Bacaterus / Ular / Inilah 8 Benda, Hewan, dan Hal Lainnya yang Ditakuti Ular

Inilah 8 Benda, Hewan, dan Hal Lainnya yang Ditakuti Ular

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ular. Mendengar namanya disebut saja sudah membuat beberapa orang merinding, gelisah, dan terancam. Hewan melata yang satu ini memang dianggap berdarah dingin dan mematikan.

Ular berbisa mengandalkan racunnya untuk berburu dan melarikan diri dari pemangsa. Bisa mereka paling mudah ditularkan melalui gigitan, tapi beberapa spesies bahkan mampu meludahkan bisa dari jarak yang cukup jauh. Padahal tidak semua ular berbisa, kan?

Lalu, apakah ular bisa takut? Banyak manusia merasa ular adalah makhluk buas dan paling mengerikan, sehingga rasanya tidak mungkin ular takut akan sesuatu. Padahal, mereka juga bisa merasa takut, atau setidaknya merasa terancam. Berikut adalah beberapa benda, hewan, dan hal lainnya yang ditakuti oleh ular yang sudah Bacaterus rangkum buatmu.

1. Tak Ada Tempat Bersembunyi

Hilangnya area bersembunyi bagi ular merupakan sesuatu yang menakutkan. Ular merasa harus bersembunyi untuk bertahan hidup. Untuk itu, mereka suka di rumput tinggi, tumpukan batu, tumpukan kayu, di balik papan, di semak-semak, pokoknya tempat yang bisa menyembunyikan keberadaan mereka dari hewan lainnya, apalagi manusia.

Tapi, ini mungkin tidak berlaku untuk ular-ular besar seperti python. Ular yang berada di tempat terbuka sangatlah rentan. Makanya mereka selalu bersembunyi dan berhati-hati agar tidak bertemu dengan hewan lainnya maupun manusia. Mereka juga lebih aktif di malam hari karena kegelapan memberikan perlindungan yang lebih baik daripada ketika mereka bergerak saat siang.

2. Kehilangan Sumber Makanan

ular piton

* sumber: www.worldanimalprotection.us

Makanan ular adalah tikus, kadal, katak, dan hewan kecil lainnya. Ular tertarik ke tempat-tempat di mana mereka dapat dengan mudah menemukan sumber makanannya. Jika mereka kesulitan menemukan makanan di daerah tersebut, mereka tidak akan tinggal lama di sana.

Hal ini bisa menjadi ide untuk Anda yang rumahnya pernah kemasukan ular. Coba hilangkan populasi hewan-hewan yang disebutkan tadi dari sekitar rumah Anda untuk mengurangi jumlah ular dan kemungkinan ular tinggal.

3. Beberapa Tanaman

* sumber: www.bunganusantara.com

Kebayang, nggak, sih, kalau ular bisa takut sama tanaman juga? Tumbuhan tertentu seperti marigold (calendula), wormwood, serai, pule pandak, sanseviera (lidah mertua), dan bawang putih adalah pembasmi alami ular. Tumbuhan-tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan aroma yang kuat.

Tanaman tersebut menyebabkan ketidaknyamanan dan disorientasi pada ular ketika mereka ‘meluncur’ di atasnya atau sekitarnya. Tumbuhan-tumbuhan ini juga dapat ditanam di sekitar rumah dan kebun untuk mengusir ular. Bahkan Anda bisa menanamnya di pot dan menaruhnya di dekat pintu depan rumah.

4. Hewan Lainnya

* sumber: www.thesprucepets.com

Ular, bagaimana pun juga, takut pada binatang yang kebal terhadap racun (bisa) mereka. Binatang seperti mongoose (musang), honey badger (musang madu), dan beberapa spesies burung.

Ratel (honey badger) juga dapat melawan bisa ular karena kulitnya yang sangat tebal. Kulit mereka dikatakan sangat tebal, sehingga tak akan tergores walaupun disabet pakai kapak. Hal yang sama berlaku untuk luwak (mongoose). Mereka juga memiliki reseptor asetilkolin khusus yang dibentuk sedemikian rupa sehingga hampir tidak mungkin bagi racun neurotoksin menempel agar menjadi efektif.

Karena tidak mempan terhadap racun yang dimiliki ular, hewan-hewan tersebut jadi punya kemungkinan untuk memakan sang ular. Itulah yang membuat ular semakin takut.

5. Ular Lain

* sumber: www.thecourier.com.au

Ternyata ular kalau ketemu ular lainnya takut juga, loh. Ular biasanya takut jika bertemu ular lainnya karena nanti tempat bersembunyi atau tempat tinggalnya direbut. Lalu, jenis ular yang lebih lemah juga takut dimakan.

Rattlesnake (kelompok ular derik) mungkin takut akan aroma kingsnake (ular raja). Itu bukan hanya karena ular raja kebal terhadap racun ular derik, tapi mereka juga dapat (dan suka) memangsa ular derik.

Tapi, biasanya mereka jarang bertemu, sih. Soalnya, ular berbisa telah beradaptasi untuk mewaspadai raja-raja. Jadi, tempat di mana sekiranya ada ular raja, pasti dihindari oleh ular berbisa biasa.

6. Hewan Teratas Rantai Makanan

*Sumber: https://id.pinterest.com/pin/472666923368422974/

Sebenarnya logika ular sangat simpel, mereka takut akan apapun yang mereka anggap sebagai ancaman. Apa yang ular anggap sebagai ancaman tergantung pada beberapa faktor. Tapi, pada dasarnya, ular tahu kalau sebagian besar dari mereka berada di tengah-tengah rantai makanan.

Mereka memang karnivora yang memangsa binatang lain, tetapi hewan lain juga bisa memangsa mereka. Contoh: ular garter dapat memakan binatang kecil seperti ikan, amfibi, dan tikus kecil. Tapi, mereka bisa dimakan oleh ular raja.

Yang pada akhirnya, mereka memangsa tapi juga dimangsa, ada di tengah-tengah. Ular juga mewaspadai babi dan binatang bercakar lainnya yang bisa menginjaknya (karena panik), walaupun tidak memakannya.

7. Getaran Kencang

* sumber: www.dvm360.com

Meskipun ular tidak dapat mendengar secara normal, mereka dapat ‘mendengar’ getaran. Selain takut akan hewan yang lebih besar, ular juga akan menghindar dari getaran keras. Karena, kalau tanah atau permukaan bergetar, berarti ada sesuatu yang lebih besar di sekitar mereka. Selain takut dimangsa, ular juga takut terinjak.

Jadi, ular biasanya memilih menghindari konfrontasi dengan penyebab getaran tersebut, terutama jika mereka merasa kalah ukuran atau jumlah. Itulah sebabnya, ketika Anda tidak sengaja berpapasan dengan ular, jangan serang duluan atau menangkap kepalanya seperti yang ditayangkan acara televisi karena itu hanya dilakukan oleh profesional saja. Sebaiknya Anda menghentak-hentakkan kaki ke tanah agar ular takut dan menjauh.

8. Manusia

* sumber: www.activeweekender.com

Ketika masih kecil, ular bisa mudah menjadi mangsa burung dan mamalia. Ketika ular sudah lebih tua dan lebih besar, mereka punya musuh lainnya, yaitu manusia.

Coba lihat dari sudut pandang ular. Mereka itu reptil, tidak punya kaki, tidak bisa berjalan, tidak punya tulang yang kuat, tidak punya sayap, dan ukuran tubuhnya sangat kecil (jangan dilihat dari panjangnya). Dari sudut pandang ular, manusia adalah raksasa berkaki guntur, dengan niat buruk, serta kemampuan unik dan tidak terbaca untuk menyerang mereka.

Tidak seperti, serigala, elang, atau bahkan burung hantu, manusia tidak perlu secara fisik berdekatan dengan sang ular untuk menyerang. Manusia bisa menggunakan tongkat, batu, pisau, hingga senapan untuk memburu ular.

Semua hewan pada dasarnya seperti hidup di alam liar. Ketakutan mereka adalah bagaimana bisa bertahan hidup. Intinya, ular takut pada apapun yang ukurannya lebih besar dari mereka. Soalnya, sebagian besar ular adalah makhluk kecil yang mudah gelisah. Semua hal bisa memicu mode ‘fight or flight‘ sang ular.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *