Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Januari 2019

Apabila AC (Air Conditioner) masih terlalu mahal bagi Anda, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli Air Cooler. Air Cooler adalah pendingin ruangan yang menggunakan bahan bakar air. Tentu saja Anda harus melakukan isi ulang air secara terus menerus jika ingin menggunakan alat ini.

Sayangnya, meskipun berbahan bakar air ternyata Air Cooler juga memiliki dampak buruk bagi manusia. Sama seperti AC, ada sejumlah bahaya air cooler yang perlu kita waspadai. Bacaterus akan mengulas satu persatu mengenai bahaya air cooler dan beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bahaya penggunaan pendingin ruangan tersebut.

Bahaya Air Cooler

1. Menyebabkan Gangguan Pernapasan

Menyebabkan Gangguan Pernapasan Bahaya Air Cooler

Air Cooler dapat membuat ruangan yang terasa panas menjadi lebih sejuk. Akan tetapi, pendingin ruangan yang satu ini memiliki bahaya tersendiri jika digunakan di ruangan tertutup. Bahaya air cooler yang dipakai di ruangan tertutup adalah dapat menghambat sirkulasi udara. Akibatnya, udara yang berada di ruangan tersebut mengandung partikel debu.

Jika air cooler terus menerus dipakai di ruangan tertutup dalam jangka waktu yang panjang, maka orang-orang yang berada di dalamnya memiliki risiko tinggi terkena gangguan sistem pernafasan, seperti asma atau flek pada paru-paru.

2. Mengurangi Oksigen Dalam Ruangan

Mengurangi Oksigen Dalam Ruangan

Sebagai manusia, kita membutuhkan oksigen untuk bernafas. Udara yang segar tentu memengaruhi kesehatan sistem pernafasan kita. Nah, efek buruk air cooler yang mungkin tidak Anda ketahui adalah alat pendingin ruangan ini dapat mengurangi kadar oksigen di dalam sebuah ruangan.

Penggunaan air cooler di ruangan yang tertutup rapat sebaiknya tidak lebih dari 3-4 jam. Pasalnya, alat pendingin ini akan mengeluarkan udara yang sejuk tapi berbau amis dan apek jika dipakai di ruangan yang tertutup. Ruangan jadi kekurangan oksigen yang benar-benar segar.

Jika seseorang berada di dalam ruangan dengan oksigen yang sedikit, maka risiko sesak nafas karena asma jadi semakin tinggi. Selain itu, seseorang jadi mudah flu dan masuk angin jika berada di ruangan yang oksigennya sangat sedikit dan justru udaranya berbau amis dan apek.

3. Mempermudah Penyebaran Bakteri

Mempermudah Penyebaran Bakteri

Salah satu bahaya air cooler adalah alat pendingin ini tidak bisa mengurangi kelembaban yang tinggi di dalam sebuah ruangan tertutup. Apalagi alat ini bekerja dengan “bahan bakar” air yang justru dapat meningkatkan kelembaban ruangan.

Ruangan yang terlalu lembab akan mempermudah munculnya bakteri dan radikal bebas. Alhasil, penyebaran bakteri jadi lebih mudah. Orang yang berada di ruangan tersebut juga lebih mudah sakit karena infeksi bakteri yang menyebar luas.

4. Memicu Alergi

Memicu Alergi

Sering bersin ketika berada di ruangan yang menggunakan air cooler? Itu tandanya Anda alergi terhadap udara yang dikeluarkan oleh air cooler. Udara yang dikeluarkan air cooler dapat membawa debu maupun bakteri jika bagian dalam air cooler sangat kotor.

Selain itu, ruangan yang terlalu lembab juga memudahkan proses pengembangbiakan bakteri. Jadi, usahakan untuk menggunakan air cooler di ruangan terbuka atau memiliki ventilasi yang baik untuk melancarkan sirkulasi udara.

5. Menyebabkan Kerusakan Alat Elektronik

Menyebabkan Kerusakan Alat Elektronik

Perlu Anda ketahui bahwa dampak buruk pada air cooler tidak hanya berimbas pada kesehatan manusia, lho. Akan tetapi, penggunaan air cooler juga dapat meningkatkan risiko kerusakan alat eletronik yang berada di sekitarnya. Bagaimana bisa sebuah air cooler menyebabkan kerusakan pada alat elektronik?

Air cooler dapat meningkatkan kelembaban di dalam sebuah ruangan, apalagi jika ruangan tersebut benar-benar tertutup. Alat elektronik yang berada di ruangan lembab tentu lebih rentan mengalami kerusakan. Sejatinya, peralatan elektronik memang harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk, bukan tempat yang sangat lembab.

6. Daya Tahan Tubuh Melemah

Daya Tahan Tubuh Melemah

Sama seperti ketika menggunakan AC, paparan udara dingin yang keluar dari air cooler ternyata membuat daya tahan tubuh melemah. Apalagi jika tubuh terus menerus terpapar udara yang penuh bakteri, bisa-bisa daya tahan tubuh kita semakin melemah dan lebih mudah terserang penyakit.

Tak hanya menyebarkan bakteri saja, air cooler juga dapat memicu penyebaran radikal bebas yang bisa mengakibatkan kanker. Oleh karena itu, air cooler memang sebaiknya tidak digunakan untuk jangka waktu yang lama setiap harinya.

Tips Mencegah Bahaya Air Cooler

Tips Mencegah Bahaya Air Cooler

Melihat sejumlah dampak buruk pada air cooler, apakah lantas kita tidak boleh menggunakan pendingin ruangan tersebut? Adakah cara untuk meminimalisir bahaya yang disebabkan oleh air cooler tersebut? Selalu ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah efek negatif dari air cooler. Gunakan air cooler secara lebih bijaksana dan perhatikan cara-cara mencegah bahaya air cooler berikut ini:

  • Bersihkan Air Cooler Secara Rutin

Sama seperti AC, Anda pun harus membersihkan air cooler secara rutin. Proses pembersihan air cooler ini sangat penting untuk menjaga udara yang dikeluarkan oleh alat ini agar tetap bersih dan tidak mengandung partikel debu.

Baik filter, pompa air, kipas, ventilasi depan, dan tangki air yang terdapat pada air cooler memang harus dibersihkan secara rutin. Jika Anda tidak mampu membersihkannya sendiri, mintalah bantuan ahlinya untuk membersihkan air cooler setiap 1-2 bulan sekali.

  • Jangan Gunakan di Ruangan yang Tertutup Rapat

Berbeda dengan AC yang harus dipasang di ruangan yang tertutup rapat, Anda harus menggunakan air cooler di ruang terbuka atau ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal tersebut dikarenakan air cooler tidak dapat mengatur kelembaban udara di dalam ruangan. Alhasil, ruangan jadi lebih lembab saat menggunakan air cooler dibanding saat memakai air conditioner.

Usahakan untuk meletakkan air cooler di tempat yang memiliki ventilasi udara yang cukup besar. Jangan tutup rapat celah-celah udara yang ada di ruangan karena udara di dalam ruangan bisa menjadi sangat apek karena tidak ada pergantian oksigen dan kelembaban pun terus meningkat.

  • Gunakan Air Purifier Dalam Ruangan

Jika Anda ingin menggunakan air cooler di dalam ruangan, jangan lupa untuk turut menggunakan air purifier di dalam ruangan yang sama. Air purifier adalah penjernih udara yang dapat menghilangkan bakteri, debu, serbuk sari dan berbagai macam polusi yang tak kasat mata.

Air purifier akan membuat udara di ruangan yang menggunakan air cooler jadi lebih segar. Tentu saja udara di ruangan tersebut jadi lebih sehat jika Anda memasang air purifier. Lebih bagus lagi bila Anda memasang air purifier yang dilengkapi dengan humidifier alias alat pengatur kelembaban udara.

Kesimpulannya, Anda tetap bisa menggunakan air cooler di dalam ruangan asalkan Anda bisa melakukan beberapa tips pencegahan yang sudah kami bagikan di atas. Udara yang dikeluarkan dari air cooler tidak selalu higienis, tapi dengan beberapa tips pencegahan di atas setidaknya bahaya air cooler dapat diminimalisir dengan optimal.

Masih bingung bagaimana cara menggunakan air cooler yang benar? Simak artikel cara menggunakan air cooler ini.