Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / Kenali 5 Bahaya Multitasking dan Cara Menghindarinya

Kenali 5 Bahaya Multitasking dan Cara Menghindarinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 Desember 2018

Multitasking atau bisa disebut mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu secara bersamaan. Hal ini sangat sering ditemui karena munculnya berbagai teknologi. Bukan menyalahkan teknologi, tetapi sebagai manusia, kita jangan sampai dipengaruhi atau dikuasai oleh teknologi yang dibuat oleh manusia itu sendiri.

Kembali pada topik awal, sebelum membahas apakah multitasking itu tepat, perlu diperjelas dan dijabarkan secara detail hal-hal apa saja yang membuat orang-orang menjadi sering multitasking dan apakah dampak dari multitasking.

Apa Itu Multitasking?

Dari pemecahan kata Multitasking, kita mendapatkan dua kata bahasa inggris yaitu multi dan tasking. Multi ialah banyak, tasking ialah melakukan pekerjaan. Jadi secara sederhana, multitasking ialah melakukan pekerjaan yang banyak dalam waktu yang bersamaan (sedang).  Dalam istilah komputer, multitasking berarti  Menjalankan dua atau lebih program dalam sebuah komputer pada saat yang bersamaan.

Bahaya Multitasking

Ibarat kita melakukan multitasking pada sebuah handphone, apa yang terjadi jika multitasking dikerjakan secara terus menerus? Hal ini akan membuat handphone lemot serta menguras baterai. Bagaimana jadinya jika multitasking diterapkan pada manusia?

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin banyak orang berpikir bahwa multitasking adalah hal terbaik yang dilakukan. Mungkin dalam beberapa hal, multitasking sangat berguna, namun ada beberapa hal pada pekerjaan karena dilakukan dengan cara multitasking, maka pekerjaan tersebut justru akan berantakan. Nah berikut adalah beberapa bahaya multitasking yang bisasanya terjadi:

  • Memperlambat Kerja

bahaya multitasking

Multitasking membuat kerjaan terhambat? Contohnya ketika seorang sedang mengerjakan sebuah tugas dalam komputer dan ia juga memegang handphone untuk menjawab chattingan orang, dan juga sedang makan pada saat melakukan pekerjaan tersebut, maka pekerjaan yang ia lakukan di komputer akan lama selesai. Bagaimana? Apakah multitasking membantu?

  • Pekerjaan tidak efisien dan optimal

pekerjaan tidak efisien

Dalam bekerja, pasti banyak yang harus dilakukan. Tanpa sadar, multitasking adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Multitasking mungkin berperan penting dalam hal tersebut, namun apa jadinya jika ketika bekerja kita sambil mendengarkan musik, membuka facebook dll? Hal ini sangat berpengaruh pada hasil pekerjakan yang kita lakukan.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa mengerjakan lebih dari satu tugas secara bersamaan justru lebih tidak efisien.  Dr. David Meyer, profesor psikologi dari University of Michigan, mengatakan bahwa semakin banyak kegiatan yang dikerjakan oleh seseorang maka semakin banyak pula waktu yang ia butuhkan. Sehingga, ketika kita melakukan multitasking dalam waktu yang mendesak, otomatis pekerjaan tidak akan optimal bahkan tidak selesai.

  • Proses pemahaman akan menurun

pemahaman menurun

Berganti-ganti fokus antara beberapa pekerjaan akan membuat informasi yang diterima oleh otak sedikit. Hal ini mengakibatkan rusaknya sistem daya ingat jangka panjang kita. Mengapa? Penelitian menjelaskan bahwa  ketika kita  fokus pada satu kegiatan dalam satu waktu, otak menerima informasi dan menyimpannya di hippocampus  (bagian kecil pada otak). Ketika Anda mengalihkan perhatian dari satu perangkat ke perangkat lainnya, informasi tidak dapat diproses dengan cepat.

  • Daya ingat rusak

Pada saat kita harus mengerjakan dua tugas atau lebih pada saat yang bersamaan, hal tersebut membutuhkan konsentrasi penuh dan proses pengambilan keputusan, maka otak kita akan bekerja lebih keras.

Salah satu efek negatif dan bahaya multitasking adalah penurunan kemampuan memori – khususnya short term memory. Bagian otak inilah yang pertama kali mengolah informasi yang masuk untuk disimpan dalam ingatan.

Ketika kita sedang mengerjakan atau berpikir mengenai banyak hal dalam waktu yang bersamaan, maka bisa terjadi stimulasi berlebihan pada otak. Akibatnya, otak tidak dapat memilah mana informasi penting dan tidak penting, sehingga Anda menjadi mudah lupa. (Clifford Nass, Ph.D. dari Stanford University (2009))

  • Menganggu Emosi dan mengakibatkan Stress

Multitasking juga mempengaruhi emosi serta mengakibatkan stress. Bagaimana tidak, ketika kita melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan, pasti kita memerlukan fokus ekstra pada pekerjaan tersebut, namun point diatas sudah dijelaskan, ketika kita melakukan multitasking maka pekerjaan akan sedikit terhambat dan tidak maksimal, hal ini dapat mempengaruhi emosi kita ketika mengerjakan pekerjaan itu.

Ketika pekerjaan tidak selesai dan tidak maksimal, hal tersebut dapat membuat kita stress dan membuat mood atau emosi kita naik turun. Jika multitasking ini terus dilakukan dalam kondisi stres, maka lama kelamaan sel otak pun menjadi rusak. Dan hal ini dapat mempercepat munculnya gejala Alzheimer (Dr. Martina W. Nasrun, Sp.KJ(K), psikiater RS Cipto Mangunkusumo Jakarta).

Cara Menghindari Multitasking

Dari penjelasan hal-hal diatas kita dapat menyimpulkan bahwa multitasking sangat berdampak buruk bagi pekerjaan kita dan juga kesehatan kita. Ada baiknya, kita mengerjakan pekerjaan secara satu-persatu sehingga pekerjaan dapat selesai secara optimal dan efisien. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi bahaya multitasking dalam kehidupan sehari-hari:

  • Membuat jadwal

timetable

Buatlah jadwal setiap jamnya yang harus anda lakukan, misal di pagi hari ketika bangun anda harus mandi, makan dan bersiap-siap sekolah, bekerja atau kuliah. Tuliskan apa saja yang anda lakukan dan berusaha tepat waktu dalam menjalankan hal tersebut.

  • Fokus

fokus

Point ini mungkin sangat susah dilakukan. Fokus dalam satu pekerjaan. Sebisa mungkin jangan pernah teralihkan pada handphone, music apalagi film ketika mengerjakan sebuah tugas atau pekerjaan lain.

Hal ini dapat melatih kita bekerja secara maksimal dan menghasilkan pekerjaan yang efisien. Ada baiknya tidak menggunakan handphone atau menyalakan handphone ketika mengerjakan tugas atau hal-hal yang menyangkut tentang bekerja.

  • Prioritas dan screen break

prioritas

Utamakan pekerjaan yang lebih penting. Urutkan hal-hal yang lebih penting untuk dikerjakan. Screenbreak artinya, ketika lelah, kita boleh mengistirahatkan badan sejenak dengan cara menutup mata kita lima sampai sepuluh menit, peregangan tangan sehingga badan dapat fresh kembali.

  • Kurangi chatting

Pada masa sekarang, teknologi berkembang serta banyak nya aplikasi chatting yang menggiurkan, namun jangan salah, hal tersebut membuat kita multitasking dan berpikir secara lebih keras.

Mengapa? Ketika kita chatting, banyak hal yang diobrolkan dan biasanya apa yang kita bicarakan pasti luntang lantung alias tidak fokus pada satu cerita saja. Hal tesebut juga membuat informasi yang kita serap menjadi sedikit.

Beberapa hal di atas dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Anda bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan cepat tanpa terganggu dengan urusan lainnya. Semoga membantu.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Animals lover and coffee addict

Leave A Comment