Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Januari 2019

Padang pasir adalah salah satu tempat di muka bumi yang memiliki suhu yang tinggi di siang hari. Sebaliknya, di malam hari suhu di tempat ini akan turun dengan drastis. Makhluk hidup yang tinggal di padang pasir pun harus beradaptasi untuk mengatasi kondisi yang ekstrem tersebut.

Tanaman dan hewan yang hidup di padang pasir memiliki keunikannya tersendiri untuk menghadapi kerasnya hidup di wilayah yang minim air ini. Uniknya, banyak sekali hewan dan tanaman yang justru mampu mengatasi panasnya padang pasir. Berikut adalah beberapa hewan yang mampu bertahan di padang pasir.

10 Hewan yang Ada di Padang Pasir

1. Unta

* sumber: en.wikipedia.org

Unta dapat beradaptasi dengan sangat baik untuk hidup di padang pasir. Unta memiliki dua baris bulu mata untuk melindungi mata mereka dari debu, mereka memiliki lemak di punuk mereka sehingga mereka dapat pergi berhari-hari tanpa makanan. Mereka bahkan dapat menutup lubang hidung mereka untuk menghindari pasir terhirup oleh hidung.

Unta Dromedaris adalah salah satu spesies terbesar dari hewan berkuku belah (ungulate), yang menghuni daerah kering, seperti Gurun Sahara dan Semenanjung Arab. Unta Dromedaris atau biasa juga disebut unta Arab adalah unta terbesar kedua setelah unta Baktria dan banyak dimanfaatkan manusia.

2. Gazelle

Gazelle

Gazelle adalah salah satu hewan yang dapat ditemukan di daerah gurun pasir. Salah satu spesies gazelle adalah Goitered Gazelle yang memiliki berkecepatan tinggi yang ditemukan di Gurun Gobi, Iran, dan Turki. Spesies gazelle goitered bermigrasi secara musiman, sebagian besar mendiami pasir dan dataran dataran tinggi.

Spesies gazelle lainnya yang terbilang unik adalah Dorcas Gazelle. Gazelle yang satu ini tidak pernah minum air atau buang air kecil. Meskipun mereka akan minum air ketika tersedia, hewan dari Afrika Utara ini bisa mendapatkan semua air yang dibutuhkan dari makanannya.

3. Antelop

* sumber: www.iucn.org

Salah satu jenis antelop yang juga hidup di gurun pasir adalah Addax antelope. Hewan ini adalah spesies antelop putih yang hidup di Sahara dan merupakan salah satu antelop terindah di dunia. Sayangnya, orang-orang di seluruh dunia menginginkan tanduknya yang indah dan karenanya mereka terancam punah.

4. Kalajengking

* sumber: animalsake.com

Kalajengking diketahui bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, mulai dari suhu beku hingga gurun panas. Tubuh kalajengking dibagi menjadi cephalothorax dan perut. Pada sebagian besar spesies kalajengking, reproduksi bersifat seksual. Jangka hidup kalajengking berkisar dari 4-25 tahun. Racun kalajengking dapat melumpuhkan atau bahkan membunuh mangsanya.

Uniknya, kalajengking dapat memperlambat tingkat metabolisme mereka, membiarkan mereka “hibernasi” saat terjaga. Walau dalam keadaan “berhibernasi”, kalajengking masih mampu bereaksi terhadap kehadiran mangsa dengan kecepatan tinggi.

Salah satu kalajengking yang terkenal di padang pasir adalah kalajengking Deathstalker. The Deathstalker Scorpion adalah kalajengking kecil yang juga ditemukan di Sahara. Kalajengking ini dapat tumbuh hingga 10cm. Tapi, Anda tidak perlu khawatir dengan hewan yang satu ini. Walau memiliki nama yang menakutkan, hewan ini memiliki racun yang efeknya tidak terlalu berbahaya bagi manusia.

5. Kadal

Kadal armadilo

Kadal armadillo adalah reptil yang sangat menarik yang dapat ditemukan di padang pasir Afrika Selatan. Tubuh mereka tersamarkan dengan sangat baik dan dapat ditemukan di celah-celah dan retakan di dalam batu besar di padang pasir. Ketika takut, kadal ini menempatkan ekor di mulutnya dan menggulung menjadi bola.

Kadal lain yang ditemukan di gurun adalah Thorny Devil atau kadal berduri. Mereka memiliki duri di seluruh tubuh mereka yang bertindak sebagai pertahanan terhadap predator. Thorny Devil memiliki salah satu bentuk adaptasi gurun terbaik. Kadal ini dapat minum dari kulitnya melalui lubang kecil di permukaan kulitnya. Lubang ini terhubung langsung dengan mulutnya.

Selanjutnya, ada juga kadal bertanduk gurun yang memiliki ukuran 3-5 inci. Bentuknya mirip dengan Thorny devil, namun dengan duri yang lebih sedikit. Kadal ini merupakan hewan endemik Amerika Utara. Namun, kadal ini dapat juga ditemukan di Barat Daya Idaho, Oregon, dan Timur Laut Meksiko.

6. Tupai Tanah Afrika

* sumber: lib2.colostate.edu

Tupai-tupai ini menghuni wilayah barat laut gurun Sahara. Mereka memakan akar, biji, vertebrata kecil dan serangga. Tupai tanah Afrika ini membuat sarangnya di liang tanah. Tupai-tupai darat adalah sejenis hewan pengerat, umumnya ditemukan di Afrika. Panjangnya 450 mm dan berat sekitar 2,5 pon.

7. Landak Afrika

* sumber: kemono-friends.wikia.com

Landak Afrika atau disebut juga landak berjambul ditemukan di wilayah sub-Sahara Afrika, Afrika Utara, Sisilia dan Italia. Panjang landak ini berkisar antara 600-900 mm. Salah satu ciri khas landak ini adalah kulitnya yang dilapisi bulu berwarna coklat atau hitam.

Landak, pada dasarnya hewan darat, yang juga bisa berenang. Hewan ini juga dapat memanjat pohon, tapi ia tidak sering melakukannya. Makanan kesukaannya adalah akar, tanaman, dan umbi. Landak ini juga memakan vertebrata kecil, serangga dan bangkai, namun pada dasarnya landak afrika adalah hewan herbivora.

8. Gerbil

* sumber: www.indiawilds.com

Hewan yang termasuk ke dalam keluarga tikus ini dapat ditemukan padang pasir di Timur Tengah, Afrika dan Asia. Panjang gerbil berkisar antara 3-7 inci, tidak termasuk ekor yang panjangnya 3-9 inci. Warna kulit mereka bisa abu-abu, putih atau coklat muda. Mereka memiliki pendengaran yang tajam dan gigi yang tumbuh sepanjang hidup mereka. Gerbil adalah makhluk omnivora dan mereka memakan biji-bijian, buah-buahan, bunga, akar, rumput, serangga gurun, dan cacing.

9. Gila Monster

* sumber: animals.sandiegozoo.org

Gila Monster adalah kadal berbisa yang ditemukan di Sonoran, Mojave, dan gurun Chihuahua dan termasuk ke dalam salah satu dari dua kadal berbisa di dunia. Kadal ini memiliki berat sekitar 3 pon dan memiliki panjang 18-22 inci. Gila Monster adalah karnivora yang memakan katak, kadal, burung, dan telur.

Berkat simpanan lemak di ekornya, kadal ini dapat menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah dan bisa tinggal di sana selama berbulan-bulan sebelum mulai berburu makanan lagi. Ini adalah trik bertahan hidup kecil yang berguna selama musim kering di habitat Gurun Sonora.

10. Meerkat

*

Hewan ini pada dasarnya adalah seekor luwak. Makhluk-makhluk ini mendiami gurun Kalahari di Afrika bagian selatan. Panjang meerkat berkisar antara 10-14 inci dan beratnya sekitar 2 pon. Meerkat memakan serangga dan larva yang diperoleh dengan menggaruk dan menggali permukaan tanah.

Hewan-hewan yang hidup di gurun atau padang pasir jumlahnya lebih banyak dan lebih beragam daripada yang telah disebutkan di atas. Beberapa dari mereka sudah mulai terancam keberadaannya karena banyak manusia yang memburunya untuk berbagai alasan.

Apa yang akan Anda lakukan untuk menjaga hewan-hewan unik ini agar tetap lestari hingga anak cucu kita dapat menikmati keragaman makhluk hidup, khususnya yang memiliki habitat di gurun? Ungkapkan saran dan ide Anda di kolom komentar, ya.

Oh iya, selain binatang, ternyata di padang pasir juga dihuni oleh beberapa tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan suhu yang ekstrem. Nah, untuk mengetahui informasi selengkapnya, yuk baca artikel 10 Tumbuhan yang Ada di Padang Pasir ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .