnya. Papaken biasanya dinikmati langsung, tapi ada juga yang bentuk olahan seperti keripik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Soalnya, kalau bawa buahnya langsung bakal makan tempat di travel, dan tidak akan lolos jika dibawa ke airport.

5. Wanyi

Buah apakah ini, dari luar seperti mangga tapi dalamnya putih mulus layaknya bengkuang? Ini termasuk buah langka dari Kalimantan. Pada era 80 hingga 90-an, buah ini masih bisa Anda temukan di pasar tradisional, tapi sekarang buah wanyi sudah sulit ditemui.

Mungkin, selain karena tempat tinggalnya yang dibabat manusia, juga karena buahnya membutuhkan waktu lama untuk panen, yaitu sekitar 1-3 tahun sekali saja.

Ciri-ciri buah wanyi dari luar mirip dengan mangga, lonjong, kulitnya berwarna hijau, tapi aromanya bukan seperti mangga melainkan mirip nangka. Daging buahnya tidak benyek dan rasanya manis-asam. Biji buah ini cukup besar, sehingga dagingnya memang tidak banyak. Terus, walaupun buahnya sudah matang, kulit luarnya akan tetap berwarna hijau.

6. Lahung

* sumber: budaya-indonesia.org

Durian apa, nih, kulitnya berwarna merah? Dagingnya berwarna kuning mencolok pula. Menggoda sekali, ya? Ini adalah lahung. Sama seperti papaken, lahung adalah buah yang mirip durian tapi bukan durian.

Tumbuhan endemik Kalimantan ini warna kulitnya memang merah dari sananya. Yang membuatnya sangat mirip dengan durian adalah kulitnya yang berduri dan ada bau tajam khas durian. Rasa dagingnya pun tak jauh dari durian yang kita kenal.

7. Ihau

* sumber: jelajahsamboja.com

Mirip seperti kelengkeng, buah ihau atau mata kucing ini merupakan buah asli Kalimantan. Kenapa disebut mata kucing, karena bentuk daging buahnya yang transparan berisi biji yang hitam pekat membuatnya nampak seperti bola mata. Rasa buah ini manis seperti lengkeng. Sayangnya, buah ihau sudah termasuk status konservasi hampir terancam punah.

8. Tarap

Tahu campedak? Buah terap atau tarap ini sepertinya masih sepupuan dengannya. Masih satu jenis dengan nangka, buah terap mirip seperti nangka kecil yang belum jadi karena warnanya putih. Padahal, warna dagingnya memang begitu. Buah ini memiliki aroma wangi yang kencang. Sedangkan rasa buahnya manis, makanya banyak yang menyukainya.

Tapi, buah ini bisa teroksidasi, sehingga harus segera dihabiskan ketika buahnya dibuka. Kalau tidak, nanti rasanya jadi hambar, tak manis lagi. Ada juga buah keledang yang sama persis seperti terap, tapi dagingnya berwarna kuning.

9. Maritam

* sumber: gramho.com

Buah khas Kalimantan yang selanjutnya adalah maritam. Bentuknya mirip seperti rambutan dan buah pinus yang disatukan. Buah maritam yang sudah matang, kulitnya akan berwarna merah gelap seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di atas. Sedangkan bentuk buahnya sangat mirip dengan rambutan. Rasa buah maritam lebih ke hambar dengan sedikit hint manis-asam.

10. Gitaan

* sumber: www.bukalapak.com

Terakhir, ada buah gitaan. Menurut author, buah ini yang paling unik dan menggoda untuk dicoba. Soalnya, di dalam buahnya seperti selai keju, unik banget! Buah ini memiliki perpaduan rasa antara susu, sirsak dan manggis.

Nah, loh, bagaimana kira-kira rasanya, ya? Buah ini adanya cuma di hutan, belum dibudidayakan di dekat perkampungan. Jadi, para penjualnya jalan kaki jauh sekali ke dalam hutan untuk bisa menjajakkannya di pasar.

Buah yang disebut-sebut sebagai buah terenak di dunia ini berbentuk bundar dan cukup mungil. Saking enaknya dan digemari rasanya, buah ini memiliki julukan ‘the missing fruits of paradise’. Buah gitaan ada yang berwarna jingga dan ada juga yang berkulit kuning.

Tapi, yang kulitnya kuning katanya lebih manis. Dan, lebih jarang ditemukan juga. Biasanya buah gitaan dikonsumsi secara langsung atau dijadikan es buah atau es krim.

Unik-unik banget, kan, kesepuluh buah di atas? Apakah Anda pernah mencoba salah satu buahnya? Kalau sudah pernah, silakan ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, ya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *